Between Love and Friends

Between Love and Friends
ayah sakit



 


saat sesampainya di rumah, Riska merebahkan diri di ranjang nya yang empuk sambil memainkan handphone miliknya.


 


setelah beberapa kemudian ia berpikir tentang pesta yang akan di adakan dua hari lagi.


sesaat saat dia sedang berpikir tiba-tiba Sang ibu datang dan menghampiri Riska yang tengah sedang melamun.


"Riska " kata ibu sambil memanggil Riska dan mendekati Riska dan duduk di samping Riska di atas ranjang nya."ya ibu ada apa?"tanya Riska yang heran melihat ibu nya yang tiba-tiba datang dan memanggil nya dengan wajah yang cemas.


"ayah mu sedang sakit, dan dia sekarang sedang di rawat di rumah sakit"kata ibu menjelaskan maksud dengan raut wajah yang kelihatan cemas.


"apa?? ayah sakit? sejak kapan? kenapa ibu tidak mengatakan padaku sejak tadi?"kata Riska merespon dengan cepat dan khawatir.


"tadi siang ayah mu jatuh pingsan dan ibu langsung membawanya kerumah sakit, paman Ruli yang mengantar kan dia kerumah sakit"kata ibu lebih lanjut dengan cemas.


"lalu kenapa ibu tidak memberitahu aku tadi siang?" sahut Riska dengan nada marah dan khawatir.


"ibu takut akan mengganggu kamu bekerja" kata ibu Riska dengan berteriak.


"jadi bagaimana dengan keadaan ayah?"kata Riska sambil panik.


"kata dokter dia harus dirawat dirumah sakit,dia akan baik-baik saja jika di rawat di rumah sakit selama beberapa hari.tapi Riska ibu khawatir bagaimana cara membayar administrasi rumah sakitnya."kata ibu menjelaskan masalah nya.


"tidak apa-apa ibu ..masalah biaya aku akan bekerja lebih giat lagi asalkan ayah baik-baik saja."sahut Riska dengan panik.


(dirumah sakit)


setelah mendengar kabar tersebut Riska dan ibunya bergegas menemui ayah nya di rumah sakit.dan sesampainya di rumah sakit Riska mendapati ayahnya yang sedang berbaring lemah dirumah sakit dengan di temani oleh paman Ruli.


"nak,paman mau balik dulu, paman punya urusan sebenantar diluar"kata paman Ruli meminta izin supaya di izinkan untuk menyelesaikan urusan yang ingin dia kerjakan.


"iya paman terimakasih sudah menjaga ayah dan mengantarkan ayah kesini "kata Riska dengan penuh ucapan terimakasih.


"iya nak sama-sama"kata paman Ruli dengan senyum perhatian.


setelah itu paman Ruli pergi meninggalkan rumah sakit.


sementara itu,


tak lama Riska memandangi ayah nya..Riska memegang tangan ayahnya yang lemas itu.dan ayah nya sadar dari tidurnya."Riska "nada ayah Riska memanggil Riska dengan lemas dan menahan air mata nya.


"ayah"sahut Riska yang sedang cemas memikirkan ayahnya dan membuat air mata nya berlinang.


"maaf kan ayah tidak bisa menjadi ayah yang terbaik buat kamu,ayah sangat tidak berguna ini hanya akan membuat penderitaan Dimata mu"kata ayah dengan penuh penyesalan.


"ayah..jangan berkata seperti itu, mau bagaimana pun ayah tetap adalah ayah ku."balas Riska dengan menahan air matanya sambil tersenyum paksa.


ayahnya hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya itu.


"pokok nya ayah harus sembuh, jika ayah sudah sembuh nanti kita akan membentuk keluarga kita menjadi lebih harmonis lagi dari yang sebelumnya" jelas Riska sambil menyemangati ayahnya.


saat perbincangan antara keluarga itu .. tiba-tiba Joe datang sambil berlari kecil menemui Riska, ibu,dan ayah riska dirumah sakit


"Riska " Joe memanggil dengan tergesa-gesa dan khawatir.


"aku dengar ayahmu dirawat di rumah sakit dan aku berusaha menemui mu disini" kata Joe dengan panik.


"maaf Joe aku tidak sempat mengatakan nya padamu," kata Riska sambil meminta maaf.


"ah...tidak apa-apa Riska,kamu jangan minta maaf" balas Joe dengan penuh perhatian sambil meletakkan tangan nya di bahu Riska dengan lembut.


"Joe aku khawatir"nada Riska yang semakin lemah dan dengan wajah yang menunjukkan kesedihan dan khawatir.


"Joe boleh kah aku minta tolong?"kata Riska dengan memelas pada Joe.


"Riska aku adalah sahabat mu tentu saja aku akan membantu mu dan masalah biaya dirumah sakit ini kamu tak perlu khawatir aku sudah melunasi nya tadi sebelum sampai kesini."kata Joe panjang lebar dengan penuh perhatian.


"terimakasih Joe,kamu memang sahabat ku yang terbaik".balas Riska sambil memeluk Joe dengan penuh terimakasih.


Joe tersenyum melihat berkurang nya kecemasan Riska ..


setelah esok hari ayahnya Riska semakin membaik ,dan itu adalah suatu kebahagiaan di hati Riska dan ibunya.


"Riska akan ada acara di kantor mu bukan?"kata ibu kepada Riska.


"tidak apa-apa bu, aku tidak akan ikut ke acara itu, aku akan tetap disini bersama ibu merawat ayah."kata Riska meyakinkan ibu.


"ayah tidak apa-apa Riska, tidak baik pesta perayaan perusahaan CD GRUP tempat kamu bekerja kamu tidak ikut hadir." kata ayah sambil meyakinkan Riska .


"emmmm"Riska memikirkan kata-kata ayahnya dua kali.


"baiklah ayah aku akan ikut kesana dan akan kembali kesini lagi" kata Riska dengan senyum kepada ayahnya.


"nah..begitu donk, itu baru anak ayah."kata ayah Riska dengan menyemangati Riska .


(sepulang Riska di rumah sakit, dirumah Riska)


setelah memutuskan untuk ikut ke pesta, Riska memandangi dan melihat beberapa gaun yang dia miliki, dihati nya ia berpikir bahwa gaun ya g dia miliki seperti nya tidak pantas untuk di bawa ke acara.


saat berpikir agak lama Riska ingin menelepon joe, namun sesuatu terlintas dipikiran nya Riska tidak ingin merepotkan Joe hanya karna hal yang sepele .Riska tidak jadi menelepon joe .


Riska pergi sendiri di toko pakaian yang cukup besar.


setelah memilah memilih pakaian yang ia sukai, Riska memilih pakaian yang sederhana sesuai harga yang ia sanggup bayar.


gaun yang dia pilih adalah gaun yang berwarna coklat berkerah yang model nya terkesan agak mewah.


saat Riska selesai berbelanja pakaian sesampainya di rumah ia menyimpan pakaian yang akan dia kenakan di acara dengan baik.


bagaimana keadaan Riska saat di pesta nanti? kisah lanjut nya akan update tanggal 21 Agustus nanti.


teman-teman jangan lupa di like ya,di komen dan juga jangan lupa di vote.


terimakasih sudah mensupport 😁.


nantikan terus kisah selanjutnya.