Celestia

Celestia
Chapter 04



Skaayla terkejut melihat makhluk kecil yang datang padanya. Namun, setelah mendengar perkataan Eriase, dia merasa sedikit lega dan merasa ada seseorang yang menjawabnya.


"Sudahlah jangan menangis lagi, Skaayla. Kamu harus berusaha untuk keluar dari sini. Aku akan membantumu melewati berbagai rintangan dan bahaya di tempat ini," kata Eriase dengan ramah.


Skaayla mengangguk dan merasa sedikit tenang karena mendapat bantuan dari Eriase. Skaayla memeluk Eriase dan kemudian memulai perjalanan untuk mencari jalan keluar dari tempat ini.


Mereka melewati berbagai rintangan dan bahaya di sepanjang jalan, termasuk monster-monster yang menyerang mereka. Namun, berkat bantuan Eriase, mereka berhasil melewati semua rintangan dan mencapai sebuah pintu yang terdapat angka 501.


Skaayla menyadari, kalau dia berada di sebuah dungeon dan sebelumnya berada dilantai 500.


Setelah mencapai lantai 501 mereka masih harus melewati banyak lagi rintangan dan bahaya di lantai-lantai berikutnya sebelum akhirnya berhasil keluar dari dungeon.


Skaayla berterima kasih kepada Eriase karena telah membantunya selama perjalanan. Dia merasa tidak sendirian lagi dan memiliki seseorang yang dapat diandalkan selama perjalanan berat tersebut. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari jalan keluar dari dungeon.


Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melewati berbagai rintangan, Eriase dan Skaayla akhirnya tiba di lantai 510.


Di balik pintu berangka 510, tersembunyi monster yang menakutkan. Monster itu memiliki tubuh yang besar dan berotot dengan kaki yang besar seperti tiang, seolah-olah dirancang untuk menopang beban berat. Tangan monster itu memegang sebuah kapak yang tajam, dengan mata pisau yang berkilauan di bawah cahaya. Namun, yang paling menakutkan dari semua ini adalah wajah monster tersebut, yang menyerupai kerbau besar dengan tanduk yang tajam dan mulut yang menganga lebar. Nafas monster tersebut terdengar berat dan ganas, dan matanya yang besar dan menakutkan seolah-olah dapat menembus jiwa siapa pun yang berani menatapnya. Monster itu disebut sebagai Minotaur.


Skaayla mempersiapkan dirinya dengan mengasah kuku-kukunya dan menyiapkan gigi-giginya yang tajam. Dia merasa sedikit gugup, tapi juga antusias karena ini adalah pertarungan yang sesungguhnya.


Eriase berdiri di belakang Skaayla, menenangkan dan memberikan dukungan padanya. Dia juga mempersiapkan mantra-mantra penyembuhan yang mungkin dibutuhkan oleh Skaayla selama pertarungan.


Minotaur itu muncul dengan garang dan mengeluarkan suara mengaum yang menggelegar. Skaayla segera menyerang dengan kuku dan giginya yang tajam, menghindari serangan-serangan Minotaur yang berat.


Eriase memberikan dukungan dengan menggunakan sihirnya untuk membantu Skaayla menghindari serangan-serangan Minotaur dan memberikan penyembuhan ketika Skaayla terluka dalam pertarungan.


Pertarungan sengit itu berlangsung selama beberapa menit. Skaayla terus menyerang dengan gigi dan kuku nya, berusaha untuk menghindari serangan-serangan Minotaur yang kuat.


Saat Skaayla dan Eriase menghadapi Minotaur, pertarungan menjadi semakin sengit. Eriase terus memberikan bantuan kepada Skaayla, sementara Skaayla berjuang dengan kekuatan fisiknya dan kemampuan regenerasinya yang luar biasa.


Minotaur terus mengeluarkan serangan-serangan mematikan, tetapi Skaayla dengan tangkasnya menghindarinya. Namun, setelah beberapa saat, Skaayla mulai merasa kehabisan tenaga. Kekuatan fisiknya mulai melemah, dan dia mulai merasakan insting vampire-nya yang membutuhkan darah.


Tiba-tiba, Minotaur melancarkan serangan besar-besaran dan Skaayla terkena serangan tersebut. Tubuhnya terlempar jauh, dan Eriase takut Skaayla tidak akan bisa bangkit lagi.


