
Happy reading ❤️🤗.....
...•...
...•...
...•...
..."Dia yang katanya seorang ayah, nyatanya adalah penancap luka tanpa arah"...
...~Natavhea kayla anistaya~...
...*****...
Vhea berjalan begitu pelan sambil terus berdoa agar hari ini hujan tidak turun sebelum ia sampai kerumahnya.
Langit tampak semakin gelap, membuat gadis itu melangkah semakin cepat. Beberapa saat lalu ia menelpon sopirnya, tetapi sopirnya bilang mobilnya sedang berada dibengkel karena mogok.
Mendengar itu sontak membuat vhea sempat kesal, tapi ya mau bagaimana lagi.
Vhea terpaksa harus berjalan kaki dengan langkah terburu-buru. Ia takut hujan akan segera tiba.
Tadinya ia ingin menunggu zero kakak laki-laki nya, tapi cowok itu bilang kalau ia akan pergi nongkrong bersama teman temannya disebuah kafe.
Ingin sekali ia menjitak kepala kakaknya yang sama sekali tidak memperdulikan adiknya. Tapi nyatanya vhea masih punya hati nurani, sehingga ia memilih berjalan kaki.
vhea juga sempat ingin memesan taksi, tetapi ponselnya yang lobet membuat dirinya merasa sangat sial hari ini.
"ya tuhan jangan hujan dulu dong, gue belum sampai" ujar vhea terus berdoa.
Tiba tiba suara deruman motor yang berhenti tepat dibelakangnya membuat vhea terpaksa membalikkan tubuhnya.
Vhea tersenyum bahagia karena malaikat penolong nya telah tiba " hehe abang tau aja, kalo seorang bidadari kayak gue lagi butuh bantuan" candanya.
"Gak usah banyak omong, naik lo" ketus bintang.
"Ampun dah gue ketemu malaikat pencabut nyawa dari mana, kenapa kejam amat" dengus Vhea.
Bintang menatap nya dengan tatapan tajam " Lo kalo gak mau ikut gue tinggal!" Ancamnya.
"Iya iya gue ikut" Vhea segera naik kemotor milik bintang.
Perihal tadi siang, Vhea terpaksa berbohong kepada bintang tentang adiknya. Ia berkata pada bintang jika zella telah pulang karena ia sedang tak enak badan. Sontak hal itu membuat bintang terkejut sekaligus kaget.
Awalnya Bintang hendak pergi keruang guru untuk meminta izin pulang karena ia sangat khawatir pada Zella adik kesayangannya. Tapi tangannya dicekal oleh vhea, gadis itu mengatakan agar bintang jangan terlalu panik karena tadi Zella memberinya peringatan untuk Bintang agar cowok itu tetap berada disekolahnya. Bintang hanya mengangguk patuh menuruti perintah vhea.
Vhea sebenarnya tidak ingin berbohong, tapi dirinya juga tidak mau melihat papa sahabatnya itu semakin drop apabila melihat wajah putranya, bintang yang babak belur seperti ini. Apalagi bintang juga belum mengetahui penyakit yang diderita oleh papanya, ia hanya tau kalau papa nya sering masuk rumah sakit karena sudah tua.
Vhea juga belum mengetahui kabar tentang papa bintang saat ini, karena zella belum memberi nya informasi apapun sejak kepulangannya tadi siang.
...*****...
Motor sport hitam milik bintang berhenti tepat didepan pekarangan rumah vhea. Disana jalanan tampak sepi, namun suara bising yang berasal dari dalam rumah vhea Memenuhi indra pendengaran mereka berdua. Sontak mereka terlonjak kaget saat mendengar suara benda keras terjatuh seperti pecahan kaca.
"Dasar istri tidak tahu diuntung, sudah beruntung saya menikahimu"
"Tapi kamu malah bersikap kurang ajar seperti ini" teriakan papah vhea terdengar begitu jelas ditelinga keduanya.
