
setelah beberapa hari sepulang di kantor.
Riska berada di ruang tamu rumahnya sambil memainkan handphone . tiba-tiba "driiingggg"nada handphone Riska .
"eh..Joe menelepon?" segera menerima panggilan.
setelah beberapa kemudian, Riska menjadi bersemangat dan bergegas bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat .dan tempat itu adalah bandara. hari itu Joe telah menyelesaikan pendidikan nya dan sekarang ia pulang sesuai janjinya kepada Riska .
saat bertemu di bandara dengan mata berlinang terharu Dimata Riska .
saat Joe datang Riska langsung memeluk sahabatnya yang pergi selama beberapa tahun demi pendidikan nya .
dan Joe merasa senang karena Riska dengan setia menunggu kepulangan nya.
saat sesampainya nya di kediaman Joe.
"nak..kamu pasti lelah lebih baik kamu beristirahat dulu setelah perjalanan yang panjang dan jauh ini pasti sangat melelahkan bagimu."kata bibi Lisa pada Joe dengan penuh perhatian.
"iya bi..aku akan istirahat sebentar lagi aku akan mengobrol sebentar dengan Riska sang sahabat ku"kata Joe kepada bibi dengan penuh semangat.
"baiklah, bibi akan menyiapkan makanan ringan untuk kalian berdua."kata bibi Lisa dengan semangat.
"Joe bagaimana dengan keadaan mu? bagaimana suasana disana?.tidak sulit kan untuk beraptasi dilingkungan yang baru itu? apa kau akan tetap disini?"kata Riska dengan bertanya sebanyak mungkin .
"ris..aku baik-baik saja, meskipun awalnya sulit untuk beraptasi namun lama-kelamaan aku terbiasa. dan aku mendapat teman baru disana, dia baik dan ramah semenjak menjalani pendidikan disana aku selalu merindukan mu,dan saat aku berhasil menjalani pendidikan aku memutuskan untuk kembali kesini dan bekerja disini .aku sudah punya pekerjaan disini .aku bekerjasama dengan teman ku yang bernama Rendy."kata Joe panjang lebar kepada Riska.
"aku akan sangat senang jika kau tetap disini karna sahabatku kembali dan kita bisa bersama-sama lagi meski hanya saat waktu libur saja hehehe"kata Riska dengan penuh kegembiraan.
setelah puas bercerita berdua Riska pun kembali ke rumah nya karna besok ia akan lanjut bekerja.
"Joe aku pulang yah besok aku sudah mulai bekerja kembali"ucap Riska sambil menguap dan meregangkan tulang-tulang nya.
"oiya bagaimana denganmu Joe besok sendiri dong di rumah?"tanya Riska pada Joe
"eh enggak ris besok aku langsung ketemu dengan teman sekaligus rekan kerja ku di luar negeri kemaren"jelas Joe dengan santainya.
"woah baru pulang langsung bekerja hahaha" sahut Riska terkagum-kagum.
"Ris disana kan aku kuliah sambil bekerja dan aku ambil pindah tugas ke Indonesia setelah pendidikan ku selesai hehe"jelas Joe kembali.
"woah keren ,semangat selalu Joe aku bangga punya teman sepertimu,.meski sekarang dirimu di atas kamu tak pernah malu berteman denganku"jelas Riska pada Joe dengan senyum senangnya.
"ih gak boleh bilang gitu.pulang sana"ucap Joe pada Riska sambil bersiap kekamar dan beristirahat dan Riska pun segera pulang dan beristirahat.
keesokan harinya,
"Riska...!!!?" panggil dessty seperti biasa mengingat kan Riska untuk mengantarkan kopi keruangan atasan.
"iya.. baiklah!!"kata Riska memotong perkataan dessty yang belum sempat ia katakan.
"kali ini buat kopi nya dua"lanjut dessty.
"oke!"jawab Riska singkat.
tok..tok..tok..(mengetuk pintu)
"ini kopinya pak" kata Riska dengan sopan.
saat itu Riska melihat di sebelah Presdir Rendy ada seorang wanita yang duduk dengan santai yang tak lain wanita tersebut adalah joe.
"eh..Riska "sapa Joe.
"Hay.. Joe"balas Riska dengan senang.
"jadi kau benar-benar akan bekerja disini?"kata Riska dengan bertanya lebih lanjut sambil meletakkan kopi nya di atas meja.
"iya..jadi selama ini kamu bekerja disini?" kata Joe.
"aku senang kita akan bekerja di gedung yang sama"kata Riska dengan lebih lanjut.
