
Ran dan Nyx terus mencari pos keamanan tapi tak kunjung menemukannya. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bertanya. Nyx bertanya kepada salah satu pengunjung supermarket.
Supermarket yang mereka tuju ada didalam mall karena itu adalah supermarket yang paling dekat.
Nyx bertanya kepada seorang laki - laki salah satu pengunjung, "Permisi"
Laki - laki tersebut menoleh karena Nyx datang dari arah belakangnya, "Ya?"
"Paman! Apakah kami boleh bertanya?"
Laki - laki tersebut berjongkok lalu tersenyum mengatakan, "Boleh. Mau tanya apa?"
"Aku dan kakak ku tersesat. Apakah paman tahu dimana pos keamanan?"
"Tentu saja mari paman antarkan"
Laki - laki itu yang awalnya berjongkok kini berdiri dan mengantar mereka ke pos keamanan.
Laki - laki itu memperhatikan dan mencermati kedua anak tersebut. Sekilas laki - laki itu merasakan bahwa wajah kedua anak tersebut tidaklah asing baginya.
"Mereka berdua tidaklah asing bagiku. Yang anak laki - laki ini matanya mirip dengannya lalu anak perempuan ini wajahnya juga agak mirip dengannya. Sepertinya mereka berdua adalah anak kembar. Yang laki - laki sepertinya kakaknya lalu yang perempuan adiknya. Apa aku coba tanya saja ya?!" Batinnya penasaran
"Adik kecil apakah kalian saudara kembar?"
"I..." Ran belum menyelesaikan pembicaraan nya dipotong oleh Nyx
"Bukan urusan paman!" Jawab Nyx dengan lantang
"Benar - benar mirip" Batin laki - laki itu
"Kalian berdua kemari bersama siapa? Dimana papa dan mama kalian?"
"Paman! Kenapa paman begitu sangat penasaran? Kenapa daru tadi menanyakan tentang kami? Informasi yang paman dapat dari kami tidak berharga sama sekali!" Jelas Nyx
"Nyx! Itu tidak sopan" Pertegas Ran kepada Nyx
"Paman maafkan adik saya. Dia memang begitu"
"Tidak apa - apa. Paman memaklumi nya"
"Anak perempuan itu adalah adiknya. Berbeda sekali dengan kakaknya. Kakaknya baik dan juga lembut sedangkan adiknya judes walaupun cantik" Batin laki - laki tersebut
"Daripada mengantarkan kami ke pos keamanan. Lebih baik antarkan saja kami ke supermarket" Usul Nyx
"Ide bagus Nyx!"
Laki - laki tersebut mengantarkan Ran dan Nyx ke supermarket yang ada di maal tersebut.
"Kirani"
"Ya?"
"Mengapa mereka berdua lama sekali perginya? Apakah toilet nya jauh? Atau jangan-jangan terjadi sesuatu pada mereka berdua?! Bagaimana ini?" Ucap nya penuh kekhawatiran
"Betul juga apa katamu"
"A-apa mungkin m-mereka berdua diculik? Bagaimana jika benar? Siapa pelakunya? Atas dasar apa mereka menculik anak - anak ku? Berapa tembusan yang mereka minta?!" Ucap Nerine yang mulai panik
"Kamu! Tenanglah dulu!" Kirani mencoba menenangkan Nerine
Sepertinya kita tahu darimana sifat mudah panik milik Ran.
Kirani mengajak Nerine untuk pergi ke pos keamanan. Nerine pun ikut. Tapi sebelum pergi ke pos keamanan dari arah belakang mereka munculah Ran , Nyx dan laki - laki tadi.
"Mama! Mama angkat!" Teriak Ran dari kejauhan
Nerine berlari ke arah Ran dan Nyx lalu memeluk nya dengan erat.
"Kalian dari mana saja? Mama mengkhawatirkan kalian berdua"
"Kami tersesat mama. Maafkan kami membuat mama dan mama angkat khawatir" Jelas Nyx
"Begitu ya. Lain kali hati - hati"
"Lalu dia siapa?" Tunjuk Kirani ke laki - laki tersebut
Nyx memperkenalkan laki - laki itu ke Nerine dan Kirani.
"Paman ini telah membantu kami kemari"
Nerine melepaskan pelukannya. Nerine dan Kirani berterima kasih ke laki - laki itu karena telah membantu Ran dan Nyx kembali.
Nyx mengucapkan maaf dan terima kasih kepada laki - laki itu.
Nyx tersenyum dan berkata, "Paman maafkan atas ketidaksopanan saya tadi dan terima kasih telah bersedia membantu kami"
Laki - laki tersebut membalas senyuman Nyx lalu mengatakan, "Sama - sama. Sudah menjadi kewajiban menolong sesama"
"Cukup sopan juga!" Batin laki - laki tersebut mempuji Nyx
Setelah itu laki - laki tersebut pergi. Mereka berempat telah selesai berbelanja lalu mereka berempat pulang kerumah.
Ternyata diam - diam laki - laki itu mengambil rambut Ran dan Nyx tanpa diketahui. Laki - laki itu mengambil rambut dari kedua anak tersebut karena laki - laki itu merasakan adanya kemiripan dengan temannya.