"Kamu yang kurang ajar mas, kamu-"
ucapan mamah vhea terhenti begitu saja. Dan pada saat bersamaan suara benda jatuh kembali terdengar di indra pendengaran mereka.
Bintang dan vhea tampak saling bertatap tatapan cukup lama karena merasa bingung sekaligus heran. Tanpa aba-aba mereka berdua berlari ingin mengetahui apa yang terjadi.
Saat mereka telah berada tepat di ambang pintu rumah vhea. Tampak dihadapan mereka sebuah pemandangan yang kurang mengenakkan untuk dilihat secara langsung oleh keduanya.
Disana terlihat papah vhea hampir membanting vas bunga kearah mamahnya. Sontak hal itu tidak bisa vhea biarkan begitu saja.
Vhea menepis kasar vas bunga itu agar tidak mengenai mamah nya. Tapi karena keteledoran nya bagian tajam dari vas itu menggores tangan kanan vhea sehingga tampak sebuah garis panjang tepat disisi lengan gadis itu.
"PAH" teriaknya.
"UDAH PAH"
"PAPAH KENAPA SIH"
"KENAPA MAMAH JADI KAYAK GINI, PAPAH NGAPAIN MAMAH SAMPAI MAMAH NANGIS-NANGIS KAYAK GITU"
Teriakan gadis itu semakin menggebu karena tidak terima mamahnya diperlakukan seperti itu. Sementara bintang hanya berdiam kaku masih tak percaya dengan kelakuan ~Fajar~ papah vhea yang selama ini ia lihat begitu baik dan tidak pernah melakukan kekerasan sama sekali pada istrinya ~Nara~.
Disana dapat bintang lihat luka didahi nara yang bisa ia tebak bahwa luka itu pasti berasal dari suara pecahan kaca yang ia dengar beberapa saat lalu saat masih berada dipekarangan rumah Vhea. Ia juga dapat melihat mata wanita paruh baya itu yang sembab akibat terus menangis sesenggukan.
Beberapa bekas bogeman juga terlihat tepat di bawah bibir kanan Nara, dan sebelah mata kirinya. Bintang sampai meringgis ngeri melihatnya.
Beberapa Pecahkan kaca berserakan juga terlihat jelas melalui indra penglihatan cowok itu.
"DIAM KAMU!!"
"KAMU ITU TIDAK TAHU APA-APA, JADI JANGAN SOK BERLAGAK SEPERTI PAHLAWAN KESIANGAN"
"MAMAH KAMU ITU TIDAK TAHU MALU"
"SEHARUSNYA KAMU, ZERO, DAN MAMAH KAMU ITU TIDAK ADA DIKEHIDUPAN SAYA!!"
"KALIAN SEMUA ITU HANYA PEMBAWA SIAL!!"
Ucapan fajar barusan membuat vhea menggeleng kepalanya tidak habis pikir dengan pikiran papahnya. Ini pertama kalinya vhea melihat papahnya benar-benar berubah 180 derajat tidak seperti biasanya. Papah yang selalu ramah dan menyambut kepulangan putri kesayangannya kini sudah tak ada lagi, Yang ada hanya kemarahan pria itu.
Plak...
Sebuah tamparan melayang begitu saja di pipi kanan fajar. Ia melirik istri pertamanya dengan tatapan tajam.
"Kenapa, kamu tidak terima?" Tanya fajar sinis.
"JANGAN KURANG AJAR KAMU"
"Jangan karena kamu mengata--" ucapan mamah vhea terhenti saat vhea memotong nya dengan raut wajah menahan emosi.
"CUKUP!!"
"PAPAH SAMA MAMAH ITU APA-APAAN SIH"
"KALO ADA MASALAH ITU DI PERBAIKI, JANGAN KAYAK GINI!" Pekik vhea.
"PERBAIKI?" Tanya mamah vhea tiba-tiba.
