
Jangan Lupa bintangnya! 🌟
Koreksi jika aku typo! 👍
3166 kata sediakan cemilan ok 😁
Sehun seharian ini libur. Dan ia sangat menanti kakaknya untuk pulang. Sungguh setan apa yang merasukinya, dia sangat ingin pamer akan style barunya itu. Pertama ke Kai,lalu ke kakaknya. Sebelum dunia tahu akan style barunya, biarlah orang terdekatnya tahu bahwa kini ia akan menjadi semakin terkenal.
Waktu menunjukkan pukul 19.00 Waktu Korea Setempat,biasanya jam seperti ini Chanyeol akan pulang. Ini hari Sabtu atau lebih tepatnya malam Minggu, Chanyeol jarang sekali lembur di hari Weekend. Jadi Sehun putuskan untuk menunggu nya diruang keluarga.
Disaat Sehun sedang seru memakan cemilan dan televisi,tiba tiba ponsel nya berdering. Ahh siapa yang menganggu liburannya yang sangat indah ini?. Sehun mengambil ponsel nya tanpa melihat siapa yang menelfon
"Halo..."
"Ohh.. jadi seperti ini kau menyapa Eomma mu?"
Sehun membelakkan matanya. Ia melihat siapa yang menelfon ternyata tertera nama EOMMA💕 . Ia membenarkan posisi duduk nya dan mengambil suara dengan menjauhkan ponselnya.
"Maaf Eomma. Sehun tidak melihat kalau yang menelfon eomma. Hehehe Sehun kira Chanyeol Hyung atau Kai"
Sehun sedikit terkekeh dan mengusap tengkuknya.
"Memang kau banyak alasan sejak kecil. Apa kau tidak merindukan eomma hm? Sampai-sampai tidak menelfon eomma satu bulan lamanya" kata Eomma Sehun,Park Yu Ri.
Sehun yang sedikit terkena amukan dari Eomma nya hanya memasang wajah kecut mendengar Eomma nya mengomel
"Maaf Eomma. Hehehe. Eomma tahu sendiri aku sibuk sekarang ini. Dan juga aku sangat lelah akhir-akhir ini banyak jadwal"
"Kau ini harus tetap memikirkan kesehatanmu Sehun. Apa Chanyeol tidak mengurusmu dengan baik?"
"Chanyeol Hyung sudah mengurusku dengan baik. Ia berusaha mengurangi jadwalku tapi aku yang tidak mau eomma." Terdengar kekehan kecil dari Sehun
"Mck. Kau ini. Kalau kau tidak mendengarkan apa kata Kakakmu, kembali ke mansion keluarga. Tidak usah di mansion kakakmu. Akan kuurus lagi anak bungsu ku ini"
"JANGAN EOMMA!! Aku sudah sangat nyaman disini dengan Chanyeol Hyung. Yaya aku berjanji akan mengurus diriku dengan baik"
Sungguh Sehun tidak ingin kembali ke mansion keluarga. Disana ia tidak bisa tidur sampai siang ketika liburan,tidak bisa makan junkfood terlalu sering,dan lain lain. Ia tidak membenci keluarganya, namun ia merasa kesal jika eommanya mengomel cukup panjang.
"Sudahlah. Tujuan Eomma menelfon mu adalah untuk meminta kau dan kakakmu makan malam disini. Chanyeol sudah memberitahukan jadwal kosongmu dan Chanyeol juga akan pulang cepat. Jadi jangan banyak alasan Sehun-a" kata Eomma nya
"Iya Eomma. Sehunnie janji"
"Baiklah. Selamat beristirahat Sehunnie"
"Eomma juga. Selamat malam. Sehun merindukanmu"
"I'M HOMEEEEE!!!!" teriak pria bersuara bariton dari depan. Sehun sedikit mengintip nya,ternyata benar Chanyeol sudah dirumah. Ia buru-buru ke dapur untuk mengambil minuman.
Chanyeol yang seperti biasa sehabis pulang langsung ingin minum segelas jus jeruk menuju ke dapur.
