
Sudah seminggu setelah aku mendengar cerita dari Oris tentang terbentuknya God's Way, tetapi semua rumor yang dikatakan Rebecca dan Ashley tentang pembantaian keluarga kerajaan oleh kelompok God's Way rasanya tidak mungkin terjadi.
Sifat pasukan dan pemimpin nya sangat baik dan berwibawa yang rasanya tidak mungkin kalau mereka akan melakukan pembantaian besar besaran terhadap anggota kerajaan. Setelah lama berfikir seorang pasukan penjaga memanggil dan menyuruh Evie untuk masuk kedalam istana untuk menemui Ratu mandisa.
Setelah masuk kedalam ruang istana terlihat sesosok wanita anggun yang sedang duduk dan sedikit memainkan pedang milik nya. Pandangan Evie tertuju pada Ratu yang disebut Mandisa tersebut.
Ratu Madisa merupakan satu satunya perempuan yang memiliki darah kerajaan di era ini sehingga membuatnya menjadi pemimpin sementara yang dipercaya oleh rakyat mesir dikala itu. Setelah para panglima datang ratu Mandisa mulai menyampaikan alasan kenapa dia memanggil semua panglima.
Ratu Mandisa langsung memulai pidato nya
"Saya memanggil kalian kesini karena ada hal yang harus dibicarakan dan ini hal serius."
"Hal apa itu wahai ratu?"
Tanya para panglima
"Menurut informan kerajaan kita, kelompok bandit terlihat di area Giza, mereka di deskripsikan memakai jubah dan penutup kepala serta memakai dua unit kapal tempur jenis fair wind. Para informan mengatakan bahwa didalam kapal tersebut terdapat meriam serta senjata penghancur lain nya. Setelah saya menyelidiki nya lebih lanjut saya bisa memastikan bahwa kapal dan para bandit tersebut berasal dari prancis."
"Maaf ratu, tetapi jika melihat dari pakaian yang mereka pakai bukankah lebih tampak seperti pasukan hashashin?" tanya Oris
"Memang benar, tetapi untuk apa mereka menyimpan meriam dan bendera Prancis di kapal mereka?" jawab Mandisa
Evie masih sedikit bingung tentang kehadiran ratu Mandisa di kerajaan mesir, "Aku sudah membaca semua buku pengetahuan tentang mesir kuno, tetapi aku yakin tidak menemukan satu pun kalimat yang menyebut tentang ratu Mandisa ini." seru Evie dalam hati
"Baiklah kita akan langsung ke inti masalahnya. Alasan saya memanggil kalian kesini karena kita memiliki misi yang sangat besar. Menurut beberapa sumber, kita mendapatkan informasi bahwa Prancis sedang memasuki periode sosial radikal dan pergelokan politik yang kemungkinan memiliki dampak besar, dan saya yakin bahwa faktor inilah kenapa para bandit Prancis tersebut memasuki Giza."
Para panglima terlihat sangat serius dalam menanggapi masalah ini tetapi tidak dengan Oris, dia terlihat biasa saja dan cenderung bersikap seperti tidak terjadi apa apa.
"Saya bisa bilang ini adalah waktu yang tepat untuk kita bangsa mesir memulai invasi terhadap Prancis, ini akan menguntungkan bagi pihak kita karena disaat kedua pihak ini sedang berseteru kita bisa dengan mudah menyusup kedalam daerah dan petinggi disana, untuk menjatuhkan Prancis dari secara perlahan dan kita akan kembali menjadi "sang penakluk" sama seperti disaat mesir dipimpin oleh ratu Cleopatra dan Yulius Kaisar dimana mereka lah yang membuat mesir sangat ditakuti kala itu, dan kita akan membawa moment itu dimasa sekarang."
Suasana seketika berubah menjadi tegang disaat ratu Mandisa berencana untuk melakukan invasi rahasia terhadap Prancis saat itu, dan para panglima termasuk Evie hanya bisa terdiam serta terkejut dengan rencana dari ratu Mandisa.
