Atrevald Gang

Atrevald Gang
03. PERTENGKARAN



..."kisah ini berawal dari ketidaksengajaan yang berakhir menjadi kebahagiaan"...


...~Bintang langit angkasa~...


..."Awal dari kebahagiaan adalah luka terbesar untukku yang sulit menggapaimu"...


...~Natavhea Kayla anistaya~...


...•...


...•...


...•...


...*****...


"NATAVHEA KAYLA ANISTAYA" teriak seorang gadis remaja dengan histeris nya yang tak lain adalah ~karina rosella~ "lo bisa gak sih gak usah teriak-teriak" dengus vhea sebal.


"Gak bisa vhe, ini kabar buruk banget" pekik karin histeris.


"Kak bintang tadi berantem sama anak IPA 1 temen sekelasnya!!"


"Gilak sih, baru kali ini ada orang seberani itu sama kak bintang, kira-kira ada masalah apa ya mereka?" Cerocos Karin tiada henti.


"Terus hubungannya sama gue apa?" Tanya vhea santai.


Karin memelototkan kedua matanya pada vhea karena sikap santai temannya itu "lo gak tau apa, segitu ganteng dan dinginnya kak bintang bisa berantem dan ngeluarin kata2 kasar didepan umum"


"Itu masih nggak mungkin banget" jelas karin yang masih histeris.


Vhea hanya menatap Karin heran "Gak ada urusannya sama gue, lagian dia emang sering berantem, lo nya aja yang gak tau " balas vhea dengan wajah datar.


"Ya lo kan tau gue ngefens banget sama kak bintang dari dulu, kalo ntar muka nya lebam lebam gimana? Kan kasian sama wajahnya yang ganteng bak malaikat disurga" ujar karin dengan wajah dibuat buat sok sedih.


Vhea hanya menggaruk tekuk kepalanya yang tak gatal dan berujar "lo kalo mau tes ke norak kan jangan sama gue, jijik gue dengernya" dengus vhea sebal dengan ulah temannya yang sangat mengidolakan bintang secara berlebihan.


"Orang jelek bak ikan ****** kayak dia lo kata ganteng? Gue rasa lo kena gangguan jiwa" tambah vhea.


Karin mengerucutkan bibirnya tak suka dengan apa yang vhea katakan untuk fans nya "ih vhea, kok lo jadi banding bandingin kak bintang gue, sama ikan ****** sih" sebal karin.


"Ya emang bener, dia mirip kayak ikan ******"


"Dah lah gue capek ngomong sama lesby" ucap karin pada vhea lalu meninggalkan nya sendiri.


"Idih, amit amit gue lesby"


"Gue masih suka cogan" gerutu vhea yang masih bisa didengar karin.


Karin memundurkan langkahnya lalu membalikkan badannya agar bisa berdiri berhadapan dengan vhea.


"Lo bilang apa barusan" tanya karin sambil memicingkan mata nya.


"G-gue masih suka cogan" ucap vhea terbata bata karena malu telah mengatakan hal norak seperti itu.


"Jangan ambil kak bintang gue!" Ancam karin.


"Idih ogah gue sama ika-"


"Cukup! gue tau lo mau ngomong apa" sambar karin cepat dengan nada kesalnya.


"Tapi awas aja ntar jatuh cinta sama kak bintang"


"Ogah yang ada gue benci"


"Benci yang gimana dulu, jangan bilang benci jadi cinta" goda karin.


"Nggak akan!"


...*****...


"Oh tuhan"


suara nyanyian zero mampu membuat seluruh mata yang berada dihalaman belakang sekolah menatap padanya dengan tatapan kagum meski akhirnya sebuah suara yang entah dari mana datangnya membuat semua orang merasa kesal dengan suara ken yang ikut bernyanyi beserta tingkah lawak bak fakboy nya yang tak pernah terlepas dari dirinya.


"Kucinta dia"


"Sayang dia"


"Rindu dia"


"Ingin kan dia"


"Oh tuhan" sambung ken.


Zero hanya menggelengkan kepalanya ketika ken menyambungkan nyanyiannya dengan menyebut semua nama para betina.


Tak ingin mendengar lagi suara ken yang bagaikan toa, membuat zero pergi meninggalkannya.


"kucinta zella"


"Sayang karin"


"Rindu mika"


"Inginkan sandaa"


"Huhuhuhuhuhuuuuuu"


Nyanyian ken terhenti saat ia menyadari dirinya tengah ditatap oleh beberapa orang disana dengan tatapan aneh "ngapain lu pada ngeliatin gue kayak kambing kelaperan" ejek ken pada semua orang yang tengah menatapnya.


"Suara gue bagus ya" narsis ken sambil menaikkan satu alisnya kepada Mereka semua.