"Tidak saya buatkan saja Tuan?" Tanya Sara,kepala pelayan di mansion ini yang sudah berkepala empat. Seperti tahu bagaimana keseharian Chanyeol. Ya,dia yang paling berpengalaman disini dia sudah berkerja 5 tahun lamanya disini.
"Tidak usah Sara, beristirahat lah. Terimakasih" jawab Chanyeol Halus
See? Chanyeol sangat ramah dan baik terhadap pelayannya sendiri. Wajar saja Kai heran mengapa kepribadian mereka sangat jauh berbeda
Chanyeol berjalan ke dapur untuk mengambil segelas jus jeruk dikejutkan oleh penampakan yang ada didepannya
"Sehun?!"
Chanyeol membelakkan matanya melihat adik semata wayangnya ini berubah menjadi lebih tampan dari biasanya. Hidung mancung nya lebih terlihat,apalagi rahangnya yang menonjol tegas membuat ia semakin sempurna.
Benar-benar bukan main pesonaku kali ini. Hati sehun kembali meronta-ronta ingin berteriak bahagia sekencang mungkin
"Ahh? Chanyeol Hyung? Sudah pulang rupanya?" Kata Sehun memamerkan deretan gigi dan mata sipitnya
"Astaga. Kau benar-benar tampan!" Sahut Chanyeol.
Sehun tertawa dengan terbahak-bahak mendengar pengakuan dari kakaknya itu. SHIT! Dia semakin tampan saja saat tertawa!! Gerutu Chanyeol dengan mencibir nya. Sehun menaikkan kedua alisnya dengan tatapan pamer andalanya.
"Hahaha. Aku senang sekali Hyung! Dengan begini aku bisa menyita semua perhatian orang-orang apalagi media!" Kata Sehun memancarkan tatapan bahagia.
Chanyeol sedikit terkekeh. Memang adiknya ini sangat tampan. Bahkan,dia akui kalau dia wanita dia akan tergila-gila oleh pesona Sehun.
Chanyeol jadi heran,ramuan apa yang orang tua nya minum dulu sehinga memiliki anak setampan Sehun ? Apakah benar kalau anak pertama itu produk gagal? Chanyeol merinding saat memikirkan itu.
"Ahh tidak sabar aku memamerkan style ku yang baru! Salon itu benar-benar bagus!" Kata Sehun
"Oh iya. Kau pergi ke salon mana?"tanya Chanyeol
"Salon di Myeongdong. Baekhyun Hyung yang memberitahu kalau kemarin itu kau datang ke salon tersebut. Dasar licik,apa kau ingin menyaingi ketampanan ku?" Kata Sehun sedikit mengintimidasi Chanyeol
Jitakan kecil melesat di kepala Sehun. Sehun memegangi kepala nya dan sedikit mengerutkan bibir mungilnya
"Aku memang lebih tampan darimu" jawab Chanyeol.
Ya Chanyeol tahu itu adalah kebohongan. Chanyeol sangat tahu kalau adiknya itu lebih tampan darinya.
"Hyung,tadi Eomma menelpon"
"Yaa kita harus datang. Aku sudah memberitahu manager mu" jawab Chanyeol menyesap jus jeruknya
Sehun menghembuskan nafas pelan. Sudah pasti kalau Chanyeol akan di telpon eomma nya terlebih dahulu sebelum Sehun. Sehun kali ini tidak bisa berkutik, bagaimanapun juga Chanyeol adalah CEO Agensi yang menaungi nya.
"Hei Sehun. Apa kau tau trainee bernama Jira?" Tanya Chanyeol
Sehun mengedikkan bahunya asal. Sehun tidak banyak mengenal trainee di agensi nya. Semua orang tahu jika Sehun dapat menjadi artis dengan cepat melalui audisi,dan juga ia tidak membutuhkan banyak waktu untuk training karena bakatnya yang cukup hebat telah diakui oleh dunia pendramaan Korea. Dan PCY Entertainment membantu membesarkan namanya hingga sekarang ini.