"Baiklah saya sudah memilih panglima yang akan saya kirim untuk melakukan misi penyusupan ini. Kyros Glaucus, Oris Gabino, Rana Rahema, dan acasha kalian akan melakukan perjalanan menuju Prancis untuk melaksanakan misi invasi rahasia ini dan sisanya menyelidiki tentang bandit yang sudah memasuki daerah Giza."
"Siap laksanakan ratu" teriak semua panglima Evie yg sedang berada didalam tubuh Kyros terkejut karena dirinya terpilih untuk misi ini.
"Sial sial sial kalau aku akan dikirim ke Prancis lalu bagaimana dengan misiku untuk menemukan bungker rahasia Cleopatra dan misteri God's Way, kenapa semuanya jadi makin rumit sih." ucap Evie berbisik
Kemudian semua panglima berpaling dan berjalan keluar dari ruangan dengan raut wajah campur aduk. Setelah keluar Evie pergi menemui Oris, Acasha, dan Rana untuk melakukan persiapan.
Mereka berempat mulai mengemas barang mereka seperti pedang, perisai, makanan, serta pakaian. Acasha dan Rana merapikan pakaian dan makanan sementara Kyros dan Oris mulai mengemasi pedang dan perisai mereka.
Tanya Acasha
"A.. Apa dia menyapa ku? Aku bahkan tidak tau namanya siapa, sial aku harus jawab apa."
bisik Evie
"Kenapa diam Kyros? Yasudah jika kau tidak mau bicara." seru Acasha
"Hahaha Kyros sekarang sudah menjadi kutu buku Acasha." ucap Rana sambil tertawa
Mereka berdua tertawa terbahak bahak diikuti Oris yg tersenyum.
"Kenapa Rebecca dan Ashley tidak memberi tahu informasi tentang teman teman Kyros, menyebalkan." ucap Evie berbisik
Esok hari mereka sudab siap dengan barang mereka dan berjalan menuju pelabuhan menuju kapal yang sudah dipersiapkan.
"Hey Oris aku ingin tanya beberapa hal, jika kau ikut dengan kami lalu bagaimana dengan pasukan God's Way milikmu?" tanya Evie
"God's Way dipimpin oleh 3 orang dan jika aku pergi maka masih ada dua orang lagi."
"Hey Rana lihatlah, ternyata Kyros masih bisa berbicara hahaha.. " Acasha dan Rana menggoda Evie terus menerus
"Sial dua wanita ini menyebalkan kenapa aku harus satu tim dengan mereka, huft."
Evie berbisik
Setelah perjalanan panjang mereka sampai di dermaga kapal, terlihat sebuah kapal besar yang gagah dan menyeramkan didepan mereka
Mereka bertempat langsung naik kedalam kapal, menaruh barang dan perbekalan mereka di kabin kapal dan langsung menemui putri Mandisa yang sudah menunggu mereka didalam kapal.
"Baiklah jika semua nya sudah dipersiapkan saya akan sampaikan beberapa hal. Kalian akan menuju Prancis dengan kapal ini dan akan turun di pelabuhan bagian selatan, dan saat kalian tiba berusahalah untuk tidak terlihat mencurigakan dan jangan terlalu mencolok. Disana kalian harus mencari informan kerajaan, dia akan menunggu di pintu pelabuhan dan untuk perintah selanjutnya saya sampaikan saat kalian sudah sampai disana mengerti?"
Ucal ratu Mandisa
Oris, Kyros/Evie, Rana, dan Acasha mengiyakan perkataan Mandisa dan bergegas untuk berlayar menuju Prancis disaat ratu Mandisa turun dari kapal.
Para kru kapal mulau menaikan layar, perlahan kapal bergerak maju dan angin yang berhembus kencang. Rana, Acasha, dan Oris mulai menikmati perjalanan tetapi tidak dengan Evie. Dia harus memikirkan cara untuk mengetahui lokasi bungker rahasia Cleopatra dan motif misteri God's Way. Tetapi dengan bergabung Oris, Evie sedikit mempunyai harapan akan mendapatkan informasi lebih tenang God's Way dari dirinya.
"Setidaknya aku sudah dekat dengan Oris dan dengan kami menjalani misi yang sama akan menjadi peluang untuk mendekati Oris dan menanyakan informasi informasi dari nya tentang God's Way."