Battle Of The God World

Battle Of The God World
Master roh



Selang beberapa menit mencari akademi Xuanji, akhir nya mereka menemukan sebuah bangunan besar yang tak lain dan tak bukan adalah akademi yang mereka cari.


"nah anak anak, paman hanya bisa di perbolehkan mengantar sampai disini. jadi kalian harus bersama sama dan menunjukkan kertas yang sudah paman berikan tadi pada panitia. karena desa kita memiliki 5 kuota beasiswa setiap 5 tahun sekali, maka jangan sia sia kan ini. kalian mengerti?." Tanya paman Zhao.


"mengerti paman!." ucap kelima anak tersebut termasuk Wen Ling.


"ah baik, cepat masuk sebelum gerbang di tutup. jaga diri kalian baik baik., paman harap kalian bisa menjadi orang hebat dan menjunjung tinggi nama desa Rumput biru." ujar paman Zhou menepuk pundak kelima anak tersebut.


setelah itu Wen Ling dan teman teman nya berjalan menuju gerbang, setelah mya mereka pergi ke ruang yang sudah di tunjuk oleh penjaga yang ada di gerbang tadi.


"menurut kalian kita bisa tidak ya menjadi master roh hebat?." tanya salah seorang anak di sana.


"tentu bisa! kuota itu di pakai untuk kita juga karena kita cukup berbakat kan! ya walau cuma Wen Ling yang belum di tes kepala desa, tapi kan kata paman Zhao ibu nya Wen Ling sudah melakukan tes pribadi! jadi berbakat juga."


"em betul sekali!, omong omong ada tidak nya murid beasiswa lain ya selain kita." gumam bocah perempuan yang mengeluh lapar tadi.


"pasti ada, karena kuota di setiap desa di bagi rata." ujar yang lain nya.


Setelah itu mereka kembali mengobrol sembari mengantri untuk masuk ke ruangan panitia.


Sebenarnya Wen Ling tidak begitu suka mengobrol, sebenarnya bukan tidak suka tapi Wen Ling canggung dengan teman teman nya itu, ia bahkan tidak mengenal mereka sama sekali, nama nya saja tidak tahu.


"Wen Ling pendiam ya, kata ibu kalau terlalu pendiam jodoh nya akan berisik." ujar salah satu dari anak anak di sana.


"Louya, sebenarnya kau ini umur berapa? masih kecil malah berbicara jodoh huh!."


"desa Rumput Biru masuk." Suara itu berasal dari dalam ruangan, mereka berlima segera memasuki ruangan, kebetulan Wen Ling ada di barisan terakhir.


"hormat pada tetua." ujar mereka berlima memberi hormat.


"hm, sekarang letakkan tangan kalian di bola ini." ujar salah satu panitia di sana.


'ah, bola itu sama seperti yang di tunjukkan ibu kemarin, aku harus menyembunyikan roh pelindung Naga Surgawi milikku.' Wen Ling Memejamkan matanya dan berkata dalam hati. 'Naga surgawi, jangan keluar saat aku tidak memanggil mu.'


'tidak tahu ini akan berhasil atau tidak. Tapi ibu, Wen Ling tidak akan mengecewakan mu.'


"Peserta selanjut nya."


"Wen Ling, giliran mu!." ujar teman teman nya


"ah? ah iya." Wen Ling memegang bola kristal di depan nya dan memejamkan matanya.


'pedang Dewa, keluar lah aku memanggil mu.'


"ah, ternyata Roh pelindung senjata. tapi aku belum pernah melihat pedang dengan ukiran seperti ini." ujar sang panitia pengurus, Wen Ling langsung menyudahi pemanggilan roh pelindung.


"yah, kau lolos. pergi kekamar mu di lantai 3, karena kali ini ada peraturan baru maka kalian akan satu asrama dengan para senior, jangan membuat ribut dan tetap patuhi aturan akademi."


"baik tetua."