"jadi..kalian sudah saling kenal?" kata Presdir Rendy.
"iya kamu benar,Riska adalah sahabatku sejak kecil" penjelasan Joe.
meskipun perbedaan status kami bagaikan langit dan bumi Joe yang yang juga termasuk ketua perusahaan CD GRUP yah walau hanya wakil dan aku hanya sebagai seorang office boy, Joe tidak pernah malu mengatakan kalau aku adalah sahabat nya.
kata Riska dalam hatinya dengan sangat terharu.
"Presdir Rendy aku ingin Riska tidak perlu lagi bekerja disini sebagai office boy"kata Joe kepada Presdir Rendy.
Riska terkejut atas perkataan Joe dan juga merasa heran.
"kenapa?"kata Presdir Rendy dengan heran.
"aku ingin Riska bekerja dengan ku saja sebagai sekretaris ku" kata Joe menjelaskan.
"tapi Joe tidak sembarangan menaikan jabatan begitu saja"ucap rendy
"tapi aku ingin dia."kata Joe lagi
"hah sudah lah terserah padamu saja"ucap rendy mengiyakan bagi Rendy pendidikan adalah nomor kesekian yang terpenting adalah cara kerjanya dan ketekunannya
"thanks ren"ucap Joe dengan senyum manisnya.
"ya..bagaimana pun kamu juga termasuk ketua dari perusahaan ini, kamu memiliki hak untuk itu."kata Rendy lagi menjelaskan.
"terimakasih Joe,tapi apakah kamu yakin aku pantas jadi sekretaris ku?"ucap Riska dengan perasaan tak enak hati.
"jadi sahabatku saja kamu pantas apalagi menjadi sekretaris ku,aku tahu kamu orang yang bertanggung jawab"ucap Joe sambil tersenyum.
"um. baiklah Joe hehe makasih"ucap Riska sambil menundukkan kepalanya.
setelah selesai berbicara Joe pergi keruangan nya dan di ikuti oleh Riska di belakang nya.
(di dalam ruangan kantor Joe)
"Riska mulai saat ini kamu tidak perlu lagi bekerja sebagai office boy dengan gaji yang hanya dua juga rupiah,mulai sekarang kamu akan bekerja menjadi sekretarisku dengan gaji 8 juta perbulan nya."kata Joe menjelaskan.
"wah...terimakasih Joe kamu benar-benar sahabatku yang sangat baik"kata Riska kegirangan sambil memeluk Joe .
"apapun untuk mu ris."balas Joe dengan senang melihat sahabatnya sangat girang.
keesokan harinya, dikantor
Riska datang ke kantor dengan semangat yang baru dan Riska tidak lagi mengenakan pakaian seorang office boy,saat berjalan di dalam kantor semua orang menatap perubahan pakaian Riska dengan heran.
"pluk!!"seseorang mendarati tangan nya di pundak Riska dari belakang sehingga membuat Riska terkejut.
"hey..ada apa denganmu?, apa kamu sudah kehilangan akal? dengan datang ke kantor dan mengubah penampilan mu menjadi layaknya seorang sekretaris atasan? apa kamu sudah lupa diri?"kata nidar dengan nada mengoceh dan merendahkan Riska sambil mendorong Riska hingga terjatuh terbungkuk dilantai.
semua orang kaget melihat kejadian tersebut, tidak seorang pun yang mau menolong Riska karna mereka tidak mau berurusan dengan nidar.karna biasanya nidar akan bertingkah semena-mena dan berusaha menjatuhkan seseorang yang mencari masalah dengannya.nidar yang sangat sombong dan tidak tau diri itu sangat di segani oleh karyawan yang lain di kantor, lebih tepat nya tak ada yang mau berurusan dengan nidar, karna tingkah nidar yang berlagak sok menjadi bos.
"hey..kau wanita tidak tau diri, begini kah sikapmu terhadap orang lain yang terlihat lebih baik darimu?"kata Riska sambil marah dan berteriak kearah nidar.
"wah..berani sekali kau berbicara dengan ku seperti itu, kau benar-benar tidak tau diri" sahut nidar dengan marah dan sinis kepada Riska.
"heh.. harusnya kamu yang berpikir dua kali sebenarnya siapa yang tidak tau diri disini? kau hanya lah seorang kepala karyawan rendahan .dan karna memakai kekuasaan itu sehingga kamu berlagak sok berkuasa di kantor ini? " kata Riska dengan kesal.
readers dukung terus yah 🤩
kalo ada saran atau kritik ketik di kolom komentar yah.