"Memang kenapa?" Sehun sedikit ingin tahu karena seperti nya itu menganggu pikiran Chanyeol. Dapat dilihat dari manik matanya
"Entahlah. Aku merasa ada yang ganjal pada dirinya"
"Lalu jika kau tidak yakin kenapa kau menerimanya untuk menjadi trainee?"
"Itu semua karena Baekhyun berkata kalau dia mempunyai bakat menari yang hebat. Dia pun juga mempunyai banyak medali karena memenangkan beberapa kontes menari" jawab Chanyeol
"Lalu, apa yang menganggu pikiran mu? Bukannkah bagus jika ada trainee yang mempunyai bakat hebat?"tanya Sehun
"Entahlah. Aku juga tidak tahu,atau mungkin hanya perasaanku saja" jawab Chanyeol
Sehun jarang sekali mendengar Chanyeol membicarakan gadis seintens ini. Apakah ini tanda-tanda untuk Chanyeol segera melepas masa lajangnya?
Kalau dipikir-pikir, Chanyeol adalah pria idaman bagi semua wanita. wajahnya yang tampan, hidupnya yang mapan,usia yang cukup matang membuat semua kaum hawa pasti menginginkan nya sebagai calon suami. Ahh memikirkan itu, Sehun jadi ingin memiliki keponakan. Mungkin hal mengganjal yang dimaksud Chanyeol adalah hatinya yang ingin lebih tau tentang gadis bernama Jira itu.
"Hyung aku rasa.. aku ingin segera memiliki keponakan" gumam Sehun
Pletak!
Jitakan mendarat mulus di kepala Sehun.
"Dasar otak mesum" kata Chanyeol meninggalkan adiknya itu. Sedangkan Sehun mengekorinya untuk menggodanya kembali.
🌼🌼🌼
Semenjak Sehun menampakkan style barunya,Banyak media ingin menyorot nya. Dan juga ia mendapatkan banyak JOB untuk ia promosikan. Ini semua diluar ekspektasi Sehun. Bahkan Hyunsuk,manager Sehun kewalahan untuk mengatur jadwal aktor muda itu. Seperti saat ini,banyak media ingin meliputnya padahal jelas-jelas Sehun sedang shooting dramanya.
Hari ini panas matahari cukup terik. Korea sedang tidak dingin seperti pada umumnya. Dan dua pria ini melaksanakan shooting dengan baik. Beberapa adegan yang mereka perankan tidak butuh pengulangan beberapa kali,akting mereka sudah bisa dikatakan baik.
"CUT! YA Park Sehun! Kau sangat hebat!" Kata sutradara Kim memberi applause untuk Sehun saat melakukan adegan memeluk sang wanita.
"Baiklah kita istirahat dulu." Kata sutradara Kim menginstruksi semuanya.
Akhirnya semuanya beristirahat. Sehun sudah duduk dikursinya sembari dikipasi oleh asisten nya. Disampingnya ada Kai,meminum air mineral nya yang juga dikipasi oleh asistennya
"Sehun. Ku dengar nanti kau akan ke mansion keluarga mu ya? Wahh kau tidak mengundangku!" Gerutu Kai
"Buat apa aku mengundangmu? Lagipula kau juga bukan keluargaku" kata Sehun menikmati airnya
Kai mencibir dengan sedikit melirik Sehun. Kapan ia bisa menjedotkan kepalanya ke tembok? Kai sudah sangat geram akan sahabatnya ini
"Yahh. Padahal Yuri Eommoni sudah menganggap ku sebagai adik dari Chanyeol Hyung"
"Jangan berharap tinggi dude,aku tidak ingin memiliki saudara sepertimu"
"Dasar besar kepala,aku juga tidak ingin memiliki adik super menyebalkan sepertimu".
Oh tidak sepertinya mereka memang benar-benar tidak bisa dipersatukan. Usia mereka terpaut tiga bulan. Awalnya Kai meminta Sehun memanggilnya Hyung,tapi Sehun malah menampakkan ekspresi jijiknya yang membuat Kai semakin kesal dengannya. Anehnya,mereka ini tidak pernah lupa kalau mereka adalah sahabat.
