
"apa Dewa Dan Dewi juga memiliki anak? kenapa selama jutaan tahun mereka tidak pernah menikah guru?." em sejujur nya pertanyaan wen Ling membuat Guru Hao berfikir sejenak, mana ada anak sekecil Wen Ling menanyakan tentang pernikahan begini.
"ekhem, sebenarnya tidak ada firman yang mengatakan jika mereka tidak boleh menikah. pada dasarnya dewa dan dewi utama tadinya juga seorang manusia yang memiliki perasaan. sangat memungkinkan mereka pernah menikah atau mempunyai keturunan, tapi itu semua tidak di jelaskan dalam firman apapun."
"Kalau begitu berapa lama lagi sampai penerus dewa dan dewi utama di lahirkan kembali guru?."
"tidak ada yang tahu pasti, namun nyatanya pemimpin kekaisaran Changhai sudah menyiapkan putri nya sebagai penerus Dewi. Katanya ia mendidik putri nya itu dengan keras." ujar Guru Hao sembari menaiki sebuah tangga yang menghubungkan antara lantai 2 dan lantai 3.
"memang ada karakteristik khusus guru? menjadi pemuja dewa saja sudah sangat sulit, apalagi menjadi penerus dewi dan dewi utama." memang benar, menjadi pemuja dewi dan dewa itu sudah sangat sulit, apalagi jika harus menjalani ujian dewa atau ujian dewi, bukan kah seperti mencari mati?.
"katanya putri dari pemimpin kekaisaran Changhai itu memiliki beberapa persamaan dengan Dewi Kehidupan terdahulu, entah lah tidak ada yang tahu secara spesifik. omong omong kau tertarik menjadi seorang pemuja dewa?.".Guru Hao bertanya seperti ini juga karena Wen Ling sepertinya benar benar menikmati ketika 'di ceritakan' tentang dewa dan dewi.
"tentu, aku pikir akan sangat hebat jika menjadi salah satu dari pemuja dewa."
"tapi Wen Ling, memang lah di dunia ini ada dewa pencipta lalu juga ada 3 dewa dewi utama dan sisanya adalah pemuja mereka. namum apa kau tahu? masih ada beberapa dewa dan dewi besar yang kedudukan nya tepat di bawah 3 dewa dewi utama. namun belum ada firman yang menyatakan jika mereka telah mati dan ber reinkarnasi kembali" Wen Ling sedikit mengerutkan dahi nya, ia menatap guru Hao dengan pandangan penasaran.
"Tentu saja masih ada, namun lambat laun penerima Firman mulai tidak muncul secara terang terangan, bahkan konon katanya beberapa firman ada yang di sembunyikan dan tidak di sebar luaskan ke dunia. entahlah aku tidak terlalu mengikuti perkembangan kasus itu." ujar guru Hao pada Wen Ling.
ah setelah beberapa lama merwka mengobrol, tidak terasa kaki mereka melangkah ke arah lantai 3, bahkan sekarang Guru Hao sudah menenteng 2 gulungan sekaligus.
"eh! tunggu tunggu! bukan nya tadi kita di lantai 2 ya?." tanya Wen Ling bingung, ia merasa jika ia terlalu larut dengan cerita guru Hao.
"kau saja yang fokus mendengarkan ku, tidak sadar jika sudah kemari. nah, ini. 2 jurus tingkat tinggi yang berhubungan dengan roh pelindung pedang. karena ini tingkat tinggi, aku tidak bisa berharap banyak. yang penting kau harus menyerap setidaknya 30 persen kekuatan dari 2 gulungan ini."
"ya, baiklah guru Hao. aku akan berlatih dan berusaha memenangkan kompetisi."
"haishh, aku tidak ingin mengecilkan niat hati mu anak muda, namun jika kau menang di dalam kompetisi ini maka lawan mu adalah anak anak genius dari kota lain bahkan kekaisaran lain. apalagi di babak Final kau harus melawan kelompok dari putri pemimpin kekaisaran Changhai. semangat lah anak muda." setelah nya Guru Hao pergi meninggal kan Wen Ling di dalam perpustakaan.
"apa benar benar sesulit itu ya."