
"Jangan terlalu memanjakan nya"
"Dan kamu juga jangan terlalu kasar dengan anak sendiri"
Nerine bergegas ke kamar mandi untuk mandi setelah menyiapkan sarapan. Lalu setelah selesai mandi, Nerine kembali ke ruang makan untuk sarapan.
"Hari ini aku diterima oleh sebuah perusahaan dan hari ini juga adalah hari pertama aku masuk"
Congratulations!
"Mama akan pergi bekerja?" Tanya Ran
Nerine berjongkok dihadapan Ran, "Ya, mama hari akan pergi bekerja"
"Kapan mama akan pulang?"
"Soal itu mama belum tahu pasti. Disini ada mama angkat dan Nyx. Jadi, tidak perlu khawatir"
Spontan Ran langsung memeluk Nerine, "Apakah Ran boleh ikut?"
Nerine terkejut. Wajar saja bagi anak seusia Ran untuk bermanja-manja dengan mama nya, "Ran tidak diperbolehkan untuk ikut. Nanti bila mama pulang bekerja. Mama akan membawakan Ran mochi rasa matcha, bagaimana? Apakah Ran setuju?"
*NOTE : Mochi Matcha adalah salah satu makanan kesukaan Ran.
"Mama janji?"
"Ya, mama janji" Nerine dan Ran membuat janji kelingking.
"Mama aku juga! Tolong bawakan aku ice cream red velvet" Ucap Nyx yang tak mau kalah.
*NOTE : Ice Cream Red Velvet adalah salah satu hidangan penutup kesukaan Nyx.
"Baik-baik. Mama akan membawakan mochi matcha dan ice cream red velvet"
"Aku juga" Ucap Kirani yang juga ikut-ikutan.
"Kau juga?" Melepaskan pelukan Ran.
"Bawakan aku juga sesuatu yang pedas"
"Baiklah semuanya pesanan akan datang nantinya. Kalau begitu mama akan pergi bekerja dulu"
Tak lupa Nerine mencium kening kedua anaknya tersebut. Lalu pergi berangkat bekerja.
-Sesampainya dikantor tempat Nerine bekerja-
Dikantor itu Nerine melakukan pekerjaan nya dengan baik. Nerine adalah pegawai kantoran. Walaupun masih baru, tetapi hasil kinerja Nerine lumayan memuaskan.
Hingga jam istirahat makan siang tiba. Para pegawai lainnya begitu juga Nerine pergi ke kantin untuk makan siang.
Dikantor tersebut pula Nerine memiliki teman baru yang tak lain adalah senior dia dalam perusahaan tersebut. Nerine makan siang bersama Clarity, teman baru nya.
"Nerine"
"Ya?"
"Apakah kau sudah menikah?"
*Uhukk*k...Uhukkk...Uhukkk
"Apa kau baik-baik saja?" Clarity pun memberi Nerine segelas air minum.
Nerine menerimanya lalu meminumnya, "Tentu. Hanya sedikit tersedak. Maaf tadi apa maksud dengan pertanyaan mu?"
Clarity melanjutkan pertanyaan nya, "Ah tentang itu. Jika dilihat-lihat kembali bukankah usia mu sudah memasuki usia menikah?"
"Tapi usia ku baru 25 tahun dan aku juga sudah memiliki 2 orang anak"
Kali ini giliran Clarity yang terkejut mendengar pernyataan Nerine, "Apa? Benarkah? Apa itu memang benar?"
"Itu memang benar"
"Jadi kau mama muda?"
"Yeah bisa dibilang seperti itu"
Mama muda nih~
"Apakah kau bisa menunjukkan nya?"
"Menunjukkan apa?"
"Wajah suami mu. Aku ingin melihat siapa pria yang beruntung memilikimu"
"Dia...Sudah lama meninggal"
"Maaf tentang itu. Tapi setidaknya kau memiliki fotonya"
"Tidak apa-apa. Aku tidak memilikinya" Ucap Nerine dengan wajah yang sedikit murung.
Clarity yang melihat wajah Nerine seolah-olah Nerine tidak ingin mengungkapkan nya, "Jadi begitu. Aku paham"
"Jika tidak bisa menunjukkan foto suami mu maka bisa tunjukkan foto anak-anak mu?"
Nerine mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto kedua anaknya kepada Clarity.
Clarity yang melihat foto Ran dan Nyx begitu terpikat saat pertama kali melihatnya.
"Anak-anak mu begitu menggemaskan. Mereka terlihat begitu mirip dengan mu. Terutama anak laki-laki ini dia begitu menggemaskan bahkan cantik untuk seorang laki-laki" Ucap Clarity memuji Ran dan Nyx.
Nerine begitu malu saat Clarity memuji kedua anaknya.
"Siapa nama anak-anak mu?"
"Mereka kembar"
"Pantas saja"
"Anak laki-laki ku adalah kakak nya, Ran. Lalu anak perempuan ku adalah adik nya, Nyx"
"Ran dan Nyx. Nama yang begitu cocok untuk mereka berdua"
Setelah selasai mengobrol dan menghabiskan makan siang mereka. Nerine dan Clarity kembali bekeja karena jam makan siang telah usai.