![Bangtan Appa [BTS]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bangtan-appa--bts-.webp)
Tandai typo-
Happy Reading-
Hai semuaaa apa ada yang masih menantikan cerita ini? aku harap masih hehe.
maaf ya aku updatenya lamaa mungkin kalian sudah lupa dengan ceritanyaa tapi semoga kalian suka sama part ini.
oh Yaa sebelum lanjut ayo kita absen dulu, sebutin dong dari kota mana kalian dan biasa kalian siapa?
Kim Namjoon
Kim Seokjin
Min Yoongi
Jung Hoseok
Park Jimin
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
_____________.
Disebuah apartemen yang dihuni oleh dua orang bermarga kim yakni kim taehyung dan kim taehyun, dua Kim yang berbeda status yang satu berstatus duda yang mempesona penuh dengan aura memikat dan satunya lagi anak tuan Kim yang mempesona, Kim taehyun.
"Appa sepatu taehyun dimana?" teriakan itu menggelar sepenjuru ruangan, tetapi tak mendapatkan sahutan dari yang ditanyai.
"appa taehyun ingin susu" sang anak berteriak kembali setelah beberapa menit lalu tak mendapatkan jawaban apapun.
"Sarapan taehyun sudah habis, appaaa"
"appaaa paboyaa!, ayo bangun dasar kebo" muak, karena teriakannya tak mendapatkan jawaban akhirnya taehyun membuka pintu kamar sang ayah dengan keras dengan wajah penuh dengan emosi.
"appa kajja berangkat taehyun sudah terlambat!"
kira-kira seperti itu teriakan-teriakan diapartemen itu yang terjadi setiap harinya tidak ada kata ketenangan.
Sedangkan sang appa kim taehyung tak kunjung membuka mata masih lelap dengan alam mimpinya, tangannya sesekali mengusap telinganya yang terasa sakit karena teriakan anaknya setiap detiknya.
"Appa kajja" seru taehyun raut wajahnya menunjukan sang anak sangat kesal dengan Appanya, sedangkan sang Appa hanya bergumam pelan membuat sang anak semakin kesal.
"Em 5 menit lagi taehyun" guman taehyung membuat sang anak berdecak sebal lalu membanting bantal kearah sang ayah tetapi nihil sepertinya Taehyung lebih memilih bergulat dengan selimutnya dibanding mengantar anaknya itu, sedangkan jarum jam sudah menunjukan pukul 07:00.
"Aku akan berangkat dengan paman jungkook saja" ucap taehyun membuat taehyung segera bangkit dari tempat tidurnya berlari mengejar anaknya yang mulai memegang pegangan pintu kamarnya, raut panik tercetak jelas di wajah tampan sang Appa melihat anaknya menekuk wajahnya seperti hendak menangis.
"Posesif" gumam taehyun lalu beranjak keluar dari kamar sang appa, sedangkan taehyung mulai membersihkan diri tentu dengan setengah hati.
15 menit taehyung sudah siap dengan pakaian formalnya sangat tampan dan memikat, jika tidak ada yang mengetahui status duda tersemat dibelakang namanya mungkin para gadis akan mengejarnya secara gila.
"Kajja berangkat appa ada jadwal sekarang" ucap taehyung lalu mengusap kepala anaknya yang sedang cemberut, sedangkan tangan yang lain sibuk membenahi dasinya.
"Em" gumam taehyun lalu mendahului sang ayah membuat taehyung menghembuskan nafas kasar anaknya sangat suka marah dan merajuk seperti anak perempuan saja. jika dipikir dia merindukan istrinya, entah mengapa akhir-akhir ini dia sering merindu.
