
Semua penduduk Hunter Village pergi ke rumah Ketua Desa Iron, karena merasakan aura yang kuat.
"tok! tok! tok!"
"Kepala Desa, apa yang terjadi?"
Seorang pemburu mengetuk pintu rumah Kepala Desa Iron.
Roland, menarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol emosinya, dia lupa untuk mengontrol emosinya karena amarah.
Evan, membuka pintu kemudian berkata,"Tidak ada apa-apa! Tuan Roland dan kami hanya sedang berlatih energi mana "
Evan tersenyum halus, akan tetapi tidak dapat menyembunyikan keringat di dahi dan wajahnya.
"Baiklah, Tuan Muda Evan bila kalian membutuhkan sesuatu, beritahu saja kami!"
Semua penduduk desa akhirnya bubar. Evans menutup pintu kemudian menarik nafas lega.
"Roland, apakah kamu marah karena perkataanku?"
"Linnea, maafkan aku, pedang Durandal ini adalah pedang replika dari pedang Durandal milik Eric. Aku terkejut Eric dapat kehilangan pedang Durandal yang sangat berharga dan tidak sengaja membocorkan Aura milikku."
Roland memaksakan senyumannya.
Linnea menyentuh dagunya kemudian berpikir sejenak. Sedangkan Evan dan Iron mengetahui dengan sekali lihat Roland berbohong, bahkan anak kecil berusia 10 tahun dapat mengetahui bahwa Roland berbohong. Roland adalah seorang pembohong yang buruk.
"Baiklah aku memercayai kamu."
Linnea tersenyum tulus.
Evan dan Iron terkejut dengan jawaban Linnea. Linnea sangat polos dan sangat mudah percaya dengan perkataan Roland yang tidak masuk akal.
Roland menatap Evan dan Iron dengan tatapan tajam. Mereka berdua mengerti dan menundukkan kepala mereka.
"Tuan, kami sudah menyiapkan hidangan dan obat penyembuh luka." kata salah satu penduduk.
Roland, Linnea dan Evan pergi keluar untuk perjamuan, sedangkan Iron masih beristirahat di tempat tidur. tetapi ada senyuman lega di wajahnya.
Para penduduk mengobati luka Linnea dan memberikan pakaian yang terbuat dari kulit monster Red Fox kepada Linnea.
Roland, memperhatikan Linnea.
Linnea, mempunyai paras yang cantik, dengan bola mata berwarna merah, bibir yang tipis, hidung mancung, dan rambut panjang bergelombang berwarna merah yang indah.
"Apakah pakaian ini cocok untukku?" Linnea tersenyum kecil.
"Kamu terlihat cantik memakainya."
Linnea tersipu malu mendengar Pujian Roland. Kemudian mereka berdua melanjutkan makan malam mereka.
Roland, memang berkata jujur bahkan di masa lalu Linnea termasuk wanita yang sangat cantik, terutama di Mystick Kingdom yang sekarang menjadi Ruby Kingdom.
"Linnea, berapa usiamu?"
"Roland, aku sekarang berusia 13 tahun."
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
Roland, tersedak karena terkejut mendengar usia Linnea. Linnea segera memberikan air minum untuk Roland.
"Maaf, aku terkejut karena mendengar usia kamu."
Linnea mempunyai tubuh seperti seorang remaja berumur 17 tahun.
Linnea tertawa karena melihat ekspresi Roland.
"Baiklah, sekarang kita harus beristirahat perburuan akan diadakan besok pagi."
"Baiklah."
Linnea dan Roland segera menghabiskan makanan mereka, Kemudian mereka berdua beristirahat di kamar yang sudah dipersiapkan.
***
Matahari sudah terbit suara kicauan burung mulai terdengar.
Roland, membuka matanya perlahan, dia sudah lama tidak tidur dengan nyenyak. Dia lega akhirnya dapat keluar dari segel dan menghirup udara dunia luar kembali, tidak ada lagi rantai yang mengikat semua anggota tubuhnya. Roland saat berada di dalam segel dia hanya bisa mengobrol dengan Telur Naga dan berhibernasi. Tetapi, saat dia tidur dia selalu bermimpi buruk mengingat kemalangan yang menimpa dirinya.
Roland, kemudian membawa telur Naga berwarna hitam. Telur Naga ini adalah sahabat Roland satu-satunya saat Roland di dalam segel.
"Kapan kamu menetas? Aku ingin segera melihat kamu. Kamu sudah banyak menyelamatkan nyawaku saat aku di segel, tanpa kamu membagikan energi mana yang kamu serap, aku tidak akan bertahan selama 10,000 tahun di dalam segel."
Saat Roland berbicara kepada telur Naga seseorang mengetuk pintu.
"tok! tok! tok!"
"Baiklah aku akan segera datang!"
Roland, membasuh muka, kemudian memakai pakaian yang sudah dipersiapkan oleh Curtis Evan. Armor kulit lengkap berwarna coklat dan belati sepanjang 60 Cm. Tidak lupa dia membawa pedang Durandal di punggungnya.
