
Sehun's side
Aku turun dari mobil milik Chanyeol dan mulai memasuki mansion setelah Kai pergi dengan jemputannya. Hari ini badanku terasa remuk dan aku rasa badanku akan ambruk setelah ini.
Aku dibukakan pintu oleh Maid,dan langsung saja aku beranjak pergi ke kamarku. Aku merebahkan tubuh lelahku di kamar yang bisa dibilang besar ini.
Dulu aku berfikir ingin merintis perusahaan seperti apa yang dilakukan oleh Chanyeol,kakak ku. Tapi kukira menjadi aktor tidaklah buruk. Malah mungkin kini aku menyukai kehidupan ku sebagai aktor. Menjadi Aktor saja pusing tujuh keliling rasa nya seperti naik rollercoaster sepuluh kali,apalagi menjadi CEO.
Aku tidak bisa membayangkan seperti apa Chanyeol menjalani hidupnya dengan profesi sebagai CEO. Apakah kalian berfikir bahwa menjadi CEO itu merumitkan? Atau malah menyenangkan karena bergelimang harta? Entahlah. Cukup pusing menjalani hidupku sendiri.
🌼🌼🌼
Pagi ini aku terbangun cukup siang. Aku merasakan tubuhku sudah cukup segar dan bisa beraktifitas kembali layaknya manusia normal. Aku melirik jam yang tertempel di dinding kamarku,menunukkan pukul 8 pagi. Aku menguap beberapa kali, lalu melanjutkan aktivitas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Untuk mandi, itu hal yang bisa dikerjakan nanti.
Aku menuruni tangga dengan santai dan sedikit bersiul karena badanku segar membuat suasana hatiku cukup baik pada pagi ini.
Aku melihat meja makan yang masih berisi roti dengan jumlah komplit dan susu yang sedang dituangkan maid. Apa Chanyeol belum berangkat?
"Selamat Pagi Tuan Muda" sapa Maid itu
"Apakah hyung belum berangkat?"tanyaku tanpa berbasa-basi
"Belum tuan muda. Tuan Chanyeol masih ada dikamarnya" jawab maid itu
Aku sedikit mengerutkan dahiku. Tumben sekali si jangkung itu belum berangkat bekerja
"Apa dia baik-baik saja? Atau dia belum bangun?"tanyaku kembali
"Kata Tuan,dia sedang mengkeramasi rambutnya tuan muda."jawab Maid itu
Hah? Apa mencuci rambut selama itu? Aneh-aneh saja dia. Sepertinya Chanyeol butuh psikiater,aku takut dia menjadi despresi karena gila kerja. Hih memikirkan itu membuat bulu kudukku berdiri
"Mari Tuan Muda" kata Maid itu membungkukan badannya. Aku hanya mengangguk sebagai tanda membalas hormatnya
Aku duduk di meja makan dan mulai mengoleskan selai strawberry favoritku ke selembar roti yang sedang aku pegang.
Samar-samar aku mendengar nyanyian dari balik badanku.
Astaga! Aku langsung menutup mulutku menggunakan tangan karena terkejut.
"Hei! Park Chanyeol! Ada apa dengan rambutmu?" Tanyaku sedikut berteriak
"Dasar bocah tengil. Aku tetap saja kakak mu. Panggil aku hyung" jawabnya sedikit mencibir
Aku melihat kepalanya baru. Ahh maksudku gaya rambutnya baru. Dengan warna blonde dan disisir dengan rapi membuat pria jangkung itu terlihat sangat tampan. Apakah benar pikirku tadi? Kalau dia butuh psikiater? Oh my god.
"Kau.. Sehat kan, Park?"tanyaku sedikit ragu.
Dia menjitak kepalaku. Desahan mencelos dari mulutku sambil memegang kepalaku.
"Kenapa memangnya? Bagus kan?"tanyanya tersenyum membuatku semakin takut dan geli.
Walaupun dia memang tampan dengan gaya rambut yang sekarang. Maksudku, sangat tampan. Aku hanya mengangguk lemah sebagai tanda mengiyakan. Itu tidak bohong,gaya rambutnya memang benar-benar bagus. Tapi baru kali ini aku melihat nya mengganti warna rambut. Ahh aku menjadi pusing kembali
🌼🌼🌼
Melihat insiden pagi ini,aku memutuskan untuk menghubungi sekertaris Chanyeol selagi menonton televisi. Aku menekan tombol telepon hijau pada kontak ponselku yang bernama Byun Baekhyun,ia adalah sekertaris dari Chanyeol yang notabene nya adalah teman karibnya sendiri.
"Halo dengan Byun Baekhyun disini. Ada yang bisa saya bantu?"
"Aku Park Sehun. Hyung aku ingin bertanya padamu"
"Oh.. Sehun rupanya. Ada apa Sehun?"
"Apakah Chanyeol akhir-akhir ini melakukan hal yang aneh?"
"Kau tahu dari dulu Chanyeol memang aneh kan"
Sahutnya membuatku ingin mematahkan tulang ekor nya.
"Hyung aku bisa meminta Chanyeol untuk memecat mu"
"Hahahaha. Tidak ada. Semuanya normal,dan ada apa memangnya?"
"Aku takut dia despresi karena pekerjaannya. Dia mengubah warna rambutnya dan banyak tersenyum pagi ini. Aku sangat takut dia menjadi benar-benar gila."
"Hahahahaha"
Sial! Apa yang lucu dari ucapan ku tadi? Apakah aku salah jika mengkhawatirkan kakak ku menjadi gila?
"Justru kau yang aneh Sehun. Dia hanya mewarnai rambutnya. apanya yang salah dari dia?"
"Seumur hidupku aku tidak pernah melihat dia mewarnai rambutnya"
"Dia hanya mampir ke salon milik temannya. Lalu dia berkata salon itu sangat bagus. Kau tau kan dia sekarang menjadi tampan? Aku saja ingin kesana"
Benar juga. Chanyeol menjadi sangat tampan. Aku menjadi sedikit iri. Aku akan malu jika kakak dari aktor Park Sehun lebih tampan dari adiknya.
"Oh jadi begitu. Syukurlah jika begitu"
"Yahh kau bisa mencoba sendiri di salonnya. Salonnya berada di Myeongdong Street No. 30A barat Lampu Lalu lintas. Bangunan megah berwarna golden. Nama salonnya HanQueen"
Myeongdong? Apa Jangan-jangan salon yang kemarin aku dan Kai lewati?
"Hm.. yasudah Hyung. Maaf menganggu mu. Dan satu pesan dariku. Harap lihat siapa yang menelepon mu. Jangan semuanya kau anggap klien mu",
"Kau tahu sendiri aku selalu memencet tombol hijau tanpa membaca siapa yang menelfon. Maklum orang penting.. hahaha"
"Cih. Yasudah"
Telepon kumatikan secara sepihak. HanQueen? Apa benar salon itu yang kemarin ku lewati bersama Kai? Tapi bagaimana bisa Chanyeol mengetahui salon itu?
Aku tahu sekali dia memiliki banyak teman ataupun klien. Tapi aku juga tahu kebanyakan teman dan klien nya adalah petinggi dan Presdir sebuah perusahan. Sedangkan salon itu sudah bisa ditebak dari namanya yang memiliki adalah perempuan. Apa dia kini mempunyai pacar?
To Be Continued
pokoknya jangan lupa like nya!