Battle Of The God World

Battle Of The God World
Akademi Xuanji



"ibu, Wen Ling berangkat dulu!. jangan lupa untuk makan dan minum, Wen ling pasti akan merindukan ibu." Wen ling memeluk ibu nya dengan erat, ia menangis di pundak beliau.


"Xiao Ling, jangan menangis. ibu juga akan merindukan mu, tapi yang bisa ibu katakan sebelum kau pergi adalah, jangan pernah bergabung dengan pasukan elite Kekaisaran Changhai, atau ibu akan sangat kecewa." ujar Wen Tian dengan serius, ia menepuk nepuk pundak putra nya dengan tenang. berat rasanya ketika kau harus melepas anak mu ke dunia luar.


"baik ibu, Wen Ling mendengarkan. Sampai jumpa lagi ibu." setelah nya Wen Ling berlari menyusul paman Zhou yang juga akan mengantarkan beberapa anak desa lain nya.


"Apa aku sudah benar? Apa aku harus mendekap Wen Ling dan tidak memberinya kebebasan?. Ge, apa aku salah meninggalkan mu di sana? Aku tidak punya pilihan lain Ge. Wen Ling putra kita satu satu nya menjadi anak yang berbakat, Ge maafkan aku." Jin Lian meneteskan air matanya sejenak, lalu setelah nya ia berjalan memasuki rumah nya kembali.


"sepertinya memang harus keluar dari sini, Xiao Ling maafkan Ibu, Ibu benar benar harus pergi." Jin Lian menghela nafas nya entah yang ke berapa kali, yang jelas ini sebuah pilihan yang berat.


"Xiao Ling, Ayah dan ibu pasti menyayangimu."


°•°•°•°


"Paman Zhao, di akademi nanti apakah aku akan satu asrama dengan anak yang lain?." Tanya Wen Ling pada paman Zhao, anak kepala desa.


"tentu tidak Xiao Ling, nanti kalian akan mendapat tes dan setelah nya barulah bisa mengetahui kelas masing masing." ujar paman Zhao, sedangkan Wen Ling hanya mengangguk.


"paman, kita akan sampai berapa lama lagi?." tanya salah seorang anak yang juga ikut dalam perjalanan dari desa ke ibu kota.


iya, mereka memang berjalan kaki karena desa rumput biru termasuk desa miskin dari beberapa desa lain nya, tidak ada yang memiliki kereta kuda walau itu hanya kereta kuda sederhana.


setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di ibu kota tepat sebelum gerbang kota di tutup, karena memang gerbang kota di buka bebas di pagi sampai sore hari saja, ketika menjelang malam maka harus membayar 10 koin emas.


"ah kita akan langsung pergi ke akademi, karwna besok kalian harus memulai tes pertama di akademi Xuanji." ujar paman Zhao.


"paman, apa kita tidak Bisa makan dulu? aku sungguh lapar." ujar seorang bocah perempuan yang ikut bersama mereka.


"ah maafkan aku anak anak, tapi sayang nya bekal kita sudah habis, kalian bisa mendapat makan malam di akademi. ayo cepat ke akademi." ujar paman Zhou.


"Nah, aku masih punya roti, di bagi saja untuk yang lain nya." ujar Wen Ling.


"ah terimakasih A-Ling!." sebenarnya itu adalah roti yang ibu nya berikan untuk makan malam di akademi, takut takut jika Wen Ling malas ke kantin. namun karena teman teman nya kelaparan, Wen Ling tidak tega dan memberi ketiga roti nya untuk yang lain.


"ah Wen Ling memang baik hati ya." ujar paman Zhao, ia tersenyum.


"ah bukan apa apa, dari pada tidak di makan nanti nya." ujar Wen Ling.