Clarissa Be Mine

Clarissa Be Mine
Clarissa Be Mine eps 03



tiba tiba kaki Clarissa membatu, tubuhnya membeku karna ketakutan, dengan wajah tertenduk ia mengatakan permintaan maaf berulang kali


" maafkan saya pak, jika memang sy harus keluar dari perusahaan ini sy siap, saya tau ini salah saya" ucap Clarissa dg nada lirih


"memangnya sy bilang sy akan pemecat km?" tanya Theo


Clarissa hanya bisa diam tanpa bisa menjawab sepatah katapun,


"kamu boleh keluar sekarang" ..


seketika ruangan itu hening, dan Theo yang dingin tiba tiba tersenyum,


"(Lucu juga ternyata melihat wajah takutnya, selain itu dia terlihat sedikit manis)" seru Tbeo dalam hati, seoalah sedang berbunga bunga karna virus merah jambu yg biasa disebut jatuh cinta


sesampainya di rangan divisi style Clarisa yg baru menginjakkan kakipun langsung dihujani beberapa pertanyaan oleh beberapa karyawan lain,


"eh gimana pak CEO marah marah?" tanya tasya


"Aaah sudah pasti dia kecewa dengan kinerja kita" sambung rey


"Bagaimana mungkin pak CEO kecewa, kita kan sudh berusaha sebaik mungkin" sambung Dilan


"Sudah sudah jangan ribut, gimana Cla apa yg dikatakan pak CEO sama kamu,, apa dia mengkritik hasil kerja divisi kita?" tanya kepala tim Reno


"tidak pas, beliau hanya menyuruh saya taruh dimejanya, selain itu tdk ada lagi yg beliau sampaikan kepada saya" jawab Clarissa dengan penuh keyakinan


" ohya, laporan yg seharusnya hanya diperiksa oleh staf, tp dia minta dilaporkan langsung padanya, tapi apa ini dia cuma minta diletakkan dimeja, waaaah.. apa apa an ini, saya malah makin merinding jangan jangan setelah laporannya dibaca divisi kita akan dipenuhi kritikan pak CEO" Ucap Rey


"jangan berfikir negatif dulu rey, barusan beliau sepertinya benar benar tidak marah karna laporan kita" (sasarannya adalah aku, bukan laporannya huhuhu) seru Clarissa dalam hatinya


"ya sudah kalau seperti itu ayo kembali ke meja masing masing" perintah Reno pada seluruh karyawan


sepulangnya dari kantor Clarissa pun sedang menunggu bis tiba di halte, saat ia duduk termenung ada mobil civic hitam tiba tiba berhenti di depannya, ternyata itu adalah mobil Theo


"Butuh tumpangan" tanya Theo


tetapi bis yg ditumpanginya bukanlah bis menuju rumahnya,


"Aaaaaah aku salah bis, ini semua gara gara pak CEO yang gila itu, aku bisa ikutan gila gara gara dia" ucap Clarisa dg penuh kemarahan


daripada pusing mending aku minum deh, biar gak keinget kejadian itu terus, ..


walaupun Clarissa tau Alkohol adalah musuh terbesarnya, tapi saat dia dihampiro masalah alkohol selalu menjadi jalan ninjanya


"beri aku wine terkuat aku gak peduli lagi" pesan Clarissa pada salah satu bartender di Clup


setelah menghabiskan beberapa wine ia pulang dengan sempoyongan, saat berjalan dengan terbata bata, dan terkadang tdk sengaja menabrak tiang, sambil bicara dan tertawa sendiri, saat melewati supermarket, dengan sisa kesadarannya ia mencoba membeli air putih, tapi saat ia mencoba mengambil botol aor tanpa sengaja Theo juga mengambil botpl yang sama, serentak Clarissa melihat dengan samar samar


"Heeeeyy bukankah ini pak CEO gila itu, hahahaha" ucap Clarissa yg sedang mabuk


"kau mabuk lagi,? kamu memang tidak pernah kapok"


lalu Theo meggendong Clarissa keluar dari supermarket dan memasukkannya ke mobilnya,


sembari mobil berjalan menuju Apartemen Theo dia bertanya pada Clarissa


"dimana rumah kamu"?


"Lallalalalalalalala, hah? rumah? dimana? di kayangan????? ahahahhahaa


omongan Clarissapun semakin menjadi jadi


"Kenapa aku harus repot" dengan karyawan segila ini" ucap Theo dengan dahi mengkerut,


seketika Clarissa bernyanyi dan meronta dengan aktif hingga rambutnya menutupi wajahnya, Theo hanya tertawa kecil dan merapikan rambut Clarissa dengan tangannya sendiri, saat melihat wajah Clarissa yang memerah,, bibirnya yang mungil, pipi chabby merona dan gigi gingsung saat tersenyum"


Deg Deg Deg.. suara jantung Theo seakan meledak,, dengan tidak sadar ia membelokka setir mobil nya menuju arah apartemennya..