Bestfriends Or Boyfriend

Bestfriends Or Boyfriend
Part 18



Setelah Aurel dan sahabatnya selesai makan, mereka pun berniat untuk pergi ke rooftop sekolah.


Namun ditengah jalan mereka bertemu dengan Elvan dan Rama, saat Aurel berpapasan dengan Elvan, Elvan pun membisikkan sesuatu....


" Nggak bakal jadi tigakan" Bisik Elvan


Seketika pipi Aurel langsung merona karena malu.


" Gila ya lo" Balas Aurel


" Iya, gue tergila-gila karena lo" Bisik Elvan


" Ehem, ngomongin apa tuh" Tegur Lisa


" Diem nggak lu!!" Ancam Aurel


" Iya-iya" Pasrah Lisa


" Van"


" Lo itu kenapa sih van"


" Gue" Tunjuk Elvan pada dirinya sendiri


" Gue suka" Elvan sengaja menghentikan perkataannya


" lo" Lanjutnya


" Tau gue" Ucap Aurel cuek


" Lo tuh tipe orang yang nggak bisa nyembunyiin perasaan"


" Terus" Aurel penasaran


" Terus lo mau nggak jadiiiiii" Ucap Elvan membuat penasaran


" Jadi pacar lo kan" Tebak Aurel


"Idih kepedean" Ucap Elvan


" Terus??" Tanya Aurel


" Lo mau nggak jadiiiii, kekasih gue" Ucap Elvan


" Hedeh, sama aja van" Protes Aurel


" Guys kita jadi nyamuk nih" Tegur Rena


" Yaudah pergi aja yuk" Ajak Lisa


" Jangan, ntar ada setan kalo cuma berdua loh" Larang Rama


" Gue cemburu" Lanjutnya


" Rel, lo belum jawab loh"


" Lo mau tau jawabannya......, ini jawabannya" Ucap Aurel sambil mencium pipi kanan Elvan dan langsung pergi meninggalkannya


" Eh rel, tunggu gue dong" Teriak Lisa


Sementara Elvan masih diam terpaku karena senang.


" Yes yes yes" Sorak Elvan


" Apaan sih lo, tega ya lu buat sahabat lu ini sakit hati" Ucap Rama


Kini semua jam pelajaran pun telah selesai, seluruh siswa pun kembali kerumah masing-masing.


Saat Aurel sampai dirumah, ia langsung teriak karena kesal....


" Huhhhh, dasar gila" Teriak Aurel


" Hey, kenapa sih rel, pulang-pulang kok marah sih" Tanya Mama Shinta


" Mama taukan anaknya tante Dini??" Tanya


Aurel


" Oh iya, siapa tuh Rangga yah" Jawab Mama Shinta


" Iya mah, setiap Aurel ketemu dia, rasanya pengen marah terus, dia tuh suka bikin Aurel naik darah tau nggak mah" Jelas Aurel


" Bilanglah sama Rangga, kalo macem-macem nanti minta tambah maharnya" Ucap Mama Shinta


"Ha???, apa mah??" Tanya Aurel


" Eh enggak, sana ganti baju, bau keringat" Pinta Mama Shinta


" Iya mah" Ucap Aurel


Setelah Aurel selesai mengganti baju, ia pun duduk termenung di kamarnya sambil memikirkan ucapan mamanya tadi....


Tiba-tiba bel rumah Aurel berbunyi,


TING TONG...


" Siapa yah, penasaran" Gumam Aurel dan langsung mengintip dari tangga


" Hah, mamanya Rangga??, jangan-jangan kesini mau marahin gue lagi" Batin Aurel


" Nguping ah" Ucap Aure


" Eh tapi mukanya tante Dini nggak kayak orang marah" Batin Aurel lagi


" Hai jeng" sapa tante Dini


" Tumben kesini jeng, ada perlu apa??" Yanya Mama Shinta


" Ini si Rangga tadi tangannyakan terluka, untung nggak parah, jadinya saya keingat mau liat menantu, lama nggak ketemukan" Jelas Tante Dini


" Apa, menantu???, siapa, masa kak Risa, kan nggak mungkin, atau jangan-jangan....." Batin Aurel


" Ih, masa gue sih" Lanjutnya


" Oh, iya Aurel tadi pulang marah-marah, katanya ai Rangga suka bikin kesel" Ucap Mama Shinta


" Hahaha, biasalah jeng, nanti dari benci jadi cinta kok, kayak jeng dulu" Ucap Tante Dini


" Bisa aja sih jeng, bentar yah saya panggilin Aurelnya dulu" Pamit Mama Shinta


" Waduh, mama mau kesini, kembali dululah" Gumam Aurel


" Aurelll, ada Tante Dini nih" Panggil Mama Shinta dari luar kamar


" Bentar mah" Ucap Aurel


" Nanti kalau sudah siap turun yah" Pinta Mama Shinta


" Iya mah" Ucap Aurel