ASTROPHILIA

ASTROPHILIA



Pagi itu adalah pagi yang paling disenangi anak sekolahan karena pagi itu semua guru rapat dan alhasil semua kelas bebas pelajaran alias freeclass.


suara dikelas sangatlah ricuh,bahkan saking ricuhnya suaranya sangat tidak enak di dengar oleh telinga.


"huft" perempuan itu menghela nafas gusar, tangannya menopang pipi sebelah kanannya, Ama merasa bosan.


ia beranjak dari tempat duduknya lalu ia menghampiri rak baca/literasi yang harus ada di semua kelas di sekolahnya.


matanya menyusuri satu demi satu buku yang ada di sana lalu tangannya meraih buku novel romance yang digemari nya, ama mulai membuka lembaran demi lembaran tetapi mood membacanya ternyata sedang kurang bagus akhirnya Ama benar benar bosan dan ingin mengambil buku lain di belakang namun Ama merasa MAGER alias malas gerak. Dia melipat tangannya lalu menenggelamkan kepalanya .


Belum sampai 5 menit ia sudah mengangkat kepalanya lagi,


Ia teringat pembicaraan absurd dia dan pare; (julukan yang diberi ama dan teman teman untuk sang ketua kelas) tadi pagi.


" Ma, lu jadian sama Setyo ya?? " Ujar Pare yang tiba tiba saja ada didepannya nya dan menghentikan jalannya menuju kelas,


"idih, siapa juga yang jadian sama Setyo" ujar Ama sembari memutar bola matanya, lalu hendak melanjutkan langkahnya,


"lah itu katanya ya" ucap pare sembari menghalangi ama,


"Ngarep " ucap Ama cuek, perempuan itu mulai jengkel karna masih pagi dan malah membicarakan orang itu,


" Dih. Gak papa kali ma ... " ujar pare memaksa sembari terus menghalangi jalan ama,


"Untuk lu aja gw ikhlas kok" ujar Ama dengan lugas, lalu iapun berjalan ke kanan sedikit agar bisa melanjutkan jalannya,


"Idih, gw gak suka cowok ma" ujar pare sambil membesarkan suaranya, ama menoleh dia berujar


"Ya kali gitu lu tertarik" ujar Ama Santai sambil tersenyum


"Ish, geli ma.. " pare merinding seketika mendengar itu, dan sepertinya ia mulai menyerah


"emang lu doang , gw juga. udah ah, bodo amat " ujar ama mengakhiri percakapan absurd itu,


Mengingat Muka jengkel Aufar (pare) aka ketua kelasnya itu ama terkekeh sembari tersenyum lebar moodnya membaik.


-\=--\=--\=-.


Di sebuah sekolah tepatnya di Bekasi sedang mengadakan ujian Kenaikan kelas yang berlangsung pada tahun 2017 akhir


Terlihat bahwa di kelas ini sangat sunyi. Hanya terdengar gesekan antara kertas dan pensil, Dikelas itu ada hampir 30 siswa yang satu bangku berisi 2 kelas, di samping kanan berisi anak kelas 7 dan di samping kiri berisi kelas 9. tak lupa juga 1 pengawas yang selalu memperhatikan gerak gerik muridnya.


Ama menghela napas lalu melipat tangan dan menaruh kepalanya di situ. ia sudah selesai mengerjakan semua soalnya tetapi ia tak ingin mengumpulkan lebih dahulu, ia ingin mengumpulkan nya saat bel selesai sudah berbunyi saja,


mata ama menjelajah kesamping mejanya, mereka semua tampak fokus lalu mata ama bertubrukan dengan mata seseorang, matanya masih diam tak berpindah ke objek lain.


Saat itu juga Setyo melambaikan tangannya sebagai kode tapi Ama seakan ga peduli.


lalu ama melihat kebelakang dan ia menatap teman sekelasnya yang sedang langsung bertanya padanya,


"Ma, no 10 apa?" Tanya Kurnia sambil memberi isyarat tangan, ama melihat lalu


"Mana gw tau" jawab Ama acuh lalu membuang muka, ia menopang wajahnya diatasnya tangannya.


Kurnia, lelaki kurus dia tergolong lelaki yang pendek. Terkenal dengan sifatnya yang suka meminta jawaban dari nomor 1 sampai nomor terakhir.


Malas meladeni tingkahnya yang seperti itu, Ama memilih untuk pura-pura tidak tahu jawabannya.


"sst, ma .." Ama menoleh lalu menatap orang itu dengan alis berkerut "apa?" seolah itu jawaban dari ekspresi wajah nya.


"21,30,35 " ujar lelaki Itu sambil menaruh tangannya disamping mulut agar tak ketahuan


" oh.. D, C, A " ujar Ama sembari tetap dalam posisinya tadi


"Dih , Ama NAJONG masa setyo dikasih gw gak " ujarnya tidak terima, ama dan setyo terkejut.


Ama mendelik dan menoleh kan kepala ke depan takutnya gurunya mendongak melihat ke arah sini, untungnya tidak. ia menghela napas lega lalu ia menatap tajam kurnia belum sempat memarahi ucapannya dipotong oleh kurnia


"Jangan jangan lu berdua pacaran ya?" Tuduh kurnia sambil menunjuk ama dan setyo,


" Apaan sih?! Gak. org gw gak pacaran kok "ujar ama sarkas, matanya mendelik kesal


lalu suasananya sunyi, kurnia maupun setyo tak berkutik. Ama berbalik menghadap depan sembari menahan amarah, bel berbunyi menandakan ujian selesai.