"Kau selesai jam berapa?"tanya Chanyeol tiba-tiba datang dari arah yang berlawanan
"Bukankah kau sudah mengatur jadwalku?"tanya Sehun memastikan
"Kau? Oh kalau kau sudah. Yang aku tanya adalah Kai"kata Chanyeol
Dapat dilihat Kai memberikan senyuman lebar untuk Sehun sebagai tanda menangnya,sedangkan Sehun hanya mendelik dan mencibir lalu kembali memejamkan matanya
"Aku jam empat sore sudah selesai Hyung. Scene ku hari ini tidak terlalu banyak."jawab Kai
"Ohh begitu."
"Apa yang kau lakukan disini hyung?", tanya Kai
Cih dasar bermuka dua. Sehun membatin sembari melirik Kai yang nampak mengakurkan dirinya dengan Chanyeol. Ya walaupun kenyataannya mereka memang akur. Kai adalah sahabat Sehun sejak lama,tak asing lagi bagi Chanyeol jika Kai ini selalu bersama Sehun. Bahkan Chanyeol sudah menganggap kalau Kai adalah adiknya sendiri
"Aku sedang istirahat. Lagi pula hari ini aku mengurangi tugasku,malam ini ada undangan dari Eomma. Kalau aku melanjutkan pekerjaan ku,bisa bisa aku lupa waktu" jawab Chanyeol sedikit tertawa dan Kai pun ikut tertawa
"Tumben sekali. Memang Yuri Eommoni berulang tahun?"tanya Kai
"Kurasa ulang tahun Eomma masih dua bulan lagi. Mungkin dia rindu" jawab Chanyeol
Sehun masih tetap diam memejamkan matanya. Walaupun dia dengar apa yang mereka berdua ucapkan.
Chanyeol hanya tertawa melihat mereka berdua dari dulu tidak pernah ada perubahan. Selalu saja seperti ini. Bertengkar layaknya kucing, tapi terkadang akur layak nya Teletubbies.
🌼🌼🌼
Hari sudah mulai menampakkan senjanya. Itu berarti matahari sebentar lagi akan terbenam. Shooting sudah selesai sejak satu jam yang lalu,hanya saja Sehun membereskan media yang sejak tadi menunggu nya.Sehun rasa ia butuh bodyguard extra untuk saat ini. Chanyeol menunggu Sehun sembari berbincang-bincang dengan Sutradara Kim
"Adikmu itu benar-benar hebat Chanyeol-ssi. Dia sangat berbakat. Aku sangat suka dengannya!" Ujar Sutradara Kim dengan mata berbinar
"Hahaha. Memang,hanya saja kepribadian nya sedikit pemalu dan terkesan dingin. Tapi jika sudah kenal,dia akan sangat hangat"kata Chanyeol jujur
Ya. Kepribadian Sehun yang cenderung lebih pemalu dibandingkan kakaknya itu membuat Sehun terkesan dingin. Semua orang mengakui itu. Bahkan dulu sewaktu sekolah,guru mapel sangat berhati-hati jika ingin menegur Sehun. Bukan karena ia berasal dari keluarga terpandang ataupun kaya raya,tetapi guru itu sendiri yang memiliki rasa segan terhadap Sehun.
Ya mungkin seperti itulah karisma Sehun. Hampir semua orang bahkan yang belum mengenalnya akan merasa segan jika hanya melihat tatapannya.
"Yaa. Dia memiliki kepribadian yang unik. Sama seperti dia. Sampai-sampai,aku tidak berani untuk berharap kepadanya" kata Sutradara Kim
Chanyeol cukup mengenal akrab dengan Sutradara Kim. Laki-laki tampan itu telah bekerja sama dengan agensi Chanyeol sejak beberapa tahun yang lalu. Sutradara Kim pun yang usianya tidak terpaut jauh dari Chanyeol seringkali menceritakan bagaimana kisah hidup dan kisah asmara nya. Karena itulah dia sangat mahir dalam membuat drama yang hampir semua drama disutradarai nya sukses besar.
