Celestia

Celestia
Chapter 01



Aahhhh seharian bekerja dengan lelah, aku ingin merilekskan diri dengan bermain game. Aku membuka perangkat VR dan memilih game baru yang bernama Celestia. Sistem bertanya dengan suara lembut, "Selamat datang. Apa permainan yang ingin dimainkan?"


"Aku ingin memainkan Celestia," jawabku.


Ketika aku masuk ke dalam game, aku langsung terkesima dengan dunia virtual yang indah di sekelilingku. Aku bermain sebagai karakter utama bernama Eryndor dan merasa seperti aku sedang berada di dalam game itu sendiri.


Saat keasikan bermain game itu, otakku berhenti bekerja dan aku kehilangan kesadaran. Setelah itu, aku tiba-tiba membuka mataku dan menyadari bahwa aku berada di suatu tempat yang asing. Aku melihat sekelilingku dan menyadari bahwa aku berada di salah satu tempat yang terlihat sangat indah.


Di tengah kebingungan, aku bertemu dengan seorang dewa yang menawarkan reinkarnasi untukku. "Apa yang terjadi? Mengapa aku berada di sini?" tanyaku pada dewa.


Dewa itu menjelaskan bahwa otakku berhenti bekerja saat aku berada di dalam game Celestia dan aku meninggal di dunia nyata. Namun, karena perbuatan baik yang pernah aku lakukan di dunia sebelumnya, dewa itu menawarkan sebuah kesempatan reinkarnasi kepadaku.


Skaayla: "Tunggu, tunggu, jadi kamu bilang aku meninggal di dunia nyata dan sekarang aku harus memulai hidup baru di dunia ini?"


Dewa: "Betul sekali, Skaayla. Kamu meninggal saat bermain game Celestia, dan sekarang kamu diberi kesempatan reinkarnasi di sini."


Skaayla: "Wow, ini seperti game yang sangat realistis. Aku tidak pernah membayangkan bisa meninggal saat bermain game."


Dewa: "Ini bukan game, Skaayla. Ini kehidupan yang sebenarnya."


Skaayla: "Baiklah, baiklah. Tapi aku berharap aku bisa memilih karakter yang lebih kuat kali ini."


Dewa: "Kamu tidak bisa memilih karakter, Skaayla. Kamu harus memulai dari awal dan membangun hidupmu sendiri."


Skaayla: "Tapi, tapi... Apa aku bisa setidaknya membawa satu item dari dunia sebelumnya?"


Dewa: "Maaf, Skaayla. Kamu harus memulai dari awal tanpa bantuan apapun."


Skaayla: "Baiklah, aku mengerti. Tapi jangan salahkan aku jika aku terjebak dalam game yang membosankan!"


Dewa: "Ini bukan game, Skaayla!"


Dewa: "Skaayla, aku punya kabar baik untukmu. Kamu akan direinkarnasikan sebagai seorang vampire. Tapi kamu hanya memiliki ketahanan terhadap matahari saja."


Skaayla: "Seorang vampire? Aku bisa hidup selamanya?"


Dewa: "Ya, kamu bisa hidup selamanya jika tidak terbunuh. Namun, kamu harus berjuang untuk menjadi kuat dan bertahan hidup di dunia itu."


Skaayla: "Apa aku memiliki kekuatan khusus sebagai seorang vampire?"


Dewa: "Tentu saja. Kamu memiliki kekuatan regenerasi yang luar biasa dan kekuatan fisik yang meningkat. Namun, kamu harus berlatih dan mengasah kemampuanmu untuk menjadi kuat."


Skaayla: "Baiklah, aku siap untuk memulai hidup baru sebagai seorang vampire. Tapi, dunia itu seperti apa?"


Dewa: "Kamu akan direinkarnasikan ke dunia pedang dan sihir. Dunia yang penuh dengan petualangan dan bahaya. Kamu harus berhati-hati dan berjuang untuk bertahan hidup di sana."


Skaayla: "Wow, dunia pedang dan sihir! Aku sangat tertarik untuk mengeksplorasi dunia itu. Terima kasih, dewa."


Dewa: "Selamat berjuang, Skaayla. Semoga kamu bisa menjadi kuat dan meraih kebahagiaan di dunia baru ini."


-Di dunia baru yang bernama Runaria-


Skaayla: "....????"


Skaayla: "Tapi kenapa aku harus menjadi bayi? Aku merasa sangat lemah dan terbatas."


Suara dewa yang tak terasa asing menjawab itu.