"Bagusan juga suara kak zero" ucapan salah satu siswi disana mampu membuat ken mengerucutkan bibirnya kesal.


"Suara merdu kayak gini lo kata lebih bagus suara zero? Gue do'ain lu bakal kualat seumur hidup karena udah ngejek gue" ujar ken tak mau kalah.


"Idih suara macam ondel-ondel gitu lo kata merdu? Bahkan kayaknya masih bagusan suara ondel-ondel nya deh" Tambah salah seorang yang berada di sana.


Ken menatap kesal pada orang didepan nya dan mulai melipat seragam olahraga yang dikenakannya seperti hendak menerkam mangsanya "Suara bagus gini lo kata bagusan ondel-ondel nya? Wah kurang ajar lo yah" tanya ken dengan tatapan tajamnya.


"Bukan cuma suaranya, mulut nya aja mirip kayak ikan peliharaan bapak gue" ucapan orang itu mampu mengundang gelak tawa semua orang yang berada disana, namun berbeda sekali dengan ken yang hanya mendengus kesal.


"Monyong!! persis banget kayak ken, gak jauh beda lah, mungkin cuma sebelas duabelas doang" Suara seseorang yang membuat ken berbalik badan untuk melihat orang yang barusan bersuara.


"Kurang ajar lu, ngomongin sahabat sendiri" decak ken kesal saat melihat zero dan arkan berjalan kearah nya sambil tertawa cekikikan.


"Sejak kapan dia jadi sahabat kita" balas arkan seolah bertanya pada zero.


"Gak tau juga sih, gue sendiri gak pernah merasa punya sahabat macem kadal yang suka godain cewek" balas zero menahan tawa nya.


"Lagian udah dibilang bagusan suara gue juga, ngapain gak mau ngalah sih" balas zero mengejek.


"Kurang ajar lu pada, pokoknya gue mau marah, gue ngambek sama lu pada" balas ken dengan wajah sok dramatisnya.


"Silahkan" ucap zero dan arkan bersamaan.


Ken hanya bisa menghela napas nya dengan kasar saat melihat kedua temannya yang suka membuat mood nya hancur seketika


"Au ah gue kesel"  balas ken masih dengan wajah seperti tadi.


...*****...


"Vhe" panggil zella dengan raut wajah panik.


"Boleh bantuin gue gak?" Tanya zella memohon.


"Apa?" Tanyanya.


"obatin abang gue, muka nya lebam-lebam banget tuh"


Vhea melirik sinis kearah zella "idih ogah! Lo kan adek nya kenapa jadi gue yang suruh ngobatin"


"Lagian dia juga ngapain pake acara berantem segala, gak jelas banget hidupnya" celetuk vhea.


"Ayolah vhe, gue harus pulang sekarang" mohon zella.


"Ini masih jam istirahat zella, lo mau ngapain pulang?" Tanya vhea.


"Papa gue dirumah sakit, gue harus pulang sekarang, jadi gue titip Bang bintang ya"


"Dimana-mana kalo yang minta tolong titipin kayak gini itu kakaknya, ini malah adeknya"


"Dasar kakak gak guna" balas vhea mengejek bintang.


"Plis lah vhe, jangan bilang bang bintang ya kalo papa drop lagi, gue gak mau papa tambah drop kalo sampai bang bintang kesana dengan muka nya yang lebam kayak gitu" jelas zella sambil menangkupkan kedua tangannya memohon.


"Iya iya, tapi gue gak ikhlas ya ngobatin kakak kelas macam tikus liar"


"Serah lo gue gak peduli, yang penting lo bantuin gue" pasrah zella.


Vhea sangat tau dengan kecemasan sahabat nya, ia tidak merasa terkejut mengapa papa zella bisa dirumah sakit? Karena sebelumnya dirinya juga pernah mengalami hal yang sama seperti ini. Meskipun tidak terkejut vhea juga merasa iba dengan apa yang sedang ditimpa sahabat disebelahnya itu.


"Its okay, gue titip salam aja buat mama dan papa lo, semoga papa lo bisa cepet sembuh" balas vhea iba.


...*****...


Vhea berjalan dengan langkah gotai, sambil menyerocosi dirinya sendiri. Ia masih tidak ikhlas jika sampai harus bertemu dengan kakak kelasnya yang menyebalkan seperti siluman ular.


Apalagi kejadian tempo hari, saat dirinya terjatuh kedalam tumpukan sampah membuatnya bertambah sebal dengan bintang. Karena dengan tidak berdosa nya bintang membiarkan dirinya didalam sana sendiri tanpa mau menolong nya.


"PERMISI!!" Pekik vhea dengan wajah sebal tepat didepan pintu uks.


