
Clarissa.. gadis kelahiran jakarta, si gadis cantik dan ceria, dengan warna rambut coklat panjang menjuntai dan kulit putih serta pipi merah muda yg merona, saat ini ia adalah pegawai di salah satu kantor fashion terbesar di indonesia, sebagai pegawai termuda di divisinya ia kerap di sapa dg sebutan "si bungsu" perawakan yg anggun, cekatan serta sikap yg ceria membuat para senior menyukai kinerjanya..Clarissa sendiri masih bekerja sebagai pegawai kontrak selama 6 bulan terakhir, saat hari pertama ia bertemu dengan Reno kepala tim di divisi style dan membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat tdk sengaja bertabrakan di depan kantor
"Maafkan saya, sy kurang hati-hati" ucap clarissa dg wajah tertunduk..
"ah tidak apa, kamu baru disini? tanya reno
"iya pak sy baru di divisi style" jwb clarissa
"kebetulan sekali, selamat bergabung..sy kepala tim di divisi style" ucap reno sambil menjulurkan tangannya
"sy clarissa pak" ..
begitulah awal mula perkenalan mereka, sejak saat itu clarissa mulai menaruh hati pada reno, hari demi hari ia sesekali mencuri pandang saat sedang rapat bersama reno,
tapi tanpa disangka dan tak terduga, harapan Clarissa harus musnah dan pupus saat menyebar kabar bahwa reno sudah mendapati pujaan hatinya yaitu Tasya, senior clarissa dari 1 divisi, clarissa tak kuasa mehanan kesedihan karna patah hati, seketika tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk bergi ke sebuah bar dimana ini adalah kali pertama ia mengunjugi tempat seperti itu,
"ya? ucap pria bertubuh bidang itu
"maaf sy mengaggu pak, tapi sy ingin mengatakan sesuatu, sy jatuh cinta pd bapak sejak pertama bertemu, sy tau ini gila, tapi sy ingin menyatakannya tanpa penyesalan, sy tau bpk tdk mungkin bisa membalas perasaan sy, tapi saya sudah merasa cukup walau hanya dg cinta pertepuk sebelah tangan" ucap Clarissa tanpa ragu, sambil menunduk dan meneteskan sedikit air mata..
"Lalu apa yg kau inginkan" tanya pria itu
"Ciuman" ucap Clarissa (aduh apa aku sudah gila, apa apaan permintaanku itu) seru Clarissa dlm hati
Lalu tanpa pikir panjang pria itu menarik dagu Clarissa, dan mencium bibir Clarissa yg lembut dengan penuh gairah, bibir mereka bersentuhan, lidah mereka bertemu dan sesekali bertabrakan, Clarissa memeluk pria itu dg sngat kencang dan saat ia melepas ciuman itu, ia menengadah dan melihat wajah pria itu..
"Pak CEO????????????????????????"
mata Clarissa memerah, tubuhnya kaku dan bergetar, jantungnyapun berdegub sangat kencang, mengingat orang yg ada dihadapannya adalah CEO perusahaan tempat ia bekerja, CEO dingin yg tak tanggung tanggung menghukum bawahannya yg tidak kompeten, CEO tampan yg menjadi pusat perhatian, pak CEO Theo si iblis tampan, ya...itulah sebutanya..