ALVARA

ALVARA
Masalah dipagi hari



Jarum panjang menunjukkan angka 15.33. Sesuai janjinya tadi pagi. Vara sedang menunggu seseorang di halaman parkir. Tangannya ia eratkan pada kotak yang berisi jaket bomber milik Al.


Tidak lama kemudian akhirnya si Ketos datang juga. Tanpa basa - basi ia langsung bertanya, "Apa?"


Matanya ia alihkan untuk melihat jam pada tangannya. "Gue sibuk, kalo mau ngomong buruan" ucapnya dingin.


"Aku cuma pengin kasih ini!" ia menyodorkan kotak yang sedari tadi ia pegang.


"Jaket kamu" lanjutnya.


Al menatap kotak tersebut sebelum akhirnya menerimanya. Ia berjalan menjauh menuju mobil nya lalu memasukkan kotak tersebut kesana. Tak lama kemudian ia membalikkan badan, tak disangka ternyata Vara sudah menghilang dari pandangannya.


Suara notif HP membuyarkan pandangan Al.


0876********


Makasih ya udah minjemin jaketnya.


Makasih juga udah tolongin aku waktu di kantin.


Aku mau bilang maaf juga soal kemarin lusa,


waktu dimobil aku sempet kesal sama kamu.


Padahal kamu gak salah apa - apa.


~Vara.


Al mendecak. Lalu bergumam, "Gadis aneh"


Al berjalan meninggalkan area parkir dan kembali masuk kedalam sekolah. Perlahan Vara muncul dari persembunyiannya. Ia menghela nafas. Bukan tanpa alasan ia mengirimkan pesan tersebut pada Al. Sejujurnya ia sedikit gemetar ketika akan mengatakan kata secara langsung. Tetapi, Al justru berjalan menuju mobilnya. Hal tersebut sudah diperhitungkan oleh Vara. Mana mungkin Al mau meresponnya dengan berkata "terima kasih sudah mengembalikan jaket gue" kata - kata itu mana mungkin terluncur dari bibir Al.


Jadi, Vara memutuskan untuk mengirim pesan saja kepada Al. Berucap terima kasih sekaligus kata maaf yang tadinya mau ia ucapkan secara langsung. Gadis tersebut berjalan kepinggir jalan raya lalu menyetop taksi dan pulang menuju rumahnya.


***


Esoknya...


Vara baru saja sampai di koridor bawah. Kakinya ia langkahkan menuju tangga diujung koridor. Tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang menatapnya dingin. Vara meneguk ludahnya lalu berpura - pura merapihkan bandana putihnya. Rambut sebahunya ia kibaskan pelan kebelakang.


Vara mempercepat langkahnya menuju tangga ketika mengetahui pasang mata tersebut masih memandangnya dari kejauhan. Merasa tidak ditatap lagi, Vara memelankan laju langkahnya, dan berjalan pelan menaiki anak tangga.


Tangannya ia gunakan untuk mencari - cari HP yang telah ia simpan di kantung tas kecil dibagian depan. Saat menemukannya, ia segera mengambil lalu menutup kembali resleting tasnya. Langkahnya makin melambat, ia fokus ke-HP nya dan berjalan dengan pelan. Sesekali ia memastikan bahwa anak tangga yang akan ia pijak.


Ketika sampai di kelas suasana disana cukup ramai. Hanya saja Vara tak menemukan tas disamping tempat duduknya, menandakan bahwa Cery belum datang. Vara duduk dibangkunya, dan makin fokus pada handphone nya. Jari tangannya sibuk men-scrool layar beranda yang memperlihatkan beberapa postingan yang sedang trend baru - baru ini.


Hingga suara di ribut di depan kelas membuyarkan fokusnya. Vara yang merasa kepo pun akhirnya menyimpan benda tipis tersebut ke saku rok, lalu berjalan kearah kerumunan di depan kelas. Vara menerobos beberapa siswi yang sedang melihat kearah bawah. Matanya membulat besar ketika mengetahui hal yang menjadikan teman - teman sekelasnya menjadi heboh.


Dibawah sana, ada Cery dan juga Arya yang tengah bertengkar. Disana Cery terlihat membentak dan wajahnya memerah, sementara Arya tangannya sudah mengepal keras dengan tatapan tajam kearah Cery. Beberapa siswi disekelilingnya mulai bergosip.


"Kenapa tuh Cery sama Kak Arya berantem?"


"Gak tau" jawab salah satu siswi.


"Gak takut viral apa mereka?" cetus salah seorang siswi.


"Kenapa?" tanya siswi yang baru saja datang.


"Tuh di video in sama anak kelas lain" tunjuk siswi tersebut.


Tak ingin temannya menjadi bahan gosip, dengan cepat Vara berlari menuruni anak tangga menuju lokasi kejadian :v


(Et dah.. lo kata disini ada kejadian pembunuhan)


Ketika sudah lumayan dekat dengan mereka, Vara berteriak, "Cery!!" dengan nafas ngos - ngosan akhirnya Vara tiba disana.


