![Bangtan Appa [BTS]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bangtan-appa--bts-.webp)
Pertama terima kasih untuk komentarnya atas cerita ini buat aku ada semangat untuk lanjut lagi.
Sebelum mulai kita absen dulu yok😄
Namjoon stan mana nih? angkat tangan🙌
Seokjin stan mana? angkat tangan🙌
Yoongi stan? angkat kaki, eh canda angkat tangan🙌😂
Hoseok stan mana? udah pada makan belum?😂, aku lupa ada yang puasa semoga puasanya lancar ya😀
Jimin stan mana? inget bernafas😂
Taehyung stan? alien seksi aku😍
Jungkook stan? mana? mana? angkat dong tangannya😀
ARMY MANA?🙋🙌
________________________________.
Tandai typo-
Happy Reading-
________________.
Jimin hanya bisa diam melihat yola menangis melihat gerbang tempat melintasnya kendaraan yoongi pagi tadi mata anak itu sembab, hidung merah yang jimin lakukan hanya diam dan mengusap rambut yola.
"Ini sudah siang yola makan dulu nde?" ucap jimin dibalas gelengan keras oleh yola, isakan kecil masih terdengar membuat Jimin tidak tega.
"Nanti yola sakit, appamu akan marah kepada paman karna tidak menjagamu" unjar jimin membuat yola terdiam beberapa detik lalu mengangguk pelan sebagai persetujuan.
"Gendong" ucap yola dengan rengekan manja khasnya.
"Ayok, yola ini makan apa? paman buatkan" tawar Jimin dengan semangat.
"Ayam" singkat, jimin tau yola sangat kecewa dengan yoongi yang selalu meninggalkannya.
"Yola marah dengan appa?" tanya jimin
"Sstt jangan menangis kan ada paman yang datang lagi pula paman juga orang tua yola kan? sekarang tersenyum yola anak yoongi appa yang manis tidak boleh menangis" kekeh jimin membuat yola merajuk lalu tertawa karna melihat wajah jimin yang diimutkan.
"Ayo paman yola lapar" adu Yola dengan nada manja membuat Jimin tersenyum senang karena perubahan mood Yola
"Ah nde nde, sekarang tuan putri lapar dan pelayan akan membuatkan makanan" ucap jimin kembali membuat yola tertawa sedangkan jihna yang melihat itu hanya tersenyum kecut, ada rasa sedikit iri dalam hatinya.
"Aku iri dia selalu disayang semua appa" gumanan jihna bisa didengar oleh jimho yang sedang berdiri dibelakangnya, keningnya berkerut kecil setelah mendengar gumanan sang adik.
"Jihna" panggil jimho lalu memeluk adiknya.
"Seharusnya kau tidak iri dengan yola, apa kau tidak merasa kasihan dengan-nya dia selalu di tinggalkan oleh appanya" penjelasan jimho membuat jihna menunduk lalu terisak kecil, dalam hati membenarkan ucapan kakaknya tentang Yola.
"Hiks mian oppa seharusnya jihna lebih dewasa" sesal jihna lalu memeluk kakaknya itu, jimho hanya mengangguk lalu mengelus rambut jihna memberikan sedikit ketenangan.
Sedangkan seokjin yang melihat interaksi itu tersenyum kecil lalu berjalan menuju lift, anak-anak mereka telah dewasa.
"Seharusnya kami bisa membagi waktu untuk anak-anak" guman jin lalu menggelang lemah, merasa gagal menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya.
Dreett dreet dreeet
"Hallo hyung kau dimana?" pertanyaan taehyung membuat jin mengerutkan dahinya
"Kenapa?" tanya jin walau sedikit bingung.
"Aku bisa minta tolong? aku ada pekerjaan sekarang kau tau kan? dibulan ini aku sangat sibuk dengan pemotretan" ucap taehyung dengan cicitan kecil berharap seokjin mengerti posisinya.
"Baiklah, nanti aku jemput taehyun" sahut seokjin
"Terima kasih hyung" ucap taehyung dengan semangat, bersyukur ada seokjin sebagai hyungnya yang bisa membantunya saat seperti ini.
"Em, semoga berhasil ingat jaga kesehatanmu" ucap jin lalu menutup telpon
"Selalu saja".
_________________________________
Maaf terlalu pendek😀