Black Knight Roland 10,000 Years Later

Black Knight Roland 10,000 Years Later
Chapter 01. Terbangun..



Tahun 1703 Kalender Naga.


Ruby Kingdom adalah salah satu kerajaan di Benua Barat, Planet Auriga. Kerajaan yang dibentuk 10,000 tahun yang lalu oleh salah satu Pahlawan dari Dua Belas Pahlawan yaitu; Eric The Blood Hair.


Legenda mengatakan 10,000 yang lalu adalah Zaman Kegelapan. Zaman pertama kali para monster datang ke Planet Auriga.


Para monster itu dipimpin oleh dua monster Naga yaitu; Red Dragon Ignatius dan Ancient Black Dragon Melanthios.


Semua ras di Planet Auriga bersatu untuk melawan para monster. Perang akhirnya terjadi selama 1000 tahun.


Hingga pada akhirnya kedua monster Naga dan para monster pengikutnya, dapat di kalahkan oleh Dua Belas Pahlawan.


Legenda tidak mengatakan, bahwa yang mengalahkan kedua Naga itu adalah seorang Ksatria Hitam. Pahlawan Ketiga Belas yang terhapus dari sejarah.


°°°


*Tanah kematian, perbatasan Ruby Kingdom dan Diamond Empire.


"Kejar gadis itu!"


Tujuh orang pria berbadan kekar dan bersenjata lengkap, mengejar seorang gadis berambut merah.


Dengan nafas terengah-engah dan banyak luka ditubuhnya, gadis itu berusaha untuk melarikan diri dari kejaran para pria itu.


Gadis itu bernama Linnea. Putri kedua dari Larsen ketua Klan Red Bear dan para pria itu adalah prajurit Elite dari Ruby Kingdom.


"Dewi Frey yang agung, apa yang harus aku lakukan? Mereka semua adalah Ranker Level 50."


Linnea kebingungan, dia tidak bisa lagi terus melarikan diri dari kejaran para prajurit. Kekuatannya sudah hampir mencapai batasnya.


Linnea kemudian melihat pohon Birch Putih, diantara puing-puing bangunan yang runtuh.


Pohon dengan batang berwarna putih, berdaun hijau cerah dan tinggi 17 meter. Sangat kontras dengan suasana Tanah Kematian.


'Apakah itu pohon Birch Putih? Mengapa pohon itu tumbuh di Tanah Kematian?'


Linnea kebingungan tentang pohon Birch Putih yang tumbuh di Tanah Kematian. Sesuai dengan namanya Tanah Kematian adalah tempat terkutuk. Tidak ada, energi mana dan kehidupan di Tanah Kematian selama lebih dari 10,000 tahun.


Legenda mengatakan bahwa Tanah Kematian adalah tempat pertarungan terakhir, antara Dua Belas pahlawan dan Ancient Black Dragon Melanthios. Orang-Orang meyakini Tanah Kematian sudah dikutuk oleh Black Dragon Melanthios.


Tanah Kematian disebut juga sebagai Makam Penyihir, karena tidak ada energi mana di Tanah Kematian. Jadi, penyihir tidak dapat mengunakan Skill sihir milik mereka.


Tanah Kematian juga terkenal sebagai Tanah Terkutuk, untuk para pahlawan dan keturunan mereka.


Semua Pahlawan melarang semua anggota keluarga dan keturunannya, untuk pergi ke Tanah Kematian, dengan alasan Tanah Kematian menyimpan kutukan Black Dragon Melanthios.


Linnea, berlari ke arah pohon Birch Putih, dia kemudian bersandar di pohon Birch Putih.


Sesaat kemudian tujuh Prajurit tiba di depan Linnea.


"Nona Linnea, kamu tidak mempunyai tempat untuk bersembunyi!"


"Aku adalah Linnea putri kedua Larsen! Aku tidak akan menyerah tanpa bertarung!" Linnea menatap para prajurit dengan tatapan tajam, seraya memegang dua belati berwarna merah.


"Nona, kami tidak akan membunuhmu Raja Vali, menginginkan kamu dalam keadaan hidup-hidup."


"Apakah, kalian akan menggunakan aku sebagai sandera? Agar ayahku Larsen dapat menuruti semua keinginan paman Vali?"


"Lancang! Kamu memanggil Yang Mulia, dengan namanya!"


Salah satu Prajurit terlihat marah dia terprovokasi oleh perkataan Linnea.


"Raja Vali memerintahkan kita untuk membawa Nona Linnea hidup-hidup, akan tetapi kita tidak dapat membawanya dengan mudah... Bagaimana jika kita memotong kedua kakinya?"


"Sven, kami setuju dengan saran kamu!"


Tujuh Prajurit itu melihat Linnea dengan tatapan haus darah. Mereka sudah kehilangan banyak anggota mereka akibat bertarung dengan kelompok Linnea, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Linnea, menggertakan giginya dia sudah siap bertarung sampai mati, tetapi Linnea tidak mengetahui darahnya menetes ke pohon Birch Putih dan membuka segel seseorang.