"Dia akan tetap kembali kepadamu Junmyeon-ah. Dia tahu bahwa rumahnya adalah Kim Junmyeon" sahut Chanyeol berusaha menghibur Sutradara Kim dengan mengelus punggung sahabatnya itu.
"Benarkah? Ahh. Kau memang rajanya membuat mood buruk menjadi baik" kata Sutradara Kim yang akhirnya tertawa bersama Chanyeol.
Tak lama kemudian datanglah Sehun dari arah yang berlawanan. Sehun tampak mengeluarkan bulir keringat nya. Chanyeol yang melihatnya hanya terkekeh kecil
"Hyung! Aku ingin mandi dulu. Ayo kita pulang dulu sebelum ke mansion keluarga" kata Sehun mengelap keringatnya dengan lengan baju yang ia pakai
"Yasudah ayo. Tapi jangan salahkan aku jika nanti Eomma mengomel"
Sehun hanya mengangguk. Lalu dia mengikuti Chanyeol yang berpamitan dengan Sutradara Kim. Mereka saling merangkul untuk berpamitan lalu berjalan menuju tempat parkir.
"Hyung. Tolong agak cepat sedikit ya. Aku mempunyai firasat kalau aku akan di omeli oleh eomma" kata Sehun meringis setiap mengingat omelan eommanya beberapa bulan lalu.
Chanyeol mengangguk dan hanya terkekeh. Ia menjalankan mobilnya menuju mansion besarnya.
🌼🌼🌼
Sehun dan Chanyeol turun dari Limosin nya yang terparkir di halaman mansion indah tempat masa kecil mereka bermain. Maid-maid disana pun seakan tahu kalau mereka akan datang,langsung menyambut kehadiran para Tuan Muda nya yang telah lama tidak berkunjung kemari
Mereka semua memandang dua Tuan Muda nya dengan tatapan memuja. Mereka sangat tampan malam ini. Bahkan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Bahkan para Maid muda yang belum lama bekerja di mansion keluarga rasanya ingin menyeret mereka berdua ke ranjang mereka. Bagaimana tidak? Penampilan mereka di televisi saja sudah sangat memukau apalagi bertemu langsung seperti sekarang?
Sehun dan Chanyeol berjalan gontai mulai memasuki mansion dengan disambut oleh Eomma dan Appa nya. Rasa rindu yang lumayan besar menyelimuti mereka berempat.
"YA! Dasar anak-anak nakal! Tidak pernah menghubungi orang tuanya!" Kata Yuri sang Eomma menjitak kepala mereka berdua setelah berangkulan.
Jinyoung,Ayah mereka hanya terkekeh melihat kedua anaknya meringis akibat jitakan mulus yang istrinya berikan untuk mereka
"Eomma! Jangan seperti ini atau aku takkan kemari lagi" kata Sehun memasang ekspresi kesal didepan eommanya,malah justru terkesan lucu dan menggemaskan
"Aigoo. Anak nakal!" Jitakan lagi yang Yuri berikan kepada anak bungsunya itu
Chanyeol dan Jinyoung hanya tertawa melihat mereka berdua.
"Sayang. Sudah ayo kita makan. Bisa bisa Kepala si bungsu bocor nanti"
"Appa. Jangan panggil aku si bungsu lagi,aku malu!" Kata Sehun kembali mengeluarkan ekspresi menggemaskan.
Sial! Kenapa didepan Eomma dan Appanya ia tidak bisa berekspresi marah? Malah justru seperti bayi kemarin sore. Memang sejak dulu Jinyoung sangat suka memanggil Sehun dengan sebutan 'Si Bungsu'.
