
Yesterday
Pada hari itu, Hanna sedang melayani Bae Suzy yang sedang berkunjung ke salonnya. Sungguh ini sangat mengejutkan. Seorang artis kalangan atas seperti Suzy rela datang ke salon miliknya tanpa membooking salah satu kursi apapun di salonnya. Tanpa basa-basi,Hanna selaku Sajangnim di HanQueen mengambil alih dalam pelayanan untuk Suzy
"Selamat Pagi Nona Suzy" kata Hanna membungkukan diri
"Pagi. Kau Hanna-ssi ya? Yaampun cantik sekali" puji Suzy
Hanna tersenyum manis ke arah suzy
"Kau lebih cantik Nona" balas Hanna sama memuji dengan Suzy
Bagaimana tidak cantik? Gadis didepannya ini disebut-sebut sebagai ratu drama yang sangat anggun. Parasnya sangat mempesona dan berkarisma membuat semua kaum lelaki ingin memilikinya. Badannya yang body goals sudah jelas bahwa ia merawat dirinya dengan sangat baik
"Ah kau bisa saja. Ngomong-ngomong aku ingin merias wajahku. Nanti sore aku harus datang ke acara pesta ulang tahun temanku. Apa kau bisa membuat ku cantik Hanna-ssi?"
"Tentu bisa Nona. Apalagi parasmu sudah cantik dari sananya"
"Ah aku tidak sabar. Ayo tunggu apalagi? Mari dandani aku"
Tak perlu waktu lama,Hanna segera saja melakukan keahliannya. Ia membersihkan wajah Suzy lalu mulai bertahap ke area wajah Suzy. Ia melakukan dengan sangat telaten seperti yang telah ia kuasai. Ia selalu mengerjakan mulai dari area mata atau bisa disebut dengan eyeshadow sehabis primer lalu dilanjut dengan foundation dan tahap lainnya.
Suzy memejamkan mata berusaha menikmati Hanna menjamaah wajahnya dengan alat rias itu
"Aku selalu penasaran dengan salon mu ini Hanna-ssi. Setiap aku ingin meminta mu untuk menjadi MUA dalam acaraku,pasti ada saja orang-orang yang sudah lebih dulu di booking untuk menjadi MUA. Padahal artis lainnya yang memintamu menjadi MUA sangat cantik hasilnya. Kau sering tampil di tabloid makeup mingguanku"
"Terimakasih Nona Suzy. Sebenarnya. Salonku ini bukan lah salon yang sangat istimewa. Masih banyak salon bagus di Korea Selatan ini."
Suzy dan Hanna tertawa bersama. Hanna masih tetap fokus pada pekerjaan nya di saat ia sedang bersenda gurau bersama Suzy.
"Nah sudah selesai nona"
"Astaga! Kenapa aku tampak secantik ini? Aku sangat suka Hanna-ssi!" Kata Suzy dengan wajah berbinar
"Memang kau sangat cantik Nona. Kau sangat cantik dari gen mu sendiri" kata Hanna tersenyum yang disambut oleh kekehan dari Suzy.
Suzy sangat takjub akan salon ini. Ia sangat suka sekali dengan hasil rias wanita muda yang baru saja menjamaah wajahnya. Ia mengeluarkan ponsel dari tasnya
"Hanna-ssi,bolehkah aku meminta nomor telepon mu? Supaya lain kali aku bisa membooking jam untuk salonmu"
"Tentu bisa Nona. Tapi sungguh sebetulnya jika kau ingin membooking jam,kau bisa langsung menghubungi manager salon ini. Tidak perlu repot-repot menggunakan nomor telepon saya. Saya sangat tersanjung anda mau menyimpan nomor telepon saya"
"Ahh Hanna-ssi,aku kan juga ingin berteman denganmu. Ini isikan saja nanti aku sms yaa"
Hanna tersenyum lalu menerima ponsel Suzy untuk mengisikan nomor ponselnya.
"Terimakasih Hanna-ssi. Sampai berjumpa kembali" kata Suzy melambaikan tangannya. Hanna tersenyum dan membalas lambaian tangan Suzy.
Setelah beberapa menit Hanna melayani Suzy,Yeo Jin Goo selaku manager Salon ini menghampiri Hanna
"Nona Lee" kata Jin Goo
"Ada apa Manager Yeo?" Tanya Hanna
"Ada seseorang wanita paruh baya mencari anda Nona"jawab JinGoo
Hanna mengernyitkan dahinya.