"Perasaan, yang hangat sudah berapa lama aku terkurung? Dua Belas Bajingan itu! Aku akan membalas dendam! Mereka menyegel aku setelah aku mengalahkan Ignatius dan Mengusir Melanthios. Sihir Segel Kuno yang merepotkan mereka menggunakan Mana dari Wilayah Onyx untuk membuat Sihir Segel Abadi."


Di belakang Linnea pohon Birch Putih bersinar terang, energi mana perlahan keluar dari pohon Birch Putih.


Linnea dan para Prajurit terkejut dengan perubahan peristiwa yang tiba-tiba.


"Sejak kapan pohon Birch itu berada di sana? Aku tidak melihatnya!" tanya salah satu Prajurit.


"Nona Linnea, apakah kamu menggunakan sihir terlarang?"


"Pohon Birch Putih ini sudah berada di sini, sejak aku datang!"


Sesaat kemudian seorang pria berambut hitam panjang mempunyai mata biru, dengan tubuh telanjang yang memperlihatkan otot kekar dengan banyak bekas luka keluar dari dalam Pohon Birch Putih.


"Akhirnya aku bebas!" teriak pria misterius itu.


"Siapa kamu?"


Para Prajurit itu, mengacungkan senjata mereka ke arah pria misterius itu dengan tangan gemetar.


Pria misterius itu melirik keadaan sekitar, kemudian melirik ke arah para Prajurit dan Linnea di depannya.


Pria misterius itu mengerutkan dahi saat melihat wajah Linnea kemudian bertanya,"Apa hubunganmu dengan Eric?"


"Eric adalah leluhurku."


Linnea menjawabnya dengan wajah pucat.


Pria itu mempunyai penampilan seperti orang yang tinggal di Jade Kingdom Benua timur.


"Siapa kamu? Apakah kamu berusaha untuk menghalangi tugas prajurit Elite Ruby Kingdom?"


"Bunuh Pria itu setelah itu kita harus membawa Nona Linnea ke hadapan Raja Vali!!"


Para Prajurit itu berseru ingin segera menyelesaikan misinya. Jika mereka dapat menyelesaikan misinya mereka akan mendapatkan uang yang banyak, kedudukan dan wanita dari Raja Vali.


"Tunggu di sini! Aku akan menyelesaikan dengan cepat! aku masih mempunyai banyak pertanyaan untukmu!"


Linnea, hanya menjawabnya dengan anggukan kecil. Linnea tahu pria misterius ini lebih kuat daripada para Prajurit yang mengejarnya.


"Kamu terlalu percaya diri!" seru para Prajurit.


"Hanya butuh sedikit waktu untuk menghadapi, seorang pria pengecut seperti kalian... Apakah seorang prajurit elite mempunyai harga diri untuk mengeroyok satu wanita yang terluka?"


Pria misterius itu tersenyum dingin.


"Sialan!"


Seorang prajurit, menerjang ke depan, dengan Kapak Perang miliknya, akan tetapi pria misterius itu dapat menghindarinya dengan mudah. Kemudian pria misterius itu memukul leher prajurit itu hingga prajurit itu jatuh tersungkur ke tanah.


"Sudah lama aku tidak menggerakkan tubuhku."


Pria misterius itu tersenyum dingin melihat ke arah para prajurit, yang terkejut tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


"Dia mati!"


Semua Prajurit menjadi waspada, sedangkan Linnea berdiri membeku tidak jauh dari sana menyaksikan pertarungan.


"Serang dia! Kalian harus waspada dan tidak boleh bertindak gegabah!"


Sven pemimpin dari para Prajurit memberikan perintah, lima orang Prajurit mengelilingi pria misterius.


"Sudah lama aku tidak bertarung serius!"


Pria Misterius itu membawa kapak perang yang tergeletak di sisi mayat Prajurit. Lalu meregangkan otot-ototnya.


Para prajurit itu memperhatikan Pria misterius dengan lebih waspada. Karena pria misterius itu dapat mengalahkan teman mereka yang merupakan, seorang Ranker Rank D level 50 dengan satu pukulan.


Kemudian, lima Prajurit mengelilingi pria misterius itu dari segala arah. Mereka bersiap-siap untuk melancarkan serangan.


Para prajurit menghirup nafas dalam-dalam sambil mencengkram erat senjata mereka, kemudian salah satu Prajurit memberi isyarat untuk menyerang.


Desiiing!


Suara senjata berbenturan menciptakan percikan api dari dua senjata yang berbenturan.


Pria misterius itu dengan terampil memainkan kapak perang. Meskipun dia melawan lima prajurit dia dapat memojokan lima prajurit itu. Pria misterius itu adalah seorang petarung yang sangat terampil.


Meskipun di Tanah Kematian tidak bisa menggunakan Skill mana. Akan tetapi pria misterius itu dapat bertarung dengan hebat, melawan lima Prajurit Elite yang sudah biasa bertempur di medan perang.


Pria misterius itu mengincar bagian vital para Prajurit. Para Prajurit tidak bisa membuat kesalahan sedikitpun, karena bila mereka membuat sedikit kesalahan mereka akan mati.