"KAMU NGGAK TAHU VHE KALO ORANG YANG SEKARANG KAMU SEBUT PAPAH ITU, UDAH SELINGKUH SAMA WANITA LAIN!" Teriakan beserta penjelasan mamahnya yang kini telah menangis sejadi-jadinya mampu membuat vhea terjerat kaget tak percaya.
"Pa-papah selingkuh?" tanyanya memastikan.
Mamahnya hanya menganggukan kepalanya tidak kuat menjawab.
"SAYA TIDAK AKAN BERSAMA WANITA LAIN KALAU KAMU BISA MENJADI ISTRI YANG BAIK BUAT SAYA" teriak fajar menggebu.
"KURANG BAIK APA SAYA DENGAN KAMU?"
"HAH"
"JAWAB!!" Pertanyaan nara mampu membuat fajar membisu beberapa saat hingga suara tamparan keras kembali melayang kearah fajar.
Tanpa rasa takut vhea menampar fajar begitu saja. Ia benar benar sangat emosi dengan papahnya.
Plakk..
"BERANI BANGET YA SELINGKUH DISAAT MASIH PUNYA ANAK DAN ISTRI" ucap vhea keras memenuhi ruangan.
Fajar menatap vhea tajam "BERANI-BERANINYA KAMU MENAMPAR SAYA"
emosi fajar meluap begitu saja, sehingga dengan sadis dan tidak berdosanya pria itu menonjok pipi kanan vhea dengan sangat keras serta mendorongnya hingga tubuhnya tersungkur dan tak seimbang sampai membuat kepala vhea membentur sisi pinggir meja kaca diruangan itu, hingga menghasilkan bercak darah didahi gadis itu.
Vhea merasakan oleng dan sakit yang luar biasa dikepalanya hingga membuat matanya kian menggelap dan badannya ambruk.
"VHEA" teriak bintang dan mamahnya bersamaan.
Mereka sama sekali tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan. Sementara fajar kini telah pergi meninggalkan ruangan itu dengan tidak berdosa nya.
"Vhea bangun" mamanya berteriak histeris.
Bintang buru-buru menggendong gadis itu dengan cepat "biar saya yang bawa vhea kerumah sakit tan" ucap nya.
Nara hanya menganggukan kepalanya lalu mengikuti bintang yang kini tengah melangkah keluar membawa tubuh lemah vhea.
...*****...
Suara guntur beserta hujan yang mulai turun sedari tadi membuat kedua orang yang kini sedang berada tepat didepan pintu rumah sakit berjalan bolak balik dengan raut wajah gelisah.
"Bin, menurut kamu vhea gimana keadaannya sekarang" nara masih gelisah dengan keadaan vhea.
Bintang hanya tersenyum kecil "tante tenang aja, vhea pasti bakal baik-baik aja" ujarnya tenang.
Padahal jauh didalam lubuk hatinya, cowok itu benar-benar khawatir dengan keadaan vhea. Tak bisa bintang bayangkan, keluarga vhea yang awalnya biasa saja sekarang mendadak buram. Bintang masih tidak percaya dengan semua kejadian yang terjadi hari ini. Ternyata bukan nara saja yang frutasi, tapi cowok itu juga sedang pusing dan larut dalam pikiran nya sendiri.
"Gimana tante bisa tenang, sampai sekarang dokter belum ada keluar sama sekali"
"Tante khawatir sama vhea"
"Tante harus tenang dulu, tante tenangin pikiran tante supaya tante nggak terlalu khawatir lagi sama vhea" bintang berusaha menenangkan hati nara agar wanita itu bisa sedikit tenang.
"I-iya, makasih bin"ujarnya mulai tenang.
"Tante gak tau mau bilang gimana lagi, karena kamu udah bantu tante bawa vhea kesini"
"Tante merasa ngerepotin kamu banget"
"Makasih banyak ya bin"
"Kamu udah dewasa sekarang" puji nara pada bintang.