Dewa: "Kamu memiliki kesempatan kedua untuk hidup di dunia ini, Skaayla. Kamu bisa mengubah nasibmu dan menjadi orang yang lebih kuat dan berpengaruh. Ingat, untuk menjadi kuat kamu harus berjuang dengan keras."


Skaayla: "Baiklah, aku akan mengambil kesempatan ini. Tapi aku masih merasa kesal karena tidak punya orang tua. Bagaimana aku bisa bertahan hidup tanpa mereka?"


Dewa: "Kamu bisa mencari bantuan dan dukungan dari orang lain di sekitarmu, Skaayla. Kamu tidak akan pernah sendirian di dunia ini."


Skaayla: "Baiklah, aku akan mencoba untuk bertahan hidup. Tapi jangan harap aku akan mengucapkan terima kasih padamu, Dasar dewa sialan."


Dewa: "Tidak masalah, Skaayla. Aku hanya memberimu kesempatan untuk hidup lagi di dunia ini. Pilihlah jalur hidupmu sendiri dan buktikan bahwa kamu bisa menjadi orang yang kuat dan berpengaruh."


Setelah dewa meninggalkannya, Skaayla merasa kesepian dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, dia segera menemukan teman baru di hutan: seekor tupai kecil yang berkeliaran di sekitar tempatnya terbaring. Dengan kekuatannya yang baru sebagai seorang bayi yang baru direinkarnasikan, Skaayla terkejut mengetahui bahwa dia bisa berbicara dengan hewan seperti tupai itu.


"Hey, kamu!" panggil Skaayla dengan nada kecil yang terdengar seperti gemericik air.


Tupai itu terkejut dan menoleh ke arahnya. "Siapa yang berbicara denganku?" gumam tupai itu.


"Aku, Skaayla," jawab Skaayla dengan bangga. "Aku bisa berbicara dengan hewan!"


Tupai itu menatap Skaayla dengan heran. "Kamu benar-benar bisa berbicara denganku?"


Skaayla mengangguk, dan sejak saat itu mereka menjadi teman baik. Skaayla belajar banyak tentang hutan dari tupai itu, dan tupai itu juga membantunya untuk mendapatkan makanan.


Namun, meskipun dia bisa berbicara dengan tupai dan hewan lainnya di hutan, Skaayla tidak bisa berbicara dengan makhluk seperti manusia atau sejenisnya. Dia merasa kesepian dan tidak tahu bagaimana caranya untuk bertahan hidup.


Saat Skaayla merasa putus asa, tiba-tiba dia mendengar suara yang familiar. "Skaayla, aku kembali untuk melihat bagaimana keadaanmu."


Skaayla langsung tahu suara itu berasal dari dewa yang telah memilihnya untuk direinkarnasikan. "Oh, dewa! Terimakasih berkatmu aku kesulitan bertahan hidup!"


Dewa: "Skaayla, reinkarnasi adalah sebuah anugerah. Jangan sia-siakan kesempatanmu untuk memulai hidup yang baru. Siapa tahu, di dunia ini ada keajaiban yang menunggumu."


Skaayla: "Baiklah, aku mengerti. Tapi dewa, bagaimana aku bisa bertahan hidup sendiri? Aku masih bayi!"


Dewa: "Jangan khawatir, Skaayla. Kamu akan bertemu dengan seseorang yang akan merawatmu dan menjadi ibu angkatmu."


Skaayla: "Oh... Baiklah. Terima kasih, dewa."


Dewa: "Sampai jumpa, Skaayla. Jangan lupa, jadilah pahlawan yang sesungguhnya."


Skaayla: "Ha! Aku tidak akan jadi pahlawan. Aku akan menjadi penjahat terhebat di dunia ini!"


Dewa menggelengkan kepala dan pergi, meninggalkan Skaayla sendirian. Namun, tidak lama kemudian, seorang wanita muncul dan menemukan Skaayla di hutan. Wanita itu bernama lucy.


Lucy: "Oh, kasihan sekali kamu. Kamu ditinggalkan di sini sendirian. Siapa yang bisa melakukan sesuatu seperti itu pada bayi kecil seperti kamu?"


Skaayla hanya bisa melihat dengan lemas, dia tidak dapat bergerak. Walaupun dia berbicara lucy tidak akan mengerti.


Lucy merasa iba dan memutuskan untuk membawa Skaayla pulang dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Meskipun Skaayla tidak bisa berbicara atau berinteraksi seperti bayi pada umumnya, Lucy yakin bahwa dia akan menjadi anak yang luar biasa tanpa tau bahwa skaayla adalah seorang reinkarnator.