
Di Rumah Kirani
Mereka berempat duduk dikursi ruang tamu.
"Melelahkan" Batin Nyx sambil menghela nafas
Nyx berdiri lalu berjalan menuju kamar.
"Kamu mau kemana Nyx?" Tanya Ran
"Aku mau ke kamar. Aku mau tidur" Jawab Nyx berjalan menuju kamar
"Memangnya kamu tahu dimana kamarnya?" Tanya Nerine
"Mama angkat dimana kamarnya?"
"Jalan saja lurus kamar no3 dari kanan"
"Ok terima kasih"
Nyx menuju kamar yang diberitahu oleh Kirani.
Di dalam kamar Nyx.
Nyx berbaring dikasur lalu ia memikirkan soal laki - laki tadi. Sorot mata laki - laki tersebut menurut Nyx seperti mengamati dan memperhatikan dirinya berserta kakaknya.
"Paman tadi sedikit mencurigakan. Apa jangan-jangan dia penculik atau? Tidak tahu! Lalu juga untuk apa dia mengambil rambut kami?" Batinnya
"Kesal! Aku anak umur 6 tahun memikirkan hal seperti ini membuat ku kesal!!!" Batinnya berteriak
Dari luar kamar Nerine memanggil Nyx, "Nyx keluar. Mari kita makan bersama"
Nyx membalasnya, "Ya mah"
Lalu Nyx keluar dari kamarnya dan makan bersama-sama. Nampaknya laki - laki tersebut ketahuan bila mengambil rambut mereka tapi Nyx berpura-pura seakan-akan tidak tahu.
Di tempat lain - Tempat laki - laki tersebut
"Cukupkah dengan ini? Sepertinya cukup. Baiklah giliran mengambil sampel darinya" Batinnya
Laki - laki itu bernama Dariel.
Dariel menuju ke tempat Rayhan untuk diam - diam mengambil rambut Rayhan. Walaupun tidak semudah yang dia bayangkan walaupun tidak berjalan mulus tetapi Dariel tetap semangat dan berhasil mengambil rambut Rayhan.
Setelah itu Dariel membawa ketiga sample DNA tersebut ke laboratorium untuk di uji. Hasil DNA akan keluar setidaknya 3 hari.
Nyx yang menyadari adanya kejanggalan pun mengambil laptop miliknya. Nyx berfikir bahwa rambutnya dan rambut milik kakaknya diambil maka akan digunakan untuk uji DNA.
Nyx meretas sistem seluruh laboratorium yang ada dikota tersebut. Akhirnya Nyx menemukan laboratorium yang di datangi oleh Dariel.
Bagaimana caranya Nyx bisa tahu bahwa sampel tersebut dibawa ke laboratorium padahal Nyx tidak tahu siapa nama laki - laki tersebut? Nyx juga tak lupa meretas cctv laboratorium tersebut.
Hasil DNA keluar. Hasil tersebut diberikan kepada Dariel dan isinya adalah tidak cocok. Dariel menerima hasil tersebut akan tetapi hati Dariel merasa janggal.
Nyx dengan bangganya mengubah hasil uji DNA yang dari awal cocok menjadi cocok.
Nyx tidak tahu menahu apakah yang dilakukan nya benar atau tidak. Nyx hanya waspada bila itu digunakan dalam hal kejahatan makanya Nyx memalsukan hasil uji DNA.
Malam Hari
Ran pergi ke kamar Nyx untuk memastikan apakah Nyx sudah tidur atau belum.
Ran mengetuk pintu kamar Nyx lalu Nyx membukanya.
"Kamu belum tidur?"
"Belum. Ada apa?"
Ran main masuk kedalam kamar Nyx begitu saja. Ran duduk dipinggir kasur Nyx.
Ran mengambil laptop milik Nyx, "Kamu masih saja main laptop"
Nyx berjalan kearah Ran lalu duduk disamping Ran, "Bukannya kakak sama saja. Terlebih lagi main game sampai tidak ingat waktu"
"Kita sama tapi berbeda"
"Apa maksud kakak?"
Ran membuka laptop Nyx lalu mengotak - atik laptop tersebut, "Kamu memiliki bakat seperti mama dalam hal kemampuan sedangkan kakak juga tapi dalam kemampuan game"
"Kakak"
"Ya?"
Nyx merebut laptop miliknya dari Ran, "Jangan mengotak - atik laptop milik ku!"
"Ah maaf! Maaf"
"Terkadang aku iri dengan kakak"
"Iri kenapa?"
"Selain seorang gamers handal. Kakak juga licik"
Pfftt....
Ran tertawa.
"Kenapa kakak tertawa? Tidak ada yang lucu! Pokoknya intinya kita harus mengembangkan bakat kita ingat itu kata mama!"
"Baiklah - baiklah. Malam mulai larut. Tidur sana"
"Ya ya aku akan tidur"
Sebelum Ran pergi meninggalkan kamar Nyx. Ran mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepada Nyx.
Setelah itu Ran pergi ke kamarnya. Lalu semua orang pun terlelap dalam tidur mereka masing-masing.