Clarissa Be Mine

Clarissa Be Mine
Clarissa Be Mine eps 02



"Kenapa?" tanya pria itu dengan nada ketus


"Tidak apa apa pak, maafkan sy pak, sy terlalu mabuk sampai melakukan hal tdk terduga, sy mohon kemurahan hati bpk, jgn pecat sy" jawab Clarissa


"kenapa sy harus memecat km, tenang sj, ada harga yg harus km bayar untuk ciuman ini" ucap Theo sambil melihat arah jarum jam pd jam tangannya, sembari beranjak pergi


"(mati aku, mati aku, udah gila, benar" gila, aku ciuman sm pak CEO, gak ini gak mungkin, pasti aku lagi menghayal yg aneh" karna mabuk" seru Clarissa dlm hati sambil melambaikan tangan memanggil taxi yg lewat,


(Keesokan harinya)


setibanya Clarissa di kantor, saat ia tiba diruangan, ia pun dikagetkan dengan kerumunan orang" di divisinya, entah apa yg mereka bicarakan, lalu Clarissa pun melangkahkan kakinya dengan cepat dan bertanya


"ada apa ini kenapa berkerumun? tanya Clarissa


"gawat..ini gawat.." jawab sella (salah satu temn satu tim Clarissa)


"hah apanya yg gawat?" tanya lagi Clarissa dengan wajah penuh kebingungan


"pak CEO ..hari ini dia akan melakukan penilaian di divisi ini, org itu, kalian tau kan apa yg bisa di lakukan saat dia tidak puas dg pekerjaan bawahannya" jawab Rey


"Apa??? pak CEO, " namoaknya Clarissa semakin ketakutan, terlintas dibenaknya kejadian tadi malam (jangan jangan pak CEO sedang mencariku, apa yg akan dia perbuat padaku) seru Clarissa dlm hati


"daripd kebingungan mendingan kita persiapkan aja jawaban dari apapun yg sekiranya pak CEO tanyakan pd kita" ucap tasya


"bener..daripada nanti kita klabakan sendiri saat beliau kesini" sambung Rey


1 jam kemudian tibalah Theo di devisi style, saat itu pula semua tim divisi berbaris dan menyapanya, saat Theo melihat Clarissa terlihat bibirnya mulai menjadi sedikit sabit,


"Apa disini ada pegawai kontrak" tanya Theo dg nada yg berat


"Sa..sa..saya pak" sahut Clarissa


"Ooh..bagus, apa kalian semua paham bahwa baik pegawai tetap atau pegawai kontrak sekalipun tdk diperbolehkan mabuk di sekitar kantor!!!"


seketika mereka saling memandang dan kebingungan, entah siapa yg dimaksud oleh Theo,


"jadi..sy harap disini tdk ada yg seperti itu" sambung Theo


"Huuuuuuft..ku kira disini ada yg mabuk mabukan, bisik tasya pada Rey dg perasaan lega


"untuk laporan pengembangan pemasaran, sy harap tdk akan mengecewakan, dan sy mau KAMU yg melaporkan ke ruangan sy" ucap Theo lagi, sambil menunjuk ke arah Clarissa


seketika semua org menoleh pd Clarissa


"tapi maaf pak, Clarissa masih baru disini, apa tdk lebih baik yg lebih berpengalaman sj yg melaporkan pd bapak" jawab kepala tim Reno


"tdk masalah, justru sy ingin tau sejauh mana dan skompeten apa pegawai baru disini"


"itu saja dari sy, sy harap selanjutnya kinerja kalian akan tetap fokus dan lebih baik lagi"


lalu Theo dan sekertarisnya meninggalkan Divisi style sementara Clarissa badannya masih membatu, jantungnya berdegub tak beraturan


"Clarissa..Clarissa" rey memanggil Clarissa yg sedng begong


"Clarissa wooooy" tambah Tasya


"Eeeeh..i..i..iya" jwb Clarissa


"Sudah, km tdk usah terlalu tegang, lebih baik km pelajari proposalnya sebelum melporkannya pd pak CEO besok" ucap kepala tim Reno.


"iya Cla..km tenang aja, kitq yakin km pasti bisa kok" tambah tasya


"I..iya pak" jwb Clarissa dg ragu (entah apa yg akan dilakukan pak CEO padaku, aku merasa hidupku akan tamat) seru Clarissa dlm hati


Keesokan harinya, tiba saatnya Clarissa menyerahkan semua laporan pd Theo, langkah demi langkah menuju ruangan kakinya serasa berar, tangannya berkeringat, ia pun memberanikan diri untuk masuk


"Selamat pagi pak, sy Clarissa dari divisi Style, ingin menyerahkan laporan" ucap Clarissa dg penuh ketakutan


"taruh saja di meja nanti sy periksa" jwb Theo


"(udah segitu aja, ku kira aku bakal habis dimutilasi, ternyata Tuhan masih berpihak padaku)" seru Clarissa dlm hati dg penuh kegembiraan


"baik pak" ucapnya lagi sambil menaruh sebuah map berisikan laporan di meja Theo


"Permisi pak"


"Tunggu...Apa saya menyuruhmu pergi"??????????????????