
Setelah semua jam pelajaran usai, seluruh murid-murid pun pulang ke rumah masing-masing....
Dirumah Rangga....
" Mah, Rangga mau tanya sesuatu" Ucap Rangga
" Mau tanya apa??" Tanya Mama Rangga
" Rangga dijodohin sama siapa??" Tanya Rangga
" Loh, kok tiba-tiba tanya soal itu" Ucap Mama Rangga bingung
" Rangga tau kok, mama pasti lagi jodohin Rangga" Ucap Rangga
" Belum saatnya kamu tau" Jawab Mama Rangga
" Kan Rangga cuma mau tau calon istri Rangga, apa salahnya" Ucap Rangga
" Kamu serius mau tau???" Tanya mama Rangga
" Ya seriuslah ma" Jawab Rangga
" Kalau mau tau, Rangga harus jawab dulu pertanyaan mama" Pinta Mama Rangga
" Siapa orang yang paling kamu sayang??" Tanya Mama Rangga
" Em, ya mamalah" Jawab Rangga
" Selain keluarga" Ucap Mama Rangga
" Siapa ya, emmmmm, Aurel??" Jawab Rangga
" Kalau tau ngapain tanya mama" Ucap Mama Rangga langsung pergi
" Loh ma, mau kemana??" Tanya Rangga
" Kerumah calon menantu" Ucap Mama Rangga sedikit teriak
" Eh??, maksud mama apa??" Gumam Rangga bingung
"Aurel??, orang yang kusayang??," Gumam Rangga sambil berpikir
Saat Rangga tengah asyik berpikir, tiba-tiba ia berteriak....
" Ha????" Teriak Rangga
" Gue nggak mimpikan" Ucap Rangga
" Berarti, Aurel istri gue dong" Lanjutnya
" Eh, calon istri maksudnya" Ucap Rangga sendirian
" Jadi mama mau pergi kerumah Aurel dong, so, Aurel harusnya udah tau dong, kan dia yang ngasih tau gue" Lanjutnya
" Hahahaha, jodoh emang nggak kemana"
Disisi lain....
" Masa iya gue dijodohin sama Rangga???, itukan rival gue" Gumam Aurel sambil menatap langit-langit kamarnya
" Ngapain mama harus milih Rangga, kenapa nggak Elvan, diakan baik, nggak kayak Rangga, ngeselin" Ucap Aurel sendirian
" Ehem, ada yang galau nih" Tiba-tiba terdengar suara seseorang seraya memasuki kamar Aurel
" Kak Riri??" Ucap Aurel bingung
" Kenapa sih??" Tanya Risa
" Kakak tau nggak kalau aku mau dijodohin??" Tanya Aurel
" Kamu bukan lagi mau dijodohin, tapi udah dijodohin" Jawab Risa
" Ha???," Tanya Aurel bingung
" Jadi, dulu pas Aurel masih belum lahir, Aurel udah dijodohin sama anaknya Tante Dini" Jawab Risa
" Kok bisa??" Tanya Aurel lagi
" Iya, jadi, Aurel taukan papa Aurel sama suaminya Tante Dini sahabat dari kecil, nah saking akrabnya mereka udah seperti saudara, karena persaudaraan mereka ingin lebih kuat, jadi mereka berniat ingin menjodohkan anak mereka yang seumuran, dan kebetulan anak yang seumuran satu cewek satu cowok, pas deh" Jelas Risa
" Kenapa kalian nggak ceritain ini dari dulu sih??" Protes Aurel
" Papa bilang, biarin kamu bebas dulu, nikmati masa muda, kan kalau dikasih tau nanti kamu kepikiran terus" Ucap Risa
" Tapi Aurel nggak suka sama Rangga kak" Rengek Aurel
" Dia tuh rival Aurel, orang setiap dekat dia Aurel jadi naik darah" Lanjutnya
" Ya elah, jangan terlalu benci sama dia, ntar malah cinta loh" Ucap Risa meledek
" Idih amit-amit" Ucap Aurel sambil mengetuk keningnya lalu ganti mengetuk dinding kamarnya secara bergantian
" You pasti nggak tau kisah cinta mama dan papa" Ucap Risa
" Mereka dulu juga dari benci jadi cinta, sampai nikah lagi" Lanjutnya
" Itukan mereka, Aurel bedalah," Protes Aurel
" Serah dah, capek ngeladeni orang yang keras kepala" Pasrah Risa
" Siapa suruh ngeladeni aku" Ucap Aurel
" Iya-iya, mending masak-masak aja" Pasrah Risa
Risa pun keluar dari kamar Aurel dan pergi turun menuju dapur untuk memasak, namun saat ia melewati ruang tamu, ia melihat seseorang tengah berbincang dengan mamanya, lalu Risa pun kembali lagi kekamar Aurel....
" Ra" Panggil Risa
" Apaan sih??" Tanya Aurel
" Dibawah ada calon mertua tuh" Ucap Risa
" Terus?? gue harus bilang wow gitu??" Ucap Aurel cuek
" Jahat bener sama calon mertua" Ledek Risa
Risa pun turun lagi menuju dapur untuk memasak.