Black Knight Roland 10,000 Years Later

Black Knight Roland 10,000 Years Later
Chapter 06. Serigala Ksatria.



Monster Bronze Giant Boar perlahan membuka matanya, saat dia membuka matanya dia merasakan dua aura kuat, yang akan saling bertarung.


Monster Bronze Giant Boar mencoba untuk berdiri, tetapi monster itu tidak dapat menggerakkan keempat kakinya, karena terluka parah akibat pertarungan dengan kawanan monster serigala.


Monster Bronze Giant Boar akhirnya memilih berpura-pura mati seraya memulihkan kekuatan dan lukanya untuk melarikan diri.




Roland merasakan monster Black Steel Wolf, yang dia lawan, mempunyai kekuatan setara dengan seorang Ksatria Rank Legenda di masa lalu.



"Roland!! Berhati-hatilah monster dalam mode Berseker, akan menjadi puluhan kali lebih kuat!"



"Linnea, aku mengetahuinya! Aku akan bertarung dengan serius!" Roland tersenyum ke arah Linnea.



"Nona Linnea, sekarang kita harus menyingkir dari area pertarungan!" seru Evan.



Evan sudah mengetahui apabila mereka tetap berada di sini, mereka akan terkena dampak akibat pertarungan.



Semua pemburu menuruti perintah Evan mereka juga penasaran dengan kekuatan Roland. Mereka ingin membantu Roland tetapi mereka tahu bahwa mereka hanya akan menjadi beban.



"Tuan Muda Evan, apakah tuan Roland dapat mengalahkan monster serigala itu?"



"Aku yakin tuan dapat mengalahkan monster serigala itu! Dia adalah keturunan dari penguasa Onyx! Leluhurnya bahkan dapat memburu seekor Naga Rank S! Tuan pasti dapat mengalahkan seekor monster Rank A meskipun dia belum menjadi seorang Ranker!"



Linnea yang mendengarnya terkejut. Evan dan para pemburu mengira Roland adalah keturunan penguasa Onyx.



"Evan, Roland adalah penguasa Onyx," kata Linnea.



"Nona Linnea, penguasa Onyx telah mati 10,000 tahun yang lalu! Tidak ada manusia di masa lalu yang mempunyai umur lebih dari 1000 tahun meskipun mereka telah mencapai Rank Mitos! Kecuali mereka di pilih menjadi Ranker Dewa atau Konstelasi seperti Dua Belas Pahlawan! Tuan Roland sudah mati sebelum zaman Ranker."



"Evan, mengapa kamu mengira Roland adalah keturunan penguasa Onyx?"



"Leluhurku menceritakan bahwa penguasa Onyx adalah sahabatnya, dia menyimpan pedang penguasa Onyx sampai akhirnya dia mati. Nama leluhurku adalah Curtis Evan dia berpesan kepada semua keturunannya bahwa seseorang pria tampan bernama Roland, yang mempunyai rambut hitam dan mata biru seindah laut Kaspia, akan mengambil pedang itu! Akhirnya setiap pemimpin keluarga akan diberi nama 'Curtis' dan menunggu pria itu, aku kira tuan Roland juga mendapat nama 'Roland' dari pesan leluhurnya."



Linnea memikirkan sesuatu. Meskipun dia belum lama bertemu dengan Roland dia merasakan Roland adalah seseorang yang diselimuti banyak misteri.



"Tuan muda Evan!" Seorang pemburu berlari ke arah Evan dan Linnea.



"Apa yang terjadi?"



"Banyak monster jenis serigala, pergi ke perbatasan sebelah timur hutan!"



Evan bingung tentang kawanan monster jenis serigala yang pergi ke perbatasan timur hutan. Seharusnya mereka pergi ke sini karena monster Black Steel Wolf Rank A ini adalah Alpa mereka.



Evan dan Linnea saling memandang. Mereka seperti memikirkan sesuatu yang sama.



"Ancient Monster!!"



\*Sementara itu di area pertarungan.



Roland memasang kuda-kuda pertarungan, Pedang Durandal bersinar akibat pantulan sinar matahari. Roland siap bertarung tetapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Roland.



"*Monster ini sudah mengetahui bahwa aku jauh lebih kuat, tetapi mengapa dia tidak melarikan diri dan memilih untuk bertarung dengan mengorbankan nyawanya*!"



Monster Black Steel Wolf itu melihat Roland dengan aura membunuh yang kuat.



"Apakah kamu sedang melindungi sesuatu? Tetapi meskipun kamu sedang melindungi sesuatu aku tidak akan mundur dari pertarungan!"



Roland, mencengkram erat pedang Durandal.



"Auuuuuu!"



Monster Black Steel Wolf itu menyerang Roland dengan kecepatan secepat kilat. Monster itu berusaha untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.



"Bang!"



