Can I Choose?

Can I Choose?
6- Not Cho Jikyung



Hanna meminum segelas susu coklat di Sore Hari,di kedai salonnya. Memang tidak begitu besar,tapi tempat ini bisa dijadikan ruang tunggu selagi menunggu antrean. Ia tiba-tiba memikirkan apa yang diucapkan Seokjin beberapa hari yang lalu. Rasanya kepalanya ingin pecah ketika ia memikirkan hal itu.


Apa benar ia ingin menerima surat wasiat dari ayahnya itu? Ia bahkan belum kenal siapa orang yang akan dijodohkan olehnya. Apakah orang itu pun dapat menerimanya? Dan banyak lagi yang dipikirkan oleh Hanna.


Tiba-tiba seisi kedai berhamburan keluar,sedikit berlari seperti tergesa-gesa. Bahkan ada staff kedai yang juga ikut berlari keluar. Hanna sedikit mengernyitkan dahinya,dan mencoba menengok apa yang membuat orang orang ini tergesa-gesa.


"Ada apa mereka berlarian seperti itu?" Tanya Hanna pada Jongdae,pramusaji di kedai Hanna


"Ada aktor yang sedang naik daun itu Nona,Park Sehun" jawab Jongdae


"Park Sehun?"gumam Hanna


"Iya Nona,dia sangat tampan dan baru berumur duapuluh lima tahun" jawab Jongdae


"Sebaiknya Nona melihat nya sendiri"


Hanna mengucapkan terimakasih dan berjalan menyusul kerumunan yang diketahuinya fans dari Aktor tersebut.


Hanna sedikit melihat pria tinggi berkulit putih menggunakan kemeja kotak-kotak dan masker juga headset tidak lupa. Siapa yang tidak tahu kalau ia adalah idol,dapat dilihat dari gaya berpakaiannya yang tidak biasa. Dan dari situ Hanna tahu bahwa...



"Ternyata namanya bukan Cho Jikyung" gumam Hanna


Ya,Hanna baru menyadari bahwa Cho Jikyung adalah nama peran yang pria itu perankan dalam dramanya yang sedang naik daun.


Hanna mengirimkan Pesan kepada manager Hanqueen untuk memanggil para petinggi Salon untuk menyambut kedatangan aktor itu. Jujur,Hanna setiap hari menonton Drama nya dan Hanna sangat suka dengan akting dari pria yang sekarang sedang berkunjung ke salonnya itu.


🌼🌼🌼


Beberapa saat kemudian,keramaian itu bergerak menepi,dan media pun juga menepi. Sehun sedikit mengerutkan dahinya,menerka-nerka karena apa mereka menepi. Tak lama kemudian muncul dari arah yang berhadapan. Seorang wanita cantik disertai beberapa orang yang seperti stafnya menghampirinya.


"Selamat datang Tuan" kata wanita itu membungkuk diikuti oleh stafnya



Sehun sedikit tersanjung karena kehadiran nya disambut baik oleh staf salon tersebut


"Ada yang bisa kami bantu?"tanya Yeo Jin Goo selaku manager salon tersebut


"Saya ingin potong rambut. Ya sedikit dirapikan" balas Sehun sedikit memegang rambutnya


"Baik mari saya antarkan" balas Yeo Jin Goo dan mengantarkan Sehun ke ruangan.


Sedangkan staff lainnya berusaha membubarkan kerumunan itu dan mengurangi media yang berusaha meliput Park Sehun.


"Wanita tadi?"tanya Sehun sembari berjalan mengikuti Jin Goo


"Sajangnim" balas Jin Go


Sehun sedikit melongo


"Sajangnim? Semuda itu?"tanya Sehun memastikan


"Iyaa Tuan,dia CEO kami"jawab Jin Goo


Wahh.. Sehun tak habis pikir. Wanita mungil yang ada ditengah tadi adalah CEO salon ini. Apakah benar ini salon yang Chanyeol datangi kemarin?


"Silahkan Tuan,ini ruangan pria" kata Jin Goo membuyarkan lamunan Sehun.


Sehun mengucapkan terimakasih,lalu memasuki ruangan itu. Ya memang banyak lelaki disana dan ruangannya sangat estetik juga klasik. Sehun dapat mencium aroma bunga segar di ruangan itu. Ruangan ini sangat elegan dan enak untuk dipandang.


"Mari Tuan" kata Pria menginstruksi Sehun.


Pria itu tampan berpostur tubuh tinggi walaupun tak setinggi Sehun, sedikit lebih berisi dari Sehun. Sehun melihat pria itu sudah dapat menebak bahwa pria didepannya ini lebih muda darinya. Matanya berwarna hitam pekat.


Sungguh Sehun sedikit kesal dengan setiap pria yang memiliki bola mata berwarna hitam. Karena menurut Sehun,pria dengan bola mata hitam pekat sangat tampan. Dan yang dimilikinya adalah berwarna hazel.