Hari ini adalah hari ke Tiga ujian, ama berjalan menuju ruang kelasnya ujian, qSesampainya di sana ia memasuki ruangan itu lalu keluar lagi dengan membawa buku pelajaran yang akan di Ujikan.


Ama duduk di depan kelasnya dan dia mulai fokus membaca sembari menghafal.


Tiba Tiba ada suara yang bertanya padanya. Ama mendongak melihat orang itu, wajahnya tampak tersenyum karna kenal dengan orang itu.


belum sempat ia bertanya tiba tiba perempuan itu malah menanyakan hal yang sedang membuatnya kesal akhir akhir ini,


"ma emgnya lu jadian ma setyo?" tanya perempuan yang tak lain teman sekelasnya Juni, nada suaranya terdengar kepo


" ha?Gak, gw gak jadian sama setyo. Emg kata siapa jun?" tanya Ama kalem


tanpa menjawab Juni pergi meninggalkan ama. ia berfikir, mukanya tampak kebingungan dan ia ingat kejadian kemarin.


tanpa banyak bicara Ama bangkit dari tempat duduknya lalu masuk ke ruang ujian dengan menghentak-hentakan kakinya.


Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruang kelas lalu ia melihat kurnia yang sedang duduk manis.


ia berjalan menuju kurnia dengan aura dingin yang berbeda sesampainya di tempat duduk kurnia ama terlihat marah.


"eh, lu ngapain sih nyebarin berita gak bener. Emg gw jadian sama setyo apa ??" ujar Ama kesal sambil mendobrak meja


" lah.. Lu ama dia cocok ya " ujarnya santai


" cocok cocok palalu peang" ujar Ama kesal


"Bodo amat org satu kelas udah tau ini" ujar kurnia ama berdecak kesal lalu pergi ke tempat duduknya. tak ingin ribut ,Ama menoleh kebelakang dan memandang sinis kurnia.


Bel pertanda ujian selesai dibunyikan. anak anak mulai keluar dari ruangan dan pulang .


Ama menyusuri koridor dengan lesu sembari memegang erat tali tasnya, sangking lesunya ama sampai tidak menyadari adanya seseorang yang tak lain adalah temannya sendiri -kiran.


Ia tersentak saat mendengar suara kiran.


"Ma, emg Kamu jadian sama setyo?? " tanya kiran sambil menyamakan langkah,


" Gak ih, Nih ya jadi tuh itu semua itu kibul kibulan si kurnia, jadi tuh si kurnia nanya tapi aku gak kasih tau .. Nah trus setyo nanya aku kasih tau kan .. Nah si kurnia langsung ngomong "Lu berdua pacaran ya?" Gitu. " jelas Ama panjang lebar


"Aku juga gak percaya ma. Aku langsung mikir gini "Emang Ama jadian sama setyo apa?! Gitu." ujar kiran


" udahlah gak usah di bahas. Aku Males, aku duluan ya. bye kiran " ujar ama lalu pergi


lagi lagi Ama menggelengkan kepalanya. Tiba tiba saja ia flashback tentang kejadian itu.


Ama kembali fokus pada novelnya dan melupakan apa yang baru saja ia ingat tadi,


Waktu berjalan begitu lambat membuat banyak orang bosan.


Hari ini freeclass, ada yang memukul meja bermain hp, ngomongin K-pop. Btw, kalo ngomongin K-pop sahabat gw jagonya dan teriak teriak gak jelas gara gara itu ... Kayak sekarang ni.


" Yaampun namjoon.. Yaalloh " ujar ririn


" ngapasi rin? " tanya Ama sambil mendelik karna terganggu dengan suara cempreng nya,


"ini Namjoon ganteng banget yalord" ujar ririn seraya menutup muka


" Gw punya sahabat gini amat Ya Alloh" batin Ama


" eh,ma .. " panggil ririn sambil menyentuh bahu ama, ama menengok


"apa?" tanya Ama


" Ada V tuh." ujar ririn,Ama memutar bola matanya malas.


"gw kirain apaan" batinnya


" gw cuma suka visualnya bukan orgnya " jawab Ama cuek


"Tapi kok lu tau lagu bts? " tanya ririn kepo


"suka aja .. " jawab Ama acuh, dan kembali pada kesibukannya


" Ma,Setyo kan suka ma lu .. " ucap seseorang tiba tiba


Ama menoleh kebelakang dan melihat teman receh ya : Abimanyu & hidayat .


"iya tau ma dia suka ngomongin lu mulu " ujar Hidayat menambahkan dengan mimik wajah senyum senyum yang penuh arti


" APA?! Setyo suka malu? " Ujar Ama sedikit terkekeh.


"Apasi ma?!" kesal abimanyu


"itu pasti nonton plastik ya.. Rumah gw banyak kok . Ngapain coba nonton tinggal beli " ujar Abimanyu santai


" whus ngomongnya.. " ujar ama sembari tangannya mengusir


" udah ga usah nonton plastik ma.. " ujar hidayat sembari membawa pergi handphone ririn .


" Hidayat!! Ih.. HIDAYAT SINI Gak LU" Teriak ririn sembari mengejar hidayat


"eh, Bapak gw tuh,Sini sini?! " ujar hidayat tak terima


" Situ situ SINI " ujar seseorang yang ternyata Mady


" eh sini gak LU " ujar abimanyu seraya berlari


" Ampun,bi ampun " ucap mady seraya berlari


Abimanyu yang melihat mady berlari akhirnya mengejar tapi akhirnya abimanyu dan hidayat masuk ke kelas dengan lesu karna tak bisa mengejar Mady.