
Esok harinya, pukul 06.48 pagi.
Vara menelungkupkan kepalanya diatas meja, mulutnya menguap. Karena pusing dikepalanya tidak hilang, semalam Vara harus menahan kantuk. Matanya terpejam, sampai suara gebrakan pintu membangunkannya.
"Ah kesel gue!!" Cery menggebrak pintu dengan tasnya, suara tersebut tentu saja mengagetkan penghuni kelas, tidak sedikit orang yang mengumpat karena ulahnya.
Ia melangkah masuk dengan berapi-api. Duduk di bangku nya dengan nafas kembang kempis, menahan amarah. Vara mengangkat kepalanya, "Kamu kenapa sih? Pagi-pagi udah ngamuk"
Cery melirik Vara sekilas. Lalu mengatur nafasnya agar kembali stabil. Setelah dirasa cukup tenang Vara kembali angkat suara, "Jadi... kenapa?"
Tadi pagi Cery baru saja akan melangkah masuk gerbang, tetapi tiba-tiba sebuah motor melintas didepannya dengan kencang, sampai mengangkat sedikit roknya, untung saja Cery dengan sigap menahan.
"Gara-gara itu?"
"Bukan... masih ada lagi"
Saat Cery akan memberi perhitungan kepada si pemilik motor, ada gerombolan cewek yang diketahui sebagai geng bad girl sekolah menghadang langkahnya.
Alhasil Cery menumpahkan segala kekesalannya kepada anggota itu. Carysa, atau yang sering dipanggil Rysa adalah ketua geng tersebut. Ia mendorong Cery dan sempat memaki beberapa kali sebelum akhirnya menumpahkan air mineral dikepala Cery.
"Kamu gak bales?" Tanya Vara.
Cery mendengus, "Tadinya mau bales, tapi si ketua OSIS langsung ngehadang gue. Sialan banget. Gue kan lagi kesel"
Vara terkekeh, "Udah gak usah diperpanjang, mereka kan bad girl nanti kamu diapa-apa in mereka"
"Ya gak bisa gitu!! Gue gak akan takut sama geng abal-abal itu, liat aja,dikantin nanti gue kasih pelajaran mereka"
***
Sesuai perkataannya tadi, Cery akan memberikan pelajaran dengan geng Badgirl sekolah. Vara sudah menahannya, namun sepertinya kekesalan Cery sudah mencapai tingkat akut.
Cery mengajak Vara mengantri di stand tukang siomay, dimana geng badgirl juga sedang mengantri dibelakang mereka. Diam-diam gadis pirang itu bergumam pelan "Gue kasih pelajaran lo nanti, maen-maen sama gue"
Vara menggelengkan kepalanya.
Setelah mendapatkan pesanan mereka, dan memesan minum. Cery dan Vara melewati geng badgirl, Cery pun melancarkan aksinya. Dia berpura-pura jatuh dan minumnya mengenai salah satu anggota badgirl.
"Lo apa-apaan sih!!!"
"Ups kena ya.. tapi gue gak sengaja"
Seorang dari mereka mendorong Cery kuat, untung Vara sigap menahan.
"Lo balas dendam sama kejadian tadi pagi?" Tanya Rysa, dingin, "Belajar dulu akting. Gausah munafik sok-sok jatuh" sinisnya.
Vara menarik tangan Cery, "Udah Cer, kita makan aja yuk" bujuk Vara.
"Lo makan duluan aja, nanti gue susul" Tolaknya.
Rysa terkekeh, "Temen lo takut sama gue"
"Aku--"
Braak!!!
Cery menggebrak meja. Semua pandang mata menatap kearah mereka, sebagian mulai berbisik-bisik tentang sifat Cery yang berani melawan Rysa.
"Lo gak ada urusan sama Vara! Urusan lo sama gue"
Rysa menatap Vara, lalu tersenyum remeh, "Mel! Lo urus temennya, biar gue yang ngadepin adek kelas sok pemberani ini" ucap Rysa.
Sontak Vara membelalak. Vara kan tidak salah apa-apa? Kenapa ia juga ikut terseret?
"Siap boss" Amel. Salah seorang anggota badgirl mendekati Vara.
"Heh cupu! Bilangin temen lo gak usah macem-macem ya!" Amel melotot tajam.
Vara tidak takut. Ia kan tidak salah, kenapa harus takut?
Al dan dua temannya menatap kejadian tersebut dari pojok kantin. Arya berseru senang.
"Wih calon pacar gue berani juga ya"
"Calon pacar botak lo! Dia kenal lo juga enggak" Cibir Vino.
"Liat deh! Amel mulai deketin temennya calon pacar gue" Arya menunjuk dengan dagunya.
