Between Love and Friends

Between Love and Friends
pesta



ketika Riska sedang beres\-beres mempersiapkan pesta ..dalam hatinya ia akan tampil lebih cantik agar dapat di pandang oleh presdir Rendy.


tak lama kemudian saat sedang berpikir "driiingggg"nada panggilan masuk di hp Riska


"ada apa Joe ?"tanya Riska sambil menerima panggilan.


"ris nanti kamu berangkat sendiri yah aku tidak bisa jemput karna aku sedang ada di luar, tenang saja aku pasti akan datang kok di pestanya"kata Joe menjelaskan maksud nya kepada Riska .


"baiklah Joe tidak apa-apa."kita Riska mengiyakan.


"baiklah ris sampai jumpa di pesta , nanti pulang kita bareng"kata Joe lebih lanjut.


"iya daaa sampai jumpa".kata Riska kepada Joe sambil menutup telepon.


saat malam tiba di pesta,


malam itu di acara pesta perayaan perusahaan CD GRUP akan dimulai..


Presdir Rendy dan Presdir Joe datang bersamaan dan sisi Presdir Rendy sudah berdiri sekretaris dessty dan disisi Presdir Joe sudah berdiri sekretaris Riska .


dan acara pun dimulai


pada saat ituu semua orang menikmati pesta.


tak lama kemudian seseorang datang dengan pakaian berjas hitam,tinggi dan kulit agak kecoklatan datang menghampiri Presdir Joe .sambil menyapa ia duduk di sebelah kursi Presdir Joe yang kosong.


Joe hanya mengabaikan kedatangan orang tersebut.


tak lama kemudian "Presdir Joe "sapanya dengan senyum.


"nona Joe, malam ini anda kelihatan sangat cantik "kata seorang itu dengan memuji Joe .


"terimakasih"kata Joe merespon dengan singkat.


"bagaimana kalau anda bersedia bermalam dengan saya, saya jamin akan membuat anda puas"lanjut orang itu dengan tatapan genit.


"wah..anda sangat tidak memiliki moral"kata Joe dengan nada marah.


"apa anda ragu tidak akan puas? saya akan menjamin memuaskan mu nona Joe"kata pria itu dengan menatap genit dan memaksa .


"PLAK!!" Joe menampar wajah pria itu.


"dasar pria tidak tau diri"sahut Joe dengan marah sambil berteriak.


"anda sangat kurang ajar apakah anda tidak tau sopan santun?"kata pria itu dengan rasa tidak bersalah.


"anda berlagak sok menolak seperti sudah punya pacar saja"kata nya lebih lanjut lagi .


sambil mendaratkan tangan nya untuk mencengkram tangan Joe dengan paksa , namun sebelum sempat mendarati tangan nya tiba-tiba seseorang menahan pergerakan nya dan memegang tangan pria itu dengan erat.


dan yang tak lain pria itu adalah Presdir Rendy.


"anda jangan macam-macam dengan nona Joe"kata Presdir Rendy dengan tatapan marah.


"emang anda siapanya? apakah anda ingin menjadi pahlawan?"kata orang itu dengan senyum sinis percaya diri.


"saya adalah pacarnya, mohon menjauhlah, pacar saya alergi dengan orang-orang tidak tau diri seperti mu."kata Rendy dengan amarah membela Joe .


setelah Rendy mengucapkan kata-kata tersebut tanpa sengaja Riska mendengar nya.


"dan oiya pintu keluar terbuka lebar untuk mu"kata Rendy dengan lebih lanjut.


setelah mendengar perkataan tersebut pria itu hanya terdiam melihat aksi Presdir Rendy dan pria itu dibawa keluar oleh pengawal Presdir Rendy dengan paksa.


"apa kau tidak apa\-apa? " kata Presdir Rendy menanyakan keadaan Joe."tidak apa\-apa terimakasih sudah menolong ku"kata Joe dengan penuh ucapan terimakasih kepada Rendy .


tiba-tiba "deg..deg..deg.", tiba-tiba detak jantung Joe berdetak dengan kencang.


Joe membalas senyuman Presdir Rendy dengan senyum nya dengan keadaan pipinya yang merah merona.


sementara itu,


setelah mendengar perkataan Presdir Rendy yang barusan dia katakan kepada seseorang yang sedang berbincang dengan Joe .


perkataan tersebut terus terdengar di telinga Riska .


dengan perasaan sedikit sedih dan mungkin itu adalah cemburu. Riska memendam rasa kepada seseorang yang mengaku menjadi pacar sahabatnya sendiri.


hati Riska tiba-tiba menjadi sakit bagai tertusuk jarum tajam yang kecil.


dan Riska menjadi tidak bersemangat dan menyendiri. saat sedang melamun menahan rasa cemburunya tiba-tiba seseorang datang dan menyadarkan Riska pada lamunannya "hey..Riska " sapa seorang tersebut yang tak lain adalah Debora teman kerjanya saat menjadi office boy.


"ehh Hay..Debora " balas Riska dengan tidak semangat dan tersenyum paksa.


"puffttt .. kenapa kamu menyendiri?"kata Debora lagi.


"tidak apa-apa aku hanya sedang ingin sendiri"kata Riska kepada Debora baiklah..


saat sedang mengobrol dengan Debora tak lama kemudian seseorang datang dan memberi segelas minuman kepada Riska dan Debora.


"Hay..kenalkan nama ku Andika " sapa Andika dengan senyum ramah kepada Riska dan debora.


"nama ku debora dan ini Riska " balas Debora dengan ramah dan menerima minuman yang disediakan oleh andika.


sejak itu Andika,Debora,dan Riska berbincang-bincang namun hati Riska lebih fokus pada kejadian tadi.


saat sedang asyik berbincang-bincang acara nya dilanjutkan.


"baiklah untuk acara yang selanjutnya kita akan mengadakan dangsa .nah..di acara ini lagu pertama akan di buka dan diawali dari Presdir Rendy" kata MC pembawa acaranya.


dan semua orang bersorak girang dan bertepuk tangan.


"silahkan Presdir Rendy memilih pasangan nya untuk dangsa"kata MC lagi.


saat mendengar tersebut Riska berharap Presdir Rendy dapat memilihnya namun ia tidak yakin karena dalam hatinya pasti Presdir Joe lah yang dia pilih .


tebakan Riska benar tentu yang dia pilih adalah Presdir Joe .


Presdir Rendy meraih tangan Joe dan mengajak berdangsa.


dan riska melihat dengan sedih dan tak mau berlama-lama melihat mereka yang sedang berdangsa.


sementara orang-orang mengagumi mereka


"wah..Presdir Rendy benar-benar sangat tampan"kata seseorang


"haha mereka berdua sangat cocok"kata seorang lagi.


"Presdir Joe benar-benar sangat cantik"kata seorang lainnya.


"iya..Presdir Joe memang pantas bersama dengan Presdir Rendy" lanjut seseorang lagi.


"seandainya Presdir Rendy berdangsa dengan ku"kata seseorang perempuan yang sambil membayangkan dia berdangsa dengan Presdir Rendy.


"dasar bodoh, mana mungkin Presdir Rendy mau berdangsa dengan mu yang hanya sebagai orang rendahan?"kata seseorang lagi dengan kesal dan menyadarkan orang yang khayalan nya terlalu tinggi.


mendengar hal tersebut dada Riska mulai sesak dan rasa cemburunya menambah sedikit demi sedikit.