Roland, menahan serangan monster Black Steel Wolf dengan pedang Durandal. Roland, Fokus kepada semua gerakan monster Black Steel Wolf.



Monster Black Steel Wolf itu bergerak dengan lincah dan gesit, tidak seperti monster liar yang bergerak berdasarkan insting.




Roland, menggunakan tekniknya, dia menebas ke arah monster Black Steel Wolf, tetapi monster itu dapat menghindarinya kemudian mencakar kembali Roland.



Roland, hampir terkena cakaran monster Black Steel Wolf, meskipun cakaran monster Black Steel Wolf tidak berdampak mematikan untuk Roland, akan tetapi Roland mengetahui dalam pertarungan kesalahan sedikitpun akan berakibat fatal.



Banyak petarung dan ksatria di masa lalu terbunuh karena meremehkan lawannya dan menjadi lengah.



Roland menghindari semua serangan monster Black Steel Wolf begitupun dengan monster itu.



"*Apakah monster di zaman ini sekuat ini*?"



Roland tersenyum menikmati pertarungan.



Monster Black Steel Wolf itu menggunakan Skillnya, cahaya mana logam keperakan melapisi tubuh monster Black Steel Wolf dan berubah menjadi Jirah berwarna perak.



"Apakah, kamu mulai serius? Aku akan menerima tantangan kamu!"



Roland tertawa, kemudian memperkuat energi mananya, pedang Durandal di selimuti oleh cahaya mana berbentuk api hitam.



Roland, menyerang terlebih dahulu karena dia sudah mengetahui pola serangan monster Black Steel Wolf.



Pedang Durandal yang di selimuti oleh api hitam berbenturan dengan cakar monster Black Steel Wolf.



Sebagai monster berelement logam, api adalah kelemahan monster Black Steel Wolf. Roland sangat diuntungkan karena mempunyai *mana* element api.



Cakar monster Black Steel Wolf retak akibat berbenturan dengan pedang Durandal yang di selimuti api hitam.



Monster Black Steel Wolf menyerang kembali Roland dengan lebih agresif, monster itu sudah menyadari bahwa dia tidak dapat menang melawan Roland.



Monster Black Steel Wolf sekarang sudah tidak dapat mengendalikan skill Berserker miliknya dan menyerang dengan lebih ganas.



"Apakah kamu sekarang bertarung dengan putus asa?"



Jika Roland di posisi monster Black Steel Wolf dia akan melakukan hal yang sama.



Roland, dengan mudah dapat menyerang monster Black Steel Wolf. Meskipun tubuh Black Steel Wolf ditutupi oleh jirah berwarna perak tetapi api hitam Roland dapat melelehkan jirah itu dengan mudah.



Waktu berlalu, monster Black Steel Wolf sudah terluka parah akibat serangan Roland memperlihatkan banyak luka tebasan, sayatan dan tikaman ditubuhnya. Darah mengalir dari luka monster Black Steel Wolf. Tetapi monster itu tidak menyerah dan masih mempunyai semangat bertarung.



"Auuuuuu"



Ukuran monster Black Steel Wolf itu perlahan mengecil dan kembali ke ukuran semula. Monster itu berdiri dengan semua kemampuannya, meskipun dengan kaki yang gemetar menahan rasa sakit.



Sedangkan Roland tidak terluka parah, hanya ada beberapa bekas cakaran di armor kulit miliknya.



"Ayo akhiri ini!"



Roland siap mengeksekusi monster Black Steel Wolf. Monster Black Steel Wolf mengeram seolah-olah mengetahui apa yang dikatakan Roland.



"Groooowl!"



Suara monster babi terdengar, tiba-tiba seekor monster Bronze Giant Boar muncul dari balik semak-semak, monster itu berlari ke arah monster Black Steel Wolf yang terluka parah.



Roland, yang melihatnya segera pergi ke arah monster Bronze Giant Boar dan menendang monster itu sekuat tenaga, sehingga monster itu terlempar dan menabrak pohon dengan keras.



"Pengecut! Kamu tidak boleh menyerang seseorang yang tidak berdaya dan mencuri mangsa orang lain!" Roland mengeluarkan aura Naga.



Monster Bronze Giant Boar yang merasakan aura Naga Roland kembali pura-pura mati.



"*Awalnya aku mengira monster serigala ini adalah monster yang licik tetapi monster serigala ini mempunyai sifat seperti seorang Ksatria*."



Monster Black Steel Wolf dan Roland saling berhadapan mereka siap untuk melakukan serangan terakhir.



Roland dan monster Black Steel Wolf menyerang secara bersamaan, Roland berhasil menusuk jantung monster Black Steel Wolf, tetapi monster Black Steel Wolf itu berhasil menggigit bahu Roland.



"Roland!!" Linnea dan para pemburu pergi ke arah Roland.