
Jam pulang kini telah tiba, menghabiskan waktu didepan layar monitor sepanjang hari dan bahkan mengikuti rapat dadakan karena suatu masalah. Nerine, menepati janjinya pada orang-orang dirumah.
Setelah membeli apa yang dipesan oleh kedua anaknya, Nerine tak sengaja bertemu oleh salah seorang teman lamanya saat hendak membayar. Teman lamanya mentraktir Nerine karena sudah lama tidak berjumpa, di jalan mereka berdua mengobrol untuk melepas rindu dan melepas tawa setelah aktivasi yang melelahkan.
Bertanya kabar satu sama lain, baik kabar pribadi maupun kabar keluarga. Bertanya pekerjaan, teman-teman baru, lingkungan baru. Banyak sekali yang mereka bicarakan hingga disebuah perempatan jalan mereka harus terpaksa berpisah karena berbeda jalur, Nerine belok kanan dan teman lamanya lurus.
Sebelum berpisah, teman lamanya meminta nomor Nerine. Awalnya teman lamanya Nerine ingin mengantar Nerine pulang karena tidak baik bagi seorang perempuan jalan sendirian akan tetapi hal itu ditolak oleh Nerine.
Toko yang mereka kunjungi tidak jauh dari rumah Nerine. Tapi sedikit jauh dari rumah teman lamanya.
Nerine sempat bertanya kepada teman lamanya mengapa tidak memakai sepeda saja ataupun motor? Teman lamanya pun menjawab "aku ingin menikmati pemandangan malam, angin malam jadi aku memutuskan untuk berjalan kaki. Hitung-hitung olahraga."
Sesampainya dirumah, Nerine dikejutkan oleh kedua anak-anaknya yang belum tidur padahal waktu menunjukkan pukul 10 malam. Tentu mereka tak akan tidur sebelum menikmati camilan malam mereka.
Mereka sedang menikmati camilan malam sambil menonton televisi diruang tamu.
Disela-sela itu, Nerine bercerita kepada Kirani tentang Nerine yang bertemu dengan teman lamanya.
"Saat aku melihatnya orang itu tidak pernah berubah sama sekali, masih tetap sama sejak terakhir kali aku bertemu dengannya. Bahkan kebiasaan malu-malu nya tidak berubah." Ucapnya
"Dia tinggal dimana?" Tanya Kirani yang sedang memakan makaroni pedas miliknya.
"Katanya rumahnya paling ujung sana, kalau dari perempatan sini berarti jalan lurus."
"Apa dia tetangga Yue?"
"Aku tidak tahu, aku tidak bertanya padanya."
"Siapa namanya?"
"Siapa yaaa.... Jika kuberitahu apa kamu akan terpesona dengannya?"
Nerine hanya tertawa melihat wajah Kirani itu.
Ran dan Nyx mengucapkan selamat malam dan mimpi indah pada dua wanita itu lalu pergi tidur setelah menghabiskan semua nya.
Nerine pun menceritakan hari pertama ia bekerja kepada Kirani, bercerita betapa sibuknya dihari pertama, bertemu dengan orang-orang baik, atasannya yang kadang baik kadang emosian, dan masih banyak lagi.
Sekarang adalah tengah malam dan saatnya beraksi.
Pagi hingga malam Nerine hanyalah seorang pekerja kantoran biasa tapi siapa yang menyangka saat tengah malam dia adalah mata-mata yang suka meretas data-data.
Bukankah lebih disebut peretas dibanding mata-mata? Saat ini menjadi peretas dulu, jadi mata-mata nya nanti saja soalnya tidak ada klien.
Saat dua orang itu beraksi, aksi mereka sangatlah kompak hingga tidak ada yang bisa menyaingi kekompakan mereka.
Bahkan hanya perlu saling menatap satu sama lain, keduanya akan langsung mengerti.
Hebat!
Satu kata untuk mereka.
3 jam telah berlalu dan selesai.
"Ternyata kali ini cukup melelahkan juga" Ucap Kirani sambil menghela nafasnya karena kelelahan.
"Klien yang satu ini memang suka yang ribet ya" Nerine menambahkan.
Sekarang pukul 3 dan keduanya kembali ke kamar masing-masing lalu pergi tidur setelah membereskan semua nya.