
Perang telah usai, Evie dan para pasukan lainnya berjalan menuju istana tempat mereka untuk beristirahat. Sesampainya disana Evie dihampiri oleh salah satu pemimpin God's Way yaitu Oris Gabino
"Permisi Kyros, bisakah kita bicara sebentar?"
"Iy... Iya mau bicara apa?"
"Sebelumnya apakah suara mu serak?"
"Ehh tidak saya baik baik saja."
"Soalnya suaramu agak terdengar lesu padahal badan mu itu besar sekali haha."
"Hehe iya.. (kenapa aku harus mendapatkan ingatan dan raga seorang laki² ini, menyebalkan) bisik Evie
"Baiklah ini pertanyaan ku, kenapa kau begitu terkejut saat kedatangan kami tadi, dan kenapa kau bisa sampai kalah dan terluka padahal kau hanya melawan seorang panglima kecil tadi?"
Tanya Oris
"Emm tadi itu... Saya melamun jadinya tidak fokus."
"Apa.. Kau masih bisa melamun disaat perang seperti itu?"
"Haha iya mungkin karena aku sangat kuat... (tidak ada salahnya aku menyombongkan diri sedikit kan hehe..)
"Kau memang sangat kuat, tapi kenapa kau kaget saat pasukan God's Way muncul tadi Kyros?"
"Apa kau baru mengetahui tentang pasukan God's Way ini?"
"ini saat yang tepat untuk menanyakan tentang kelompok God's Way lebih dalam, ini kesempatan emas." ucap Evie dalam hati
"Ehh iya, saya baru tahu tentang tenang kelompok God's Way, itu penyebabnya saya agak kaget tadi." jawab Evie
"Itu aneh kukira pasukan ini sudab dikenal oleh seluruh orang, ternyata masih ada yang belum mengetahui nya."
"Maaf sebelumnya tuan Oris Gabino."
"Panggil saya panglima oris saja."
"Baik panglima Oris, bisakah anda menceritakan tentang asal mula pasukan God's Way ini kepada saya?" tanya Evie
"Untuk apa kau menanyakan asal mula God's Way?"
"Saya penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang pasukan God's Way panglima."
"Hmm.. Baiklah jika kau memaksa, tidak kusangka panglima Kyros tertarik dengan cerita semacam ini."
Oris memulai cerita sambil berjalan ke arah pintu kerajaan didampingi Evie yang ikut berjalan di samping nya sambil mendengarkan cerita dari Oris.
Tahun 330 SM(Sebelum Masehi) Aleksander agung datang menjajah mesir dan akan mendirikan sesuatu yang disebut Dinasti Ptolemi. Ptotelemi berkuasa secara turun temurun hingga Ptolemi XIII, di sekitar tahun 51 SM(Sebelum Masehi) terjadi perpecahan antara Ptolemi XIII dengan Cleopatra yang merupakan kakak sekaligus istri nya sehingga pendukung kedua belah pihak terpecah.
Perpecahan itu sontak mengakibatkan perang sipil dan mengancam keamanan warga, seorang prajurit mesir sekaligus pendeta saat itu bernama Ishaq mendirikan sebuah pasukan militer khusus untuk menjaga para warga karena sedang ada konflik dari dua pemimpin yaitu Ptolemi XIII dan Cleopatra.
Cleopatra mengetahui tentang pasukan khusus Ishaq dan mengajak nya untuk bersekutu menjatuhkan Ptolemi XIII, namun Ishaq menolak tawaran tersebut dan tidak memihak pada siapapun. Suatu hari Ishaq dan seluruh pasukan khusus nya bersiaga di sebuah kuil bernama Kuil Edfu atau Temple Of Edfu,karena mendapat laporan bahwa akan ada bentrok disana.
Namun saat mereka tiba disana tidak terjadi apa apa. Tidak berselang lama sebuah bola api raksasa menghantam mereka dengan sangat keras dan membuat separuh pasukan tewas seketika, lalu terlihat sekelompok pasukan milik Ptolemi XIII yang sedang berdiri kearah mereka dengan jumlah yang cukup besar untuk menghancurkan Ishaq dan pasukan khusus nya.
Para pasukan itu pun langsung bergerak ke arah Ishaq dan pasukan nya, mereka pun berperang dengan sangat sengit, namun pasukan khusus Ishaq berhasil dipukul mundur karena jumlah pasukan nya yang sedikit, Ishaq pun memerintahkan untuk kabur dan berlari kearah benteng utama milik Cleopatra bersama pasukan nya yang masih hidup.
