
..."berharap seperti dulu, namun hanya angan"...
...~Bintang langit angkasa~...
...•...
...•...
...•...
...Happy reading ❤️...
...****...
"Vhe lo kenapa?"
"Kok baju lo kotor gini"
"Lo habis masuk comberan?"
"Atau nyemplung disiring?"
"Atau kejeblos disungai?"
"Atau bisa jadi lo masuk got?"
"Atau jangan-jangan lo---" Cerocosan Zella terhenti karena Vhea memotongnya.
"SEMUA GARA-GARA ABANG LO ZELLAAAAAAAAAAAAA" Teriakan Vhea menggema didalam kelas, hingga membuat siapa saja yang mendengar nya terkejut dan menutup kedua telinganya.
"Lo bisa gak sih gak usah teriak-teriak,
Kuping gue panas" Kesal Zella.
"Lagian lo ngapain juga sih pake nyalahin Abang gue segala, apa hubungannya coba sama baju kotor lo"
"Lo tu--"
"Mending lo cerita baik-baik sama gue, gak usah teriak-teriak!" Balas Zella kesal.
Vhea menghela napasnya dengan kasar dan mulai menceritakan semuanya " Jadi gini, tadi gue telat masuk, terus akhirnya gue naik pager karena pintu gerbang udah ditutup, nah pas mau turun dari pager gue malah kepleset dan jatuh ke lubang tumpukan sampah"
"Dan tanpa sengaja kakak lo nengok gue, jadi gue minta tolong sama dia buat nolongin gue, dan lo tau apa yang dia lakuin?"
"Apa?" Tanya Zella menahan tawanya.
"Dia pergi gitu aja, dan setelah kepergian nya gue berusaha naik keatas buat nyelametin diri tapi malah kepleset lagi dan masuk ketempat sampah yang lebih kotor"
"Jorok banget" Lanjut Vhea, merasa jijik dengan dirinya sendiri.
"Huaahahahaha" Tawa Zella langsung menggelegar memenuhi ruang kelas.
"Lagian lo ada-ada aja sih"
"Tapi gue malu juga sih punya kakak kayak bang Bintang"
"Gue kira dia cuek dan nyebelin nya sama gue doang, gak tau nya sama lo juga" ujar zella yang malah merasa senang dengan nasib sahabatnya. Ia bernapas lega karena ternyata masih ada orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dirinya.
"Ck lo bisa gak sih ajarin abang lo kebaikan"
"Setidaknya dikit aja" saran vhea masih sedikit kesal.
"Mana mungkin gue bisa, pintu kulkasnya aja banyak banget, gak kebayang seberapa dingin hatinya" ucap zella sambil geleng-geleng merasa ngeri membayangkan nya.
"Btw, lo gak ganti vhe"
"Badan lo bau comberan" bisik zella membuat sang empu membulatkan matanya sempurna.
"Serius lo" pekik vhea mulai mencium bajunya, dan benar saja yang dikatakan zella bahwa dirinya bau comberan.
"Beneran, napa lo gak bilang dari tadi bego"
"Karena lo ngajak gue ngomong terus"
"Monyet lo" decak vhea mulai berlari meninggalkan zella, dan menuju ruang ganti.
Zella yang melihat itu hanya tertawa cekikikan sambil geleng geleng.
"Ngapain lo geleng-geleng sendiri" ujar seseorang yang tiba-tiba berada di belakang zella.
"Hah apa" zella mendongak melihat siapa orang itu.
"Oh gapapa, gue cuma lucu aja sama tingkah vhea tadi" balas zella pada ken.
"Eh kak, Abang gue mana?" Tanya zella.
"Dikelas" ujar ken yang terus menatap kearah depan.
Zella yang merasa bingung dengan ken, pun mengikuti arah pandangan nya. Tetapi zella belum tahu pasti siapa orang yang sedang dipandang ken, karena disana ada banyak teman sekelasnya yang sedang duduk dan berkumpul dipojokkan depan kelasnya, ntah sedang bergibah apa.
"Kakak tumben banget, gak ngelawak" tanya zella bingung, tak biasanya cowok itu bicara seperti orang normal.
"Emang gue kelihatan banget ya, kayak pelawak" jawab ken cepat tapi masih dengan pandangan kedepan.
"Kakak lagi ngeliatin apaan sih"
"I-itu, cewek yang di sebelah karin siapa namanya?" tanya ken pada zella.
"Lo suka kak?" Kaget zella.
"Cantik"
"Serius kak? Wah gue gak nyangka banget seorang kak kenzo Aditya bakal jatuh cinta sama adek kelasnya" ujar zella masih dengan raut wajah tak percaya.
"Sepatunya kali, yang cantik" balas ken yang sudah mengerti jalan pikiran zella.
"Hah" seketika itu juga zella melongo mendengar Jawaban ken.
