Bestfriends Or Boyfriend

Bestfriends Or Boyfriend
Part 2



Aurel pov...


"Hemm...."


"Capek juga seharian disekolah, nasib jadi ketua kelas ya gini...."


Clinggg....


Suara hp Aurel berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Aurel pun langsung mengambil hpnya dan membuka pesan dihpnya.


"hah, dari Elvan, tumben"


Elvan : sorry ganggu rel, gue cuma mau nyampaikan pesan dari pak Tony, katanya besok lo harus datang pagi-pagi buat ngerekap biodata anak kelas karena mau ada pengetesan IQ.


Gue : oke, btw kok pak Tony nggak langsung ngabarin ini kegue?


Elvan : katanya dia nggak punya nomor lo


Gue : oh, thanks ya udah ngabarin gue


Elvan : 👍


"Kirain ada apa gitu, baru aja kelar 1 tugas dateng lagi tugas lain, sabar Aurel...lo pasti kuat kok cuma ngerekap aja bereslah pokoknya"


Keesokan paginya Aurel datang lebih awal dari pada yang biasanya.


"Jadi serem nih kelas, sepi banget lagi"


"Ya iyalah, orang lo dateng jam setengah enam, yaudahlah anggep aja lagi banyak orang"


Saat Aurel tengah asyik mengetik salah satu biodata seorang siswa, terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati Aurel.


"Duh ini biodatanya kurang satu lagi, kurang siapa ya...., emmmm....., shella ada, minah ada, irfan ada....sa-tu, du-a, ti-ga...."


"em...ooo iya, Rangga...haduh...ni anak nyusahin aja sih, mana lagi biodatanya..."


Saat Aurel tengah mencari biodata Rangga, tiba-tiba terdengar suara didekatnya....


"Muhammmad Rangga Evellson, Jakarta, 16 juli 2003, Ayah James Evellson, ibu Shakila Andini Putri, Anak keempat blabla...(authornya nggak hafal biodata Rangga)" Ucap seseorang yang ternyata adalah Rangga


"hah??...Rang-ga kok lo bisa ada disini??" Ucap gue bingung


"kenapa nggak, guekan udah bayar ni sekolah, semua bebas dong disini" Jawab Rangga yang berdiri didepan meja gue


"Em-em-maksud gue lo ngapain kesini??" Ucap gue gugup.


"Belajar" Jawab Rangga santai sambil terus memandangi gue...


"Ya ampun gue bisa salting nih di depan Rangga, gimana dong...gue harus cari cara buat ngalihin pandangan Rangga" Batin gue


"Bukannya biodata gue yang terakhir ya.., ngetik apa lagi??" Tanya Rangga


"em...itu...apa...ssss...itu..apa...anu..., emmm..ngetiiiik...aa iya iya ngetik tugas gue yang belum selesai" jawab gue bohong


"Coba sini gue lihat, siapa tau bisa bantu" Tawar Rangga


"mampussss, ma-tii gue...gimana dong, mana masih sepi lagi..." Batin gue


"Nggak usah sudah selesai kok"


"Yaudah gue mau ngajak lo nanti malem bisa nggak???" Ajak Rangga


"emm...Kemana???"


"jangan bilang dia ngajak gue kencan, duh gimana nih..." Batin gue


"Cuma jalan-jalan aja, maukan??" ucap Rangga


"emm...maaa mau kok, kebetulan gue lagi gabut dirumah" Ucap gue, kan lumayan jalan-jalan ngehibur diri yang nggak lepas dari tugas numpuk.


"Thanks..., jam 7 gue jemput" ucap Rangga dan langsung pergi dari kelas gue.


"fyuhhh"


"mungkin ini my first date hahaha" gumam gue.


"so....gue harus dandan yang cantik, eh..tapikan gue udah cantik, hah biarin ajalah ya, dia lumayan juga sih...tapiiii hati gue tetep buat seseorang"


"Wait wait wait, duh gimana kalo dia suka ama gue?, gimana dong...duh rel lo tuh kalo ngebayangin jangan yang aneh-aneh deh"


"Hayo....mikirin apa lo" Ucap seseorang mengagetkanku


"aaaa" Teriak gue karena kaget, seketika gue pun langsung menoleh kearah orang yang mengagetkan gue, dan ternyata dia adalah Lisa. Ya pelaku yang sudah hampir membuat jantungku copot tak lain adalah dia.


"Apaan sih lo, bikin jantung gue hampir copot tau nggak"


"Tapi nggak copotkan, baguslah, setidaknya lo nggak mati ditangan gue hahahah....canda" Ucap Lisa cengengesan


" Jadi lo mau gue mati ditangan siapa hah?" Gue nggak terimalah Lisa ngomong gitu


"Udah, udah, masih pagi kalian udah cari ribut, mending kekantin aja..lo lo semua pada belum sarapankan.." Lerai Rena yang baru datang


"Yaudah yuk, biar gue mati aja sarapan banyak-banyak" Ucap gue cuek


Akhirnya kami bertiga pun pergi kekantin untuk sarapan.