Atrevald Gang

Atrevald Gang
07. ATREVALD ADA PENGKHIANAT?



..."Sebuah kelompok itu butuh kepercayaan"...


..."Atrevald_"...


Dilain tempat terlihat dua kakak beradik yang sedang duduk diantara bangku taman rumah sakit. Keduanya terlihat terdiam, hingga suara kakaknya mengalihkan atensi gadis disampingnya yang tak lain adalah adiknya "dek" panggil zero lembut sambil menatap kearah adiknya.


Hari ini adalah hari libur, sehingga membuat zero merasa leluasa karena bisa menemani adiknya yang sakit.


Vhea yang merasa dipanggil mengalihkan pandangannya kepada sang kakak "kenapa kak?" Tanyanya.


"Papah--" zero sengaja menjeda kalimatnya.


"Gimana ceritanya?" Tanya zero.


"Kakak gak kuat liat mamah yang sok kuat kayak gitu" lanjut nya sambil menatap mamahnya dari kejauhan.


Vhea hanya bisa menunduk tak kuat menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir zero. Hatinya terasa mencelos begitu saja ketika kakaknya menanyakan hal itu.


"Vhea juga gak tau kak kenapa bisa kayak gini, tapi yang jelas, tadi vhea sempet buka hp mamah yang ketinggalan waktu mamah lagi ke warung cari makan"


"Digaleri, vhea liat ada foto papah sama perempuan lain lagi pelukan" ucap vhea lemah.


Zero hanya terdiam beberapa saat hingga akhirnya kembali bersuara "Abang harap, itu cuma kesalahpahaman aja vhe" ujarnya sambil menundukkan kepalanya. Jujur zero merasa emosi, tapi sebagai seorang kakak ia tetap harus mengendalikan emosinya sebelum semuanya terungkap jelas.


"Dan aku harap keluarga kita bisa baikan lagi kayak dulu" tambah vhea.


"Iya vhe, kakak juga maunya gitu" balas zero pelan.


Ting


Ting


Tiba-tiba suara notice dari handphone zero mengalihkan atensi kedua kakak beradik itu.


"Siapa kak??" Tanya vhea penasaran.


Zero hanya mengedikkan bahunya tak tahu. Perlahan cowok itu mulai membuka ponselnya dan membaca pesan dari grup yang baru saja masuk melalui ponselnya.


...~ATREVALD GANG~...


Arkan Alion


Wahai caner sekalian, gue ingin memberikan sebuah informasi penting untuk Para sahabat gue tercinta❤️


Bintang langit angkasa


Caner??


Arga varo perdana


?


Kenzo Aditya


Caner apaan anjir?


Atharel Mahendra


Informasi apaan njir


Gibran albara


Gak usah pake lope segala bego,


Jijik gue liatnya


^^^Zero arkein pranata^^^


^^^Ada apa sih ini, berisik banget^^^


Kenzo Aditya


Dari mana aja lo wakil?


Baru inget sama revald?


Arkan Alion


@bintang langit angkasa


@arga varo perdana


@kenzo Aditya


Caner(calon penghuni neraka)


Bintang langit angkasa


Bangsat parah Lo @Arkan Alion


Gibran albara


Anjay, ketua gue nih bos senggol dong


Atharel Mahendra


Ketua kita udah mulai aktif ya bun


Kenzo Aditya


Gadak bunda Lo disini sapi @atharel mahendra


^^^Zero arkein pranata^^^


^^^Sory buat semuanya, semalem^^^


^^^gue gak bisa datang ke markas^^^


Bintang langit angkasa


Aman aja


Atharel Mahendra


Gue bukan sapi anjir@kenzo Aditya


Arga varo perdana


G gk nr bs² @arkan Alion


Gibran albara


@arkan Alion


Tuh batu ngomong apaan be?


^^^Zero arkein pranata^^^


^^^Thanks bro @bintang^^^


Arkan Alion


Stop panggil gue bego Gibran!!✋


Hati dede atit kalena lo lecehkan👊


Untuk si kulkas Argadingin, dimohon penulisannya di perhatikan kembali.