"GUE NYARI ORANG YANG NAMANYA BINTANG LANGIT ANGKASA"


"Raya" sambungnya pelan.


"ADA ATAU NGGAK? KALO NGGAK ADA GUE PERGI"


"GUE BAKAL LANGSUNG SYUKURAN KARENA TUHAN UDAH MENGABULKAN PERMINTAAN GUE BUAT NGGAK KETEMU SAMA TIKUS SUMUR LAGI" cerocos vhea.


"Ini uks, bukan tempat konser" balas bintang yang sedang berada di atas ranjang uks.


Vhea hanya memutar bola matanya malas, lalu beranjak mendekati ranjang bintang dan dengan tidak berdosa nya ia meminta cowok itu mengambil kan kotak p3k yang memang benar berada di samping bintang "mana muka lo, sini ambilin kotak P3K nya biar gue obatin, mumpung gue lagi baik" balas vhea sok baik.


"Gak sopan lo nyuruhin kakak kelas sendiri" ujar bintang kesal.


Ia benar-benar tidak bisa menjaga image nya apabila sudah dipertemukan dengan gadis menyebalkan seperti orang yang kini sedang berada di depannya.


"Kan elo yang deket sama kotaknya" balas vhea tak mau kalah.


"Minimal ambil sendiri lah ya" ujar bintang menyindir.


Lagi lagi vhea hanya memutar bola matanya malas "Udah beruntung gue mau ngobatin, masih nyerocos aja tuh mulut"


"Bukannya lo sendiri yang nyerocos dari tadi?" Tanya bintang malas.


"Udah lah, kesel gue debat sama cowok gila kayak lo"


"Gue juga kesel debat sama cewek bawel kayak lo"


"Udah lah sini mana muka lo?" Suruh vhea sambil menjulurkan tangannya kewajah bintang.


"Mau lo apain muka gue" tanya bintang menggoda.


"Berisik"


Vhea mulai mengobati luka bintang dengan pelan pelan. Ia sudah biasa mengobati bintang karena secara tidak langsung bintang adalah kakak dari sahabatnya yaitu zella. Jadi vhea tidak ada rasa ragu lagi untuk mengobati bintang dan alhamdulillah nya diantara mereka juga tak ada istilah seperti adegan difilm-film yang suka tatap tatapan terus baper, salting saltingan, hingga kejang-kejang.


Bintang meringis pelan saat merasakan sakit pada bagian bawah bibirnya yang terkena tonjokan teman sekelasnya. Hal itu sontak membuat vhea sedikit merasa ngilu mendengar nya.


"Zella kemana" tanya bintang tiba tiba.


ia sangat tau jika vhea yang datang mengobati, pasti adiknya sedang tak berada disekolah.


Dimana zella?


Kenapa bukan dia yang Dateng?


Pasti ada yang disembunyikan!!


Tapi apa?


Ujar bintang bertanya tanya sendiri.


"H-hah" gugup vhea.


"Di-dia ada dikelas" ucap vhea terbata bata.


"Lo gak usah bohong, gue tau pasti ada yang nggak beres kan?" Tanyanya lagi.


Vhea hanya diam tak berani menjawab, ia benar-benar sangat takut dengan tatapan bintang saat ini "gak ada kak, dia ada dikelas" balas vhea meyakinkan bintang.


"KALO DIA ADA DIKELAS, PANGGIL DIA SEKARANG!" Pekik bintang sedikit membentak.


Vhea hanya menundukkan kepalanya merasa takut. Ia sangat tau betapa kejam dan ngerinya ketika bintang sudah marah.


"K-kak, ze-zella ben----"


"Lo masih mau bohong" ujar bintang sedikit menurunkan suaranya tidak seperti tadi.


...*****...


"Mama.." panggil zella sambil berlari kecil dilorong rumah sakit terburu buru.


Ia sangat khawatir dengan keadaan papa nya saat ini. Saat sudah sampai, dirinya berjalan beberapa langkah dan didepan sana ia mendapati mama nya yang sudah ada disana sambil menangis tersedu-sedu. Melihat itu zella langsung berlari kepelukan mama nya.


"Z-zell papa" ucap mama nya sedikit terbata bata.


"Papa gak papa kan ma?" Tanya zella yang ikut menangis.


"Papa ko-koma" setelah mengatakan kata itu mama nya langsung luruh tak bisa menahan tangisnya lagi.


Sementara itu zella hanya terdiam mencerna kata-kata mama nya dan pada akhirnya ia berjalan mundur sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak mah!" lemah zella.


"Nggak mungkin!!"


"NGGAK MUNGKIN!!" Bentaknya.


Seketika itu tangis zella langsung pecah


begitu saja.