
Sehun melihat ke arah jarum jam pada jam yang melekat pada tangan kirinya. Jarum pendek jam tersebut berada di angka enam,dan jarum panjang berada di angka delapan. Ya,sekarang adalah jam lima lebih empat puluh menit. Memang senja belum sepenuhnya hilang dari langit,tetapi mata Sehun sudah sangat mengantuk.
Ia memandang kunci mobil yang diberikan oleh Chanyeol. Rasanya ia mengantuk untuk menyetir sendirian. Sehun meraih ponselnya dan menelfon manajernya
"Hyung, apa kau bisa mengantarku pulang? Aku sangat mengantuk"
"Astaga Oh Sehun,aku ini sedang kelelahan mengatur jadwal mu. Kau telepon taksi online saja yaa. Bye. Maafkan aku" kata Hyunsik yang notabene nya adalah manager dari Sehun
Sehun berdecak kesal. Ia sangat mengantuk pada malam ini. Menelfon taksi online? Apakah manager nya itu bodoh? Bagaimana dengan mobil kesayangan kakak nya ini? Dan berani sekali Hyunsik mengabaikan Sehun? Sekali-sekali memang dia harus diberi pelajaran
"Apa aku menelfon Kai saja ya?" Gumam Sehun
Akhirnya Sehun memutuskan untuk menelfon sahabatnya itu. Dia memencet nama Kai pada menu Kontak ponselnya. Lalu menekan tombol call berwarna hijau
"Tumben sekali" sahut orang diujung sana dengan santai
"Mck. Apa kau ada kegiatan?"
"Tidak. Hari ini aku libur syuting. Memangnya ada apa?"
"Jemput aku di tempat syuting. Akan ku shareloc. Aku sangat mengantuk untuk menyetir"
"Kau memang selalu merepotkan"
"Terimakasih dude"
Sambungan telepon mereka terputus secara sepihak oleh Sehun. Yang ia lakukan saat ini pindah ke kursi penumpang depan dan memejamkan matanya selagi menunggu Kai sahabatnya itu datang.
10 menit telah berlalu,kini Sehun merasakan pintu kemudi dibuka. Sehun yang tangannya bersendekap, melirik sedikit untuk melihat siapa yang membuka pintu. Benar dugaan Sehun,itu Kai.
Kai adalah sahabat Sehun sejak berada di Universitas. Mereka satu angkatan, satu jurusan,satu kelamin dan satu profesi yang selalu berdebat. Pertama Kai mengajak Sehun untuk mengikuti kontes mencari Tokoh pada drama yang sedang mereka bintangi. Pertama Sehun menolak,namun kakaknya yaitu Chanyeol mengiming-imingi nya dengan tawaran yang menarik,akhirnya ia mengikuti kontes itu bersama Kai.
Dan benar saja. Duo sejoli itu lulus kontes dan Sehun mendapat peran utama laki-laki dan Kai mendapat peran musuh Sehun. Kai tidak keberatan dengan itu,karena sesungguhnya mereka bersahabat juga tidak ada akurnya sama sekali. Ahh. Bukan tidak ada,tapi jarang. Buktinya sekarang Kai membantu Sehun
"Halo babe" sapa Kai sambil memasang sabuk pengaman
"Jijik" sahut Sehun memejamkan mata kembali. Kai mendengus kesal karen orang disamping nya ini
"Untung saja kau temanku. Jika bukan,aku tidak sudi membantu"dengus Kai
"Jika kau bukan temanku aku juga tidak akan meminta bantuanmu, bodoh" sahut Sehun kembali
Oh tidak seperti nya mereka berdua tidak akan pernah akur. Selalu seperti itu,setiap mereka bertemu disitulah waktu mereka berdebat. Namun,tidak dapat dipungkiri jika mereka berdua adalah sahabat sejati yang selalu membantu walaupun mereka harus berdesah kesal terlebih dahulu.
Kai menyetir mobil mengantarkan sahabatnya ini untuk pulang. Sebenarnya ia sangat kasihan pada Sehun,sejak ia naik daun seperti ini ia sangat disibukkan oleh jadwal-jadwal padat,hingga waktu liburan pun ia gunakan untuk bekerja. Kai tidak pernah iri atau dengki Sehun mendapat peran utama walaupun sebenarnya Kai lah yang mengajaknya. Bagi Kai,tidak ada rezeki yang tertukar.
"Heh Sehun lihatlah di depan sebelah kanan Jalan. Itu Salon yang sangat bagus"kata Kai saat berada di lampu merah menunjuk salon yang masih berjarak sekitar 50meter dari lampu merah ini
Sehun sedikit tertarik dan membuka matanya perlahan. Ia melihat salon itu sangat megah dan ramai pengunjung nya
"Pasti hanya kaum hawa yang mendatanginya" balas Sehun acuh
"Heiii kau jangan salah. Kau tau Siwon? Tau Lee Seunggi? Tau Lee Joon Gi? Tau Kim So Hyun?Tau kan? Mereka pernah datang kesitu. Dan apa katanya? begini katanya FANTASTICCCC !!! Begitu."
"Memangnya kau mendengar sendiri?" Tanya Sehun mengangkat sebelah alisnya
Kai tersenyum lebar
"Tidak juga. Hanya katanya"
Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Memang laki-laki disampingnya ini menyebalkan. Disamping menyebalkan,ia juga raja drama menurut Sehun. Hingga Sehun sendiri bertanya-tanya,kenapa waktu itu bukan Kai saja yang mendapat peran utama?