Atharel Mahendra


Biar Abang atha yang mentranslite nya✊


Kenzo Aditya


Wah, Abang atha mulai aktif ya mas@arga varo perdana


Arkan Alion


Terimakasih babang atha, Lo emang ter the best👍❤️❤️❤️


Atharel Mahendra


Menurut kamus seorang Atharel Mahendra,


Abang Arga varo perdana menyatakan sebuah ungkapan yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berbunyi "gue gak menerima basa-basi" dan itulah jawabannya.


^^^Zero arkein pranata^^^


^^^Gue kasian sama tangan Lo tha^^^


Atharel Mahendra


Lo gak usah ikut campur bangsat


Kenzo Aditya


Ck,, jadi wakil ga usah sok asik


Arkan Alion


Gue lebih setuju sih sm ken


^^^Zero arkein pranata^^^


^^^Lo semua kenapa sih anying^^^


...Kenzo Aditya mengeluarkan anda...


...*****...


Zero mengerutkan keningnya tak paham. Jujur ia masih bingung dengan para sahabatnya yang mendiamkan dirinya. Disana hanya ada Bintang yang masih mau merespon pesan yang dikirim nya.


Vhea yang melihat perubahan raut wajah Zero mulai membuka suara "kenapa sih bang?" Tanyanya.


"Gak papa, Abang pamit ke toilet bentar ya" balas Zero.


Vhea hanya mengangguk dengan tatapan bingung.


...*****...


"Zella, kamu kenapa dari tadi muka nya ditekuk gitu" Tanya sang bunda lembut.


"Zell" Zella hanya diam tak menjawab panggilan mama nya.


"zella" Panggil sang bunda untuk kedua kalinya.


Zella hanya menunduk lesu "Bun papa bakal baik-baik aja kan?" Tanya zella tanpa menghiraukan panggilan mama nya.


Fani-bunda Zella, hanya mampu tersenyum kecil untuk menutupi semua lukanya "Kita do'akan yang terbaik ya, buat papa" Ujar Fani tenang seakan tidak ada apa-apa, padahal didalam lubuk hatinya tersimpan banyak duri yang menancap di tengah-tengah kebahagiaannya.


"Bunda" Panggil Zella lemah.


"Aku kasih tau semuanya sama bang alan dan bintang ya?" Pintanya memohon.


Fani menggeleng " kamu boleh bilang semuanya sama alan, tapi jangan sama bintang" Balasnya.


Sesaat Zella terdiam, ia masih tidak mengerti mengapa bundanya selalu melarangnya untuk tidak mengatakan apapun pada bintang jika terjadi sesuatu pada keluarganya "Bunda kenapa sih, kalo kita ada apa-apa gak pernah mau kasih tau ke bang bintang?" Tanya zella mulai menyerah dengan keadaan.


Zella menghela nafasnya kasar "Kita itu keluarga, bang Bintang itu kakak aku, tapi kenapa bunda seolah-olah gak pernah mau buat susah bang Bintang, padahal aku sebagai adiknya udah rellain buat bolos sekolah demi ayah, tapi bang Bintang yang sebagai kakak, dia bahkan malah kayak jadi adik aku yang gak tau apapun" Ujar Zella frustasi.


Zella benar-benar sangat frustasi sekarang, dia bahkan mulai menyerah dengan keadaan yang saat ini tengah menimpanya. Dipikirannya hanya ada satu, yaitu harapan agar papah bisa kembali pulih seperti sedia kala.


Tapi ternyata, pikiran lain mulai muncul didalam benaknya disaat bundanya-fani, tidak mengizinkan nya memberi tahu pada bintang-kakak keduanya untuk mengetahui segala sesuatu yang tengah menimpa keluarganya. Ntah apa alasan Fani menyembunyikan itu semua, yang jelas kenyataan itu membuat Zella sangat frustasi. Ia seolah-olah dijadikan tempat penampung luka atas segala luka.


"Ini belum waktunya kamu tau semuanya Zell" Jawab Fani lemah.