Akhirnya mereka berempat makan malam bersama di meja makan. Banyak cerita yang meramaikan makan malam pada hari ini. Mulai dari awal shooting,berlatih ekspresi, dan banyak hal lainnya. Yuri sang ibu sangat merindukan kedua putranya yang sudah beberapa bulan ia tidak melihat mereka. Walau terkadang, Yuri adalah ibu yang cerewet. Tapi sejatinya,semua ibu di dunia ini memang cerewet untuk menunjukkan kasih sayang mereka
"Sehun-ah" kata Jinyoung
"Hm? Kenapa appa?"tanya Sehun sembari menyuapkan Bistik favorit nya dan mengambil segelas air minum
"Apa kau memiliki pacar?" Tanya Jinyoung dengan suara sedikit lirih
"Tidak. Kenapa memangnya?"tanya balik Sehun
Chanyeol melihat ekspresi dari Jinyoung sedikit mengerutkan dahinya,seperti ada yang aneh pada Ayahnya itu
"Bagus" kata Jinyoung kembali menyuapkan sesendok bistik kemulutnya
"Kau belum menjawab Sehun,Appa." Kata Chanyeol dengan hati-hati
"Bulan depan ia akan menikah" kata Jinyoung santai
Sehun menyemburkan minumannya sedangkan Chanyeol tersedak bistiknya. Sehun mencoba mendapatkan kesadarannya. Apa Sehun salah dengar? Apakah ayahnya baru saja berkata kalau dia akan menikah? Apakah itu benar? Sehun merasakan sedikit pening di kepalanya. Kesadaran Sehun belum sepenuhnya kembali
"Kau tidak apa-apa Sehun? Hati-hatilah jika minum"kata Yuri
Sehun tertawa
"Tidak apa Eomma. Aku hanya salah dengar kalau Appa berkata aku akan menikah" kata Sehun menyeruput minumannya untuk kembali sadar
"Tidak salah dengar,itu memang benar" kata Jinyoung
Sehun kembali menyemburkan minumannya. Kini ia yakin ia tidak salah dengar! Apa maksudnya ini semua? Kenapa tiba-tiba ayahnya ingin menikahkannya? Chanyeol sedikit melirik Sehun, ia tampak sangat terkejut. Rahangnya mengeras tangannya mengepal dan ia hanya diam. Dapat diartikan kalau dia sangat ingin marah dan memberontak. Bagaimana ia tidak terkejut? Chanyeol sendiri saja tidak terkejut
"Hyung. Apakah kau tahu ini semua?" Tanya Sehun lirih
"Tidak. Kau bisa lihat aku sendiri juga terkejut" jawab Chanyeol.
Yuri merasakan,bahwa akan ada penolakan disini. Hatinya berdesir kuat,takut sesuatu yang buruk akan terjadi setelah ini. Dalam hatinya ia memohon kepada sang pencipta untuk memberikan kedamaian pada keluarganya
"Kenapa harus aku?"tanya Sehun masih berusaha memelankan suaranya. Padahal sedari tadi ia ingin berteriak.
"Ya karena memang harus Kau, Sehun" jawab ayahnya
Sehun sudah tidak tahan lagi,mendengar pengakuan ayahnya. Ia menghentakkan pisau dan garpu nya ke meja makan dengan keras. Matanya terpejam kuat. Nafasnya terengah-engah
"Kenapa appa? Kenapa harus aku! Kau tahu kan karir ku bagus untuk saat ini! Kenapa harus ada keputusan sepihak seperti ini!" Kata Sehun tidak tahan lagi mengutarakan isi hatinya
"Itu bukan keputusannya sepihak. Itu sudah mutlak dibuat sebelum karirmu bagus. Dia adalah gadis baik, manis dan cantik. Dia anak mendiang rekan kerja appa. Appa juga tidak mungkin menikahkanmu dengan gadis yang tidak baik!" Jawab Jinyoung tak ingin kalah
Chanyeol berusaha menenangkan Sehun dengan sedikit memegang pundak adiknya itu. Yuri pun juga memegang punggung Jinyoung untuk tidak kelewat batas dalam berdebat dengan anak bungsunya itu.