"Siapa?" Tanya Hanna
"Entahlah Nona,tapi bisa dilihat kalau dia dari keluarga konglomerat"jawab Jin Goo
Hanna mengangguk dan mengikuti langkah Jin Goo. Ia bertemu dengan seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik alami dari wajah nya. Pakaian yang ia kenakan adalah dari Dior dan juga tas yang berada di tangannya berasal dari Merk Channel. Tak dapat di pungkiri bahwa wanita itu memang bukan dari kalangan menengah.
"Selamat Pagi Nyonya" sapa Hanna pada wanita itu
Wanita itu tersenyum membalas sapaan Hanna. Wanita itu mengamati seluruh penampilan Hanna mulau dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tak henti-hentinya senyum mengembang pada bibir nya
"Jadi.. Kau Nona Lee Hanna?"tanya Wanita itu.
"Iya Nyonya. Saya Lee Hanna. Pemilik Salon ini. Kalau boleh saya tahu,apakah ada hal penting yang membuat anda ingin bertemu saya?" Tanya Hanna dengan senyuman khas andalannya
"Perkenalkan. Saya Park Yuri. Istri dari Park Jinyoung" kata Wanita tersebut.
Hanna sedikit membelakkan matanya. Tampak bibirnya mengatup dalam-dalam dan sorot matanya berubah terkejut. Park Jinyoung. Nama itu selalu terngiang di benak Hanna semenjak Hanna membaca surat wasiat dari ayahnya
"Jadi dugaan ku sudah benar. Kau tahu siapa Park Jin Young,bukan?"
Hanna tersenyum menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Mari kita Ke Caffe,nyonya. Kita bisa membicarakan nya di caffe salon saya"
Yuri tersenyum menerima tawaran dari Hana. Yuri tampak senang bertemu dengan gadis cantik itu. Ia bisa menebak, bahwa anak bungsu nya itu akan mendapatkan istri yang baik dan gadis yang berkualitas. Walaupun bukan dibesarkan di kalangan orang kaya pada umumnya
Di caffe,Hanna mempersilahkan Yuri untuk duduk didepannya. Yuri menyesap kopi buatan Jongdae dan mulai membuka pembicaraan
"Kau Tahu surat wasiat itu kan Hanna-ssi?"
"Panggil saja Hanna nyonya. Saya merasa nyaman jika kita saling akrab"
"Ahh. Iya Hanna. Kupikir kau memanglah wanita yang baik. Tentu kau tahu bukan,bahwa kau akan dijodohkan oleh putra bungsu ku? Pertama aku memang khawatir jika kau bukanlah putri seperti yang ku harapkan. Tapi,disini aku tau. Kau jauh lebih baik dari ekspektasiku" jawab Yuri tersenyum. Hanna terkekeh sembari menyesap tehnya
"Dan. Aku sangat berharap tanpa aku memohon,aku ingin sekali kau menjadi bagian keluarga Park, Hanna. Menjadi bagian keluarga kami"
Hanna sedikit memikirkan sesuatu, sampai akhirnya ia menghembuskan nafas pelan dan tersenyum menatap Yuri
"Nyonya, saya sudah menerima keputusan surat itu sejak awal saya tahu. Jadi anda tidak perlu khawatir akan jawaban saya. Saya tidak ingin menjadi anak yang durhaka"
"Aigooo.. gadis ini sangat cantik dan juga baik hati. Aku tidak menyangka kau akan menerima dengan keyakinan seperti ini. Padahal kau belum tau siapa yang akan menjadi calonmu"
Hanna tersenyum menyesap kopinya. Ia memang belum tau siapa Putra Bungsu dari Park Jinyoung dan wanita yang ada didepannya kini. Namun,entah mengapa Hanna tidak ada keinginan untuk menolak perjodohan ini. Menurutnya,mungkin tidak buruk juga untuk menikah atas dasar perjodohan. Hanna juga merasa dirinya kurang mengakrabkan diri dengan seseorang hingga menjalin hubungan. Dengan ia menerima perjodohan ini,semuanya akan berjalan dengan sempurna untuk pernikahan nya
"Terimakasih Nyonya"
"Panggil aku Eommoni sayang. Oh ya kau mau tau Putraku?" Tanya Yuri
Mata Hanna sedikit berbinar. Ingin sekali ia tahu siapa calon mempelai pria yang akan bersanding dengannya dipelaminan nanti.
"Tentu Eommoni."kata Hanna antusias.
Yuri tersenyum dan mengeluarkan ponsel nya. Digeser nya layar kaca pada ponsel milik Yuri yang sedang mencari foto anaknya.
"Nah ini dia! Tampan bukan?
Hanna hampir tak percaya dengan yang dilihat nya kali ini. Bukankah ini aktor yang tempo hari kemari? Kenapa dia tidak mengatakan apapun kepada Hanna? Apa benar aktor ini tidak mengetahui jika mereka akan menikah? Apa memang aktor itu kemari hanya ingin memanjakan diri? Bukan untuk melihatnya sebagai gadis yang akan dijodohkan dengan dirinya?