"Keren ya! Mereka berdua kayanya gak ada takut-takutnya" Arya tersenyum memperhatikan mereka.
Tak ada yang buka suara. Mereka terus memperhatikan ulah Rysa dan teman-temannya. Rysa dengan satu temannya beradu gebrakan meja, sementara Amel beradu mulut dengan Vara.
Tidak ada guru yang menghentikan mereka, sebab guru-guru sedang rapat terkait mapel baru. Tidak ada satupun siswa maupun siswi yang menghentikan mereka, sebab mereka tidak mau berurusan dengan geng badgirl.
Vara masih beradu mulut dengan Amel. Hingga Amel sampai pada puncak kekesalannya karena tidak berhasil membalas ucapan Vara.
Amel mengambil gelas es miliknya lalu menumpahkannya di seragam Vara. Vara menutupi dadanya yang mulai tercetak karena ia sedang tidak memakai baju lapisan. Para siswa disekitar sana mulai berseru senang karena mendapatkan tontonan gratis. Vara menunduk malu dengan tangan menyilang didepan dadanya. Amel tersenyum mengejek.
"Gila tuh Amel, secara gak langsung kan ini namanya pelecehan" Arya melototkan matanya.
Al bangun dari tempatnya, dan bergumam "Tck... harus gue yang turun tangan" Ia berjalan dengan tangan memasuki saku jaketnya. Arya berjalan mengikuti Al, diam-diam cowok itu tersenyum "Calon pacar, I'm coming"
Vino mendengus "Telat lo orang jadi pahlawan kesiangan" ia pun membuntuti keduanya.
Vara terus menundukkan kepalanya. Malu? Tentu saja! Vara merutuki dirinya sendiri karena tidak memakai baju lapisan saat akan berangkat sekolah.
"Lo cewek apa iblis sih!?"
Amel yang mendapat pertanyaan tersebut langsung menatap Cery marah "Maksud lo apa, sialan!!"
"Kalo lo cewek, lo harusnya sadar dong! Gimana kalo keadaan lo dibalik. Lo yang jadi Vara, dan Vara jadi lo!" Cery berdiri didepan Vara. Ia berusaha menutupi tatapan mata para siswa disekitar sana yang menatap Vara dengan penuh nafsu.
Rysa menyenggol bahu Amel dan bergumam, "Tindakan lo salah Mel"
Al mendekati mereka, "Udah berantemnya?"
Vara, Cery, dan geng badgirl menatap Al.
Al menyapu pandangannya pada tiga badgirl didepannya, "Kalian gak ngerti bahasa manusia? Hari ini kalian udah dua kali bikin onar" Al menghela nafas.
"Pergi dari sini, dan temuin gue diruang BK istirahat kedua" Ucapnya pada Rysa, Amel, dan Sofi.
Rysa angkat suara, "Cuma kita? Gak adil dong! Adek kelas belagu ini duluan yang bikin masalah" tunjuk nya pada Vara dan Cery.
"Mereka gak akan begitu, kalau tadi pagi kalian gak cari masalah sama dia" Al menunjuk Cery dengan dagunya.
"Udah yuk Rys. Pergi aja, kita bisa bikin perhitungan sama mereka nanti" Sofi menatap Cery dan Vara bergantian.
Cery melotot tajam. "Awas kalian berani-berani gangguin Vara!"
Rysa berdecak kesal, sebelum akhirnya pergi dari kantin diikuti Sofi dan Amel. Cery menghela nafas, ia membalikkan badannya. "Vara lo gak apa-apa?"
Vara menggeleng, "Aku gak papa"
"Tapi baju lo--"
"Ini bisa kering kok" Vara masih menutupi dadanya yang mulai tercetak jelas dibalik seragamnya.
Cery meringis.
"Bad girl kurang ajar!!!"
Geys!!!
Kasian ya Vara :\(
Amel emang jahat si!!
Yuk hakimin Amel...!!
...
Sore ini aku update gays, tanggal 22.
Sesuai janji aku di facebook.
Kayanya semasa lockdown gini aku bakal tiap hari update...
Tapi gak tahu review nya lama atau enggak. Soalnya aku baca di grup facebooknya novel toon fansclub, di coment an nya ada satu orang ngirim screenshot chat nya sama admin NT. Admin NT disitu bilang lagi gak beroperasi sampai tanggal 25 Mei...
Aku gak tahu pastinya sih...
Tapi kalian tunggu aja ya,
kalau selama 2 hari ini aku gak up, berarti berita itu kayanya benar. KAYAKNYA...
Makanya favorite in ya, biar gak ketinggalan berita update nya ALVARA...
Silahkan tinggalkan jejak kalian ya...
Coment dong... nanti aku balesin satu\-satu.😉
See you..