
Monster Bronze Giant Boar, adalah monster Rank A yang kuat. Monster itu mempunyai ukuran tinggi 2,4 meter dan panjang 4 meter, Bulu dan kulit sekeras baja dan empat taring tajam mencuat dari mulutnya. Hanya sedikit monster Rank A yang dapat menjadi lawan seimbang, bagi monster Bronze Giant Boar.
"Roland, apakah kamu mempunyai rencana?" tanya Linnea.
Roland, menyentuh dagunya dan memikirkan sebuah rencana. Roland ingin melihat kekuatan Curtis Evans dan para pemburu.
"Apakah, kita harus berhenti melanjutkan perburuan?" tanya salah satu pemburu.
"Tidak! Kita harus melanjutkan perburuan! Kedua monster Rank A itu akan terluka parah setelah selesai bertarung!" jawab pemburu yang lain.
"Apakah, kita harus pulang dan membawa lebih banyak orang?"
"Perjalanan pulang akan memakan waktu selama 3 jam, pertarungan mereka akan telah usai saat kita pulang! Monster jenis serigala akan memakan hasil buruan mereka, bahkan tidak menyisakan tulang sedikitpun."
Curtis Evan, menenangkan para pemburu yang berdebat. Perburuan ini juga sangat penting untuk kesembuhan ayahnya.
"Kita akan melanjutkan perburuan! Untuk saat ini kita harus menilai situasi dengan bijak!"
"Sesuai perintahmu, Tuan!" jawab semua pemburu.
Roland, Linnea dan para pemburu, melanjutkan perjalanan mereka ke sarang Bronze Giant Boar.
Sesaat kemudian mereka sampai di sarang monster Bronze Giant Boar. Mereka melihat banyak monster Black Crow Rank E yang bertengger di atas cabang pohon. Monster itu sedang menunggu hasil akhir pertarungan untuk mendapatkan sisa makanan.
Roland dan para pemburu memperlambat langkah mereka, mereka menjaga jarak dan dengan hati-hati pergi mendekati area pertarungan.
Roland dan para pemburu akhirnya sampai di area pertarungan. Mereka kemudian bersembunyi di balik semak-semak dan pepohonan tidak jauh dari area pertarungan.
Roland dan para pemburu melihat monster Bronze Giant Boar sedang bertarung dengan kawanan monster Brown Wolf. Salah satu monster serigala itu mempunyai bulu berwarna hitam, bekas luka di mata kanannya dan ukuran dua kali lebih besar dari monster Brown Wolf.
"Monster Black Steel Wolf Rank A!" Linnea mengenali monster serigala hitam itu.
"Monster Black Steel Wolf Rank A adalah variant evolusi dari monster Gray Steel Wolf Rank C. Monster itu mempunyai gigi dan cakar yang tajam seperti pedang." sambung Evan.
Roland tersenyum, melihat monster Black Steel Wolf. Monster itu adalah lawan yang layak untuk Roland saat dia baru terlepas dari segel.
"Kita harus menunggu sebentar lagi! Aku yakin pertarungan ini akan selesai sebentar lagi!"
Monster Bronze Giant Boar mempunyai banyak luka di tubuhnya begitupun dengan kawanan monster serigala. Meskipun, monster Bronze Giant Boar mempunyai ukuran yang lebih besar dan bulu sekeras baja, tetapi monster Black Steel Wolf mempunyai gigi dan cakar yang dapat memotong baja dengan mudah.
"Auuuu!"
Monster Black Steel Wolf memberi perintah pada kawanan monster Brown Wolf. Selusin monster Brown Wolf menyerang ke arah monster Bronze Giant Boar.
"Groooowl!"
Monster Bronze Giant Boar menyeruduk kawanan monster Brown Wolf sehingga sebagian dari mereka terlempar dan menabrak pepohonan. Tetapi, sebagian monster Brown Wolf dapat menaiki punggung monster Bronze Giant Boar lalu menggigit dan mencakar punggung monster Bronze Giant Boar.
Monster Bronze Giant Boar tidak kehabisan akal dan membenturkan tubuhnya ke pohon terdekat. Kemudian monster Bronze Giant Boar itu melihat ke arah monster Black Steel Wolf dengan tatapan haus darah.
"Monster Black Steel Wolf itu sangat licik! Dia sengaja menguras tenaga monster Bronze Giant Boar dengan mengorbankan bawahannya!" seru Linnea.
"Linnea, monster di alam liar menggunakan kecerdikan mereka untuk bertahan hidup. Karena monster paling pintar dan kuatlah yang akan dapat bertahan hidup."