"Astaghfirullah kak kak, gue kira lo udah tobat jadi cowok homo, gak taunya malah tingkat gak waras nya nambah" ucap zella menggeleng geleng kepala nya.
"Gue gak homo!"
"Cuma belum dapet yang pasti aja"
"Halah kak kak godain betina aja selalu nomor satu, giliran nembak beh kalah jauh, dasar penakut!!"
"Udah deh, lo tinggal kasih tau aja nama tuh cewek" paksa ken.
"Lo maksa?" Tanya zella.
"Gue serius zella, tinggal kasih tau apa susahnya sih"
"Gue pengen beliin sepatu buat adek gue yang kayak gitu"
"Sandara namanya"
"Sandaran?"
"Yahahaha, gue baru tau ada orang namanya sandaran, itu orang tuanya kayak lagi butuh Sandaran banget dah" teriak ken.
"Ngebet banget punya anak dinamain sandaran"
"Gak kasian kali ya sama anaknya dijadiin senderan terus"
"Gimana kalo ntar ambruk"
"Heh sandaran lo ka---" ken hendak memanggil sandara namun, ucapan terpotong oleh zella.
"KAK!!" Pekik zella merasa malu, akibat ulah sahabat abangnya karena beberapa orang disana tengah menatap keduanya dengan tatapan aneh.
"Hehehe" ken hanya nyengir tanpa dosa sambil menampakkan deretan gigi nya.
" Udah deh sana kakak pergi aja, bikin malu doang tau" usir zella.
"Siapa lu nyuruh nyuruh gue pergi"
"Kakak mau gue omongin bang bintang tentang siapa Yang ngerjain dia waktu lagi tidur" ancam zella.
"H-hah n-nggak dulu deh, gue masih mau hidup, makasih tawarannya gue pergi dulu" jawab ken sambil terbata-bata karena takut dengan ancaman zella, kemudian berlalu pergi.
"Yahaha, diancem gitu aja langsung nurut"
"Senengnya gue punya kakak kelas penurut"
Flashback off
Saat pagi hari bintang masih tertidur pulas dengan sahabatnya ken. Kebetulan saat itu keluarga ken sedang pergi keluar kota, membuat ken merasa sepi dan memilih menginap ditempat bintang.
Kebetulan sekali ken memiliki sahabat yang orang tuanya sudah menganggapnya seperti keluarga nya sendiri sehingga tidak perlu bersusah payah mencari tumpangan hidup.
****
Setelah beberapa saat lamanya bintang tertidur, suara bundanya terdengar begitu keras dibawah, membuatnya harus berlari tergesa-gesa dengan segenap nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.
"BINTANGGGG"
"BANGUN!! KAKEK SAMA NENEKMU UDAH DATENG SEMUA"
"KAMU MAU BANGUN ATAU BUNDA GAK BAKAL IZININ KAMU BUAT KELUAR MALAM LAGI "
tentunya ucapan terakhir dari mamahnya membuatnya berlari dengan baju dan rambut yang masih acak-acakan. Wajahnya? Jangan ditanya lagi, semua orang yang berada disana terdiam beberapa waktu saat melihat penampilan bintang, lalu menertawakan nya. Bahkan kakek, nenek dan pembantunya nya ikut mentertawakan.
"HAHAHAHA" sentak semua orang yang ada disana.
"Bintang kamu apa apaan sih, malu maluin banget" cibir bunda nya.
"Nenek baru tau kalo punya cucu seimut ini kayak Cinderella" ujar neneknya lalu kembali tertawa.
"Ck gue makin malu punya adek so cool padahal aslinya gembel+gila kek dia" ujar alan kakak bintang yang masih menahan tawanya.
"Sumpah demi apa gue bisa punya abang bencong kayak dia" tambah zella sambil tertawa cekikikan.
"Kalian kenapa sih, pada ketawa dan ngomongin gue gak jelas kayak gitu" kesal bintang.
"Apa yang salah coba?" Tanyanya.
"Hahaha bang bang, coba deh abang ngaca sebentar"
"Kalo gak punya kaca, mending ngaca sama hp ku" ucap zella yang mati matian menahan tawanya sambil menyodorkan ponselnya.
Bintang sontak membulatkan kedua matanya dengan sempurna, hingga hampir keluar dari tempatnya. Betapa kagetnya bintang saat melihat wajahnya yang sudah dipenuhi oleh bedak tebal dengan warna pink dipipi nya, alis hitam yang sepertinya sengaja dicoret dengan spidol dan bulu mata yang acak-acakan, serta lipstik tebal berwarna merah yang terlihat menor.
Jangan lupa dengan coretan coretan kecil dengan gambar kucing dikeningnya dan gambar Barbie dipipi nya yang pink.
