
Roland, berhasil mengalahkan monster Black Steel Wolf. Meskipun, monster itu melukai bahu kanan Roland.
Linnea, segera mengobati dan membalut luka Roland. Beruntung gigitan monster Black Steel Wolf hanya menggores bahu kanan Roland, karena Roland dapat membunuh monster itu tepat waktu sebelum monster itu menggigit bahu kanan Roland dengan keras.
Semua pemburu takjub dengan kekuatan dan keberanian Roland. Mereka sekarang menghormati Roland.
"Roland, kamu tidak boleh memaksakan diri!" bentak Linnea.
"Linnea, aku hanya sedikit lengah maafkan aku." Roland terkekeh kecil.
Linnea selesai mengobati luka Roland. Kemudian Roland berjalan ke arah mayat monster Black Steel Wolf. Roland berlutut sebagai tanda penghormatan, dia mengakui bahwa monster Black Steel Wolf adalah lawan yang kuat.
"Mari kita, bertemu kembali di Taman Eden!" Roland mendoakan monster Black Steel Wolf.
Meskipun monster Black Steel Wolf adalah seekor monster, akan tetapi monster Black Steel Wolf ini mempunyai sifat ksatria.
Roland, mengeluarkan pisau belati kemudian menyayat kulit monster Black Steel Wolf dengan terampil, untuk mencari inti mana dari monster Black Steel Wolf.
Sesaat kemudian Roland menemukan Inti Monster Black Steel Wolf. Inti monster Black Steel Wolf berbentuk bulat dengan warna logam keperakan berdiameter 16 Cm.
"Tuan, apakah kamu seorang ahli membedah monster? Kulit monster Rank A sangat keras! Bahkan kamu tidak merusak bagian monster Black Steel Wolf lainnya."
"Evan, kamu harus menggunakan pisau bedah atau belati yang terbuat dari logam Orichalcum, untuk membedah monster dengan lebih sempurna! Guild, Pedagang dan Black Smith kebanyakan menginginkan bagian monster yang sempurna! Semakin sedikit kecacatan akan semakin berharga bagian monster itu! Tetapi kebanyakan para pemburu, ksatria dan petualang tidak dapat mendapatkan bagian monster yang sempurna! Karena bagian monster akan rusak saat mereka saling bertarung."
"Roland, apakah kamu akan membunuh monster Bronze Giant Boar itu?" Linnea menunjuk kearah monster Bronze Giant Boar yang pura-pura mati.
Roland dan para pemburu mendekati monster Bronze Giant Boar. Tujuan utama mereka datang ke sini, sebenarnya adalah membunuh monster Bronze Giant Boar.
"Oink! Oink! Oink!"
Insting monster Bronze Giant Boar merasakan bahaya. Monster itu mencoba untuk melarikan diri tetapi saat dia melihat ke arah Roland, monster itu berdiri membeku.
"Tuan, kamu harus membunuh monster itu!"
Roland, bergerak ke arah monster Bronze Giant Boar, dengan belati di tangannya. Monster Bronze Giant Boar itu sudah putus asa dan siap menerima kematian.
Saat Roland berada di depan monster Bronze Giant Boar, tiba-tiba Roland menyarungkan pisau belati miliknya.
Linnea dan para pemburu bingung, melihat Roland yang tiba-tiba menyarungkan pisau belati miliknya.
"Roland, mengapa kamu tidak membunuh monster itu?"
"Aku tidak ingin membunuh monster ini, karena monster ini tidak mempunyai keinginan bertarung! Monster ini juga tidak membunuh manusia dan membuat kerusakan di Hunter Village."
"Tuan, apakah kamu lupa kepada tugas yang diberikan oleh The Goddess of hunting and wild?"
"Evan, aku bukanlah pion para Dewa dan Konstelasi yang menuruti semua keinginan mereka. Dahulu aku mendengar kisah dari sahabatku, tentang Dewi Diana yang menurunkan seekor monster Babi Hutan di sebuah kerajaan, yang bertujuan untuk menghancurkan kerajaan itu. Akhirnya seorang pahlawan dapat membunuh monster Babi Hutan itu."
"Roland, bukankah orang itu mendapat gelar pahlawan, dari membunuh monster Babi Hutan itu?"
"Linnea, itu hanyalah awal dari peristiwa yang tragis."
"Roland, apa maksudmu?"
"Sang pahlawan berhasil mengalahkan monster Babi Hutan itu, tetapi saat dia ingin memberikan kulit monster Babi Hutan itu kepada kekasihnya yang ikut dalam perburuan, semua pemburu bahkan sang raja sendiri menjadi murka! Kulit monster Babi Hutan itu adalah Artefak paling berharga di dunia saat itu, Kulit yang tahan terhadap Air, Api, Petir , Kutukan dan tusukan dari senjata Rank Saint. Karena keserakahan, mereka tega membunuh kekasih sang pahlawan dan merebut kulit monster Babi Hutan."