"Hyun" panggilan itu tidak membuat taehyun menoleh kearah sang ayah yang sedang menyetir, justru semakin menjauhkan badan dari sang Appa yang hendak menyentuhnya. taehyung yang mengerti jika anaknya sedang marah hanya menghela nafas pelan, ia memang salah disini karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Appa minta maaf nde? appa sangat lelah kemarin jadwal appa sangat padat. bagaimana dengan sekolah mu? apa ada kesulitan?, jika di ingat Hyun tidak pernah mengeluh tentang sekolah. anak Appa sangat pintar ya" ucap taehyung dengan lembut tidak ingin merusak mood sang anak padahal mood taehyun sudah sangat rusak dari tadi pagi. Dasar Appa tidak peka!.
setelah menempuh 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai disekolah Taehyun, sudah ada beberapa anak yang memasuki halaman sekolah dan disana terlihat namyoon dan yang lain sudah menunggu taehyun untuk bergabung.
Taehyung menatap anaknya yang masih termenung, ada rasa bersalah selalu meninggalkan anaknya, tetapi pekerjaannya menuntunnya untuk seperti ini harus siap meninggalkan anaknya dan rumahnya setiap dibutuhkan.
"Nanti hyun pulang dengan paman jungkook nde? lalu kau menginap dirumah paman jimin nanti appa tidak pulang" ucap taehyung membuat taehyun menghembuskan nafas kasar bahkan air matanya sudah membentuk bendungan siap untuk keluar selalu saja seperti ini taehyung memilih pekerjaannya dari pada menemani taehyun yang merasa kesepian.
"Aku pergi appa, Appa berhati-hati lah jaga kesehatan Appa nde?, aku akan menunggu Appa pulang. sampai jumpa akhir pekan" ucap Taehyun setelah menutup pintu mobil Taehyung dengan kasar, lalu berlari menuju namyoon yang sudah menunggunya tanpa melihat sang Appa lagi.
"Kau kenapa?" tanya jihan saat melihat air mata taehyun mengalir membasahi pipi gemilnya.
"Nanti aku menginap dirumah jihna lagi, appa akan pergi" ucap taehyun seraya terisak pelan, membuat namyoon menatap sendu temannya yang sudah dia anggap sebagai saudaranya itu. mereka dituntun untuk mengerti pekerjaan orang tua mereka tanpa mereka sadari anak-anak mereka memerlukan kasih sayang sang ayah juga bukan hanya uang mereka.
"Apa taehyun ingin berlibur disaat musim panas nanti?" tanya namyoon di angguki oleh taehyun dengan semangat itu salah satu impiannya berlibur dengan sang ayah menikmati musim panas.
"Jadi kau harus memberikan paman taehyung bekerja keras, karna liburan pasti membutuhkan uang jadi bersabarlah appa ku juga begitu aku mengertinya walau aku kadang merasa kesepian" ucap namyoon seraya mengusak rambut taehyung yang sudah dianggap adik sendiri oleh namyoon membuat taehyun terdiam lalu mengangguk pelan pertanda mengerti penjelasan namyoon.
"Seharusnya taehyun tidak marah kepada appa" ucap taehyun lirih, kepalanya tertunduk, kakinya mengayun khas anak kecil menyadari kesalahannya. namyoon tersenyum lembut melihat taehyun sangat menggemaskan merajuk tidak jelas lalu menyesalinya.
"Jadi kau harus memaafkan appa mu" tambah jihna di angguki oleh taehyun.
Kim Taehyung seorang Fotografer handal dan pembisnis memilik seorang anak bernama Kim Taehyun, wajah mereka hampir sama namun sifat Taehyun lebih mirip dengan sang istri, memiliki sikap yang keras kepala dan penuh ambisi.
Menjadi duda diusia muda membuat taehyung harus benar-benar ekstra sabar dan menjadi Appa yang baik untuk anak semata wayangnya, tidak mudah memang taehyung harus menyesuaikan waktu bekerja dan waktu untuk keluarga kecilnya terkadang taehyung harus meninggalkan rumah dan anaknya sendirian.
___________.
Hollaa! Udah sampai partnya Taehyung nih. Whehe jangan cuma baca aja ya😔 tolong berikan dukungan kalian, saya tidak bisa memastikan apa kalian suka dengan karya saya apa tidak jika kalian diam dan saya hanya bisa menebak saja😔
Jika kalian tidak ingin berkomentar tak masalh☺
Terima kasih telah membaca karya sederhana saya yang tidak ada bagus-bagusnya mungkin☺
Salam hangat dari author😊