Can I Choose?

Can I Choose?
3- Lettee



Badan pria ini terasa remuk. Semalam ia pulang pukul 10 malam dan bisa tidur jam setengah dua belas malam. Kini ia harus bangun jam 5 untuk prepare iklan yang disponsori nya. Bukan karena jam tidur nya yang membuat badannya remuk,tapi lelah yang berada di badannya yang membuatnya remuk. Pria ini menuruni tangga untuk menuju meja makan setelah gosok gigi tapi belum mandi.


"Hai boy!" Sapa pria tinggi bersuara barito yang memakai handuk mandi pria. Park Chanyeol namanya


"Kau sudah Mandi?" Tanya pria tadi


Chanyeol mengangkat alisnya dua kali. Lalu mengoleskan selai pada roti nya. Pria tadi duduk dan mengambil roti dan ikut mengoleskan selai pada rotinya.


"Aku heran kenapa badan mu ini anti remuk" kata pria tadi


Chnyeol tertawa. Chanyeol memang memiliki fisik yany kuat. Sebelum adiknya kerja,ia sudah kerja lebih dulu. Menjadi seorang CEO bukanlah hal yang mudah. Apalagi itu membutuhkan waktu dan pikiran yang keras untuk bekerja. Siapa pun pasti tau,Chanyeol bekerja keras dan bekerja cerdas dengan baik. Tapi Chanyeol jarang sekali terlihat lelah. Baik dirumah,apalagi di tempat kerja.


"Hahaha. Mungkin karena sudah terbiasa" jawab Chanyeol


Pria itu mengangguk pelan. Ia masih sangat mengantuk. Mengingat dulu saat kuliah kerja nya hanya nongkrong dan bermain game. Dulu ia sering begadang karena game,dan harus bangun pagi untuk kuliah. Tapi ia tak merasakan mengantuk berlebihan. Tidak seperti sekarang.


"Sehun,kau hari ini ada shooting iklan kan? Bersama aku saja. Aku juga akan menemui Sutradara Kim. Nanti mobilku kau bawa biar aku menaiki Taxi" kata Chanyeol


Sehun? Ya pria yang sejak tadi dibahas adalah Park Sehun. adik dari Park Chanyeol dan aktor yang sedang naik daun. Sehun membintangi drama My Love My Hot bersama artos cantik Bae Joohyun. Dan kabarnya,mereka di isu kan dekat atau lebih tepatnya cinta lokasi. Namun Sehun membantah akan isu tersebut.


"Kau ini CEO,mana ada CEO naik taxi?" Tanya Sehun sedikit kesal


"Ada. Aku buktinya" Jawab Chanyeol memamerkan deretan giginya. Sehun hanya berdecak,kesal dengan kakak nya


"Begini Sehun,kita hidup di masyarakat bukan hutan. Ada kala nya kita harus berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita walaupun tidak satu kalangan. Jika kita hanya berinteraksi dengan kalangan kita, kita tidak akan pernah tau keluh kesah yang dialami oleh kalangan bawah. Dan aku selalu merasa kalau uangku hanya ku simpan tidak akan berguna,jadi ya tak ada salahnya kita membantu orang lain. Lagipula diatas langit masih ada langit. Kalangan diatas kita pasti juga ada" kata Chanyeol panjang lebar membuat Sehun sedikit kagum


"Lalu,apa guna nya kita berinteraksi dengan mereka yang dibawah kita?" Tanya Sehun


Chanyeol tersenyum


"Dengan begitu,kita tahu arti bersyukur Park Sehun" jelasnya.


🌼🌼🌼


Sehun dan Chanyeol sampai di tempat shooting pada pukul 6 pagi. Sehun menyisir rambutnya dan masih memakai kaca mata hitamnya.


"Ini. Jangan lupa isi bensin kalau habis" kata Chanyeol melempar kunci mobilnya.


Siapa yang tidak terkesan oleh Chanyeol? CEO muda yang memiliki banyak harta dan kendaraan,masih mau menaiki Taxi untuk menuju kantornya. Disaat orang lain meminta diskon dari supir,Chanyeol justru memberikan upah dua kali lipat dari tarifnya.


"Ok. Kau hati-hati" kata Sehun yang mendapat anggukan dari Chanyeol.