"Park Sehun?"tanya Hanna memastikan
Entah kenapa,perasaan Hanna semakin menghangat. Membayangkan aktor idolanya akan menjadi pendamping hidupnya dan wanita baik ini akan menjadi mertuanya. Astaga,membayangkan saja Hanna sudah sangat senang.
"Tentu Eommoni. Hanna sangat tahu Park Sehun. Dia idola Hanna!"jawab Hanna tak kalah antusias
🌼🌼🌼
Sehun dan Chanyeol kembali ke mansion Chanyeol dengan perasaan yang masih kurang baik. Apalagi Sehun. Saat ini ia masuk ke dalam mansion dengan wajah suram dan aura yang menakutkan, mengabaikan semua maid yang memberi hormat padanya. Chanyeol yang melihat semua maid sedikit bingung bercampur ketakutan hanya memberikan senyum sebagai jawaban bahwa semua baik-baik saja.
Chanyeol pun tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia juga masih sedikit syok karena Sehun akan menikah bulan depan. Apalagi adiknya itu pasti sangat kecewa dengan kabar mendadak ini. Dia masih sangat muda dan karirnya sangat bagus untuk saat ini. Chanyeol merebahkan dirinya di soffa besar mansion nya dan memijat pelipisnya. Entah darimana,Chanyeol memikirkan gadis yang akan berjodoh dengan Sehun. Lee Hanna. Setidaknya nama itu terngiang di benak Chanyeol. Jadi gadis itu berasal dari keluarga konglomerat bukan?
Suara ponsel milik Chanyeol membuyarkan lamunan Chanyeol. Segera dia meraih ponselnya dan menerima pesan dari seseorang
From : Eomma
Berikan jadwal libur untuk adikmu untuk 3 hari kedepan. Dia pasti belum bisa menerima kenyataan. Dan kita akan kerumah mempelai wanita 3 hari lagi
Chanyeol membuang ponselnya kasar. Jujur, dia sebenarnya juga terkejut dengan kabar dari orang tuanya. Dia yang sudah berumur tiga puluh tahun saja belum merencanakan pernikahan sampai detik ini. Bagaimana bisa orang tua nya menjodohkan Sehun lebih dahulu? Chanyeol sudah pasti akan memiliki keponakan lebih dulu dari Sehun. Astaga. Semua ini memusingkan.
Chanyeol meraih jaket nya lalu mengambil kunci mobil dan berjalan menuju parkiran mansion miliknya.
Dia menuju ke suatu warung kecil yang menjual makanan tradisional korea juga soju. Chanyeol hanya ingin menikmati waktunya sebentar, maka ia memilih warung ini karena ia bisa tenang. Di caffe atau restauran ia tidak akan bisa tenang. Pasti banyak orang yang akan mengenalinya.
"Ini tuan pesanan anda" kata pramusaji disana
"Baik terimakasih" jawab Chanyeol
Chanyeol memesan 1 botol soju dan meminumnya menggunakan gelas kecil yang disediakan disana.
"Ahh.. sudah lama aku tidak merasakan soju.." gumam Chanyeol meneguk sojunya
"Terasa aneh sekian lama aku tidak merasakan soju ini"
Chanyeol kembali menengguk sojunya. Kepala nya belum berat sama sekali walaupun sojunya sudah habis setengah botol
"Chanyeol?"
Gadis cantik menghampiri Chanyeol dengan melontarkan tatapan terkejut
"Hanna?"
Ya gadis itu Hanna. Dia menghampiri Chanyeol ketika dia ingin memilih tempat duduk, tapi pandangan nya malah jatuh ke pria tinggi yang sedang meminum soju ini.
"Duduk lah Hanna." Kata Chanyeol mempersilahkan
"Terimakasih. Kenapa kau bisa ada disini?"tanya Hanna
"Kau sendiri kenapa?"Chanyeol berbalik tanya
"Ini Warung langganan ku. Lagipula ini dekat dengan salonku"
Bodoh. Itu yang dirasakan Chanyeol pada dirinya. Bagaimana bisa dia lupa kalau ini di daerah Myeongdong yang dekat dengan salon milik Hanna. Chanyeol hanya terkekeh. Seketika dia ingat. Adiknya akan menikah dengan gadis di hadapannya ini. Apakah Hanna sudah tau? Apakah dia tidak menolak ?
