
Sudah beberapa hari sejak pertarungan aku bertarung dengan Ellegard di tengah kota hari itu.
Sejak Ellegard kalah hari itu kota pun menjadi tenang kembali, dan orang orang yang hari itu mengalami kesedihan yang mendalam karena orang terdekat mereka mati dibunuh oleh Ellegard sudah terbalaskan dendamnya.
Sejak saat itu akupun menjadi semakin dikenal di kota sebagai petualang baru terkuat. Aku juga pernah dengar tentang bahwa sebenarnya dulu ada petualang kelas S yang bertarung dengan Ellegard lalu mati.
"Wah, Ryuu hebat ya"
"Hmmm? Hebat gimana ?"
"Kau bisa mengalahkan ketua bandit itu dengan kemenangan telak yang bahkan petualang kelas S+ pun akan sedikit kesulitan saat melawan dia"
"Benarkah ?"
"Tentu saja, bahkan mungkin kau itu sudah mencapai tingkat S++"
"Heh... aku hanya beruntung saat itu, aku tidak sengaja menemukan armor dari api dengan campuran mana itu"
Aku sedang berjalan menuju ke tengah kota untuk melihat Ellegard yang akan dieksekusi mati hari ini.
Sebenarnya pada saat itu aku berpikir bahwa Ellegard memang pantas mati dieksekusi dikarenakan semua perbuatan yang dia lakukan.
--->----------<---
Setelah sekian lama berjalan akupun sampai ke tempat dimana Ellegard akan dieksekusi mati.
"Tolong jangan bunuh suamiku !!" Kata seseorang yang tidak kukenal
Siapa dia? Suamiku? apakah yang dia maksud itu Ellegard?
"Dia pasti ada alasan untuk melakukan itu, tolong dengarkan aku"
"Tidak bisa !! Dia akan tetap dibunuh !!"
"Iya !! Bunuh dia !! Dia telah membunuh suami ku !!"
"Jangan dengarkan wanita bodoh itu dan lanjutkan eksekusinya !!"
*Syuung !! Sfx: Bunyi pisau yang untuk eksekusinya
"Fire body !!"
"Sial !! Siapa itu ?!!"
"Ini aku, kenapa? kalian mau melawanku? Silahkan maju kesini dan aku akan melawan kalian dengan senang hati"
Lalu aura negatif pun mulai keluar lagi dari tubuhku dan membuat orang orang di sekitarku terdiam
"R- Ryuu, Apa yang kau lakukan ?"
"Hmmm, aku hanya menyelamatkan seseorang, Dengar ini !! Dia mungkin telah membunuh orang orang terdekat kalian !! tapi apa kalian tidak berpikir dengan keluarga dia ? Bagaimana jika dia hanya ingin menghidupi keluarganya ?!!"
"Itu tidak mungkin !!"
"Oh ya? Apa kau pernah mengalami kesusahan sampai sampai kau harus melakukan segalanya demi keluargamu? Tidak pernah kan !! jadi diamlah dasar bodoh !!"
"Hoi Ellegard, kau sekarang punya 2 pilihan"
"Cih, pilihan apa"
"Sekarang kau lebih pilih mana, mati atau menjadi bawahanku dan berhenti menjadi bandit ka-"
"Aku tidak akan pernah menjadi bawahanmu !!"
"Heh... Belum juga selesai. Dengarkan lah dulu, aku berbuat seperti ini karena aku kasihan kepada istrimu jadi pikirkan lah lagi"
"Hmmm... Tidak sulit, pertama... Kau harus menuruti apa yang aku suruh jika itu memungkinkan dan tidak berbahaya untukmu"
"Baik, yang kedua ?"
"Yang kedua, kau tidak boleh membunuh lagi"
"Bagaimana jika aku yang diserang terlebih dahulu? apakah aku tetap harus membiarkannya ?"
"Tergantung situasi, jika kau bisa saja terbunuh ku perbolehkan kau membunuhnya"
"Baiklah aku terima tawaranmu"
Setelah dia menerima tawaranku untuk menjadi bawahanku, akupun membayangkan sihir yang berbentuk rantai yang berisikan kontrak agar dia tidak melanggar perjanjiannya
"Si- sihir apa itu ?"
"Ini adalah sihir kontrak yang tidak bisa kau langgar, kau bisa menentukannya sendiri apa yang terjadi jika kau melanggarnya dengan membuat janji saat aku memasangkan sihir ini kedalam tubuhmu"
*Syuuutttt....
Perlahan lahan sihir itu pun memasuki tubuh Ellegard dan dia pun memulai membuat janji
"Aku berjanji, jika aku melanggar peraturan ini aku akan merasakan kesakitan yang luar biasa selama beberapa hari"
"Baiklah, dengan ini kunyatakan kau akan menjadi bawahanku dan kau harus menjalani peraturan yang ada"
"Ba- baiklah"
--->----------<---
Setelah aku menjadikan Ellegard akupun langsung pulang untuk beristirahat karena itu adalah satu satunya sihir yang harus menggunakan sihirku
Sihir itu sepertinya mengambil sekitar 95% dari energi didalam tubuhku
"Hah..."
"Kak Ryuu? Kak Ryuu kenapa ?"
"Hmmm, gk kenapa kenapa kok, aku hanya kelelahan"
"Ehhh, sini Saori peluk !"
"Ehhh ! Gk perlu kok"
*Hawa membunuh dideteksi
"Si- sial... hawa membunuh ini, A- Alice... Bi- bisakah kau tenang sedikit ?"
--->----------<---
Setelah membuat perjanjian denganku para bandit itu pun kembali ke tempat persembunyian mereka
Beberapa orang terlihat terima dengan perjanjian itu dan beberapa orang membantah perjanjian itu
"Boss !! Kenapa kita harus mengikuti dia ?! Aku yakin kita masih bisa menang !!"
"Menurutku ini sudah yang terbaik untuk kita"
"Tapi !!"
"Kalau kau tidak suka dengan perjanjian ini kau tinggal keluar dari kelompok ini !!"
"Cih, dasar penakut !!"