Aarrggh!


Pria misterius itu memotong tangan salah satu prajurit, kemudian melakukan serangan eksekusi. Tubuh pria misterius itu penuh dengan darah prajurit tetapi dia tetap bertarung dia menatap para Prajurit yang tersisa dengan tatapan dingin.


Linnea yang berada di sana hanya memperhatikan dengan wajah pucat, dia berusaha untuk tetap berdiri dengan semua kemampuannya. Saat dia melihat pertarungan Pria Misterius, dia ingat tentang pertarungan ayahnya Larsen dan saudari perempuannya Tyra, yang merupakan seorang Ranker Rank S dan petarung terkuat di Klan Red Bear.


"Meskipun, mereka seorang Prajurit Elite dan seorang Ranker Rank E Level 50. Akan tetapi mereka tidak dapat menggunakan skill terbaik mereka, di Tanah Kematian yang tidak mempunyai energi mana." batin Linnea.


"Sven, bantu kami!" seru salah satu prajurit.


Sven berdiri membeku, dia tahu dia tidak mempunyai kesempatan menang jika dia ikut bertarung.


Sven, kemudian melihat ke arah Linnea, dia berpikir untuk membawa Linnea dan melarikan diri dari pria misterius itu.


"Kalian harus menahannya! aku akan menangkap Nona Linnea!"


"Sven, pengkhianat!"


Mereka semua tahu Sven menjadikan mereka tumbal untuk mengulur waktu, Sven ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.


"Sahabatku, aku akan mengatakan pada Raja Vali bahwa kalian adalah prajurit pemberani yang rela berkorban! Aku juga akan menjaga keluarga kalian."


Sven kemudian berlari ke arah Linnea.


"Saat bertarung kamu tidak boleh mengalihkan pandanganmu dari musuhmu!"


Pria misterius itu memenggal kepala salah satu prajurit, kemudian bertarung lagi dengan Prajurit yang lain dan berhasil mengalahkan satu-persatu prajurit dengan mudah.


"Monster!" kata Prajurit terakhir itu sebelum akhirnya mati.


Sven berlari ke arah Linnea, dia ingin segera pergi meninggal Tanah Kematian yang terkutuk ini. Saat dia pergi dari sini dia dapat menggunakan skillnya.


Linnea, masih membeku tidak mempedulikan Sven yang berlari ke arahnya. Sven sudah ada di depan Linnea.


"Nona Linnea, aku akan membawamu hidup atau mati!"


Sven ingin menebas Linnea menggunakan pedangnya.


"Jleb!"


Tiba-tiba Sven merasakan rasa sakit di punggungnya, saat dia melihat punggungnya kapak perang sudah menancap di punggungnya.


Pria misterius itu melemparkan kapak perang dari jarak yang lumayan jauh, dan tepat mengenai punggung Sven.


Sven Berlutut, sambil memuntahkan darah akhirnya Sven menghembuskan nafas terakhirnya.


Sesaat kemudian pria misterius itu mendekat ke arah Linnea.


"Maaf, aku membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama."


Pria misterius itu mendekat ke arah Linnea dengan tubuh yang berlumuran darah para prajurit, dia tidak terluka sedikitpun saat bertarung dengan para Prajurit.


Linnea sadar dari Keterkejutannya kemudian menutup matanya.


"Mengapa kamu menutup matamu?"


Pria misterius itu bingung dengan Linnea yang tidak mau melihat ke arahnya.


"Kamu... harus mengenakan pakaian terlebih dahulu!"


Pria Misterius itu, melihat tubuhnya ternyata dia telanjang dan tidak menggunakan sehelai benangpun.


Dengan wajah memerah karena malu pria misterius itu melihat mayat Sven kemudian mengambil pakaiannya. Sedangkan Linnea melihat ke arah lain.


"Aku sudah mengenakan pakaian, kamu sekarang bisa melihat ke arahku!"


Linnea melihat ke arah pria misterius, dia memperhatikan wajah pria misterius itu sangat tampan, dengan mata biru dan rambut panjang berwarna hitam, meskipun tubuhnya penuh dengan luka tetapi di wajahnya tidak ada luka sedikitpun.


"Namaku Roland, apakah kamu dapat memberitahu aku sekarang tahun berapa?"


"Sekarang adalah tahun 1703 Tahun Naga."


Tubuh Roland bergetar mendengar jawaban Linnea dia menelan ludahnya sendiri.


"Apa Tahun Naga! bukankah sekarang Tahun 1703 Tahun Ular?"


Di Planet Auriga pergantian nama tahun dilakukan selama 2000 tahun sekali. Karena banyak Ras yang mempunyai usia yang panjang.


"Tahun Ular adalah tahun saat Dua Belas Pahlawan mengalahkan Black Dragon Melanthios. Bila di hitung sudah 10,000 tahun sejak saat itu."


Linnea, menggigil ketakutan. Linnea sadar akan sesuatu.


"Tidak, aku manusia meskipun tidak sepenuhnya aku bukan Naga!"