"Tck... Vara, lo ngapain disini sih!" kesal Cery.


"Kamu yang nagapain! Gak liat apa, anak - anak diatas pada video in kamu! Kamu gak mau viral kan!"


Sontak Cery dan Arya menatap ke atas. Dan benar saja, beberapa siswi tukang gosip sedang merekam kejadian barusan. Cery berdesis sinis.


"Awas aja lo nanti!" gadis pirang tersebut melayangkan tatapan tajam sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


Arya menghela nafas kasar lalu melonggarkan cengkraman tangannya yang mulai memutih. Ia melirik sekilas kearah Cery dan Vara yang berada jauh darinya. Sebelum memutuskan untuk pergi ke kelas dan menemui teman - temannya.


Disisi lain....


"Kamu kok bisa sih berantem sama Kak Arya?" tanya Vara.


Jadi tadi, Cery melihat Arya yang baru saja datang. Ia melangkahkan kakinya menuju ke arah Arya. Tujuannya kesana itu sudah baik, ia ingin meminta maaf atas kejadian beberapa hari yang lalu. Akan tetapi... tujuan baiknya justru mendapat usiran kasar dari Arya. Cery yang tidak bisa menahan emosi lantas tidak tinggal diam.


"Dia udah denger permintaan maaf kamu?" tanya Vara,lagi.


Cery menggeleng, "Pas gue mau minta maaf, cecunguk jelek itu udah langsung usir gue" ia mendengus kesal.


"Dia belum denger gue minta maaf udah maen ngusir gue aja. Ya gue kesel dong!" Cery mengambil ikat rambut dari saku rok lalu mengikat kuda rambut pirangnya.


"Terus kamu ngomong apa sama dia?"


"Gue bilang kalo dia itu orang gak tau sopan santun terus gue bilang kalo orang tua nya gak pernah ngajarin sopan santun ke dia" jawab Cery yang masih terus mengikat rambutnya.


Vara menepuk jidatnya, "Pantes dia marah sama kamu" ujar Vara.


Cery menoleh, "Emangnya kenapa?"


"Mungkin aja Kak Arya itu orangnya sensitif soal orang tua. Jadi dia agak emosi kalo seseorang bahas orang tua nya" jelas Vara.


"Aku juga bakal kesel kalo kamu ngomong kaya gitu ke aku" lanjut Vara.


Vara menaikkan kakinya pada anak tangga pertama.


"Maksud lo? Maksud lo gue salah!" intonasi Cery naik satu oktaf.


"Bukan gitu, ta--"


"Ah udah lah. Kesel gue ngomong lama - lama sama lo" Cery berjalan cepat mendahului Vara.


"Cery! Aku gak bermaksud ngomong gitu sama kamu!" teriak Vara yang mendapat lirikan sinis dari Cery.


Vara menghela nafas, "biarlah, mungkin dia butuh waktu. Jelasin sekarang juga percuma, dia gak akan dengerin" gumam Vara.


Ia menghentikan laju langkahnya ketika instingnya merasakan seperti ada seseorang yang melihatnya. Vara menyapu pandangannya ke seluruh tempat. Dapat! Ia menemukan seseorang sedang menatap dingin dirinya. Tatapan yang sama persis seperti tadi. Ia menemukan seseorang perempuan dengan masker menutupi wajah sedang menatap tajam dirinya. Melihat dari pakaiannya, Vara sadar bahwa perempuan tersebut adalah salah satu siswi Rajawali High School.


Namun... siapa perempuan itu?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**Huyaaaa


Cuma mau bilang, kalo dalam waktu kedepan gak ada update untuk sementara waktu.


Ngapa sih? Kok dikit - dikit gak up!


Sans uyy


Chewy juga manusia,,,


Jadi gini... dalam beberapa terakhir ini alur cerita yang udah aku buat, jalan ceritanya, konflik awal, serta segala - gala nya yg udah aku susun dari awal seketika blangg gitu aja! Ambyarrr!! Lupa semua!


Padahal aku buat cerita ini dengan sepenuh hati, jiwa dan raga aku😅 tapi tetep aja bisa berantakan gini.


So sobat Chewy Al dan juga Vara.


Aku... si author.


Minta maap yang sebesar - besarnya. Dalam beberapa waktu ke depan butuh meditasi buat nyusun ulang jalan cerita. Kali ini ketika udah dapet ide lagi aku bakal tulis dibuku, biar gak lupa lagi😅 maklum aku manusia bukan internet yang bisa inget semuanya.


Dari awal aku buat nih cerita emang udah salah... sedikit nyesel sihh karena gak nulis ide nya dulu dibuku terus baru dikembangin😪


Sambil nunggu ALVARA balik lagi silahkan baca dulu karya aku yang lain berupa Chat Story yang gak kalah seru dari ALVARA judulnya PERFECT IDOL.


Silahkan mampir dan tinggalkan jejak kalian :)


Byeee**