Between Love and Friends

Between Love and Friends
membandingkan



jadi sejak membaca surat itu Lisa yang tak lain adalah adik dari Yuyun ibunya Joe dan menjadi bibi dari Joe.


sejak saat itu Joe dirawat oleh bibi Lisa dengan penuh kasih sayang, sehingga Joe tidak kekurangan kasih sedikit pun.


Joe mengetahui peristiwa tentang ayah dan ibunya itu sejak kelas 4 SD, sejak saat itulah Joe menjadi rajin belajar dan berusaha menjadi anak yang rajin dan pintar di sekolah sesuai dengan keinginan ibunya.


dan hasil usahanya terlihat dari setiap ranking yang ia dapatkan setiap tahunnya.


sedangkan aku Riska yang memiliki keluarga, memiliki ayah dan ibu namun aku tak pernah merasa memiliki orang tua,aku tak sempat merasakan kasih sayang orang tua.


orang tua ku yang sibuk pada ego masing-masing.


dan apalagi aku yang sudah berhenti sekolah hanya karna kekurangan biaya.


penderitaan dan kesedihan lah yang sering aku alami dan aku selalu berpikir akan kah aku masih bisa merasakan kasih sayang?


tetapi aku juga berpikir ikuti saja alurnya pasti akan ada dimana ada pelangi sehabis hujan.


tapi apakah pelangi sehabis hujan itu benar-benar nyata dalam hidupku?


aku selalu bertanya kapan aku akan melihat pelangi itu.


aku selalu merasa diriku sangat tidak berguna dimana orang lain bisa melakukan sesuatu hingga mencapai impian nya.


sedangkan aku hanya duduk manis menunggu pelangi itu datang sendirinya.


selama ini aku hanya akan menjadi beban bagi keluarga ku.


"arrgghhhhh sudah lah pikiranku yang tukang pesimis ini membuat ku hampir gila.aku harus semangat harusss...semangaaaaaaatttttttt" ucap Riska sambil memegangi kepala nya dan menasehati diri sendiri.


tak lama kemudian Riska terbaring di ranjangnya yang kurang empuk itu lalu tertidur dengan pulas setelah puas memikirkan yang seharus nya tidak perlu di pikir.


disiang hari sekitar pukul 11


driinggg.......(nada dering hp riska)


suara getar hp dan nada daring hp riska membuat nya terbangun dari tidurnya sambil mengumpulkan nyawa nya.


ia segera mengangkat telepon tersebut,diliatnya penelepon tersebut adalah nomor baru di pencetnya tombol hijau lalu mulai berbincang dengan si penelepon.


"hallo, ini dengan Riska?" pertanyaan dari seseorang di dalam hp riska.


"ya..ini dengan saya sendiri" menjawab dengan jujur dan cepat.


"maaf..saya dessty sekretaris dari perusahaan CD grup,anda diterima di perusahaan CD grup,sesuai dengan lamaran anda...mohon silahkan datang ke CD GRUP sekitar jam 1 siang."lanjut seseorang dari hp riska.


mendengar perkataan orang tersebut Riska langsung bersemangat dan ingin sekali teriak namun Riska harus menahannya dulu,karna malu jika penelepon itu mendengar nya.


"baiklah saya akan datang tepat waktu, terimakasih atas kesempatan nya"jawab Riska dengan senang.


"yeaaaaaayyyyy yey yey yes,akhirnya ada juga yg menerimaku" sambil menutup telepon Riska langsung teriak dan berlompatan di kasurnya.


lalu dengan girang Riska bergegas untuk siap-siap dan menyiapkan segala sesuatunya untuk datang ke tempat kerja barunya.


"pokok nya pekerjaan apapun akan aku lakukan asal berduit"ucap Riska bersemangat sambil bersiap-siap dan berangkat.


(jam satu kemudian)


(di dalam kantor)


" permisi " sapa Riska dengan sopan sambil membuka pintu ruangan sekretaris dessty.


"silahkan duduk"mempersilahkan Riska duduk di depan meja ruangan nya.


"Riska dikantor ini kami hanya menerima satu pekerja lagi dan kerjaan ini adalah sebagai office boy, dan ini sesuai data-data kamu yang bahkan belum lulus SMA..gaji perbulan nya adalah Rp 2.000.000.00 .bagaimana apakah kamu setuju?jelas dan tanya dessty pada Riska.


