Bestfriends Or Boyfriend

Bestfriends Or Boyfriend
Part 3



Setelah mereka selesai sarapan, merekapun kembali kekelas untuk memulai pelajaran.


"Kok gue ngerasa kayak ada yang kelupaan ya, tapi apa..." Batin Aurel sambil melamun


Entah dorongan dari mana, tiba-tiba Aurel langsung menoleh ke belakang yaitu ke arah Elvan, dan secara kebetulan Elvan juga tengah memperhatikan Aurel. Tentu hal ini membuat Aurel jadi salah tingkah, ia langsung menghadap keposisinya semula.


"Duh kenapa sih tu orang ngeliatnya kok gitu amat, kan gue jadi salting, nengok lagi ah siapa tau dia udah nggak liatin gue lagi" Batin Aurel.


Aurel pun mencoba untuk melihat ke arah Elvan lagi dan berharap Elvan sudah tidak melihatnya, namun yang dipikirkannya salah...


Elvan masih saja terus memandang Aurel.


"Em..gimana dong, aha...gue pura-pura aja izin ke toilet terus gue kode-kodein dia buat ikut gue...gue pengen denger penjelasannya, gue sadar gue tuh cantik, tapi cara natap gue tuh aneh banget deh" Batin Aurel


Aurel pun langsung berdiri dari kursinya dan berkata......


"Pak saya izin ke toilet sebentar" Ucap Aurel


"Silahkan" Ucap pak Heri


Saat Aurel sampai diluar kelas, tiba-tiba dia berjalan kembali menuju ambang pintu dan berkata....


" Elvan dicari sama Bu Nisa di kelas sebelah" Ucap Aurel berbohong.


Dan Aurel pun langsung pergi (sebenarnya dia lagi sembunyi di belakang pintu🤫🤫🤫)


Elvan pov.


"perasaan gue nggak ngelanggar aturan apapun, kok bu nisa manggil gue" Batin Elvan


seraya berjalan meninggalkan kelas


Saat Elvan berbelok kearah kanan tiba-tiba seseorang menariknya hingga Elvan hampir berpelukan dengan orang itu yang tak lain adalah Aurel.


"brukkkk" suara tubuh Aurel terbentur kedinding


Seketika tubuh Elvan pun berada sangat dekat dengan Aurel karena Aurel tadi menarik tangannnya.


"Duh gue kok deg-degan gini yah" Batin mereka berdua.


Mereka seperti membeku sesaat karena selama sekitar hampir 5 menit mereka tidak berpindah posisi.


"Kok gue nggak bisa gerak ya" Batin mereka lagi


Mereka saling memandang cukup lama, sampai salah seorang siswa yang keluar kelas untuk ke toilet pun menegurnya


Seketika Elvan dan Aurel pun berpindah posisi karena kaget.


"em...maaf gue nggak sengaja narik lo" Ucap gue


"Nggak papa, rel kenapa pipi lo merah??" Tanya Elvan


"mampusss...gue salting" Batin Aurel


"eh...ini..habissss.....digigit nyamuk, iya hhehe" Jawab Aurel gugup


"Oh sini gue kasih minyak" Tawar Elvan, tanpa menunggu jawaban dari Aurel Elvan langaung mengeluarkan minyak( bukan minyak goreng ya gaez) dari dalam sakunya, dan langsung mengoleskannya kepipi Aurel


"Biasanya digigit nyamuk ada bentolnya" Gumam Elvan


Aurel yang mendengar itu pun langsung berkata sembarangan.


" eh...nyamuknya nggak mau buat pipi mulus gue jadi bentol-bentol hehe" Ucap Aurel cengengesan


"oh" Ucap Elvan sambil terus mengoles minyak dipipi Aurel


Siswa yang sudah kembali dari toilet tadi langsung menegur lagi Elvan dan Aurel karena dia mengira mereka sedang pacaran


"Ehem, ehem....lanjut aja terus sampe pulangan....haduh...udah ditegur juga nggak peka-peka" Ucapnya


"hih...apaan sih lo shella" Ucap Aurel tidak terima


"Ya ampun mimpi apa gue, Elvan,elvan...


andai perasaan lo sama kayak gue, mungkin perkataaan shella barusan bisa menjadi benar" Batin Aurel


"andai lo tau perasaan gue kelo rel, dan andai perasaan gue kelo sama kayak lo kegue....pasti shella benar" Batin Elvan


Aurel pov.


"Em...yaudah masuk yuk..."Ajak Aurel gugup


"Yuk" Ucap Elvan sambil menggandang tangan gue tentu gue kaget, seneng sih tapi menurut gue ini terlalu cepat. Gue pun ngasih kode ke Elvan buat lepasin tangannya


"Eh....sorry gue refleks" Ucapnya


"Nggak papa, Yaudah yuk"