Yang lebih membuatnya prihatin adalah bajunya. Ia baru sadar jika baju yang ia kenakan sekarang bukanlah miliknya ataupun milik seorang cowok yang biasa memakai nya, melainkan lebih mirip bahkan bukan hanya mirip, tetapi kenyataannya baju itu adalah baju untuk seorang perempuan.
baju berukuran seksi yang pendeknya hanya setinggi lutut, beserta pernak-pernik dibeberapa bagian itu memberikan kesan luar biasa untuk semua orang yang melihatnya diruang keluarga.
Hilang sudah image bintang didepan keluarga nya. Siapa yang tega melakukan semua itu pada bintang yang tampan ini ya tuhan.
"Sial" decak bintang merasa malu, lalu berlari menuju kamar mandinya, dan mulai membersihkan wajah nya.
Didalam benaknya bintang mengumpat keras-keras. Berbagai pertanyaan muncul di kepalanya.
Kira-kira siapa dalang dari semua ini?
Kenapa orang itu berani sekali berurusan dengannya?
Bintang benar-benar seperti orang frutasi saat ini, ia sangat malu semalu-malunya.
Bisa-bisanya ia tak terganggu dan terbangun ketika ada orang yang mengganti pakaiannya!!
Apa orang itu memberinya obat tidur?
Ntahlah, bintang masih sangat frutasi.
Flashback on
"Kalo gak diancem gue juga ogah kali nurut sama adek kelas macem dia" cibir ken yang ternyata masih berada didepan kelas zella.
Tanpa ken sadari ternyata zella masih setia mendengar cibiran tak jelas yang terlontar dari mulutnya "oh, kakak jadi mau gue aduin kak bintang beneran nih?" Tanya zella menaikkan satu alisnya
"Ampun suhu, gue belum nikah, mau cari jodoh dulu"
"Gue gak mau mati penasaran gara gara digebukin babang bintang" ucap ken dengan nada so dramatisnya kemudian berlalu pergi.
...****...
"DOOR" pekik zero memecah keheningan.
"Uhuk uhukk'' Ken terbatuk-batuk akibat pekikan zero, hingga tersedak bakso yang sedang ia makan.
"Astoge kodok, lu bisa gak sih kalo Dateng gak usah ngagetin, gue keselek bakso anjir" kesal ken.
"Iya noh, bikin jantung gue geser aja"
Tambah arkan.
"GUE PUNYA KABAR BAIK!!" Ujar zero serius yang membuat kedua temannya penasaran.
Arkan dan ken mulai mendekatkan diri pada zero untuk menghilangkan rasa penasaran nya "Afaan tuh" ucap ken dan arkan bersamaan.
"Tadi--" ucap zero sengaja menggantungkan perkataannya.
"Tadi--" sahut ken dan arkan meniru kata kata zero.
"Gue--"
"Gue--"
"GUE DIKATA GANTENG SAMA ARUNA BEGO!!" Teriak zero histeris seperti orang kesurupan.
"Anying gue udah dengerin serius serius, dan lo cuma mau bilang gitu" sesal arkan.
"Ck mau muntah gue dengernya" geli ken.
"Halah kayak lo gak bakal baper aja kalo digituin, bilang aja lo irikan sama gue" ucap zero membanggakan diri.
"Idih amit amit gue iri sama cowok gembel mirip kambing kayak elo" balas ken menusuk paru paru zero.
"Mending gue iri sama si babang bintang yang mampu membuat hati dedek karin kepincut" ujar ken dengan dramatisnya.
"Haha makannya ganteng kayak gue biar bisa buat gebetan lo kepincut"
Melihat kedua temannya seperti itu, arkan hanya geleng-geleng kepala ingin muntah, karena mendengar ucapan teman temannya yang tak berfaedah sama sekali "idih, lu berdua emang kagak ada yang waras yah"
Ujar arkan mulai meninggalkan mereka berdua.
...****...
"Ar" panggil bintang pada arga.
"Hm" singkat arga.
"Gak usah sok cool lu" ejek bintang.
Arga hanya melirik bintang sekilas dan balik mengejek bintang "kalo gue sok cool terus lo apa"
"Sok bisu gitu?" Tanyanya lagi.
"Yok berhenti!!" Tegas bintang serius tanpa menghiraukan pertanyaan arga.
Bintang menghela napasnya pelan, dan mulai mengungkapkan semua isi pikirannya yang telah lama ia simpan "lo gak ada niatan kayak dulu waktu smp, gue jadi kangen sama kita yang dulu, kita yang selalu santai kalo ada tugas, kita yang selalu biasa aja kalo dihukum, kita yang bandel, kita yang gak ada akhlak, kita yang--" ucapan bintang terhenti ketika sebuah benda memasuki mulutnya hingga matanya terpejam saking kagetnya.
Perlahan bintang membuka matanya dan mendapati sebuah remasan kertas yang sengaja arga sumpalkan ke mulutnya.
"Sial lo ar" kesal bintang.
"Kita udah SMA!!" Singkat arga.