Black Knight Roland 10,000 Years Later

Black Knight Roland 10,000 Years Later
Chapter 03. Durandal Sword.



Roland mengendong Linnea di punggungnya, dia sedang mencari desa terdekat untuk beristirahat dan memulihkan diri.


Hari sudah mulai malam, matahari sudah terbenam di sebelah barat. Suara monster dan hewan nocturnal mulai terdengar.


Roland, terus melakukan perjalanannya saat dia pergi lebih jauh ke dalam hutan. Roland bertemu sekelompok monster Brown Wolf.



source: Pinterest


Serigala berukuran tinggi 90 cm dan panjang 1,7 meter dari kepala sampai ekor, dengan bulu berwarna coklat gelap mendekat ke arah Roland.


"Auuuuuu!"


Linnea terbangun karena mendengar suara monster Brown Wolf .


"Roland, monster Brown Wolf adalah monster Rank E, tetapi mereka bergerak secara berkelompok."


Linnea, turun dari punggung Roland, dan siap untuk bertarung, dia tidak ingin menjadi beban untuk Roland.


Roland, menilai situasi dia melihat ke arah kelompok monster Brown Wolf yang mengelilingi mereka. Monster Brown Wolf ini lebih besar dan lebih kuat, dari monster Brown Wolf yang Roland pernah lawan 10,000 tahun yang lalu.


Seperti yang di ceritakan oleh Linnea mana di Planet Auriga semakin pekat. Mengakibatkan Monster dan semua Ras menjadi lebih kuat karena menyerap banyak mana.


Roland, tersenyum dingin matanya perlahan berubah menjadi mata seekor Naga. Roland siap untuk bertarung dengan kawanan monster Brown Wolf.


Akan tetapi sebelum Roland dan Linnea bertarung, seseorang menembakan anak panah dari kejauhan ke arah kelompok monster Brown Wolf.


Roland dan Linnea melihat sekelompok pemburu datang dari kejauhan, sambil membawa busur dan tombak


Roland, menghela nafasnya kemudian mengeluarkan tekanan Naga, para monster Brown Wolf yang merasakan tekanan monster yang kuat, berlari melarikan diri ke kedalaman hutan.


"Apakah kalian baik-baik saja?"


Salah satu pemburu berteriak menanyakan, keadaan Roland dan Linnea.


"Kami baik-baik saja."


Linnea melambaikan tangan ke arah para pemburu. Linnea mengetahui daerah ini adalah bagian dari Desa Pemburu/Hunter Village.


Para pemburu sampai di depan Linnea dan Roland.


"Perkenalkan namaku Curtis Evan aku tinggal di Hunter Village." Pemimpin para pemburu memperkenalkan dirinya.


Roland, ingat tentang sesuatu 10,000 tahun yang lalu, dia mempunyai sahabat bernama Curtis Evan. Seorang tentara bayaran yang mempunyai kemampuan berburu yang hebat.


Roland, memperhatikan wajah Curtis Evan dengan seksama. Curtis mempunyai rambut coklat dan mata hijau yang sama dengan sahabatnya di masa lalu.


"Namaku Linnea putri kedua dari pemimpin Klan Red Bear Larsen dan pria ini sahabatku Roland."


Linnea, memperkenalkan dirinya dan Roland.


"Roland?"


Tubuh Curtis Evan bergetar, dia kemudian memperhatikan wajah Roland.


"Rambut hitam panjang seperti malam dan mata biru seindah laut Kaspia... Aku Curtis Evan keturunan ke tujuh puluh dari The Night Hunter Curtis menyambut Lord Roland penguasa Onyx."


Setelah Curtis Evan berlutut satu per satu pemburu berlutut, ternyata mereka adalah keturunan dari sahabat Roland yang tersisa yang masih setia menunggu Roland. Mereka membangun Desa di dekat tanah kematian dan menunggu Roland.


Roland membantu semua pemburu untuk berdiri. Roland mengingat masa lalunya dia berpetualang ke semua wilayah, dan bertarung dengan banyak orang yang kuat. Sehingga banyak orang kuat yang rela mengikuti dan mengorbankan nyawa mereka untuk Roland.


Roland bersyukur masih ada yang mengingatnya, meskipun sudah 10,000 tahun berlalu.


Linnea berdiri membeku, pemburu di Hunter Village adalah orang-orang yang kuat, mereka rata-rata Ranker Rank C dan D. Kepala Desa Hunter Village, Curtis Iron, adalah seorang Ranker Rank A yang kuat, dia menolak tawaran dari Ruby Kingdom dan Klan besar untuk bergabung.


"Evan antar kami ke Hunter Village !!"


"Sesuai Perintahmu, Tuan!."


Curtis Evan membungkuk ke arah Roland, kemudian mereka melanjutkan perjalan ke Hunter Village.


Mereka sampai ke Hunter Village. Desa dengan rumah sederhana yang terbuat dari susunan batu dan atap jerami, mereka bertahan hidup dengan berburu monster dan menjual sisanya ke Klan terdekat.