"Ahh iyaa. Bisa aku duduk?"tanya Sehun


"Tentu Tuan,silahkan"kata Pria itu menarik kursi untuk mempersilahkan Sehun mendaratkan bokongnya.


"Terimakasih, kau sangat ramah. Siapa namamu?"tanya Sehun


"Saya Jeon Jungkook Tuan."


Sehun mengangguk menikmati setiap proses yang dilakukan Jungkook terhadap kepalanya


"Ngomong-ngomong,usia mu berapa Jungkook?"tanya Sehun sembari memejamkan matanya masih menikmati tangan Jungkook menjamah rambutnya


"Umur saya menginjak 20 tahun Tuan." Jawab Jungkook sembari memainkan pisau nya


Apa? Dia baru berumur 20 tahun? Apakah dia berpengalaman? Matilah Sehun jika potongan yang Jungkook hasilkan tidak sesuai ekspektasi. Sehun sedikit menelan Saliva nya. Ia takut akan hasil akhir sentuhan pria yang menyentuh rambutnya.


"Tenang saja,Jangan cemas Tuan",


Seolah tahu apa yang dipikirkan Tamunya,Jungkook berusaha menenangkan tamunya. Tapi Sehun tetaplah aktor! Helai rambut nya pun akan tetap diperbincangkan oleh dunia. Dia tidak bisa terima jika hasilnya tidak memuaskan atau tidak sesuai ekspektasi nya.


Jungkook tetap lihai dalam permainan gunting nya. Walaupun dia adalah pegawai termuda di salon ini,namun keahlian nya tidak bisa diragukan. Keahlian yang dimiliki Jungkook tidak berbeda jauh dari para senior nya.


"Nah sudah selesai tuan."kata jungkook


Sehun membuka matanya,ia membelakkan bola matanya.


"Apakah ini aku?" Guman Sehun masih belum percaya


Before



After



"Tentu saja Tuan, anda sangat tampan" jawab Jungkook


Sehun menyiringai lebar. Dengan begini,pesona yang ia hasilkan akan semakin memikat dunia dan namanya akan semakin terkenal bahkan di pelosok-pelosok dunia. Dia tidak sabar ingin cepat-cepat membalas brand-brand yang ingin menawarkan kerjasama kepadanya.


Sehun beranjak dan mengucapkan terimakasih pada Jungkook. Sebelum ia pergi,ia menoleh ke arah Jungkook


"Apa kemarin ada seorang CEO bertubuh jangkung kemari?"tanya Sehun


Jungkook sedikit mengingat-ingat pelanggan yang kemarin mampir kesini. Kalian tahu sendiri kalau HanQueen banyak sekali setiap harinya pelanggan


"Ahh. Benar, saya sendiri yang memotongnya" jawab Jungkook


Sehun terseyum, kekesalannya terhadap Jungkook sedikit memudar. Ia hari ini dengan mood baik,bahkan sangat baik. Style nya kali ini akan menarik seluruh perhatian para media apalagi penggemar nya. Ia sangat senang jika eskpektasi nya benar-benar terjadi.


🌼🌼🌼


Sehun berjalan gontai di mansion nya. Lihatlah bahkan semua maid yang ada di sana melihat Sehun dengan tatapan memuja. Sehun tersenyum lebih lebar karena hal itu. Ahh mungkin sebentar lagi bibirnya akan sobek karena hari ini ia sangat banyak tersenyum.


Bruk..


Sehun menubruk meja kecil dekat tangga karena terlalu bersemangat akan style nya yang baru. Beberapa Maid yang melihat Sehun sedikit tertawa kecil melihat tingkah Tuan Muda nya yang menggemaskan. Sehun sedikit menahan malu tapi ia berusaha menebalkan wajahnya,ia tidak ingin merusak hari bahagia nya ini.


Terlintas pikiran jahat dari Sehun untuk 'pamer' ke sahabat sekaligus musuhnya. Siapa lagi kalau bukan Kai. langsung saja Sehun mengirim pesan untuk Kai meminta untuk datang ke mansion Chanyeol.


Tidak menunggu waktu lama,Kai datang ke mansion dan disambut oleh para Maid. Mereka sudah tahu bahwa Kai adalah sahabat semusuh Sehun,tak asing bagi mereka melihat pria berkulit exotis nan seksi itu.


"Apakah benar Sehun menyuruhku kemari? Bukan Chanyeol Hyung?"tanya Kai


Pasalnya,jarang sekali Sehun meminta Kai kemari. Seringnya ia sendiri yang ke mansion Chanyeol,kalau tidak ya Chanyeol yang mengundang nya kemari


"Benar Tuan ,Tuan Muda Sehun sendiri yang meminta anda kemari. Silahkan duduk dulu tuan,kami akan membuatkan minum. " Kata Maid


Kai mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada maid itu. Dia duduk di ruang tamu sembari mengambil majalah langganan yang setiap minggu ganti. Majalah itu berisi fashion dan aksesoris pria tentu saja. Sehun adalah pengkoleksi barang branded. Mata Sehun sangat liar jika dia melihat barang mewah yang menarik hatinya.