"saya setuju "jawab Riska singkat.


meskipun pekerjaan nya hanyalah seorang office boy dan gaji dua juta rupiah dalam sebulan namun aku sangat bersyukur masih ada yang mau mengandalkan ku.


"baiklah kamu bisa bekerja sekarang"kata dessty.


."terimakasih kak" ucap Riska dengan senang hati.


selama kerja di tempat baru Riska melakukan pekerjaan nya dengan tekun bahkan Riska selalu datang tepat waktu.bahkan Riska sangat jarang meminta cuti karna bagi Riska waktu adalah uang.


(3 tahun kemudian)


saat serius bekerja Riska membuat beberapa teh pesanan dari para atasan.


namun saat itu keadaan nya kurang sehat,badannya terasa sangat lemas,dan ia merasa pusing. saat membawa nampan di atasnya ada segelas kopi,dibawa ke atasan nya


saat diperjalanan ke ruangan atasan. tiba-tiba


BRUKKK...!!! (tanpa sengaja Riska menabrak seseorang dan menumpahkan kopi yang panas ke baju orang tersebut).


"maaf"ucap Riska singkat dan lalu pingsan .


beberapa menit kemudian,


Riska membuka matanya dan mendapati dirinya ada di rumah sakit ."sudah sadar?"kata seorang lelaki yang berdiri di pintu ruang rawatnya,badannya tinggi, putih dan berambut hitam di tata dengan rapi memakai jas agak kecoklatan."ukh..aku baik-baik saja" sembari meraba kepalanya yang masih terasa pusing.


"lebih baik kau istirahat saja hari ini tidak perlu lagi bekerja, jika sudah sehat maka kau bisa kembali bekerja"ucap lelaki itu dengan nada ramah kepada Riska."baik tuan terimakasih sudah mengantarkan saya dirumah sakit ini"kata Riska sambil tersenyum.


belum sempat bertanya lelaki itu pergi setelah menerima panggilan telepon nya.


siapakah dia? ah...belum sempat tanya siapa namanya. apakah dia juga bekerja di CD grup?


aku ingat saat itu kepalaku terasa sangat pusing badanku lemas karna aku jarang istirahat.dan tanpa sengaja aku menabraknya tadi.


kalau aku berkesempatan berjumpa dengan nya lagi aku akan mengucapkan terimakasih.


ucap Riska dalam hatinya.


"by the way aku belum pernah melihat orang itu deh,di ingat-ingat lumayan tampan sih hehe bukan nya lumayan tapi emang tampan"gurau Riska dalam hati nya sambil mengingat-mengingat wajah pria itu di pintu rawat nya tadi.


setelah keesokan harinya Riska kembali bekerja


dan saat mulai bekerja teman kerjanya yang bernama Debora menyapa nya dan mengajak nya berbicara."semalam kamu kenapa pingsan?"aku khawatir padamu" kata Debora pada Riska. "tidak apa-apa aku hanya kurang istirahat saja semalam"jelas Riska.


"apa kau tau semalam kau menabrak ketua CD GRUP. dan ia juga yang membawamu kerumah sakit. kau sungguh beruntung"ucap Debora lagi.


"apa? jadi yang menolongku semalam adalah ketua grup CD ?" kata Riska dengan terkejut.


"Riska?!!!" panggil dessty tiba-tiba memotong pembicaraan sambil berjalan menuju kearah Riska.


"iya dess. ada apa?"tanya Riska .


"ris..tolong antarkan secangkir kopi ke lantai atas ruang satu "kata dessty memerintahkan.


"yah..baiklah dess"jawab Riska menerima perintah".


"sebentar yah aku antar dulu"pamit Riska kepada Debora dan bergegas mengantarkan kopi tersebut.


tok..tok.. tok!! (mengetuk pintu)


"masuk"kata seorang yang di dalam ruangan.


"pak ini kopi nya"kata Riska dengan sopan .


saat lelaki itu berbalik dan melihat Riska dengan ramah ia katakan:"terimakasih".


saat melihat wajah lelaki itu Riska langsung mengucapkan "terimakasih karena sudah menolong ku kemarin pak".


"tidak masalah"kata lelaki itu dengan senyum.


halo teman-teman dukung terus yah ceritanya jangan lupa berikan jejak like,komen,dan vote yah🤩🤩.kalo ada saran boleh di tulis di kolom komentar yah terimakasih.