Sehun menuju lokasi hanya dengan Kaos putih,kacamata hitam, dan masker. Tapi dengan 'hanya' itu,semua mata kaum hawa melihat ke arah Sehun


Sehun berjalan gontai menuju ke tempat shootingnya. Ia diberi naskah oleh crew dan dengan cermat ia melihat bagian mana ia akan tampil


"Haii Aktor tampan" kata seorang wanita cantik dengan riasan natural tapi mempertegas kecantikannya


"Oh hai juga. Sunbaenim" sapa Sehun


(Sunbae\= senior)


Wanita itu lantas terkekeh kecil


"Kau ternyata sangat tampan kalau dilihat asli begini. Selamat yaa atas popularitas mu. Aku turut senang aktor dalam negri yang Go Internasional. Membuat harum negri" kata Wanita itu


Sehun turut tersenyum dan terkekeh kecil. Wanita ini sangat cantik walaupun sudah berkepala tiga. Ya siapa tak kenal Jun Ji Hyun, aktris papan atas yang dari dulu karir nya sangat baik.


"Ah kau bisa saja noona. Kau juga sangat cantik walaupun anakmu sudah dua. Kau seperti gagal menua" rayu Sehun


Mereka berdua tertawa bersama. Pertemuan pertama mereka sangat menyenangkan. Dua-duanya yang sama sama artis,terlihat sibuk dan kaku aslinya juga memiliki selera humor yang receh.


"Kenalkan. Namaku Park Sehun noona" kata Sehun


"Bukankah namamu Cho Jikyung?"tanya Ji-hyun dengan mengernyitkan dahinya


"Ahhh. Itu nama peran dalam sinetron" kata Sehun


Jihyun tersenyum masam. Ternyata ia salah mengira nama orang


Mereka hari ini melakukan shooting iklan dan mereka melakukannya dengan baik.




🌼🌼🌼


Hari ini Hana ke Hans Corp untuk menemui kakak sepupunya. Semua pegawai Hans pasti tau kalau wanita cantik ini adalah pemilik dari Hans Corp, mereka memberi salam kepada Hana saat berjalan. Dan Hana membalas sapaan mereka dengan senyum dan anggukan ramah



"Silahkan Nona saya antar,Tuan Seokjin memerintah saya untuk mengantarkan anda ke ruangannya" kata resepsionis itu.


"Tidak perlu,saya bisa sendiri kok"jawab Hana dengan tersenyum


"Jangan Nona,nanti saya bisa dimarahi oleh Tuan Seokjin" kata Resepsionis tadi


Hana menghela nafasnya sebentar dan tersenyum. Walaupun Seokjin bukan kakak kandungnya,tapi ia memperlakukan Hana dengan baik seolah-olah dia adik kandungnya


"Baiklah" kata Hana


Hana diantar oleh Resepsionis tadi,walaupun sebenarnya Hana sudah tau dimana letak ruangan Seokjin. Hana meneliti inchi demi inchi Hans Corp ini. Seokjin memang telah menjadikannya Perusahaan yang sukses walaupun perusahaan itu masih atas nama Hana.


Hana jadi berpikir. Apakah suatu saat ia akan memberikannya pada Seokjin? Entahlah,Hana belum tau kedepannya bagaimana. Yang terpenting, perusahaan ini sukses dan jaya walaupun bukan ayahnya lagi yang menjalankan nya.


"Terimakasih" ucap Hana kepada resepsionis itu saat sampai di depan ruangan Seokjin


"Sama sama Nona Lee. Saya pamit" kata Resepsionis tersebut membungkukan diri untuk memberi hormat.


Hana menekan sidik jari pada samping pintu tersebut,lalu dengan mudah pintu ruangan terbuka.


Ya. Hans Corp adalah Perusahaan modern yang telah mengembangkan teknologi modern,sehingga jika ada yang ingin masuk bisa menekan tombol sidik jari. Maka yang didalam ruangan akan mengetahui siapa yang ada diluar,jika lampu diluar berwarna hijau itu artinya dia diterima dan pintu otomatis terbuka. Jika lampu berwarna merah,maka dia tidak diterima dan pintu tetap tertutup kecuali dibuka manual oleh dalam.


