Battle Of The God World

Battle Of The God World
Wen Ling



"Ibu, paman Zhao mengajakku pergi ke kota untuk mendaftarkan diri ke akademi. Apa boleh?." ujar Wen Ling, bocah cilik berumur 6 tahun yang tengah menuangkan teh pada ibu nya, Jin Lian.


"akademi? Xiao Ling, Apa kau tahu nak? hidup menjadi seorang Master roh adalah penyesalan terbesar Ibu mu ini." Jin Lian memejamkan matanya sesaat, wanita berusia 27 tahun itu menggenggam tangan nya erat.


"kenapa? ibu, jangan sedih. Jika ibu tidak mengizinkan aku belajar ke akademi juga tidak apa apa, aku disini bersama ibu." Wen Ling menatap ibu nya, ia tau kalau ibu nya benar benar sedang sedih, Wen Ling juga tau kalau ibu nya sering menangis sembari memeluk sebuah sapu tangan, mungkin itu punya ayah nya.


Jin Lian menghela nafas sejenak, ia menatap wajah putra nya. Wajah itu sangat mirip dengan Suami nya, wajah yang selalu membuat jin Lian enggan melepaskan putra nya ke dunia yang kejam.


"Xiao Tian, ibu mengizinkan mu untuk pergi. Tapi ingat, kalau kau ingin pulang maka pulang lah. ibu menyayangi mu, ibu benar benar menyayangi mu." Jin Lian memeluk putra semata wayang nya, ia mengusap surai Wen Ling dengan tangan lembut nya.


"ibu, jangan menangis. kalau tidak aku tidak mau berangkat saja." ujar Wen Ling dengan Polos, bocah itu memang terlalu perasa.


"hahaha, tidak perlu seperti itu Xiao Ling. ah, namun ada yang perlu ibu sampaikan pada mu." Setelah itu Jin Lian menggandeng Wen Ling ke sebuah ruangan bawah tanah, jujur saja bahkan Wen Ling tidak tau akan hal itu!.


"ibu, ruangan apa ini?." tanya Wen Ling.


"sebelum pergi ke akademi, ibu akan melihat Roh pelindung mu terlebih dahulu. Nah Xiao Ling, letakkan tangan mu di atas bola kaca ini. rasakan kehangatan yang ada di dalam nya, ibu menemani mu." Jin Lian tersenyum, wanita itu benar benar lembut pada putra nya.


"um!."


Wen Ling meletakkan tangan nya di sebuah bola khusus yang dikatakan ibu nya, awal nya tidak terjadi apapun. namun lama kelamaan cahaya berubah menjadi warna emas, disusul dengan muncul nya tanduk naga sebagai mahkota di kepala dan cakar di tangan Wen Ling, belum lagi ada sebuah pedang kembar di belakang tubuh Wen Ling.


Jin Lian terbelalak, ia mengucek matanya sesegera mungkin, namun seperti sebuah keajaiban, hal yang ia lihat sama sekali bukan khayalan semata!.


"Xiao Ling!." Jin Lian langsung memeluk sang putra dengan begitu erat, perubahan pada tubuh Wen Ling juga sudah normal kembali.


"ibu, ini sebenar nya, ah apa yang terjadi?." Wen Ling menatap bingung pada ibu nya.


"Xiao Ling, suatu saat mungkin kau akan mengerti. Namun yang harus kau tahu, jangan sekalipun memperlihatkan roh pelindung Naga Surgawi dan Pedang Ashura pada siapapun, kecuali pada gurumu kelak. sembunyikan sebaik mungkin, lalu gunakan pedang dewa mu sebagai Roh pelindung utama. mungkin di dunia ini hanya dirimu yang mempunyai pelindung ganda ah bahkan ada tiga, takut nya memang hanya kau seorang, Entah ini kutukan atau anugerah. Xiao Ling, ingat perkataan ibu dan jangan kau langgar, ini semua demi kebaikan mu. namun jika kau dalam keadaan yang bisa membuat mu hampir mati, maka keluarkan roh pelindung mu dengan bangga." Jin Lian memegangi pundak putra nya, Lalu wen Ling mengangguk mantap.


"um! baik ibu, aku tidak akan mengecewakan mu." ujar Wen Ling.


"tapi, bagaimana cara menyembunyikan nya?."


"ah, cukup bilang pada roh pelindung mu jika kau tidak ingin ia keluar, ia punya kesadaran roh." ujar Jin Lian.


"baik ibu!."