BEYOND ANARCHY

BEYOND ANARCHY
War spear



Evie masih terkejut setelah mengetahui bahwa memori yang dia masuki adalah memori seorang panglima perang bernama Kyros Glaucus yang merupakan seorang pria tangguh.


Setelah melihat wajahnya di pantulan perisai seseorang dengan baju zirah lengkap meneriaki Evie untuk maju dan membawa pasukan dibelakang ny untuk menyerang benteng lawan. Namun Evie yang masih kebingungan pun panik karena dia tidak mempunyai skill bertarung sama sekali.


"Kyros bawa pasukanmu masuk ke bagian sayap kanan lalu serang bersamaan dengan panglima lain!" teriak seseorang sambil berlari


"Tunggu apa?" "caranya gimana?"


Tanya Evie


"Jangan bercanda disaat seperti Kyros cepatlah kita mulai kehabisan unit!"


"Panglima Kyros apa yang harus kami lakukan beri tahu rencana mu." tanya salah satu prajurit


Evie yang kebingungan serta panik akhirnya berlari menuju kerumunan pasukan musuh yang sudah bersiap dengan tameng didepan mereka dan pasukan dibelakangnya bersiap dengan tombak runcing



Benturan pun tak terhindarkan pasukan yang dipimpin Kyros alias Evie membenturkan senjata mereka kearah tameng para Prajurit musuh dan mereka saling membunuh satu sama lain. Evie kemudian berlari kearah panglima pasukan tersebut sendiri dan berhenti tepat dihadapan ny.


Evie saat itu ketakutan setengah mati dan tangannya pun gemetar melihat panglima musuh yang memakai zirah lengkap dengan perawakan yang sangar. Evie kemudian berlari kearah panglima musuh dan mengayunkan pedang nya kerah kepala dengan sekuat tenaga.


Namun panglima musuh itu dengan mudah menangkap pedang Evie hanya dengan satu tangannya.


"Apa?"


"Ini pedang beneran lho, gimana caranya dia bisa nangkis pedang ku cuman pakai satu tangan?" ucap Evie dalam hati


Tanpa basa basi panglima tersebut langsung mengangkat tangan Evie dan menendang dengan sangat keras sampai Evie terpental cukup jauh dan membuat zirah nya berhamburan kemana mana.


Lalu sang panglima berlari dengan kearah Evie dengan palu besar di kedua tangannya. Evie pun mencoba berlari namun sial nya panglima tersebut berhasil menangkap ny lalu mendaratkan palu itu ke bagian dada Evie, sontak Evie terpental lagi dan kali ini baju zirah yg ia kenakan rusak dan terlepas.


Panglima itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan kembali berlari kearah Evie.


"Jadi aku akan mati disini?"


Ucap Evie dengan lemas


Panglima musuh itu tidab dihadapan Evie dan mengarahkan tusukan pisau nya ke bagian leher, Evie hanya bisa pasrah lalu..


BRAKK!!


Sebuah kapak besi melayang entah dari mana mengenai kepala panglima tersebut dan membuatnya jatuh seketika, darah yang memancur dari kepalanya sangat banyak, lalu muncul sekumpulan prajurit bertopeng dibelakang Evie.



Para Prajurit inilah yang melempar kapak tadi untuk menyelamatkan Evie. Salah satu prajurit menghampiri Evie dan mengecek kondisi nya. Evie yang sudah lemas dan terluka seketika dibawa ke garis belakang untuk mendapatkan pengobatan.


Sialnya lagi sebuah batu berapi besar menghantam mereka berdua dan beberapa pasukan bertopeng tersebut. Sontak prajurit disamping Evie langsung berteriak dengan keras


"GOD'S WAY LAKSANAKAN FORMASI CHAKRAVYUHA"


pasukan bertopeng langsung membentuk sebuah formasi lingkaran dan menempatkan Evie di bagian tengah dari lingkaran itu bersama salah satu prajurit yang tidak lain adalah pemimpin nya


Mendengar teriakan tersebut Evie sontak menatap para Prajurit tersebut dengan wajah terkejut.Evie kebingungan karena setau nya kelompok God's Way merupakan sindikat kriminal yang telah menghabisi para petinggi kerajaan.