Berbeda dengan kakak nya yaitu Chanyeol. Dia menyukai hal-hal berita dan Informasi sehingga dia sangat tau bagaimana berita terbaru tentang Korea ataupun dunia. Chanyeol bukan tipe orang yang pelit,Chanyeol juga kadang memanjakan dirinya membeli produk branded sama seperti Sehun. Namun tidak sesering adiknya itu


Mengetahui fakta itu, membuat Kai sedikit terkekeh. Bagaimana bisa adik dan kakak memiliki perbedaan yang lumayan jauh. Yah,Kai tahu semua orang memiliki kepribadian masing-masing. Anak kembar saja berbeda apalagi mereka yang tidak kembar. Tapi melihat Sehun dan Chanyeol semakin membuat Kai bertanya-tany,apakah Sehun itu anak pungut?


Pasalnya Sehun yang memiliki sifat galak seperti herder sedangkan Chanyeol memiliki sifat ramah seperti titisan dewa. Kai terkekeh kecil saat memiliki pikiran kotor seperti itu.


Hentakan kaki membuat lamunan Kai buyar. Suara sepatu yang menghampirinya semakin jelas dan Kai menoleh siapa yang datang. Saat Kai menoleh,Kai membelakkan matanya dan menganga bagai melihat hantu.



"YAK PARK SEHUN!" Teriak Kai melihat penampilan baru Sehun


Sehun sedikit menyiringai namun juga sedikit mencibir. Ia menjitak kepala Kai


"pelankan suaramu" kata Sehun


Kai yang masih excited dengan penampilan Sehun. Sehun sangat beda hari ini, ketampanannya bertambah berkali kali lipat. Sungguh Kai tidak menyangka bahwa sahabat semusuh nya ini bisa sangat tampan seperti sekarang ini.


Sehun yang melihat Kai masih terpana dengan penampilannya hanya menahan tawa. Silahkan nikmati ketampananku dude. Hati Sehun meronta-ronta ingin berteriak bahagia saat ini juga


"Bagaimana penampilan ku? Semakin tampan yaa?"kata Sehun menaikkan kedua alisnya dan menyiringai dihadapan Kai


Kai mencibir. ingin sekali rasanya menjedotkan kepala Sehun ke tembok


"Ya aku tidak bisa berbohong kalau kau memang benar-benar tampan. Demi apapun aku merasa jijik megatakan itu" kata Kai


Sehun kini tertawa melihat Kai. Memang pesona nya kali ini tidak perlu dipertanyakan. Dia akan benar-benar diperhatikan dan disorot banyak media begitu ia menampakkan penampilan barunya.


"Aku sudah menduga. Ini membuat ku semakin percaya diri" kata Sehun bercermin dan mengelus-elus rambut baru nya


"Cih. Sombong sekali. Kau ingat sewaktu sekolah sepatu ku baru kau menjadi kompor untuk mengajak semuanya menginjak-injak sepatu baruku. Ingat tidak?"tanya Kai


"Tentu. Chanyeol sampai memarahiku sewaktu itu. Cih menyebalkan" kata Sehun


Siapa sebenarnya yang menyebalkan disini? Ingin sekali Kai meremas mulut Sehun yang pedas nya sudah melebihi cabe muda itu


"Sekarang kepalamu baru,sini aku injak-injak"kata Kai tersenyum mengejek


Sehun yang tadi nya senyum-senyum sendiri melihat cermin,kini tatapan nya beralih ke Pria eksotis itu. Dan yang ditatap hanya tertawa terbahak-bahak. Sehun dan Kai,dua pria bagaikan air dan minyak


"Ngomong-ngomong, salon mana yang membuatmu tampil seperti itu? Walau aku tidak ingin mengatakannya,tapi aku sangat iri padamu" kata Kai


Sehun kembali menampakkan giginya yang membuat Kai jijik dengan tatapannya.


"HanQueen, salon yang waktu itu kau rekomendasi kan" jawab Sehun


"Benarkah? Apa ku bilang,itu memang salon yang bagus!" Kata Kai


"Tapi,kau tahu tidak kalau sajangnim tempat itu masih muda. Mungkin seumuran aku,atau bahkan dibawahku" kata Sehun mengingat kata Manager Salon itu


"Benarkah? Aku jadi ingin memperistrinya,agar bisa dapat layanan gratis. Ada lowongan tidak?" Tanya Kai


Sehun mencibir pria disampingnya. Memang Kai benar-benar mata keranjang.


"Dasar otak mesum. Aku tidak yakin kau bisa memperistrinya" kata Sehun


"Kenapa?"


"Entahlah... Dia lumayan... cantik" kata Sehun mengingat wajah CEO Salon itu yang diikuti oleh para stafnya.


🌼🌼🌼