"Bukan hanya monster di alam liar, tetapi manusia juga menggunakan semua cara untuk bertahan hidup dan memenuhi keserakahan mereka. Meskipun harus menggunakan cara tercela bahkan mengorbankan keluarga atau sahabatnya," batin Roland.
Monster Bronze Giant Boar itu jatuh ke tanah karena terluka parah. Monster Bronze Giant Boar itu putus asa dan pasrah menjadi santapan kawanan monster serigala.
Roland, yang melihat monster Bronze Giant Boar tidak bisa bertarung lagi kemudian memberikan perintah,"Serang! Aku akan bertarung melawan monster Black Steel Wolf itu sendirian!"
"Linnea berhati-hatilah dan Evan kamu harus melindungi Linnea!"
Evan dan Linnea mengangguk.
Roland, mengeluarkan Pedang Durandal dari sarungnya kemudian berlari ke arah monster Black Steel Wolf.
Merasakan ada serangan monster Black Steel Wolf itu melolong memerintahkan kawanan monster Brown Wolf untuk siap bertarung lagi.
"Auuuuu!"
"Fire Blade!" teriak Roland.
Gelombang energi pedang yang terbuat dari api merah, menghantam kelompok monster Brown Wolf yang berjumlah sekitar lima puluh ekor. Meskipun skill ini tidak dapat membunuh semua kawanan monster serigala tetapi dapat melukai sebagian besar monster serigala.
Linnea dan semua pemburu terkejut, Roland menyerang di barisan paling depan dan menggunakan skill pedang setara Ranker Rank B.
Para pemburu mulai menyerang kawanan monster serigala, sedangkan Roland berlari ke arah monster Black Steel Wolf.
Merasa terancam monster Black Steel Wolf itu mengeram marah. Seolah-olah instingnya mengatakan bahwa Roland adalah lawan yang kuat. Monster Black Steel Wolf itu tidak bisa menyerang Roland dengan gegabah.
"Hahaha, monster yang cerdik, tetapi hari ini aku akan menjadikan bulu milikmu menjadi armor!"
Roland, tersenyum dingin.
Monster Black Steel Wolf itu tidak mempunyai pilihan lain, Roland tidak akan melepaskannya. Dia harus melawan Roland sampai salah satu di antara mereka mati.
Black Steel Wolf itu berlari ke arah Roland kemudian menerkam Roland. tetapi, Roland dapat menghindari terkaman monster itu dengan mudah.
Roland, kemudian menebas monster Black Steel Wolf. tetapi, monster Black Steel Wolf itu dapat menghindari tebasan Roland.
"Apakah kamu sudah terbiasa melawan manusia? Pertarungan ini menjadi semakin menarik!" Roland tersenyum dingin.
"Auuuu"
Monster serigala itu kembali menyerang dengan niat membunuh. Roland dan monster Black Steel Wolf mulai bertarung kembali, dengan lincah Roland menghindari semua serangan monster Black Steel Wolf..
"Monster ini bukan monster biasa, dia mempunyai kecerdasan seperti manusia! 10,000 tahun yang lalu aku dapat dengan mudah membunuh monster Black Steel Wolf."
Roland, menemukan celah kemudian menebas tubuh monster Black Steel Wolf, tetapi monster itu dapat menghindarinya dan meloncat ke belakang.
Para pemburu pergi ke arah Roland.
"Tuan!!! kami sudah selesai mengalahkan semua kawanan monster Brown Wolf!"
"Pergi!" teriak Roland menyuruh Linnea dan para pemburu tidak mendekatinya.Insting Roland mengatakan ada sesuatu yang berbahaya dari monster Black Steel Wolf ini.
"Auuuu!!!"
Suara lolongan terdengar, Energi mana berkumpul di sekitar monster Black Steel Wolf, mata monster itu perlahan menjadi merah dan ukurannya menjadi dua kali lebih besar. Monster itu mempunyai ukuran sama dengan seekor monster Drake.
"Monster itu adalah Ranker Dewa Monster!" teriak Linnea.
"Tuan, kami akan membantu kamu! Monster itu menggunakan skill: Berserker, dia menjadi beberapa kali lebih kuat!" seru para pemburu.
"Tidak! Dia adalah mangsaku! aku akan menikmati pertarungan ini sendirian!" Roland tertawa terbahak-bahak. Kemudian Roland mengeluarkan Auranya dia sudah lama tidak merasakan bertarung dengan semua kekuatannya.