Curtis Evan, membawa Roland dan Linnea kerumahnya. Sedangkan para pemburu sedang menyiapkan makanan untuk menyambut Roland dan Linnea.


Saat Roland dan Linnea masuk ke rumah Curtis Evan, mereka melihat seorang pria tua terbaring lemas karena sakit.


Pria tua itu dengan lemas melihat ke arah Evan.


"Ayah, kamu akan segera sembuh Tuan Roland, sudah datang ke Hunter Village."


Evan, memegang tangan pria tua itu, ternyata pria tua itu adalah Curtis Iron, Kepala Desa Hunter Village.


Iron melihat ke arah Roland kemudian berkata,"Rambut panjang hitam seperti malam dan mata biru seindah laut Kaspia... Aku Curtis Iron keturunan ke enam puluh sembilan The Night Hunter Curtis, menyambut Lord Roland penguasa Onyx."


Dengan lemas pria tua itu ingin berlutut, tetapi Roland menghentikannya dan menyuruhnya untuk tetap di tempat tidur.


"Salam Lord Iron sudah lama kita tidak bertemu, aku Linnea putri kedua Larsen."


Linnea, memperkenalkan diri.


"Nona Linnea, sudah lama tidak bertemu, maafkan aku karena tidak bisa menyambut kamu dengan layak."


"Lord Iron, apa kamu mendapatkan kutukan dari Dewi yang kamu ikuti?" tanya Linnea.


"Ayah, mendapatkan kutukan karena memilih untuk tinggal di Hunter Village menunggu Lord Roland, dia tidak menuruti perintah Dewi yang menjadi Sponsornya The Goddess of hunting and the wild dan mendapat kutukan."


Evan menjelaskan.


Roland kemudian duduk di sebelah Curtis Iron.


"Terima kasih, kamu telah menungguku. Apakah Dewi yang menjadi Sponsor kamu Diana/Artemis?"


Roland mengingat tentang sahabatnya Curtis Evan. Curtis Evan adalah seseorang yang memuja Dewi Diana/Artemis. Dewi Diana/Artemis adalah Dewi perburuan dan hewan liar.


Iron mengangguk, karena sudah mendapat persetujuan dari Dewi yang dia ikuti.


"Janjimu sudah kamu tepati. Katakan kepada Dewi yang kamu ikuti, kamu akan menuruti perintahnya!"


"Tuan Roland, Dewi yang aku ikuti mengatakan bahwa kamu harus membuktikan kelayakan kamu! Untuk menjadi tuanku, setelah itu dia akan mencabut kutukannya."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Bunuh Bronze Giant Boar di hutan sebelah barat."


Linnea, dan Curtis Evans terkejut dengan permintaan Curtis Iron.


"Roland, monster Bronze Giant Boar adalah monster Rank A. Monster itu mempunyai bulu yang tidak dapat ditembus oleh pedang, panah dan tombak!"


"Aku akan melakukannya!"


Roland tersenyum percaya diri. Monster Bronze Giant Boar adalah lawan yang pantas saat dia baru bangun.


"Tuan Roland, apakah kamu sudah menjadi seorang Ranker?" tanya Evan.


"Aku belum manjadi seorang Ranker, tetapi dahulu aku adalah seorang Ksatria, apakah leluhur kamu tidak menceritakannya?"


"Leluhurku hanya menceritakan, bahwa penguasa Onyx akan pergi ke Hunter Village untuk mengambil pedangnya."


Roland terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Curtis Evan.


"Apakah kalian menyimpan pedangnya?... Berikan kepadaku!"


Roland, sangat bersemangat dia berpikir pedangnya sudah diambil oleh Dua Belas Pahlawan.


Iron, bangkit dari tempat tidurnya dibantu oleh Evans, ternyata tempat tidur Iron adalah peti tempat menyimpan pedang Roland.


"Durandal!"


Linnea berteriak dia seperti mengetahui tentang pedang itu.


"Linnea, apakah kamu mengetahui tentang pedang ini?"


Roland, mengangkat pedangnya. Pedang Claymore Besar dengan panjang 1,7 meter dan sarung berwarna hitam dengan ukiran Rune berwarna merah. Pedang Durandal mempunyai tinggi hampir sama dengan Roland. Tinggi Roland adalah 185 Cm/1,85 meter.


"Durandal adalah pedang Rank Mitos, milik leluhur Eric, dia mengatakan pedang itu hilang saat dia bertarung dengan Black Dragon Melanthios. Dia akan memberikan posisi tinggi pada orang yang menemukannya."


"Sampah!!"


Roland yang mendengarnya menjadi sangat marah, dan mengeluarkan Aura Naga miliknya. Pedang adalah sahabat seorang Ksatria. Roland dan Durandal sudah mengalami ratusan pertempuran hidup dan mati, tetapi Eric berani mengakui Durandal adalah pedang miliknya.


Linnea, Curtis Iron, dan Curtis Evan ketakutan dengan tekanan yang dikeluarkan oleh Roland. Sesaat kemudian para pemburu di Hunter Village pergi ke rumah Kepala Desa Iron karena merasakan Aura Roland.