"Saya nggak pernah ngerasa ngerepotin tante kok"
"Saya malah seneng karena bisa bantu tante" ucap bintang.
Nara tersenyum mendengar penuturan bintang "tolong jaga vhea ya bin" ucapan nara barusan mendadak membuat bintang terdiam beberapa saat.
Tanpa tersadar bintang menganggukan kepalanya cepat.
"Saya nggak bisa janji tan, tapi saya bakal berusaha buat selalu ada untuk vhea" ujar bintang bijak.
Nara hanya tersenyum getir "Tante hanya mau kamu jaga vhea, tapi jangan beri dia harapan apapun" ucapan nara kali ini lagi-lagi membuat bintang kembali terdiam.
"Maksud tante?" Tanyanya.
Nara menghela napasnya susah payah "Tante takut kalo suatu saat vhea malah jatuh cinta sama kamu"
"Tapi itu gak mungkin tan, lagian kalo vhe-"
"Nggak bin, tante bisa lihat dimata vhea kalo anak tante itu udah mulai jatuh cinta sama kamu!" Jelas nara.
"Itu gak mungkin tan, hubungan saya sama vhea aja gak pernah akur" jawab bintang jujur.
"Tante gak mau tahu apa alasan kamu, tapi tante minta sama kamu untuk jangan pernah mau nerima cinta vhea"
"Tante hanya takut kalo vhea bakal mengalami hal yang sama seperti tante"
Perlahan bintang mulai mengerti alasan nara menyuruhnya untuk tidak memberi harapan pada vhea. Bintang tau, pasti nara masih sangat frutasi dan trauma dengan kejadian sore tadi.
Lagi pula bintang juga tidak akan percaya kalo vhea akan menyukainya. Terlihat sekali dari tingkah menyebalkan gadis itu yang selalu membuat bintang sedikit tidak suka dengan keberadaan nya.
"Baik tan, saya gak akan pernah terima vhea sebelum tante mengizinkan"
Nara berusaha mencerna perkataan bintang baik-baik "maksud kamu?" Tanya nara.
"Nggak ada tan" ujar bintang berbohong seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
...••••...
"Assalamualaikum"
"Mah zero pulang" ujar cowok itu memanggil mamahnya.
"Vhe lo udah pu--"
Ucapan zero terhenti begitu saja saat matanya menangkap beberapa pecahan kaca yang berserakan didalam rumahnya itu.
Zero berpikir sejenak " jangan bilang ini ulah kucing tetangga?" Ucapnya sedikit random.
Zero ternyata belum tahu kejadian yang kini sedang terjadi dikeluarganya.
"Tapi sejak kapan kucing bisa banting vas bunga?" Tanyanya.
"Oh gue tahu, ini pasti ulah si cibu" Cibu itu nama panggilan zero untuk kucing tetangganya yang kini sedang bunting.
Drett...
Drett...
Tiba tiba ponsel zero berbunyi dari saku celananya. Disana tertera nama bintang, ia mengerutkan keningnya sebentar kemudian langsung mengangkat nya.
"Hallo"
"Rumah sakit armana"
"Apaan sih lo gak jelas bego"
Tut...
Tutt...
Terdengar jelas suara diseberang sana mematikan panggilan lebih dulu. Zero menghela napas nya pelan sembari menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Tuh anak kebiasaan ya, kalo ngomong cuma setengah-setengah doang" sabar zero sambil mengelus dadanya pelan.
Zero segera mengambil kunci mobilnya.
Tanpa berpikir lagi ia langsung pergi menuju rumah sakit armana dengan sedikit terburu-buru. Ntah mengapa cowok itu merasa sangat penasaran dengan maksud dibalik perkataan bintang tadi.
...*****...
...•...
...•...
...•...
...Jangan lupa vote and komennya ya gaes❤️🤗...