Roland pergi untuk berburu. Tetapi Roland tidak menyadari setelah dia pergi telur naga bersinar merah terang.
Roland sampai di kelompok pemburu.
"Roland, kami sudah lama menunggumu!"
"Linnea, apakah kamu ikut berburu?"
"Aku lahir di Klan Red Bear, aku adalah seorang petarung yang kuat dan terbiasa berburu, meskipun aku belum menjadi seorang Ranker."
"Baiklah, akan tetapi, jangan pergi terlalu jauh dari sekitarku."
Linnea, adalah seseorang yang penting bagi Roland untuk mendapatkan informasi tentang Planet Auriga sekarang.
"Baik." Linnea tersenyum tulus.
**
Roland dan para pemburu akhirnya pergi ke hutan sebelah barat, mereka ingin segera memburu monster Bronze Giant Boar.
Hutan yang sunyi tanpa suara sedikitpun dipenuhi dengan aneka jenis tumbuhan dan pohon yang rindang.
Roland, memperhatikan sekitarnya kemudian melihat tumbuhan yang dia kenali.
"Tuan, apa yang kamu lakukan?" tanya para pemburu.
"Aku menemukan bunga Night Charm Orchid, suatu keberuntungan aku dapat menemukan bunga ini di sini."
Roland tersenyum sambil memperlihatkan bunga anggrek berwarna ungu.
Linnea dan semua pemburu menutup hidungnya, karena mencium bau menyengat dari bunga Anggrek yang ditemukan Roland.
"Tuan, apakah bunga Anggrek ini berguna untuk meracuni monster Bronze Giant Boar?"
"Apakah kalian semua pemburu?" tanya Roland bingung.
"Tuan, leluhur kami dan kami adalah seorang pemburu, kami sudah terbiasa untuk berburu bahkan monster Rank A!"
Semua pemburu merasa tidak senang karena Roland meragukan, kemampuan mereka.
"Night Charm Orchid , adalah bunga Anggrek yang mempunyai bau busuk di pagi sampai senja dan aroma harum di malam sampai Fajar. Monster terutama jenis hewan buas yang mempunyai penciuman tajam sangat tidak menyukai bau bunga Anggrek ini di pagi sampai Senja. Akan tetapi mereka sangat menyukai aroma bunga ini di malam sampai Fajar."
"Roland, monster Bronze Giant Boar adalah monster yang mempunyai penciuman tajam. Dengan bunga ini kita dapat mengelabui penciumannya." Linnea mengerti dengan tujuan Roland.
Evan terkejut dengan jawaban Linnea. Linnea adalah seorang gadis yang pintar. Tetapi mengapa dia dapat mudah dibohongi oleh Roland.
"Oleskan, bunga ini di pelengkapan kalian aku yakin efisiensi berburu akan meningkat 50%."
Roland mengetahuinya dari sahabatnya Curtis Evan. Meskipun bunga Night Charm Orchid adalah pedang bermata dua. Tetapi bunga ini berulang kali menyelamatkannya saat berpetualang di alam liar.
Semua pemburu menuruti perintah Roland. Karena yang memimpin perburuan kali ini adalah Roland dan tuan muda Curtis Evan.
Roland, akhirnya sampai di hutan sebelah barat, dia waspada karena hutan ini sangat tenang.
"Evan, tembakan panah ke arah barat laut (315°)."
Roland memberikan perintah. Evan menuruti perintah Roland.
Saat Evan menembakan panahnya seekor monster Brown Wolf Rank E keluar dari semak-semak, dengan panah Evan yang menancap di tubuhnya.
"Apa yang terjadi kami tidak dapat merasakannya!! Bagaimana Tuan Roland dapat merasakan monster di jarak yang begitu jauh!"
Semua pemburu takjub kepada Roland.
"Tetap waspada, monster Brown Wolf ini hanyalah pengintai!" seru Roland.
"Tuan, apa maksudmu?" tanya Evan.
"Wilayah ini adalah daerah kekuasaan monster Bronze Giant Boar , dan monster Bronze Giant Boar adalah monster soliter (hidup sendiri), monster lainnya tidak akan dapat memasuki wilayah Bronze Giant Boar kecuali," Roland berpikir sejenak.
"Monster Rank A lainnya menginvasi wilayah monster Bronze Giant Boar." sambung Roland.
"Apa!"
Semua orang terkejut dengan perkataan Roland. Satu monster Rank A adalah lawan yang kuat bagi kelompok pemburu berjumlah tujuh belas orang, yang terdiri dari Ranker rank D sampai B, dan dua orang yang belum menjadi Ranker.
Hanya Curtis Evan Ranker Rank B yang mempunyai berkah dari seorang Dewa, apalagi bila melawan dua monster Rank A dan salah satunya Alpa monster yang hidup berkelompok. Mereka semua akan terbunuh.
[The Goddess of hunting and wild: Pria itu mempunyai kemampuan berburu yang hebat aku tertarik menjadi sponsornya, tetapi mengapa semua Dewa dan Konstelasi yang lain tidak menyadari kehadirannya?]