Zella mulai menghapus air matanya yang tadi sempat jatuh ke pipi nya tanpa seizinnya "Ayah sama bunda lagi membunyikan apa sih, sampai Zella gak boleh tau apa rahasia yang kalian simpan" Tanyanya dengan mata sembab.


"Kita keluar cari makan bentar yuk, dari tadi kamu belum makan" Ajak fani berusaha mengalihkan pembicaraan.


...*****...


Malam harinya terlihat anak-anak atrevald berkumpul di markas seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.


~ATREVALD GANG~ adalah sebuah geng motor dengan anggotanya yang terdiri  sebanyak 576 orang. Geng ini diketuai oleh salah satu murid SMA pratavana anak IX IPA 1 yang bernama lengkap ~Bintang langit angkasa~


Geng ini juga terdapat anggota inti yang beranggotakan 7 orang. Diantara lain yaitu:



Bintang langit angkasa. (ketua)


Zero arkein pranata      (wakil)


Arga varo perdana           (inti)


Kenzo Aditya                     (inti)


Arkan Alion                      (inti)


Atharel Mahendra            (inti)


7.gibran albara                      (inti)



Disana terlihat sang ketua berdiri ditengah-tengah sebuah ruangan lebar yang dikelilingi oleh semua anggota Atrevald sambil memberikan instruksi kepada semua anggotanya. Disana hanya ada 6 anggota inti yang hadir bersama 575 anggota seluruhnya.


" MALAM INI, SIAPAPUN DIANTARA KALIAN YANG MENJADI PENGKHIANAT GUE MINTA, MAJU KEHADAPAN GUE SEKARANG!!" Tegas Bintang-ketua Atrevald dengan suara keras.


"ATREVALD BUKAN TEMPAT PENGKHIANAT!!"


"GUE KASIH KESEMPATAN KALIAN SEKALI LAGI, DENGAN SYARAT KALIAN HARUS JUJUR SAMA GUE DAN GAK AKAN MENGULANGINYA LAGI"


"MAJU!!" Kali ini suara Bintang terdengar lebih keras dari sebelumnya hingga membuat sebagian orang yang berada disana merasa ngeri mendengarnya.


"KETUA SEDANG MEMBERIKAN INSTRUKSI !! JADI KAMI SELAKU ANGGOTA INTI MEMINTA KEJUJURANNYA!!" Kali ini bukan suara Bintang melainkan suara Arga.


Sosok Arga yang dikenal sangat dingin dan kejam membuat nyali sebagian anggota Atrevald menciut. Semua anggota yang ada disana hanya menundukkan kepalanya takut.


Arga memang cowok yang sangat dingin dan irit berbicara, tetapi jika soal pengkhianat atrevald dialah orang kedua yang akan maju setelah Bintang-sang ketua.


"JIKA MASIH ADA YANG BELUM MAU NGAKU, MAKA TERPAKSA PARA ANGGOTA INTI LAH YANG AKAN TURUN TANGAN MENCARI TAU SENDIRI!!" Tambah Arkan.


"DAN KALIAN AKAN TAU SENDIRI, HUKUMAN APA YANG AKAN DIDAPATKAN JIKA ANGGOTA INTI YANG MENGETAHUI LEBIH AWAL, SEBELUM KALIAN YANG MENGAKUI SENDIRI!!" Lanjut Arga dengan gejolak emosinya yang masih mampu ia kendalikan.


Tak berselang lama saat semuanya terdiam, ada satu orang yang perlahan mulai berjalan menuju ketengah-tengah  lapangan dan langsung menghadapkan tubuhnya kearah Bintang-sang ketua.


Disaat orang itu tengah berdiri tepat dihadapan sang ketua, bintang tidak melihat raut wajah ketakutan ataupun kecemasan dari wajah anggotanya.


Orang itu hanya berdiri santai dan bersuara "Lo bisa aja salah paham dengan para anggota lo, tapi jangan lupa dengan anggota inti yang selama ini lo kasih semua kepercayaan nya!!"


"Gak semua pengkhianat berupa anggota, tapi bisa jadi teman terdekat lo sendiri!!" Lanjutnya yang membuat seluruh tubuh bintang tiba-tiba merasa kaku.