"Kau tampak bahagia Hanna"
Hanna mengernyitkan dahi setelah mendengar perkataan dari Chanyeol barusan
"Apakah kau sudah mabuk Yeol?"tanya Hanna memastikan
Chanyeol tertawa sedikit keras menatap Hanna
"Tidak Hanna. Aku belum mabuk. Aku baru meminum setengah botol"
"Ya seperti yang kau lihat. Aku nampak bahagia. Tapi biasa saja"
"Benarkah? Tapi sorot matamu terlihat sangat bahagia" goda Chanyeol
"Apakah kau berubah profesi menjadi peramal?"tanya Hana
Kini mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Chanyeol bukannya tersinggung malah dia merasa lebih baik sekarang. Setres nya sedikit mereda karena gadis didepannya ini. Gadis yang akan menjadi adik iparnya. Apakah ia perlu memberitahukan tentang hal ini? Atau mungkin Hana sudah tahu? Jika iya,kenapa Hana tidak membahas apapun tentang pernikahan ini?
"Jadi. Kenapa kau ada disini Chanyeol?"
"Aku sedang ingin tenang. Banyak hal yang kupikirkan. Dan disini,tidak akan ada orang yang mengenalku"
Hanna manggut-manggut. Memang tempat ini hanya ada orang-orang kalangan menengah,jadi tidak mungkin seseorang mengenali Chanyeol.
"Ah. Kau mau mencoba masakan disini? Ada salah satu menu favorit ku disini"
"Sepertinya menarik. Boleh juga!" Jawab Chanyeol
Hanna tersenyum lalu memanggil salah satu pelayan disana. Hanna memesan menu favorit nya yang ada disana. Dia memesankan dua makanan, untuk dirinya dan Chanyeol. Tak lama kemudian,pelayan tadi mengantarkan makanan ke meja Hanna. Hanna dan Chanyeol menikmati makanan itu bersama.
"Wow! Ini enak sekali!"
"Benar kataku bukan? Ini sangat enak! Maka dari itu ini menjadi favoritku" jawab Hana
Chanyeol terkekeh sembari mengangguk. Dia tidak bohong. Makanan itu memang sangat enak. Terasa pas dilidahnya. Dia melihat Hanna sekilas. Gadis ini telah membuat mood nya yang tadi buruk seketika menjadi lebih baik.
"Hanna-ssi"
"Hm? Ada apa?"
"Kau ingin berteman denganku? Bersahabat maksudku. Jujur,aku memiliki banyak teman. Ahh bukan,rekan lebih tepatnya. Sahabat dekat ku hanya sekertaris ku. Dan aku rasa,aku ingin menambah sahabat. Apa kau ingin bersahabat denganku? Kau dan aku bisa bertukar cerita bersama"
Hanna tampak tersenyum melihat Chanyeol seperti itu. Jujur,Hanna sendiri tidak yakin ia memiliki sahabat. Dia adalah gadis mandiri sejak kecil. Bahkan semenjak orang tua nya meninggal,ia lebih tertutup walaupun sifatnya ramah. Ia tampak baik ke semua orang dan sifatnya sama ke semua orang menjadikan dia tidak memiliki sahabat sama sekali
"Baiklah. Aku mau" kata Hanna
Chanyeol berbinar ketika Hanna menjawab tawarannya. Kini,ia tidak merasakan kesedihan lagi. Ia merasa hatinya bahagia dan menghangat. Ia tidak perlu khawatir lagi akan adiknya. Adiknya akan mendapatkan masa depan yang cerah. Gadis dihadapannya ini adalah gadis yang baik dan ramah. Semua orang pasti ingin memiliki hatinya. Yaa,pasti semua orang
🌼🌼🌼
Sehun hanya bersedekap dikamar setelah kepulangan nya dari mansion keluarga. Ia tak habis pikir. Bagaimana bisa ayahnya memiliki tekat untuk menikahkannya dengan gadis yang tidak dikenalnya. Astaga,ini seperti cerita sinetron. Dia ini masih sangat muda. Bahkan umur seperampat abadnya tidak bisa dijadikan tolak ukur kedewasaan nya.
Dia merasa masih sangat kekanakan. Masih ingin bebas tidak ingin terjebak dalam ikatan sakral yang disebut 'pernikahan' tersebut.
"PERSETAN DENGAN PERNIKAHAN!"
Sehun menjambak rambutnya. Dia harus bertemu dengan gadis itu. Bagaimana bisa dia setuju dengan pernikahan ini? Sehun tidak mungkin berpikir bahwa Hanna adalah gadis matrealistis mengingat harta yang dimiliki Hanna pasti tidak sedikit. Dia memiliki Salon dan wajah cantik,kenapa bisa-bisanya dia mau dijodohkan?
"Apa aku terlalu tampan untuk ditolak? Argh... Aku harus bertemu dengannya besok!"
TO BE CONTINUED...