
Happy reading ^^
Konichiwa semuanya hehe..
Happy reading gaes ♥♥♥♥
●○●
Setelah berbulan bulan libur akhirnya anak perempuan dari 6 bersaudara itu di tanya akan memilih sekolah mana,seperti sekarang
"Yu,kamu mau masuk sekolah mana? SMA atau SMK?" Ujar ayahnya
Ama diam tak menjawab. gadis itu terlihat masih bingung memilih antara SMA atau SMK dikarenakan dari dulu ia sangat ingin belajar zat zat kimia di sekolah selanjutnya.
Sudah hampir 3 minggu dia memikirkannya hingga akhirnya
"Kamu mau masuk mana yu? SMA/SMK?" Kakanya bertanya
Ama terdiam sejenak lalu "ayu mau ambil smk aja"ujarnya
"Jurusan?"
"Multimedia "
"Yaudh kalo gitu" ujar sang ayah
Pagi menyambut dengan matahari yang terlihat cerah namun terik.
Hari ini adalah hari dimana ia akan ditest masuk sekolah
Mulai dari test yang pertama: testwawancara
Lalu yang ke 2: test kesehatan
Dan terakhir yaitu : test kemampuan dasar.
Gadis itu berjalan menyusuri koridor sekolah dan pergi menyebrang ke sebrang untuk pergi ke sekolah yang satunya.
Ia berjalan lalu menaiki tangga tangga sampai akhirnya sampai di lantai 3. Di depan lab untuk UNBK.
Disana terlihat sangat ramai dan di domimasi oleh para kaum adam.
Ama berjalan sampai di depan pintu dan menunggu sampai akhirnya muncul seorang lelaki
"5 orang lima orang dlu ya. Soalnya masih penuh di dalem" ujar seorang lelaki yang di yakini sebagai osis.
"Yaudh siapa yang mau masuk duluan?" Ujar sang osis lagi. Lalu ada empat anak lelaki masuk kesana
"Ayo satu lagi siapa yang mau?" Tanya sang osis.
Ama melihat sekitar lalu ia melihat teman sdnya yang kembar -sania & sinda dan juga seseorang yang di kenal teh dipa.
Mereka menunjuk ama agar masuk ,sang osis lalu berkata "ayo masuk, kamu aja deh"
Ama mengangguk lalu berjalan masuk sesampainya di dalam ia di suruh bertemu dengan dua guru perempuan yang bertugas lalu dia ditanya
"Namanya siapa nak?" Ujar seorang guru yang tampak muda
" Claudia Rahma Anindya" atau yang kerap di panggil ama
"Jurusan apa nak?" Ujar guru itu lagi
"Multimedia bu "
Guru itu memberikan satu kartu seperti kartu ujian lalu dia mencari tempat yang kosong lalu mendudukinya.
Ia mulai fokus dengan semuanya lalu ia terlihat berfikir dan melihat ke pintu. Ia melihat teman smpnya -babay dan dea?
Ama menyelesaikan semuanya lalu ia bangkit dan memberikan kartu itu lalu keluar.
Ia berjalan menuruni tangga sampai ia tiba di lantai 1. Ia menoleh ke samping di mana ada mading yang memberitahu pengumuman kelulusan test.
Ia melihat lihat lalu terpaku melihat 3 nama orang yang tidak di sangkanya akan 1 sekolahan lagi dengannya
-Tino,sang sekertaris kebersihan teman sepenanggungannya, Anggra atau sering di panggil angga -pacar tino- lalu -Setyo , lelaki yang pernah menyukainya.
Ia tiba tiba teringat akan dea?
Ia sangat menginggatnya betul.
"Ma, si itu ada?" Tanya dea yang sedang ada di depan pintu kelasnya
"Itu? Setyo maksudnya?" Beo ama
"Iya, ada ga?" Tanyanya sekali lagi
" ada, bentar." Gadis itu berlalu dan munculah seseorang.
"Noh dia. Gw pengen ke kantin duluan ya de" ujar ama sambil berlalu
Ama berjalan membawa makanannya dan duduk di depan kelas . Ia tak sengaja melihat dea dengan pacarnya -setyo.
Ama merasa tak ada yang janggal sampai akhirnya
"Ma gw sama dia putus nyambung putus nyambung terus" ujar dea berapi api
"Terus?" Ujarnya singkat
"Masa gini kan paginya masih pacaran siangnya putus sorenya pacaran lagi" ujarnya
"Ya lunya yang kocak. Ko mau aja gitu" ujar ama sarkastik.
"Ya mau gimana kan gw suka ama dia ma."ujarnya lesu
"Tapi jangan sampe bodoh juga kali" ujar ama
"Ma, ga kerasa ya kita temenan sampe sekarang padahal awalnya ga kayak gini kan? "Ujar dea sembari tersenyum
"Iya, semoga aja selalu tetep kek gini ya de" ujar ama sembari tersenyum
Bel berbunyi mereka kembali ke habitatnya masing masing _kelas maksudnya:)
Hari demi hari. Minggu demi minggu sampai akhirnya tibalah hari senin.
Gadis berusia paling muda itu masih duduk dengan novel di tangannya dan badan di sandarkan. Ia terlalu fokus sampai tidak menyadari kehadiran seseorang -Dea
"Ama.. "ujar dea
"Ma.." ujarnya lagi
" AMAAA.." teriak dea . Ama tersentak hingga bukunya terjatuh.
"Astaghfirullah de. Kenapa si?!" Ujarnya dengan sinis.
" ama.. gw .. putus sama setyo" ujarnya lesu
"Lah ko bisa?" Bingung ama
" ketauan pacaran sama mak. Trus di suruh putus, ya udh deh putus." Terang dea
" sabar ya. Abisnya diem diem si" ujar ama sembari terkekeh
"Eh tapi putusnya baru?" Tanyanya
" baru 3 hari yang lalu" ujar dea
"Oalah.. sing sabar ya" ujar ama sembari tersenyum kecil
" iya. Eh eh tapi ya kayaknya dia suka sama kamu deh ma" ujar dea
"Siapa? " tanya ama
"Mantan aku lah. Siapa lagi" ujar dea
"Yakali de, Kan baru putus. Ga mungkin ah. Aneh aneh aja kamu mah." Ujar ama
"Tapi bener deh suer orang dia yang ngomong sendiri" ujar dea. Ama meneguk ludahnya kasar
WHAT?!
Ama sudah lama merasakannya namun apakah mungkin semuanya?
This is imposibble.