Namum yang ia lihat adalah kebalikan nya, kelompok God's Way justru melindungi dan menyelamatkan nyawa nya. Evie melihat sekeliling kelompok God's Way bertarung dan membawa prajurit yang terluka ke garis belakang serta berperang bersama prajurit Yunani lainnya.


"kau bisa berdiri panglima?"


"Ap... Iya bisa, te.. Terima kasih."


Evie pun hanya bisa berjalan dengan kesakitan dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Ini enggak mungkin, Atma Corp mengatakan bahwa kelompok itu adalah kelompok kriminal, tapi mereka tidak sedikit pun terlihat seperti itu." tanya Evie dalam hati


PasukanGod's Way membantu para Prajurit yang sudah kehilangan harapan, mereka dengan cepat menebas semua pasukan musuh dan memenggal kepala para panglima dengan gerakan yang sangat lincah.



Para Prajurit God's Way dan pasulan Yunani bersatu dan akhirnya berhasil masuk ke dalam pusat formasi dan menyeret keluar sang kaisar. Menandakan mereka telah memenangkan pertempuran.


Para Prajurit tampak bersorak dengan kencang, Evie pun perlahan berjalan maju kearah para Prajurit dengan luka di sekujur badannya.


"Kyros, kau tidak apa apa?" teriak salah satu prajurit


"Ahh aku eng... Tidak apa apa semuanya baik."


"Kau agak aneh hari ini, dimana sifat beringasmu kawan?" "Tapi yang penting kau baik baik saja."


Prajurit yang menyapa Evie merupakan teman dekat dari Kyros, namun karena yang berada dalam tubuh Kyros adalah Evie percakapan ny menjadi agak sedikit canggung.


"Kyros ada apa denganmu?"


"ehh Tidak kenapa kenapa ehh namamu.."


"Ayolah kau bahkan masih bisa bercanda walau dalam keadaan terluka seperti itu."


"Aku enggak becanda, aku emng enggak tau nama mu dasar." ucap Evie berbisik


"Oh iya pemimpin dari God's Way meminta mu untuk bertemu dengan nya di bagian sayap Timur, sebaiknya kau kesana, aku pergi dulu."


Prajurit itu langsung berlari


"Apa pemimpin God's Way?" "bagus ini kesempatan ku untuk tau lebih banyak mengenai apa yg terjadi sebenarnya."


Evie langsung berjalan menuju bagian sayal Timur dari pasukan dan dia melihat seorang berzirah tebal dengan topeng besi yang sangat menyeramkan sedang menatap nya.



Saat melihat para pemimpin dari God's Way Evie berseru dalam hati. "mereka lebih terlihat seperti demon dalam film² dari pada sosok prajurit yang baik."


Setelah sampai didepan para pemimpin tersebut salah satu pemimpin menyapa dan menegur Evie


"Perkenalkan nama saya Oris Gabino, saya pemimpin pasukan God's Way dan juga pengawal dari Aleksander Agung."


"Saya Ev... Maksudnya Kyros Glaucus salam kenal."


"Saya sudah mendengar banyak tentang anda dan pasukan yang anda komandoi, saya ingin bertanya beberapa hal saat kita sampai di istana." "Temui saya di arena gelandang malam ini."


"Baik saya akan kesana malam ini terimakasih."


Para pemimpin itu pun berjalan meninggalkan Evie.


"Aleksander Agung?" "Apa aku bis bertemu dengan nya disini?" "Tidak tidak aku harus mengetahui apa sebenarnya rencana mereka,dan ini saat yg tepat untuk mendekati para pemimpin itu agar aku bisa mendapatkan informasi dari mereka."


Evie pun berjalan mengikuti para Prajurit kembali ke istana, dan perang diakhiri dengan kemenangan oleh pihak Evie.


Evie berencana untuk mendekati para pemimpin God's Way agar ia bisa masuk lebih dalam lagi dan menemukan petunjuk tentang kelompok itu lebih jauh.