Untuk Hana dan Seokjin,mereka sidik jari khusus sehingga pintu otomatis terbuka tanpa perintah.


"Selamat Pagi Nona Lee"


Pria memakai jaket putih itu menyapa dengan ramah ke Hana


Seokjin hanya memakai Jaket kesayangannya dengan rambut rapi dan celana jeans berwarna hitam. Tak ada yang percaya jika dia adalah CEO di perusahaan nya karena tampilannya seperti itu. Meskipun begitu, dengan tampilan sederhana pun Seokjin masih kelihatan sangat tampan



"Pagi juga CEO" jawab Hana menekankan pada kata CEO pada kalimat nya


Seokjin tertawa keras dan Hana hanya terkekeh


"Jadi.. apa maumu? Tumben sekali kau menyuruhku datang?" Kata Hana


Seokjin mengangkat sebelah alisnya dengan senyuman jenaka. Seokjin tak percaya bahwa gadis kecil yang dulunya tinggal di panti asuhan karena kebilangan orang tuanya,kini ia tumbuh besar menjadi wanita cantik


"Aku memang sengaja,supaya kau tidak melupakan ayahmu memberi warisan sebanyak ini" sindir Seokjin.


Ya memang Hana jarang sekali ke kantor ayahnya itu. Bukan karena ia tak mau,melainkan ia juga sibuk dengan pekerjaannya


"Aku tidak akan lupa Kak." Jawab Hana


"Jadi.. mari kita mulai" kata Seokjin


Seokjin memberikan lembaran kertas kepada Hana


"Bacalah"


Hana menerima kertas yang diberikan oleh Hana. Hana membaca dengan teliti apa yang ada di dalam kertas tersebut. Dan saat ia selesai membaca,ia membelakkan mata.


"Apa maksudnya?" Tanya Hana sedikit mengkerutkan dahinya,meminta penjelasan dari Seokjin


"Sebelum ayahmu meninggal,ia berpesan. tapi pada saat itu ayahmu belum pulih sehingga ia tidak bisa berbicara dengan benar. Ayahku,memberikan nya kertas dan Paman Hanseok menuliskan sesuatu. Jujur saat aku tahu setahun yang lalu pun aku terkejut. Tapi bagaimana pun itu wasiat Hana. Tak baik jika kita mengabaikan nya." Kata Seokjin menghela nafas


Hana masih terpaku mendengar penuturan dari Seokjin


"Jadi Hana. Aku harap kau menerima dengan ikhlas. Aku pun juga tak percaya,tapi ini kenyataannya. Disitu adalah tulisan yang diketik ulang agar lebih jelas dengan tanda tangan materai. Di sebaliknya ada tanda tulisan tangan ayahnu serta tanda tangannya. Pada saat itu,ayahku buru buru mengetiknya supaya bisa ditandatangani oleh ayahmu " kata Seokjin


Hana melihat tulisan tangan ayahnya tak percaya. Seok jin benar. Ini adalah wasiat. Bagaimanapun Hana sayang dengan orang tua nya. Ia tak ingin jika ia menjadi anak yang durhaka. Itu akan menjadi malapetaka katanya


"Aku ikhlas Kak" kata Hana dengan mantap menatap manik-manik mata Seokjin


🌼🌼🌼


To Be Continued


"*Dengan ini,aku menuliskan sebuah wasiat untuk anakku Lee Hana. Sebelumnya ayah minta maaf Hana jika ayah meninggalkan mu seorang diri. Aku menulis kan ini karena aku merasa ajalku akan datang. Jadi jika kau membaca surat ini, berarti ayah sudah pergi dan ayah tidak dapat menemanimu, putriku. Tumbuhlah menjadi gadis pandai dan sukses. Ayah ingin di surga nanti melihat perjalanan panjangmu menjadi orang sukses. Semua aset keluarga mulai dari rumah, perusahaan,serta asuransi,dan tidak lupa tabungan semua adalah Hakmu. Dan juga ketika kau besar nanti jangan lupa kau cari pria bernama Paman Park Jin Young. Menikahlah dengan anak bungsunya. ayah yakin hidupku akan bahagia bersamanya. Ayah dan Jin Young telah menyepakagi itu, putriku. Hiduplah dengan kuat sayang.


27 November 2009


Lee Han Seok*