"Roland, setelah itu apa yang terjadi?" Linnea penasaran dengan kelanjutan kisah Roland.
"Sang Pahlawan yang melihat kekasihnya terbunuh menjadi gelap mata. Karena amarah Pahlawan itu membantai para pemburu, raja dan semua orang di kerajaan itu. Setelah menghancurkan kerajaan itu dia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri."
Roland, mengingat masa lalunya dia mengalami takdir yang sama dengan pahlawan itu. Dikhianati orang para sahabatnya dan orang yang dia percayai.
Semua orang takjub dengan kisah Roland.
[The Goddess of hunting and wild: Aku semakin tertarik kepada manusia ini! Dia manusia yang tidak serakah, dan sangat sulit untuk di prediksi.]
"Tuan, aku akan membunuh monster Bronze Giant Boar ini demi kesembuhan ayahku!" teriak Evan.
"Evan, Para Dewa dan Konstelasi tidak tertarik kepada ketaatan, tetapi mereka tertarik pada rasa penasaran! Ayahmu sakit bukan karena kutukan tetapi karena penyumbatan energi mana! Jantung monster Bronze Giant Boar adalah salah satu obat untuk mengobatinya."
"Bodoh! Kata-kata itu adalah kata-kata jebakan! Seorang Dewa dan Konstelasi tidak dapat berhubungan dengan alam Fana secara langsung!"
[Hahaha, manusia yang pintar Evan aku ingin tahu apa yang dia pikirkan!]
[Dewi!!!]
Evan merasakan sudah dipermainkan oleh Dewa yang dia ikuti. Evan ingin menghujatnya akan tetapi dia dapat mengontrol emosinya dan kembali tenang.
"Roland, apakah kamu tahu obat untuk penyakit Lord Iron?"
"Aku bisa mengobatinya dengan teknik jarum perak yang aku pelajari dari Benua Timur."
Linnea, Evan dan para pemburu terkejut mendengar jawaban Roland.
"Roland, apakah kamu dapat menyembuhkan penyakit Lord Iron dengan mudah? Mengapa kamu tidak melakukannya saat kamu mengetahui kondisinya?"
Linnea tampak marah, mereka hampir mengorbankan nyawa mereka semua untuk datang kesini.
"Aku, hanya ingin bertarung!" Roland tersenyum.
Linnea, yang tidak dapat menahan amarahnya, membanting Roland ke tanah kemudian memukuli wajah Roland.
"Aku akan bertarung denganmu!"
"Linnea, kamu tidak boleh memukuli seseorang yang terluka! Aku akan memberikan 60% bagian monster Black Steel Wolf untukmu!"
Roland, terlihat kesakitan dan memohon kepada Linnea untuk tenang. Sesaat kemudian Evan dan para pemburu memisahkan mereka berdua.
"Linnea, maafkan aku!"
Linnea, memalingkan mukanya dia masih marah kepada Roland, kemudian pergi dengan suasana hati kesal.
"Tuan, apakah kamu ingin melanjutkan perburuan?"
"Apakah ada monster kuat lainnya di hutan ini?" Roland bersemangat.
"Roland, kita semua harus segera pulang! Kamu bukanlah lawan seekor Ancient Monster."
"Ancient Monster! Aku ingin melawannya! Dimana tempat monster itu Evan antar aku ke sana! Para pemburu sisanya harus membawa mayat monster Black Steel Wolf kembali ke desa!"
"Sesuai Perintahmu Tuan!" Para pemburu kelihatan sangat senang. Selain tidak ada korban satupun di pihak mereka. Mereka juga mendapatkan banyak Inti Monster meskipun hanya Inti Monster Rank E.
"Roland, Aku ikut!" teriak Linnea.
"Linnea... Aku akan menyelesaikannya dengan cepat! Kamu harus menunggu di Desa."
"Apabila kamu tidak mengajakku aku tidak akan pernah memaafkan kamu!"
Linnea merajuk dan mengembungkan pipinya karena dia masih marah kepada Roland.
"Baiklah, aku akan mengajakmu. Tetapi kamu tidak boleh pergi terlalu jauh dari sekitarku!"
"Terima kasih."
Linnea, tersenyum. Linnea adalah seorang gadis yang keras kepala. Roland, teringat tentang masa lalunya bayangan seorang gadis yang samar terbesit dalam benak Roland.
"Oink! Oink! Oink!"
Monster Bronze Giant Boar tiba-tiba berdiri dan pergi ke arah Roland.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Roland menatap monster itu dengan tajam.
Monster, Bronze Giant Boar, tiba-tiba berguling-guling di depan Roland seperti seekor anak anjing.
"Roland/Tuan, monster itu ingin menjadi pengikutmu!"
Linnea dan Evan berteriak bersamaan.