Between Love and Friends

Between Love and Friends
sakit hati



sementara itu, saat Presdir rendy dan Presdir Joe sedang berdangsa.


"Presdir Rendy suatu kehormatan bagiku engkau memilih ku di lagu pertama ini" kata Joe kepada Presdir Rendy dengan senang dan tersenyum


"haha tidak apa-apa santai saja" sahut Presdir Rendy dengan senyum.


saat dangsa lagu pertama selesai akhirnya dilanjutkan oleh orang-orang yang lainnya.


acara demi acara


setelah mencapai pukul 10 malam akhirnya pesta pun berakhir. semua para tamu dan staf kantor pun pulang dan beristirahat.


"Riska ayo kita pulang bersama" Joe mengajak Riska pulang bareng.


"ehh Joe kamu pulang saja duluan aku akan pulang sendiri" kata Riska menolak


"eehh kenapa?" sahut Joe penasaran.


"tidak apa-apa aku hanya ada urusan sebentar disini jadi agak lama"kata Riska mencari alasan.


"ehmm oke yaudah deh ..aku pulang kamu hati-hati yah" balas Joe percaya pada Riska .


Riska menolak pulang bersama Joe karena keadaan hatinya yang sedang menahan rasa sakit hati.


Riska menyendiri dan saat semua pada pulang malam itu agak mendung.


Riska pulang dengan berjalan kaki.


saat sedang dijalan hujan turun agak deras ..perlahan\-lahan baju Riska mulai basah dan hari semakin gelap.


Riska berjalan di pinggir dan karna menahan kedinginan ia pun duduk di pinggir jalan dan memeluk lutut nya sendiri dan melipat serta menundukkan kepalanya.


dan tak lama kemudian saat Riska yang sedang ketakutan di malam yang sepi itu ..


tiba-tiba ada suara mobil yang mendekat, Riska menatap ke arah mobil yang kebetulan lewat mobil berwarna hitam dan mewah .


saat semakin mendekat mobil tersebut berhenti tepat di depan Riska, lalu seseorang turun dan mendapati Riska yang sedang duduk memeluk lutut nya menahan kedinginan karna hujan yang agak deras.


sambil membawa payung seseorang itu mengulurkan tangan nya memberi bantuan kepada Riska dan tak lain seorang tersebut adalah Presdir Rendy.


Riska menerima juluran tangan tersebut dan berdiri tepat di depan Presdir Rendy.


"kenapa kamu sendirian?"kata Presdir Rendy kepada Riska.


"bukankah kamu selalu bersama dengan nona Joe?"kata Rendy lebih lanjut.


"tidak apa-apa"jawab Riska dengan singkat dengan keadaan menggigil menahan kedinginan.


melihat Riska yang kedinginan Presdir Rendy melepas jas nya dan memberi kan serta memakainnya kepada Riska.


melihat perilaku Presdir Rendy Riska hanya terdiam dan senyum.


setelah itu Presdir Rendy membawa riska sambil memegang kedua tangan Riska dan mendarat kan kepala Riska ke dadanya untuk melindungi Riska dari hujan, kehangatan dari tubuh Presdir Rendy membuat Riska nyaman danerasa hangat . riska masuk dan naik kedalam mobil Presdir Rendy dan mengantarkan Riska kerumah nya.


setelah beberapa menit kemudian sesampainya di rumah Riska .


"Presdir Rendy terimakasih sudah mengantarkan saya pulang " kata Riska penuh ucapan terimakasih kepada Presdir Rendy sambil beranjak turun dari mobil.


"ha..ha..haciimmm" tanpa sengaja Riska bersin


dan saat dia bersin terlihat oleh presdir Rendy.


"nanti kamu minumlah air hangat dan minum obat flu biar kamu gk sakit."sahut Presdir Rendy memberi saran kepada Riska saat melihat Riska yang sedang bersin.


"baiklah tuan terimakasih atas perhatian dan saran anda" balas riska sambil membungkukkan badannya memberi hormat kepada Presdir Rendy.


"baiklah tuan hati-hati" sahut Riska sambil melambaikan tangan nya dan tersenyum.


"Brum..Brum..Brum.." suara tancap gas mobil Rendy.


Riska hanya memandangi mobil Presdir Rendy yang semakin lama semakin jauh.


saat mobil Presdir Rendy tak terlihat lagi Riska masuk kerumahnya dan mengganti pakaiannya.


sementara itu


Joe terlihat mondar-mandir di kamar nya sepertinya sedang kelihatan cemas


dan berusaha menelepon berkali-kali namun tak tersambung.


dan Riska yang sedang terbaring di ranjang nya yang empuk ia memainkan handphone nya dan melihat ada 10 panggilan tak terjawab.


setelah melihat panggilan tak terjawab itu riska segera menelepon ulang .


saat duduk di sebuah sofa yang ada di kamar nya akhirnya ada panggilan masuk dari handphone milik Joe dan yang menelepon adalah sahabat nya yaitu Riska.


"Riska kamu sekarang ada dimana? kamu udah sampai di rumah?"kata Riska dengan berbicara dan nada yang cukup cepat.


"Joe aku lagi ada dirumah"kata Riska sambil menenangkan Joe.


"baiklah baguslah kalau begitu"kata Joe dengan lega.


"kamu menghawatirkan aku?"tanya Riska pada Joe


"yaiya lah sebenarnya tadi saat kamu menolak untuk kembali bersama ku, aku merasa tidak yakin dan saat aku pulang di perjalanan turun hujan yang agak deras dan aku mengingat mu bagaimana kamu akan pulang sendiri dengan keadaan hujan?" kata Joe dengan panjang lebar dan menjelaskan.


"hmm Joe makasih kamu sangat baik,aku baik-baik saja kok"kata Riska kepada Joe dengan penuh terharu.


melihat tingkah sahabatnya Riska menjadi tidak enak hati yang tanpa sengaja ngambek kepada sahabatnya hanya karna cemburu.


Riska tidak mau persahabatan mereka hancur hanya karena memperebutkan satu pria.


(gumam Riska dalam hatinya.)


keesokan harinya,


saat sedang di kantor Presdir Rendy dan Presdir joe masuk semua staf kantor menyambut kedatangan mereka dengan membungkuk dan memberi hormat dan menyapa dengan ramah dan sopan kepada kedua Presdir mereka.


Presdir.


Presdir Rendy dan Presdir Joe membalas sambutan mereka dengan senyum.


setelah sampai ke ruangan masing-masing.


Joe meminta sekretaris Riska meminta tanda tangan Presdir Rendy.


dan Riska pun menerima perintah dari Presdir Joe.


***bagaimana kisah selanjutnya?


teman-teman terimakasih sudah mensupport novelku dan mampir kesini .author sangat berterima kasih.


oiya jangan lupa tinggalkan jejak nya yah ..dengan cara like, comen dan vote 😁 terimakasih.


dan update akan tayang setiap hari Selasa dan juga setiap hari Jumat 😁.


dan di comen aku boleh kok comen apa aja dan juga boleh mempromosikan karya masing-masing 🙏.


oke jangan lupa nanti kan terus cerita selanjutnya***.