Clarissa Be Mine

Clarissa Be Mine
Clarissa Be Mine eps 04



terlihat mobil hitam milik Theo sampai di sebuah gedung tinggi, tanpa basa basi Theo membopong Clarissa menaiki lift, saat di dalam lift Clarissa pun masih mengoceh fan sesekali menarik kerah Theo,


"coba katakan? coba katakan sekarang" ucap clarissa


"Apa lagi?" jawab Theo


"kurangku dimana, dimana kurangku sampek kamu lebih milih tasya dibanding aku, kamu tau aku hampir mati rasanya setiap mengingat orang yg aku suka dr pandangan pertama justru lebih memilih temanku sendiri" ucap Clarissa dg penuh amarah sambil menarik kerah kemeja Theo


"Aaaa rupanya kamu baru saja patah hati, apa ini yg buat kamu minum terus" tanya Theo (Ah percuma juga interaksi dg orang mabu) seru Theo dalam hati


sesampainya di Apartemen, Theo melempar Clarissa di dalam bethup berharap Clarissa segera sadar, namun bukannya sadar tingkahnya malah menjadi jadi


"Apa ini, ini Alkohol? sebanyak ini, Aaaaaaahahhhaaha aku bisa minum lebih bnyak lagi?" ucap Clarissa sembari tertawa terbahak bahak dan akan meminum air di dalam bethub


" Clarissa..stop, heh apa yg kamu lakukan?" ucap Theo dengan nada ketus


"Aku mau minum lagi, lagi........" jawab Clarissa


"Tidak, sekarang ayo bangun, cepat bangun, kalo tdk sy akan melempar kamu dari gedung ini" Theo bulai tidk sabar


dengan linglung Clarissa bangun dari bethub dan berdiri dengan tubuh yang basah kuyup, dengan dibaluti kemeja berwarna putih dan rok berwarna merah muda, jelas sekali terlihat setiap inici lekukan ditubuhnya, Ia hanya diam dan wajah Theo mulai memerah,


" Apa apain ini, bisa gila aku karna wanita ini" ucap Theo dalam hati


"Persetan dengan apa yg akan terjadi kedepannya, wanita ini benar benar membuatku hilang akal" ruapaya Theo sudah tidak sanggup menahan hasrat yang menggebu didalam dirinya, tanpa sadar Theo menarik lengan Clarissa keluar dari Kamar mandi dan melemparkannya diatas ranjang putih abu abu milik Theo


"Aaaaaaaakh.. " sontak teriak Clarissa


"ingat, bahkan setelah ini kamu menyesal, itu sudah terlambat" bisik Theo di dekat telinga Clarissa


" Aaaaakhhhh..." rupaya ia juga merasa seolah diterbangkan oleh perasaannya sendiri, dengan tubuh yang gemetar ..


walau pelan tapi pasti, begitulah yang theo lakulan, ciumannya semakin turun..semakin jauh..tangan Clariss juga mencengkram lembut rambut Theo, tanpa sengaja dia menyebut na orang lain,


"Reno...aaaakh.."


" Berani sekali kamu menyebut nama lain dihadapanku, rupanya km harus kuberi pelajaran lebih" ucap Theo dengan nada penuh amarah


Sontak Theo membalikkan tubuh Clarissa, merobek setiap helai kain di tubuh wanita itu, menarik tangannya ke atas, mencium leher dan punggungya, Clarissa hanya bisa menggeliat, tenggelam dalam perlakuan Theo, sesekali ia mengeran saat Theo menyusuri setiap inci tubunya


"Aaakhhhh..," antara sadar dan tidak Clarissa memeluk Theo dengan erat, Theo yang seakan kehilangan akal dengan ritma yang lembut hingga menjadi Kasar, ia menggauli perempuan itu, Theo seolah berubah menjadi kebuas harimau,


"Akkkkhhhh...." teriak Clarissa diiringi dengan jatuhnya air matanya yg menetes membashi pipi, Theo mengusapnya lalu mencium bibirnya dn melanjutkan aksi brutalnya


"Setelah ini, kamu cuma milikku" bisik Theo


Theo seakan menjadi gila dalam kenikmatan yang ia rasakan,


"Akkhhhh...." keduanya mengeran sebagai tanda tercapainya puncak yang mereka daki,


malam yang panjang mereka lewati berdua, hingga pagi harinya, saat matahari mulai bersinar serta kicauan burung yg merdu bagai nyanyian berlayarnya kedua kapal,


Clarissa terbangun dari tidur pulasnya, ia terkejut karna saat ia membuka mata ia tidur bersandarkan dada seorang pria, kepalanya yang pusing akibat alkohol, tubuhnya yg sakit karna kebuasan Theo, sontak ia terbangun, dan mendapati dirinya tanpa baju sehelaipun, ia lebih terkejut lagi, saat melihat Theo tertidur pulas di ranjang yang sama dengannya,


"Pak CEO..???" gimana mungkin? aku dan pak CEO????