Namun, tiba-tiba Skaayla bangkit dan berlari menuju Minotaur dengan kecepatan yang luar biasa. Dia berhasil mengecoh Minotaur dan dengan cepat menyerangnya. Dalam sekejap, Skaayla menggigit leher Minotaur dan mulai menghisap darahnya.


Dengan kekuatan yang kembali, Skaayla berhasil menghantam Minotaur dengan pukulan kuat. Tubuh Minotaur terlempar ke dinding, dan Eriase segera mengirimkan serangan terakhir untuk mengalahkan Minotaur.


Setelah berhasil mengalahkan Minotaur, Skaayla berbaring lemah "Haa, aku tidak akan pernah meminum darah Minotaur lagi.."


Eriase hanya tersenyum dan berkata, "Setidaknya, kamu berhasil mengalahkan Minotaur dan kita bisa melanjutkan perjalanan kita untuk keluar dari dungeon ini."


Skaayla hanya mengangguk dan merasa lega karena berhasil mengalahkan bos di lantai 510 tersebut. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju lantai berikutnya dengan harapan bisa keluar dari dungeon tersebut dan kembali ke dunia luar.


Saat mereka berjalan menuju pintu keluar, mereka melihat sekelompok monster yang sedang berkumpul di sebuah ruangan besar di sebelah kiri koridor. Skaayla mengambil nafas dalam-dalam dan memutuskan untuk mencoba kekuatan yang baru saja ia dapatkan untuk melumpuhkan mereka.


Dengan tatapan tajam dan sikap yang kuat, Skaayla memperlihatkan kekuatan intimidasinya dan menyebabkan monster-monster tersebut menjadi ketakutan dan tidak bergerak. Eriase melihat keberhasilan Skaayla dan tersenyum, dia tahu bahwa kekuatan intimidasi Skaayla bisa sangat berguna dalam situasi-situasi seperti ini.


Mereka berjalan mendekati monster-monster yang ketakutan itu dan Skaayla menghisap darah monster-monster itu hingga hanya menyisakan tulang dan daging.


"Apa rasanya enak?" Tanya Eriase.


"Tidak seenak darah manusia sih, tapi setidaknya aku dapat asupan energi untuk kedepannya." Jawabnya "Dan dengan menghisap darah mereka, aku dapat kemampuan baru." Balasnya lagi.


"Apa itu berlaku hanya untuk darah yang diserap habis?" Tanya Eriase lagi.


"Mungkin saja,"


Mereka melanjutkan perjalanan ke lantai berikutnya dengan harapan bisa segera keluar dari dungeon dan kembali ke dunia luar. Namun, mereka tahu bahwa masih banyak rintangan dan bahaya yang menanti di lantai-lantai selanjutnya.


Saat mereka berada di lantai 511, mereka langsung merasakan suasana yang berbeda. Lantai itu penuh dengan jebakan dan perangkap yang mengancam kehidupan mereka setiap saat. Mereka harus berhati-hati dan tetap waspada dalam setiap langkah yang mereka ambil.


Mereka melihat banyak jalan buntu dan bercabang-cabang yang membingungkan. Eriase berusaha mengingat setiap rincian dan arah yang telah mereka lewati, sementara Skaayla berusaha menggunakan kekuatan barunya untuk menemukan jalan keluar yang lebih cepat dan lebih aman.


Namun, semakin mereka maju, semakin banyak monster-monster yang menghalangi mereka. Beberapa monster bahkan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari Minotaur yang baru saja mereka kalahkan. Eriase dan Skaayla harus bekerja sama untuk mengatasi setiap tantangan dan mengalahkan setiap monster yang menghalangi jalan mereka. Dan makin banyak monster darahnya yang diserap oleh Skaayla, makin kuat juga Skaayla.


Mereka terus berjalan dan bertarung dengan penuh semangat dan tekad, meskipun mereka tahu bahwa bahaya masih menanti di setiap sudut lantai tersebut. Mereka tidak bisa mundur sekarang, karena mereka telah terlalu jauh untuk berhenti.


Akhirnya, setelah melewati berbagai rintangan dan bahaya, mereka berhasil mencapai pintu menuju ke lantai 512. Dilantai 512 tidak ada monster sama sekali. Melainkan hanya tempat untuk beristirahat, Skaayla dan Eriase beristirahat disitu untuk memulihkan stamina mereka.