Sialnya para pasukan musuh berhasil mengejar Ishaq dan membunuh semua pasukan khusus nya hingga tersisa Ishaq seorang diri yang di kepung dari segala arah. Ishaq yang kini berada di ujung tanduk, mencoba melawan dengan sekuat tenaga namun sia sia karena jumlah Ishaq kalah jumlah. Tidak lama kemudian terlihat serbuan asap yang tebal sampai para pasukan dan Ishaq tidak bisa melihat apapun.
"Asap apa ini apakah Ptolemi itu mengirimkan pasukan lagi?" tanya Ishaq
"Siapa mereka, mereka bukan tentara mesir!"
Ucap Ishaq berbisik
Dibelakang tentara tersebut terlihat dua orang yang sedang berdiri dan ternyata mereka adalah Ratu Cleopatra dan salah satu panglima Yunani(terlihat dari pakaian nya).
"HABISI MEREKA SEMUA!"
teriak panglima Yunani tersebut
Para tentara Yunani itu turun dan membantai pasukan yang sedang mengepung Ishaq, para tentara Yunani terlihat sangat lihai dalam memainkan senjata mereka dan pasukan Ptolemi tersebut akhirnya berhasil dipukul mundur. Cleopatra dan panglima pasukan Yunani itu mendekati Ishaq.
"Sekarang bagaimana?" "Kau mau bersekutu dengan ku?" tanya Cleopatra
Ishaq hanya diam tidak bicara sedikit pun
"Baiklah sekarang kita akan membawamu ke istana dan menyembuhkan luka mu itu"
Seru Cleopatra dengan senyum
Mereka kemudian berjalan ke istana Cleopatra,
Sepanjang perjalanan Ishaq hanya diam dengan pandangan murung kebawah berfikir kematian para anggota nya adalah kesalahan nya yang tidak bisa melindungi nya.
"Bagaimana kalau kamu mempertimbangkan tawaran ku sekali lagi, kita sama sama diburu oleh pasukan milik Ptolemi." "kita bisa bekerja sama."
"Kau bisa membalaskan dendam para anggota pasukan milikmu yang sudah berjuang tad."
Ucap Cleopatra
"Apa kau fikir aku mau bersekutu hanya demi membalas dendam wahai ratu?" seru Ishaq
"Ptolemi XIII bukan hanya menginginkan diriku dan kamu, tapi semua orang yang menentang nya akam dihabisi." "Bayangkan jika dia berhasil memimpin mesir, akan seperti apa dia berkuasa?"
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Semua pasukan ku telah gugur, apa kau menyuruh ku maju seorang diri menghadapi pasukan Ptolemi XIII?"
"Aku sudah beraliansi dengan orang orang Yunani dan mereka akan membantu kita, perkenalkan ini adalah salah satu panglima pasukan Yunani terhebat namanya Yulius Kaisar."
"Perkenalkan Ishaq, namaku adalah Yulius Kaisar dan kehadiran ku disini untuk kembali menguasai mesir dengan ratu Cleopatra, kami beraliansi."
Yulius memperkenalkan diri
"Lalu apa hubungannya ini dengan balas dendam?" tanya Ishaq
"Kami akan membantu mu, kau akan mendirikan sebuah pasukan baru yang akan diisi oleh para panglima berpengalaman dan kau akan menjadi pemimpin nya."
Setelah mendengar itu Ishaq terdiam sesaat, namun akhirnya dia menerima tawaran Yulius dan Cleopatra serta bersumpah untuk setia kepada Cleopatra yang sekarang ia anggap sebagai ratu.
Beberapa hari kemudian terjadi pembantaian besar besaran terhadap pasukan milik Ptolemi XIII dan para pengikutnya, orang orang sekitar meyakini bahwa pelaku nya adalah sekelompok orang bertopeng emas serta sangat mahir dalam melompati bangunan.
Pasukan tersebut tidak lain adalah God's Way yang dipimpin oleh Ishaq dan para panglima pasukan yang menjadi bawahannya.
Setelah melakukan pembantaian mereka kemudian berhasil membunuh Ptolemi XIII dan para pengikutnya serta membuat Cleopatra berhasil menjadi pemimpin di mesir dan dibantu oleh Yulius Kaisar sebagai pendampingnya.