Bangtan Appa [BTS]

Bangtan Appa [BTS]
Part 7



Tandai typo


Happy Reading-


_____________.


Sore ini jungkook dan anaknya jeon jihan sedang bersantai diruang tamu dengan secangkir kopi milik jungkook dan susu milik jihan.


"Appa" panggilan kecil membuat jungkook mengalihkan tatapannya dari laptop didepannya melihat putri cantiknya


"Em" hanya gumanan membuat jihan menatap sedih sang appa yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang bermain dengan jihan.


"Appa jihan ingin bermain dengan appa" ucap jihan lirih membuat jungkok menghela nafas lalu memeluk malaikat kecilnya mengusap halus rambut anaknya


"Appa sedang sibuk jihan, kau bisa bermain dengan jimho, jina, namyoon, yola, jisung, jungsi, taehyun, dan yungra" ucap jungkook pelan sembari mengusap rambut sang anak dan berharap anaknya mengerti dengan kesibukannya jujur jungkook juga merindukan waktu bersama anaknya itu sudah lama tidak pernah bermain ketaman, jalan-jalan kepantai dan kegiatan anak-ayah lainnya


"Nde appa, jihan akan kerumah jimho oppa saja" ucap jihan lalu pergi tanpa melihat jungkook lagi ada rasa kasihan melihat anaknya seperti itu tetapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


"Maafkan appa jihan" gumannya melihat sayu pintu didepannya yang sudah tertutup.


.


.


"Jimho, jina" suara teriakan jihan membuat jimho keluar setelah mendengar teriakan yang dikenal sebagai teriakan jihan


"Ada apa jihan?" tanya jimho melihat jihan didepannya yang memeluk boneka beruang berwarna coklat


"Aku ingin menginap" ucap jihan pelan dibalas anggukan oleh jimho lalu menarik tangan jihan untuk masuk kedalam


"Jina dikamar, apa jihan sudah makan malam?" tanya jimin yang keluar dari dapur dengan tiga piring nasi goreng sederhana tetapi membuat jihan iri karna jimho dan jihna selalu ada waktu dengan sang ayah


"Sebentar lagi paman akan berangkat bekerja" ucap jimin membuat jihan mengalihkan pandangannya melihat wajah kecewa jimho, salah ternyata pamannya -jimin- lebih gila kerja dibanding jungkook appanya


"Kenapa malam paman?" tany jihan diangguki jimho, sedangkan jimin tersenyum tipis melihat jimho melalui lirikan mata


Mereka jimho, jihna dan jihan sudah berada dikamar dengan mainan masing-masing.


"Oppa" panggilan jihan membuat jimho menoleh melihat wajah sendu milik jihan


"Wae? kau sedang sedih?" tanya jihna diangguki jihan pelan


"Appa selalu sibuk dengen pekerjaan kantornya" ucapan jihan membuat jihna dan jimho saling melirik lalu menggangguk paham


"Jimin appa juga seperti itu" ucap jihna pelan mencoba menenangkan jihan


"Tapi jimho dan jihna tidak pernah mengeluh karna jimho dan jihna juga perlu uang untuk sekolah, makan dan membeli mainan" ucap jimho mengusap kepala jihan pelan mencoba menasehati jihan


"Jadi jihan tidak boleh sedih jika jihan tidak dibelikan mainan kalo paman jungkook tidak bekerja" ucap jihna menambahkan membuat jihan menangis lalu memeluk jimho


"Jangan menangis, jika aku salah aku minta maaf" sahut jihna melihat sendu jihan yang terisak


"Seharusnya jihan tidak marah kepada appa, jihan juga ingin dibelikan mainan terima kasih jimho oppa jihna noona" ucap jihan dengan lirih menatap jimho dan jina bergantian dibalas anggukan oleh sikembar


"Sudah jangan menangis sebaiknya kalian tidur" ucap jimho diangguki kedua gadis kecil itu


tanpa mereka sadari jimin melihat dan mendengar keluh kesah anak-anaknya.


"Maafkan appa nde?" gumannya lirih lalu berjalan keluar dari apartemennya


__________.


Jangan lupa comment☺


Haiii apa kabar?☺


ARMY.... comment kuy😁