"Sudahlah ayo jalan. Lihat lampu sudah hijau" kata Sehun
Kai melanjutkan perjalanannya. Saat mereka melintas di depan salon itu,Sehun sebenarnya sangat penasaran. Apa benar kata Kai itu benar? Yang diucapkan oleh pria hitam itu adalah artis papan atas semua. Sebagai artis juga walaupun baru,ia juga ingin seperti mereka supaya tidak ketinggalan jaman.
Mungkin yang dikatakan Kai benar. Samar-samar Sehun melihat ada lumayan banyak lelaki juga yang datang kesana. Sampai akhirnya Sehun benar-benar terlelap dalam tidurnya.
🌼🌼🌼
Chanyeol berjalan dengan santai memasuki bangunan megah yang diketahui nya adalah Salon. Ia tampak takjub dengan bangunan klasik dan estetik dari desain bangunan ini. Ia mengamati inchi demi inchi dengan detail,sungguh setiap inchi yang Chanyeol pandang membuat ia ingin bertahan lama disini
"Selamat datang Tuan" sapa salah satu pegawai disana.
Chanyeol mengangguk dan tersenyum untuk membalas sapaan pegawai tersebut
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya pegawai tersebut
"Em... Saya ingin memberi warna pada rambut. Bisa?"tanya Chanyeol
"Tentu bisa. Mari Tuan saya antarkan ke area pria" kata Pegawai tadi
Chanyeol mengikuti pegawai tersebut. Chanyeol duduk di depan meja dengan kaca yang cukup besar itu. Seorang pegawai laki-laki tampan menghampirinya
"Selamat petang Tuan." Sapa Pegawai laki-laki itu membungkuk.
"Kau pegawai disini?" Tanya Chanyeol sedikit mengerutkan dahinya
Chanyeol beroh ria dan mengangguk kan kepalanya melihat pegawai salon disini cukup muda dan sangat tampan
"Anda ingin fasilitas apa tuan?"tanya Jungkook
"Aku ingin cat rambut blonde. Bisa kan? Dan sedikit dirapikan,aku merasa rambutku sudah seperti gelandangan" kekeh Chanyeol dan Jungkook membalasnya dengan tertawa.
Jungkook memberi warna pada Chanyeol helai demi helai dengan sangat telaten dan nampak Profesional. Ia fokus dengan rambut hitam milik Chanyeol yang sebentar lagi akan menjadi blonde
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam lamanya,akhirnya semua proses sudah dilewati oleh Chanyeol. Kini Chanyeol melihat kepala barunya di cermin. Dan ini luar biasa! Melebihi ekspektasi dari Chanyeol sendiri!
Before
After
"Jungkook! Sihir apa yang ada di Salon ini? Ini sungguh fantastik!" Puji Chanyeol mengelus-elus kepala barunya
Jungkook tersenyum
"Nona Hana memahat bakat kami dengan gratis sebelum dipekerjakan Tuan." Jawab Jungkook
Chanyeol sedikit mengkerutkan dahinya
"Lee Hanna?" Tanya Chanyeol dan dibalas anggukan dari Jungkook
"Ahh. Bolehkah aku bertemu dengannya?"tanya Chanyeol
"Boleh Tuan. Mari saya antarkan"
Jungkook mengantarkan Chanyeol ke Ruangan baca yang ada pada salon tersebut guna untuk pelanggan yang mengantri supaya tidak Jenuh.
"Nona Hanna"panggil Jungkook
Yang dipanggil mendongakkan kepalanya.
"Chanyeol?"kata Hanna
Hanna reflek berdiri sedangkan Chanyeol terseyum
"Saya tinggal Nona, Tuan"
"Terimakasih ya Jungkook. Ini tipsmu. Terima saja"kata Chanyeol memberikan uang 50 ribu won.
"Terimakasih Tuan" kata Jungkook dan beranjak pergi dari ruangan itu
"Duduk lah" tawar Hana dengan tersenyum.
Mereka duduk di ruangan baca
"Apa kabar Hana?"tanya Chanyeol
"Baik. Kau bagaimana? Dan sepertinya..."
"Aku baik dan Ya! Salonmu ini sangat fantastik!" Jawab Chanyeol sumringah
Hana tertawa mendengar penuturan dari Chanyeol
"Terimakasih Chanyeol"
"Kau memang pantas mendapatkan pujian itu. Kau memang sangat berbakat. Dan kudengar,bakat mereka dipahat sebelum bekerja. Apakah itu benar?"tanya Chanyeol
"Benar Chanyeol"jawab Hana dengan tersenyum
"Gra..tis?"tanya Chanyeol dan dijawab oleh anggukan dari Hana
"Kau memang luar biasa Hana" kata Chanyeol tak henti-hentinya kagum dengan wanita didepannya ini
"Aku membantu Mereka. Tapi lihatlah dengan mereka aku juga mendapat keuntungan"
"Itu karma baik mu Hana. Kau menolong mereka disaat mereka kesusahan. Dan sekarang mereka bekerja untukmu"
"Yah.. tuhan memang adil Chanyeol" jawab Hana
"Dan. Bagaimana dengan diskonku?"tanya Chanyeol mengangkat alisnya
Hana tertawa mendengar penuturan Chanyeol kali ini. Hana merasa Chanyeol orang yang asik
"Tentu kau dapat. Mari kita ke kasir"
🌼🌼🌼
To be continued