"Tapi aku masih muda appa. Apa kata dunia kalau aku menikah disaat karirku bagus? Itu akan membuat hari patah hati sedunia! Dan aku juga akan banyak kehilangan perhatian publik!"jawab Sehun masih tak mau mengalah. Kepalan tangannya semakin kuat. Kukunya sampai memutih karena kepalannya yang terlalu kuat
"Kita bisa mengadakan pernikahan secara tertutup. Hanya keluarga dan orang terpercaya yang bisa datang. Dan appa yakin Chanyeol bisa menutup semua media untuk tidak membocorkan nya kalau kau mau"
Sehun memejamkan mata kembali. Sedikit melirik kakaknya. Tampak Chanyeol yang sangat iba melihat nya.
"Appa. Aku masih muda,sungguh aku tidak ingin kenapa harus aku appa? Kenapa tidak Chanyeol Hyung saja? Ya kan Hyung? Kau mau menggantikanku kan?"tanya Sehun menatap Chanyeol
Chanyeol menelan saliva nya. Tidak tahan melihat adik semata wayangnya ini lemah
"Ya appa. Kenapa tidak aku saja? Aku rasa umurku sudah matang untuk menuju pelaminan" kata Chanyeol
Tampak mata Sehun berbinar seperti ingin mengucapkan terimakasih
"Tidak Chanyeol. Perjanjian nya adalah dengan anak bungsuku. Kau tahu appa tidak suka melanggar janji!" Putus Jinyoung
Sehun kembali menghembuskan nafas kasar. Sehun sangat tidak bisa terima ini. Ini semua bukan keinginan nya! Dia sudah dewasa,tidak seharusnya appa nya seperti ini
"Bagaimana jika aku tidak mau?"tanya Sehun sedikit tenang
"Silahkan Keluar dan terima surat pencoretan namamu dari daftar keluarga" kata Jinyoung tenang
Chanyeol dan Sehun membelalak, Jinyoung bukan tipe orang yang hanya mengandalkan perkataannya. Dia orang yang tidak main-main dalam perkataannya. Apa yang dikatakannya,ia akan lakukan. Sehun lebih tidak terima jika namanya di coret. Please Kill Me ! Hanya itu yang ingin Sehun katakan.
"Appa..." Lirih Sehun seperti ingin menangis.
Yuri yang tidak tega melihat anak bungsunya itu,akhirnya memberanikan diri untuk memegang tangan Sehun
"Tidak apa Sayang,dia gadis yang baik. Bahkan Eomma sudah bertemu dengannya"
Sehun yang sudah sedikit tenang akhirnya melihat ayah dan ibunya
"Baiklah aku mau. Tapi kalian harus janji untuk tidak menyebar kan ini ke publik" kata Sehun sedikit berat
"Ya. Appa pastikan itu"
Akhirnya semuanya kembali tenang seperti sediakala. Hanya saja ini sedikit sunyi karena hal ini membuat semua tegang. Sebenarnya Sehun sangat penasaran siapa yang akan dijodohkan dengannya. Apakah dia anak konglomerat? Atau dia anak seorang pejabat? Tapi otaknya terlalu lelah untuk memikirkan nya
"Kalau tidak menganggu, siapa yang akan dijodohkan oleh Sehun?"tanya Chanyeol
Good boy! Batin Sehun dengan sedikit bangga pada kakaknya yang seakan tahu apa yang dipikirkan nya
"Dia pemilik Salon. Di... Myeongdong" kata Yuri berusaha mengingat-ingat
Tampak Sehun dan Chanyeol mengkerutkan dahi. Seperti mengerti ke arah mana pikiran Ibunya
"Namanya...."
"HANQUEEN?" Sehun dan Chanyeol bersamaan mengatakan kata itu
"Ahh. Benar! HanQueen! Bagaimana kalian tahu?"
Lengkap sudah keterkejutan Sehun dan Chanyeol hari ini.
To Be Continued...
Yeay! Konflik dimulai! Jangan lupa coment yaa bagian yang typo oke